"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu bangsa,sehingga
mereka mengubah keadaan apa yang ada pada diri mereka sendiri" (QS. 
13 :11)

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu 
dari(kenikmatan) duniawi" (QS 28:77)

   Saat ini dunia sangat membutuhkan sebuah sistem perekonomian yang
mampu menciptakan pertumbuhan sekaligus pemerataan. Sistem ekonomi
kapitalis yang kini mendominasi dunia terbukti telah gagal dalam
menciptakan ekonomi yang cukup pesat. Kapitalis mampu mendongkrak
pertumbuhan yang realitasnya menimbulkan jurang pemisah yang cukup 
tajam antara konglomerat dan yang melarat.

   Sementara itu, khususnya di negara Indonesia yang sebagian besar
penduduknya beragama Islam, ternyata perekonomiannya dikuasai orang
lain. Berdasarkan hasil penelitian yayasan SIDIK Jakarta, 70%
perekonomian dikuasai Cina perantauan (Overseas Chinese), padahal 
jumlah mereka cuma 3%. Bisa dibayangkan begaimana cara/sistem yang 
digunakan, yang tidak jarang kita kenal dengan istilah "HALAL, 
HARAM, HANTAM". Sedangkan produk-produknya (khususnya makanan) 
dikonsumsi sebagian besar ummat Islam, yang mungkin di dalamnya 
termasuk kita dan keluarga kita sendiri. 
Hal ini menjadi tantangan dan ancaman yang sangat besar bagi
ummat Islam di masa-masa mendatang, karena tidak mustahil pada 
puncaknya mereka akan menguasai dan mengendalikan secara mutlak 
kehidupan perekonomian di bumi persada ini.

   Kalau kita perhatikan, ekonomi dalam Islam ditegakkan untuk
mewujudkan sebesar-besarnya kesejahteraan manusia sebagai manusia 
yang hidup dalam masyarakat. Jadi ekonomi menurut pandangan Islam ` 
ekonomi itu bagi manusia buka bagi individu dan bagi masyarakat 
bukan bagi kelompok yang tersendiri dari individu-individu'. Islam 
tidak memisahkan antara apa yang wajib bagi masyarakat dengan upaya 
mewujudkan kesejahteraan manusia, tetapi justru menjadikannya 
sebagai dua hal yang berhubungan. Islam memperhatikan kepentingan 
individu dan masyarakat secara bersamaan. Ketika Islam mengatur 
masalah masyarakat, ia juga memperhatikan kepentingan individu 
demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu Islam menjadikan falsafah 
ekonomi berhubungan dengan perintah Allah swt. serta larangan-
larangan-Nya.

   Dari hal-hal tersebut di atas, dapatlah kita memberikan beberapa
pedoman penerapan untuk membangun ekonomi ummat :

1. Bagaimana kekuatan ekonomi ummat dibangun
Keberhasilan Rasulullah saw. dalam membangun kekuatan ekonomi ummat
Islam adalah sebuah contoh abadi yang senantiasa dapat dimanfaatkan 
kaum muslimin untuk mengulanginya. Rasulullah menjadi suri tauladan 
(QS. 33:21) tidak saja dalam karateristik pribadi ayau keluarganya, 
namun juga dalam membangun kekuatan.

Dalam hal ini ada 3 langkah yang diterapkan Rasulullah saw
1). Membangun kekuatan pribadi manusia sehingga menjadi muslim yang 
benar dan baik.
2). Konsolidasi ummat serta menyempurnakan sendi-sendi kehidupan
   berjamaah.
3). Mengokohkan budaya dan peradapan Islam sehingga secara sistematis
   mampu membangun eksistensi di antara peradapan lainnya.

2. Bagaimana kita memerangi serangan perekonomian kapitalis.
Amerika, sebagian besar ekonominya dikuasai oleh 500 industri 
berskala besar, dan jumlah assetnya dikuasai oleh 50 perusahaan 
papan atas.

3. Bagaimana kita merubah problematika perekonomian ummat yang 
semakin jauh dari nilai Islam.
Di masa kejayaan Islam, semua perekonomian bisa dikontrol dengan 
baik, ditata dengan baik, jarang sekali terdengar adanya kolusi, 
korupsi dan manipulasi. Bahkan permainan perdagangan tidak sehat 
hampir tidak ada. Ini semua karena adanya persatuan ummat yang 
terhimpun dengan managemen yang mapan. Sebagai contoh
a. Di zaman Umar Ibnu Khatab, hampir semua rakyat perekonomiannya    
bisa diatasi/stabil.
b. Di zaman khalifah Umar Abdul Aziz, tidak ada satu oun rakyat yang 
   miskin sampai-sampai khalifah bertanya kepada siapa zakat akan 
   diberikan.

Marilah kita segera bersama-sama bangkit melalui suatu kerja kolektif
yang terarah, terpadu dan berkesinambungan dalam MEMBANGUN EKONOMI 
UMMAT
MENUJU MARDHOTILLAH". Insya Allah.........

Wallahu'alam bishshowab

dikutip dari : isnet
oleh         : Hasbi<[EMAIL PROTECTED]>
               pemilik : http://www.persadanetwork.com/hasbi








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
It is better to give....
Especially when giving to a child in poverty.
Click here to meet a child you can help.
http://us.click.yahoo.com/FZp9YD/0nhJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Terima Kasih, anda telah mengunjungi Group Hidup Muslim

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Moderator, Hidup Muslim 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidupmuslim/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Reply via email to