Note: forwarded message attached.


Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

----------------------------------------------------
Mail Archives: http://groups.yahoo.com/group/himasad/

Untuk keluar dari keanggotaan milis:
kirim e-mail kosong ke alamat [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




--- Begin Message ---
----- Original Message -----
From: "radityo djadjoeri" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [namche] Presiden dan Bahasa Inggris
Date: Tue, 4 Oct 2005 00:51:24 -0700 (PDT)



--
_______________________________________________

Search for businesses by name, location, or phone number.  -Lycos Yellow Pages

http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC="">

--- Begin Message --- Presiden dan Bahasa Inggris

Suara Pembaruan – 3 Oktober 2005

http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/03/index.html

KETIKA menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan
Keamanan (Menko Polkam) di Kabinet Gotong Royong,
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mendapat
penghargaan sebagai tokoh berbahasa Indonesia lisan
terbaik. Penghargaan itu datang dari Pusat Bahasa
Departemen Pendidikan Nasional bersama tujuh
organisasi media massa, pada 14 Oktober 2003, atau
kurang lebih dua tahun lalu.



Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, ketika itu,
ditetapkan sebagai tokoh berbahasa Indonesia bersama
lima tokoh lain, yakni Yusril Ihza Mahendra (Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, sekarang Mensesneg),
Eep Saefulloh Fatah (pengamat politik), Nurcholish
Madjid (cendekiawan Muslim, almarhum), Pradjoto
(pengamat hukum perbankan), dan Richard Gozney (Duta
Besar Inggris untuk Indonesia).



Pengumuman mereka sebagai tokoh berbahasa Indonesia
lisan terbaik dilakukan dalam Pembukaan Kongres Bahasa
Indonesia VII, di Hotel Indonesia (ketika itu),
Jakarta, dan penghargaan berupa plakat diserahkan oleh
Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat yang
waktu itu dijabat Jusuf Kalla, mewakili Wapres Hamzah
Haz.



Kepala Pusat Bahasa Dendy Sugono, seperti dikutip
beberapa media massa, saat itu, mengatakan kriteria
penilaian meliputi pilihan kata atau istilah dan
struktur kalimat, penalaran, dan organisasi tuturan.
Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono mewakili
penerima penghargaan ketika itu menyatakan, bahasa
Indonesia bukan saja harus dilestarikan dan
diberdayakan, tetapi juga diletakkan dalam proses
kehidupan bangsa yang dinamis.



Itu cerita dua tahun lalu. Saat ini Menko Polkam itu
telah menjadi Presiden dan dikenal dengan panggilan
Presiden Yudhoyono. Tetap bagus dalam bertutur dalam
bahasa Indonesia, apalagi ditambah "gaya" yang memang
disiapkan sejak masa kampanye, tentu pas ketika
berbicara.



Misalnya kalau memang harus mengangkat tangan atau
melihat lawan (lebih enak dengan sebutan "kawan"
sebenarnya) bicara. Yang jelas body language
benar-benar diatur dan harus diakui, melihat,
mendengar Presiden Yudhoyono berpidato, mengundang
daya tarik tersendiri, setidaknya ingat kampanye
menghadapi Pilpres.



Pertemuan Forum Rektor



Kalau pun ada yang berbeda dari Susilo Bambang
Yudhoyono, antara Menko Polkam dan Presiden Republik
Indonesia, hal itu terlihat dari penggunaan bahasa
Inggris yang makin hari makin sering diucapkan. Pada
pertemuan dengan Forum Rektor, Rabu (28/9) siang, di
Istana Negara, misalnya, dalam pidatonya Presiden
-sebelum dialog yang dinyatakan tertutup bagi wartawan
- banyak sekali menggunakan bahasa Inggris. Padahal
kalau pun diindonesiakan, rasanya tidak sulit-sulit
amat.



Di situ Presiden berbicara tentang subsidi BBM yang
mau tidak mau harus dikurangi, selain menceritakan
perjalanannya ke New York, sekitar dua pekan lalu. Ia,
misalnya, mengatakan, "Saya juga banyak menghabiskan
waktu untuk talk direct to the people." Atau ketika
membicarakan tentang harga minyak dunia, Presiden
mengatakan, "Soal minyak ini tidak ada yang tidak
headache."



Lalu soal unjuk rasa, Presiden mengatakan, "That's
democracy." "I know beban rakyat, I know the step of
there economic." Dan soal pengambilan keputusan
menaikkan harga BBM, dikatakannya, "Bukan berani atau
tidak berani, terlambat atau tidak terlambat ambil
keputusan, but before I made decision harus sudah
diolah semuanya, economic factor-nya, social security
political impact-nya. That all the consideration that
have to made by me."



Soal pilihan pengambilan keputusan Presiden mengatakan
ada dua pilihan, "Doing nothing policy atau doing
something policy." Presiden menyatakan memilih doing
something policy, dengan segala konsekuensinya. Namun
ia menegaskan, yang dilakukan bukan mencabut subsidi,
karena itu "just impossible", yang dilakukan hanyalah
to reduce subsidy.



Ketika berbicara tentang agenda pemerintahan
pascareformasi, Presiden Yudhoyono juga banyak
menggunakan bahasa Inggris yang langsung digabung
dengan bahasa Indonesia dalam satu kalimat. Misalnya,
"Kita berada di situ, you are player, jadi kalau
reformasi ini membuahkan hasil, I have to be thank you
to you all, karena semua ikut berperan, tapi kalau ada
kurang-kurang, we have realize pada masalah-masalah
yang ada pada kita."



Presiden mohon doa restu agar "Bringing building a
good government fighting corruption, building some
legal frame work."



Tentang perjalanan ke New York, Presiden "melaporkan",
"I good understand bahwa yang dipikirkan kami semua,
world leader, di bidang politik itu bagaimana tata
dunia baru menjadi lebih adil, representing semua
kepentingan, listening to the bond of the people all
the world. Maka ada reformasi PBB. We are all concern
with yang disebut MDGs."



Dan begitulah, dalam pidato sekitar 30 menit itu,
banyak sekali menggunakan bahasa Inggris yang langsung
di-mixing dengan bahasa Indonesia. Barangkali memang
sah-sah saja menggunakan dua bahasa sekaligus. Yang
jelas, di antara peserta dialog itu, tentu saja rektor
juga, yang duduk di bagian belakang dan dekat dengan
wartawan, ada yang nyeletuk, "Apa sih yang diomongkan
ini, kok banyak pakai istilah asingnya."



Namun rektor itu kaget ketika diingatkan rekan di
sampingnya, "Ada wartawan lho." Wartawan sendiri yang
melihat langsung adegan kecil itu hanya tersenyum dan
bilang, "Bahasa Inggris bukan bahasa asing kok Pak,
hanya kalau nggak pas penggunaannya jadi aneh, bukan
asing."

PEMBARUAN/YW NUGROHO





Ungkapkan opini Anda di:

http://mediacare.blogspot.com

http://indonesiana.multiply.com


           
__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com



--- End Message ---

--- End Message ---

Kirim email ke