Note: forwarded message attached.
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
----------------------------------------------------
Mail Archives: http://groups.yahoo.com/group/himasad/
Untuk keluar dari keanggotaan milis:
kirim e-mail kosong ke alamat [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| School education | Pre school education |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "himasad" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
--- Begin Message ---
----- Original Message -----
From: "radityo djadjoeri" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [namche] Desperate TV Trilogy: RCTI, SCTV, TPI
Date: Sat, 22 Oct 2005 05:13:41 -0700 (PDT)
--
_______________________________________________
Search for businesses by name, location, or phone number. -Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC="">
--- Begin Message ---Desperate TV Trilogy: RCTI, SCTV, TPIcreated by Arief & IraPengantar :Bulan Ramadhan telah datang. Bagi dunia pertelevisian kita itu artinya
musti bisa menghadirkan tayangan subuh menjadi jam tayang utama dalam
perebutan iklan. Dari yang tadinya stasiun tv kita ogah siaran dini hari
kalau bukan acara siaran langsung sepakbola internasional, kini tanpa dipaksa
pun mereka berlomba-lomba membanjiri tayangan sahur dengan seabrek acara,
mulai dari sinetron, dakwah, komedi, gossip, variety show, dan dokumenter.
Nyaris tanpa ide kreatif dalam kemasannya, kecuali ditambahi embel-embel
bahwa "ini acara special Ramadhan, lho".Selepas Ramadhan ini, bakal ada gebrakan yang dianggap menghebohkan
dunia jurnalistik pertelevisian swasta kita. Setelah ditinggal Arief
Suditomo dan Ira Koesno, kini Liputan 6 SCTV pun ditinggal hengkang oleh
komandannya langsung, yakni pemrednya sendiri. Yup, Karni Ilyas pun tampaknya
bulan depan resmi menjadi penghuni ANTV. Yang menjadi pertanyaan bukannya
kenapa harus ANTV, tapi ada apa dengan suasana kerja Liputan 6 belakangan
ini yang mengalami "eksodus" oleh awak wartawan terbaiknya?Tapi kami tak akan ngegosipin soal internal SCTV tersebut. Lebih baik
kita sekilas menelusuri apa saja program-program yang bisa mencitrakan bahwa
kalau kita menonton suatu mata acara tersebut, pikiran kita langsung
tertancap. Oh, acara X itu trademark-nya stasiun Y. Karena ulasannya relatif
panjang, maka terbagi dalam 3 edisi khusus berurutan dengan tajuk
"Desperate TV trilogy". Oke, selamat membaca.RCTI: Oke?Sebagai stasiun tv swasta pertama, kami masih ingat lho dengan film impor
seri idola semua generasi, yakni: McGyver, disamping tentunya ada Miami
Vice, Mission Imppossible, 21 Jump Street, dan Beverly Hills 90210. Belum
lagi bejibun banget sitcom yang ditayangkannya, mulai dari Cheers, Golden
Girls, Night Courts, Head of the Class, Saved by the bell, dan tentu saja:
Friends. Liga Italia pun pada awal-awalnya tak tanggung-tanggung mereka tayangkan,
lha kini cuman Liga Champion doank dan dikit-dikit siaran kualifikasi Piala
Dunia. Namun masa kejayaan film-film seri ala tv kabel itu nyaris berakhir,
tergantikan oleh sinetron-sinetron garapan Multivision yang merajai dengan kisah
penuh mimpinya. Sempat pula muncul "Lenong Rumpi" dan "Basho", tapi sayangnya banyolan
mereka kering inovasi. Si Doel Anak Sekolahan yang dulu jadi ciri khas
RCTI pun kini malah terbang sekuelnya di stasiun tv lain.Dan lambat laun tv yang berslogan "kebanggaan bersama milik bangsa" ini
tidak bisa membanggakan pemirsanya lagi, karena mulai keteteran sebagai
pemimpin pasar. Bukannya membuat produk-produk acara yang bisa "leading", eh
malah tanpa malu-malu mengekor program sukses tv lain. Saat Indosiar pertama kali
tampil dengan gebrakan "Return of the condor heroes", langsung deh bermunculan
serial silat mandarin di RCTI.Paling parah adalah ketika RCTI kecolongan saat Indosiar menayangkan AFI, makanya mereka buru2 menggaet lisensi Indonesian Idol. Terbukti secara pencitraan Indonesian Idol emang lebih berkelas ketimbang AFI, meski para lulusan Idol ini lebih "bermasalah"
ketimbang tamatan AFI yang cenderung bisa diberdayakan lewat sinetron bahkan
film layar lebar.SCTV: Satu untuk semua?Setahun setelah berdirinya RCTI, SCTV yang tadinya berkantor pusat di
Surabaya mulai memperluas jaringannya dengan cara beradu kuat di Jakarta.
Salah satu film seri yang pernah jadi image kuat bagi stasiun tv ini adalah
The X-Files dan Melrose Place. Sayangnya SCTV tidak meneruskan icon ini
dengan menayangkan lanjutan film-film seri popular macam Smallville dan 24.Dan Anda tentu belum lupa dengan image tv telenovela untuk stasiun tv
ini karena dari pagi sampai sore kayaknya nggak pernah berhenti tuh yang
namanya serial sabun dari Amerika Latin. Thalia lagi, Thalia lagi. Pernah
juga sukses dengan tayangan langsung Liga Inggris, tapi sekarang kayaknya
ogah menayangkannya lagi. Toh, meski demikian mereka cukup sukses dengan
menjadi official broadcaster World Cup 2006.Citra terkuat bagi stasiun tv ini bukannya di acara sinetron, apalagi
variety show, tetapi justru di program berita, yakni Liputan 6. Duet Arief
Suditomo dan Ira Koesno, dengan sukses berhasil menumbangkan kepopuleran
penyiar-penyiar RCTI macam Desi Anwar, Zsa Zsa Yusharyahya, dan lainnya. Toh,
kedua tokoh ini rupanya nggak betah dengan kondisi kerja di SCTV yang menurut pengamatan
kami cenderung seperti "orang-orang lembur", seolah stok penyiar SCTV
hanya dibebankan pada mereka berdua saja.Saat pergantian ke logo baru yang menurut kami tidak kreatif itu, rupanya
tanda bahwa kejayaan divisi pemberitaan SCTV kian oleng justru kian nyata
terjadi. Terlebih adanya gempuran dari Metro TV dengan pasukan wartawati
cantiknya yang belakangan lebih dikenal publik, sebutlah nama Virgie Baker,
Fifi Aleyda Yahya, Meutia Hafid, Valerina Daniel, sampai Sandrina Malakiano.TPI: Makin asyik?Mulanya stasiun tv yang sering dikaitkan dengan keberadaan pengaruh mbak
Tutut ini dimaksudkan sebagai "Televisi Pendidikan Indonesia" yang kalau pagi
siarannya mirip acara sekolah dasar dan menengah terbuka, dan sisanya barulah
hiburan untuk mengail iklan. Toh dalam perkembangannya, stasiun tv ini
sempat dijuluki stasiun tv khusus dangdut dan film-film India. Mulanya sih
hanya menayangkan kisah kolosal "Ramayana" dan "Mahabarata". Akhirnya justru
itu jadi 'entry point' masuknya film-film khas India yang dikit-dikit kalau
deket batang pohon atau tiang listrik, maunya langsung goyang saja.Dalam posisi seperti itu, kehadiran TPI tidak dianggap sama rekan-rekan
sejawat tv yang lain, kecuali langgengnya acara lawak Patrio yang sampai sekarang
masih nongol itu. Gebrakan TPI ini mulai terasa saat dua gajah (RCTI dan
Indosiar) beradu program Indonesian Idol vs AFI di tahun 2004. Cerdiknya, TPI
mengemas konsep kedua acara tersebut dengan irama dangdut, jadi kesan
mengekor program tv lain tak begitu kentara. Justru sebagai acara,
"pelanduk" itu meraih sukses lumayan dengan KDI-nya. Kemudian berkah itu pun
berlanjut dengan kehebohan audisi pelawak "API" yang turut andil dalam
mensukseskan langkah TPI menjadi nomor satu dalam hal perolehan rating.
Sayangnya, untuk season ke-2 ini API rada turun sensasinya, salah satu
sebabnya: tim pencela lebih norak namun kurang lucu dibanding tim
pelawaknya sendiri................Next...
Indosiar, ANTV, TRANSTV, LATIVI, TV-7, GLOBALTV, METRO TV
Catatan:
Yang dimaksud "created by Arief & Ira" itu penulisnya Arief Suditomo
dan Ira Koesno? Atau ada Arief & Ira yang lain? Masak sih mereka memuji dan membangggakan dirinya sendiri? Rasanya perlu dicek ulang.
Ungkapkan opini Anda di:
http://mediacare.blogspot.com
http://indonesiana.multiply.com
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
--- End Message ---
--- End Message ---
