*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
{ Sila lawat Laman Hizbi-Net - http://www.hizbi.net }
{ Hantarkan mesej anda ke: [EMAIL PROTECTED] }
{ Iklan barangan? Hantarkan ke [EMAIL PROTECTED] }
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
PAS : KE ARAH PEMERINTAHAN ISLAM YANG ADIL
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
salam,
pokok kesimpulannnya begini..
1) org pas janganlah terlalu ghairah berpolitik sehinggakan menggadaikan
prinsip dakwah, amar makruf nahi mungkar dan jihad fisabilillah.
2) org arqam usahlah berdampingan dgn org politik spt GUS DUR dan Ghafar Baba
dlm usaha menegakkan khilafah.
3) org sufi janganlah terlalu ghairah membersihkan diri sehingga lupa aspek
politik dan lupa menegakkan kalimah Allah sehingga menjadi tinggi.
4)....
Sani Norku <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamualaikum wbt,
>
> Di sini saya sertakan bhgn kedua dari tajuk ini.
> Bukanlah bertujuan utk berdebat, sekadar berkongsi
> maklumat. Silalah membaca dan timbang-timbangkanlah
> ...
>
> Politik Dakwah Dan Dakwah Politik (2)
>
> Tak Silau Janji Sesaat.
>
> Tak usah terlalu berharap pada mereka yang bermain api
> demi keuntungan sendiri.
>
> Antara kegiatan dakwah dan aktivitas politik kadang
> sulit dibedakan, apalagi dipisahkan. Seorang pemuka
> agama, misalnya, menghadap kepala negara kemudian
> menyampaikan sebait do'a untuk kesehatan dan
> keselamatannya, bisa diartikan sebagai kegiatan
> politik. Orang bisa menduga-duga, apa di balik do'a
> tersebut.
>
> Rasulullah pernah mendapat teguran dari Allah karena
> aktivitasnya sudah memasuki wilayah politik. Ketika
> itu ia sedang berbincang serius dengan para tokoh
> Quraisy. Dengan matematika politik Nabi menghitung,
> jika segelintir kaum elite ini masuk islam maka
> pengaruhnya akan sangat besar. Bisa jadi rakyat kecil
> tinggal mengikut di belakangnya saja.
>
> Kalkulasi politik seperti inilah yang menjadikan
> Rasulullah sangat serius menyampaikan pokok-pokok
> ajaran Islam kepada para tokoh Quraisy ini. Saking
> seriusnya, ketika salah seorang sahabat yang cacat
> bergabung dan ikut bertanya tentang sesuatu,
> Rasulullah masam mukanya dan memalingkan wajahnya.
> Rasulullah seakan merasa tidak senang direcoki oleh
> sahabat yang tidak punya akses politik sedikitpun ini.
>
>
> Ternyata perhitungan seperti itu tidak tepat,
> setidak-tidaknya bagi Rasulullah atau orang yang
> sedang mengemban risalah Islam. Itulah sebabnya Allah
> menegur Nabi dengan wahyu-Nya yang tercantum dalam
> al-Qur'an surah 'Abasa.
>
> Dalam jangka pendek mungkin saja pendekatan politik
> ini sangat menguntungkan. Akan tetapi, jika perbuatan
> Nabi tersebut tidak mendapat teguran dari Allah, maka
> dalam jangka panjang akan merusak missi yang diemban.
> Para pengikutnya akan lebih berkonsentrasi berdakwah
> hanya di kalangan elite, sementara masyarakat bawah,
> yang justru lebih membutuhkan, tidak terlayani. Apa
> kata ummatnya nanti jika sekiranya Rasulnya hanya
> memihak kepada para pembesar (malak)? Wajar jika
> Rasulullah mendapat teguran atas kekhilafan yang belum
> sampai terlalu jauh ini.
>
> Ternyata teguran Allah yang ditujukan kepada
> Rasulullah itu disampaikan kepada ummatnya tanpa
> disembunyikan sedikitpun juga. Biasanya para pemimpin
> jika melakukan kesalahan, apalagi mendapat teguran
> keras dari atasan, maka sebisa mungkin hal itu
> dirahasiakan. Tujuannya supaya kredibitas mereka di
> hadapan ummatnya tidak berkurang. Mereka ingin tetap
> berwibawa meskipun belepotan dengan dosa.
>
> Nabi Muhammad bukan seorang pemimpin duniawi semata.
> Ia adalah pemimpin gerakan dakwah yang menyampaikan
> risalah Islam apa adanya, walaupun risalah itu kadang
> kurang menguntungkan posisinya. Ia tak hendak
> membangun pengaruh untuk mengokohkan kepemimpinannya
> di dunia, tapi lebih jauh dari itu ia adalah pemimpin
> ukhrawi, yang targetnya melampaui batas-batas ruang
> dan waktu.
>
> Di bawah tekanan dan ancaman musuh, Rasulullah tetap
> menyampaikan risalah dakwah kepada semua manusia.
> Seakan Rasul tidak mempedulikan resiko yang bakal
> menghadangnya, juga tak memperhitungkan kekuatan
> lawan-lawannya. Ia tak segera berfikir, kapan
> kekuasaan itu bisa direbut. Ia hanya berpikir, kapan
> kebenaran Islam sampai kepada mereka.
>
> Jika aktor politik targetnya adalah kekuasaan, maka
> aktor dakwah mempunyai target yang lebih mulia dari
> itu, yaitu diterimanya kebenaran Islam oleh seluruh
> lapisan ummat. Kekuasaan itu bukan tujuan, tapi
> semata-mata alat. Berdakwah dengan menggunakan alat
> itu jelas lebih efektif, tapi jika alat itu belum
> dimiliki, bukan berarti dakwah tidak bisa dimulai.
> Seperti petani, asal masih punya tangan, ia tak punya
> alasan untuk tidak mengolah tanah persawahannya. Ia
> harus tetap bekerja walau dengan alat apa adanya,
> bahkan tanpa alat sama sekali.
>
> Berdakwah tidak boleh menunggu saat berkuasa. Dalam
> keadaan tidak punya kekuasaan atau otoritas sedikitpun
> juga, seseorang tetap bisa dan harus melakukan dakwah.
> Tak ada halangan bagi bawahan mendakwahi atasan, sebab
> posisi atasan dan bawahan itu tidak ada dalam dunia
> dakwah. Atasan bawahan itu hanya ada pada strata
> sosial, ekonomi, dan politik. Panggung dakwah tak
> mengenalnya.
>
> Ketika memulai dakwah, Rasulullah tidak memiliki alat
> yang cukup. Bahkan materi dakwahnya masih sangat
> terbatas, karena wahyu saat itu baru turun beberapa
> ayat. Justru dalam kondisi seperti ini beliau sangat
> bersemangat untuk menyebarkannya. Beliau tak kecut
> manakala mendapati penganutnya sebagian besar kaum
> lemah. Dalam pandangan dakwah, kaum lemah ini memiliki
> potensi yang luar biasa.
>
> Betapa gigihnya dakwah Rasulullah, dapat dibaca dalam
> sejarah. Ketika dakwah masih harus dilakukan dengan
> sembunyi-sembunyi, beliau tak pernah meluangkan waktu
> sedikitpun tanpa kegiatan dakwah. Beliau undang sanak-
> saudaranya makan-makan di rumah, kemudian sedikit
> disampaikan tentang ajaran yang dibawanya. Sekali
> ditolak, lain kali diulangi lagi. Begitu seterusnya.
>
> Kadang-kadang Nabi menghadang orang yang lewat untuk
> sekadar diajak mampir atau berbincang-bincang sejenak.
> Bagi Nabi satu kalimat saja yang diterima oleh mereka
> sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. Pada saat ini
> tidak ada target- target politik. Yang penting adalah
> dakwah tersampaikan.
>
> Kekuatan dan kekuasaan bagi sebuah gerakan dakwah
> bukan merupakan tujuan. Keduanya bisa jadi alat, tapi
> keduanya juga bisa memperalat. Tergantung pada siapa
> yang memegangnya. Ketika Nabi diusir oleh penduduk
> Thaif, diejek dan dilempari batu sampai luka-luka
> wajah dan anggota tubuhnya, datang kepadanya malaikat
> Jibril menawarkan bantuan berupa kekuatan untuk
> menghancurkan seluruh lawan- lawannya. Bahkan gunung
> yang besar itu bisa saja ditimpakan kepada mereka.
>
> Sekali lagi Nabi bukanlah pemimpin dunia semata. Ia
> tidak haus kekuatan dan kekuasaan. Ia ingin menawarkan
> kedamaian dan keselamatan dengan menyodorkan Islam.
> Ketika tawaran itu datang, justru ia berdo'a kepada
> Allah, Allahummahdi qaumi fainnahum laa ya'lamuun. Ya
> Allah, berilah petunjuk mereka, karena mereka belum
> tahu.
>
> Andaikata Nabi seorang politikus murni, tawaran itu
> akan diterimanya dengan senang hati. Dengan begitu
> jumlah musuh berkurang, sementara musuh-musuh yang
> lain akan berkecil hati manakala hendak mengganggu
> Nabi. Wibawa dan kharisma Nabi, baik di mata ummatnya
> sendiri maupun musuh-musuhnya bertambah besar. Dengan
> begitu target-target politik dengan mudah terpenuhi.
>
> Perhitungan yang tidak seperti biasanya, ternyata
> justru sangat menguntungkan perjalanan Nabi sendiri.
> Meskipun bapak-bapak mereka memusuhi, ternyata
> anak-anaknya penduduk Thaif menjadi pengawal setia
> perjuangan Islam.
>
> Banyak sekali peristiwa yang dialami Rasulullah yang
> membuktikan bahwa beliau bukan seorang politikus,
> walaupun hasil-hasil yang diperolehnya jauh melebihi
> para politikus manapun. Ketika Ibrahim, putranya dari
> ibu Maria Al-Qibthiyah meninggal dunia, Nabi sangat
> bersedih. Lebih sedih lagi bahwa ternyata beredar
> suatu berita bahwa gerhana matahari yang terjadi
> bersamaan dengan kematian Ibrahim ini disebabkan
> karena kematian anaknya.
>
> Berita ini secara politis sebenarnya sangat
> menguntungkan. Ummat bertambah yakin pada kharisma dan
> kehebatan Nabi, sehingga anaknya meninggal saja
> membawa pengaruh yang sangat besar, yaitu gerhana
> matahari. Betapa sulitnya para politikus mencari
> dukungan, berebut pengaruh dengan pihak- pihak lain.
> Berita, bahkan pada sebagian malah sudah menjadi
> keyakinan tersebut boleh dianggap sebagai propaganda
> gratis.
>
> Lagi-lagi Nabi Muhammad tidak ingin memanfaatkan
> situasi ini. Beliau segera menuju masjid kemudian
> berpidato di muka para jamaah, meluruskan keyakinan
> yang bengkok itu. Beliau menyampaikan bahwa gerhana
> matahari dan bulan itu merupakan tanda-tanda kekuasaan
> dan kebesaran Allah, tidak ada hubungannya dengan
> kematian siapapun juga, termasuk kamatiannya anaknya,
> Ibrahim.
>
> Andaikata Nabi membiarkan hal ini demi kepentingan
> politik praktisnya, tentu Nabi Muhammad akan menjadi
> bahan tertawaan saat ini, ketika para ilmuwan
> menemukan banyak bukti bahwa gerhana bulan dan
> matahari itu merupakan gejala alam biasa. Target
> dakwah memang beda, bahkan kadang bertolak belakang
> dengan target politik.
>
> Seorang da'i kadang harus mengabaikan opini umum.
> Kebenaran harus disampaikan sebagai yang benar
> walaupun bertentangan dengan pandangan masyarakat. Di
> sini yang diperlukan adalah keberanian disamping
> kebijaksanaan. Rasulullah pernah mengambil langkah
> berani ketika menikahi Zainab al-Jahsy. Wanita itu
> adalah mantan istri Zaid, putra angkat Nabi sendiri
> yang sebelumnya adalah seorang budak. Sedang wanita
> tersebut tergolong punya hubungan sangat dekat dengan
> Nabi (lihat rubrik Sejarah edisi ini). Dalam pandangan
> umum, pernikahan ini menimbulkan berbagai dugaan
> bahkan gunjingan. Akan tetapi bagi Rasulullah
> pernikahan ini sangat strategis.
>
> Pertama, Nabi hendak memutus mitos bahwa wanita mulia
> tidak bisa dinikahi oleh bekas budak, terlepas apakah
> mantan budak itu akhirnya menjadi anak angkatnya aau
> bukan.
>
> Kedua, Nabi bahkan ingin memperkuat pandangan Islam
> ini dengan cara mengawini mantan istri seorang budak,
> setelah suami istri itu bercerai.
>
> Ketiga, Nabi ingin menepis pandangan bahwa menikahi
> sepupu sendiri itu terlarang. Karena kuatnya pandangan
> tersebut, barangkali tidak cukup hanya dengan fatwa,
> tapi diperlukan contoh kongkret. Nabi sendiri
> mengambil langkah berani dengan melakukan itu semua.
>
> Betul, ternyata di masyarakat beredar isu yang
> macam-macam. Bahkan sampai sekarang tuduhan keji kaum
> orientalis tetap dialamatkan kepada Nabi. Mereka
> menuduh bahwa Nabi itu mata keranjang, suka main
> perempuan, setidak-tidaknya suka kawin. Mereka membuat
> kisah-kisah tambahan yang dibumbui dengan romantisme,
> sehingga yang membacanya bisa membenarkan.
>
> Inilah resiko seorang da'i. Andai saja Nabi itu
> seorang politikus murni, beliau tak akan berani
> mengambil tindakan ini. Sebab jelas-jelas akan
> memperkecil pengaruhnya dan mengurangi
> kredebilitasnya. Akan tetapi Nabi tidak peduli dengan
> semua itu. Beliau lebih berkonsentrasi pada dakwah, di
> mana kebenaran harus bisa diterima dan dinyatakan.
>
> Itu pula salah satu garis pembeda da'i dengan
> politikus murni. Seorang da'i hanya menargetnya agar
> kebenaran itu sampai, jika mungkin diterima
> masyarakat. Sedangkan para politikus menargetkan
> kekuatan atau kekuasaan. Untuk mendapatkannya mereka
> tak segan-segan menjual kebenaran.
>
> Ummat Islam sebenarnya tidak perlu terlalu berharap
> pada mereka yang sedang bermain-main api. Biarkan
> mereka berjalan pada jalur yang digelutinya, sedangkan
> ummat Islam perlu mengambil jalan sendiri. Insya-Allah
> dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, akan
> terbukti mana yang paling banyak memperoleh hasil.
>
____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
( Melanggan ? To : [EMAIL PROTECTED] pada body : SUBSCRIBE HIZB)
( Berhenti ? To : [EMAIL PROTECTED] pada body: UNSUBSCRIBE HIZB)
( Segala pendapat yang dikemukakan tidak menggambarkan )
( pandangan rasmi & bukan tanggungjawab HIZBI-Net )
( Bermasalah? Sila hubungi [EMAIL PROTECTED] )
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pengirim: ibnu muhajir <[EMAIL PROTECTED]>