*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
 {  Sila lawat Laman Hizbi-Net -  http://www.hizbi.net     }
 {        Hantarkan mesej anda ke:  [EMAIL PROTECTED]         }
 {        Iklan barangan? Hantarkan ke [EMAIL PROTECTED]     }
 *~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
          PAS : KE ARAH PEMERINTAHAN ISLAM YANG ADIL
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Assalamu'alaikum wrh.

-Dipetik dari akhbar Kebenaran keluaran negara jiran-

JIHAD TERBESAR MELAWAN NAFSU

Setelah selesai peperangan Badar dengan kemenangan
dipihak Islam, maka berjalanlah Rasulullah SAW dengan
sahabat menuju ke perkampungan mereka. Dalam
perjalanan itulah terjadi dialog antara baginda Rasul
dan para
sahabatnya.

Kita baru balik dari satu medan peperangan yang kecil
menuju ke satu peperangan yang maha besar, kata
Rasulullah. Maka keherananlah para sahabat lantas
mereka bertanya, Peperangan apa ya Rasulullah? Jawab
baginda Mujahadatunnafsi (melawan hawa nafsu)- Riwayat
Baihaqi

Peperangan Badar yang begitu gawat dan dahsyat dengan
menelan korban puluhan nyawa manusia dari 1000 orang
yang terlibat dari pihak tentara kafir, dianggap kecil
oleh Rasulullah. Padahal kita merasa takut sekali
mendengarkan musuh-musuh yang memiliki senjata perang
yang begitu lengkap. Keganasan musuh menyerang
bertubi-tubi dengan pedang yang ditujukan ke tubuh
kita, sangat mengerikan dan menakutkan. Akan tetapi
itu masih dianggap kecil kalau dibandingkan dengan
keganasan nafsu kita terhadap diri kita. Cuma nafsu
bukan hendak membunuh jasad, tetapi hendak
membunuh jiwa kita. Dengan kata lain hendak membunuh
iman kita. Hendak menerjunkan kita ke neraka.

Kecekapan nafsu, persediaanya, kesungguhannya,
kejahatannya dan tipuannya berpuluh-puluh kali lipat
lengkapnya dibandingkan dengan peperangan senjata.
Lamanya peperangan bukannya bermusim-musim tetapi
setiap detik. Nafsu tidak tidur dan tidak lena untuk
menjadikan manusia senantiasa lalai dan lupa. Jadi
benarlah Rasulullah SAW mengatakan peperangan melawan
nafsu itu jauh lebih besar daripada melawan musuh
lahir. Mari kita lihat firman Allah mengenai hal
tersebut :
   
"Sesungguhnya nafsu (ammarah) itu sangat mengajak pada
kejahatan." (Yusuf : 53)
   
Sabda Rasulullah ; 
"Sejahat-jahat musuh engkau yang terletak antara dua
lambung engkau." Riwayat Baihaqi
   
Allah berfirman :
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan
jiwanya dan rugilah orang yang mengotorkan
jiwanya."  (As Syams: 9-10)

Itulah musuh batin namanya, yakni makhluk Allah yang
bersifat rohaniah yang tempatnya dalam hati manusia.
Allah menjadikannya dengan tujuan untuk menguji
keimanan kita. Selain dari nafsu, ada satu lagi musuh
orang mukmin yang sifatnya seperti nafsu, yang
kerjanya menunggang nafsu untuk dipacu ke arah yang
disukai. Allah berfirman :

"Sesungguhnya syaitan itu bagi manusia adalah musuh
yang sangat nyata." (Yusuf: 5)

Nafsu dan syaitan bekerja sama untuk merebut tempat di
hati setiap manusia. Bila hati sudah ditawan, manusia
bukan lagi mengikuti kata-kata Allah dan Rasul tapi
ikut kehendak nafsu dan syaitan. Hari ini hampir semua
manusia telah dapat ditipu dan dikuasai oleh nafsu dan
syaitan. Termasuk para pejuang Islam yang katanya
mereka lebih cinta pada Islam dan memperjuangkannya.

Untuk membuktikannya ada beberapa contoh ;

1. Kebanyakan orang yang nampak gairah dengan Islam,
hingga negara pun hendak diIslamkan, bila kita lihat
kehidupan mereka, nampaknya rumah pun belum Islam.
Anak isteri bahkan dirinya sendiri belum sempurna
Islamnya. Bahkan hukum-hukum Islam yang mudah, yang
dapat dilaksanakan tanpa memerlukan kuasa memerintah
pun tidak dapat ditegakkan dan musuh pun tidak
menghalangi jika kita melaksanakannya.

Kalau kita tidak mampu untuk mengerjakannya, mengapa
harus menyuruh orang lain? Mana mungkin musuh Islam
menegakkan Islam! Sedangkan orang Islam sendiri tidak
mampu menegakkan Islam.

Ada juga hukamak yang berkata;  
"Tegakkanlah Islam itu pada dirimu niscaya dia akan
tertegak pada negaramu."

2. Banyak orang yang tidak suka dengan sebagian
pejuang Islam atau jemaah Islam di dunia ini
dikarenakan sikap yang gopoh dalam tindakan perjuangan
mereka. Mereka tidak tenang, tidak bijaksana dan tidak
berlapang dada bila berhadapan dengan berbagai ragam
manusia dan ujian. Lebih-lebih lagi jika pihak lawan
melakukan kekejaman terhadap mereka.

Apakah mereka tidak tahu bahwa Islam menganjurkan kita
mengatur perjuangan dengan penuh sistematis, berhikmah
dan penuh strategi tanpa tergopoh-gopoh? Bukankah
sudah diberitahu oleh Allah bahwa gopoh itu dari
syaitan.

Sabda Rasulullah SAW:
"Bertenang-tenang itu dari Allah dan tergopoh-gopoh
itu dari syaitan."  Riwayat Baihaqi

3. Bila pihak lawan melakukan kekejaman ke atas jemaah
Islam, kita akan melihat banyak pejuang-pejuang Islam
yang akan marah-marah, mengutuk, menghina dan menjawab
kekejaman musuh dengan kata-kata yang tidak hikmah.
Bukan karena Allah tetapi karena mempertahankan diri.
Barangkali mereka pikir itulah caranya untuk
berhadapan dengan musuh.

Padahal musuh tidak rugi sedikitpun, malah diri
sendiri yang rusak sebab orang-orang Islam akan
dianggap kasar dan pemarah.

Islam menganjurkan berhikmah, bukannya pemarah, kasar
dan sombong. Rasulullah telah berkata perjuangan atas
dasar marah itu bukan jihad fisabilillah. Lihat
sejarah Sayidina Ali. Suatu hari ketika dia sudah
dapat mengalahkan musuh, dilepaskannya kembali karena
katanya dia tidak mau membunuh musuh waktu itu karena
takut dibuat atas dasar marah, bukan karena Allah.

4. Sebagian pejuang-pejuang akhir zaman lebih suka
berkorban untuk rumah besar, barang mewah dan
lain-lain daripada berkorban di jalan Allah. Mulut
mereka saja yang menyebut berjuang dan berkorban serta
menentang musuh tapi kehidupan mereka sama saja dengan
musuh. Dari segi berkorban mungkin musuh lebih serius
terhadap perjuangan mereka daripada pejuang Islam yang
banyak bicara tapi tidak berbuat. Wang yang Allah
rezekikan, dikorbankan pada hal-hal yang tidak perlu.
Kalau berkorban di jalan Allah sekalipun bukan tiap
waktu tapi dilakukan bermusim.

5. Pejuang Islam hari ini kebanyakan tidak mau terima
pendapat orang lain, sekalipun pendapat atau teguran
itu dibuat dengan baik, dengan hujjah ilmiah dan nas
yang sah. Mereka anggap orang lain tidak betul, mereka
saja yang betul. Sebab itulah mudah tersinggung bila
ditegur. Sikap seperti itu adalah sifat sombong, baik
disedari atau tidak. Orang sombong pengikut iblis.
Mereka sanggup menolak kebenaran kerana sombongnya
itu. Umpama iblis, ia tidak mau tunduk pada Nabi Adam
sekalipun itu perintah Allah. Dia sanggup masuk neraka
daripada merendah diri.

6. Pejuang-pejuang hari ini suka mengecam perbuatan
jemaah lain karena dianggap hanya memikirkan yang
remeh temeh, tidak fikir negara. Sangka mereka kalau
tidak dapat negara, aktivitas Islam dapat ditutup
kapan saja. Hingga kini, jemaah lain sudah berkembang
melalui aktivitas yang dikatakannya remeh temeh, tapi
mereka belum membuat persiapan apa-apa.

Demikianlah contohnya bagaimana pejuang-pejuang Islam
yang telah berhasil ditipu oleh syaitan dan nafsu.
Mungkin mereka tidak sadar sebab memang orang yang
kena tipu tidak tahu bahwa dirinya sedang tertipu,
kecuali sesudah dia dapati barangnya hilang. Atau
setelah dia mengetahui semua rencana dan tindakannya
memberikan hasil yang mengecewakan.

Para pejuang Islam mesti menekankan bahwa perjuangan
Islam mesti didasarkan atas iman dan taqwa sebagai
kekuatan utama dan terpenting. Lebih baik 100 orang
pejuang yang bertaqwa daripada 1000 orang tetapi tidak
bertakwa. Ini adalah karena orang bertaqwa dibantu
oleh Allah, sementara yang tidak bertaqwa akan terbiar
pada nafsu dan syaitan. Oleh karena itu latihan untuk
menghadapi nafsu dan syaitan mesti dibuat dengan
sungguh-sungguh dengan melalui kuliah-kuliah tasawuf,
mendidik hati, mendidik iman, melatih ibadah, akhlak,
zikrullah dan sebagainya. Program separti ini memang
memakan waktu dan sangat memerlukan kesungguhan. Namun
penghayatannya dapat menumbangkan dua musuh besar 
manusia, sekaligus mengangkat manusia ketaraf taqwa
yakni dekat dengan Allah SWT yang merupakan syarat
turunnya bantuan Allah. Sebab jika tidak ada taqwa
maka nafsu dan syaitanlah yang akan jadi penasehat
dalam perjuagan kita.

Terbuai-buailah kita dalam ayunan tipuan yang tidak
terasa. Kita merasa kitalah pejuang yang ideal,
padahal Allah tidak menerima perjuangan kita, jika
sudah begitu maka sia-sialah hidup dan perjuangan
kita. Rugi dunia dan akhirat. �

Sajak untuk renungan:-

HATI NURANI DAN NAFSU SENANTIASA BERPERANG
                                      
Di antara hati nurani dan nafsu sentiasa berperang
peperangan yang tak kunjung padam                     
peperangan yang sungguh sengit dan menggerunkan
di dalam sejarah peperangan batin nafsu selalu saja
menang
nafsu sering memasang bendera tanda kemenangan
kemenangan yang selalu di pihak nafsu itulah yang
membawa bencana kepada alam
karenanyalah berlaku penzaliman, penindasan,
peperangan dan sebagainya.
darah tumpah setiap hari, manusia mati merata bumi
belum lagi yang cacat anggota
ada yang merana sepanjang masa aduh dahsyatnya
peperangan batin ini
bala dan kerusakannya melibatkan kehidupan yang lahir
manusia kebingungan mati akalnya
pikirannya buntu tidak tahu bagaimana hendak dilakukan
agar peperangan ini kemenangannya
di hati nurani bukan nafsu tidak ada profesor yang
mampu menyekat kemenangan nafsu ahli-ahli pikir telah
kecewa bahkan ada yang putus asa
terhadap kemaraan dan kemenangan demi kemenangan yang
diperoleh
penduduk dunia bingung, putus asa dan kecewa 
mereka telah lama jemu dengan kehidupan yang begini
kita harap Allah taala akan lahirkan pemimpin rohani
yang mampu menyekat kemenangan nafsu
dan mampu memberi kemenangan kepada hati nurani 
agar dunia aman, damai, bahagia dan harmoni.  

Wassalam.                                             
                              




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ( Melanggan ? To : [EMAIL PROTECTED]   pada body : SUBSCRIBE HIZB)
 ( Berhenti ? To : [EMAIL PROTECTED]  pada body:  UNSUBSCRIBE HIZB)
 ( Segala pendapat yang dikemukakan tidak menggambarkan             )
 ( pandangan rasmi & bukan tanggungjawab HIZBI-Net                  )
 ( Bermasalah? Sila hubungi [EMAIL PROTECTED]                    )
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pengirim: "Hanaani Ata'Allah" <[EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke