*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
{ Sila lawat Laman Hizbi-Net - http://www.hizbi.net }
{ Hantarkan mesej anda ke: [EMAIL PROTECTED] }
{ Iklan barangan? Hantarkan ke [EMAIL PROTECTED] }
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
PAS : KE ARAH PEMERINTAHAN ISLAM YANG ADIL
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Assalamu'alaikum wrh.
Di sini akan diceritakan gambaran kehidupan masyarakat
contoh yang telah berjaya melawan nafsu, hingga kita
dapat melihat dan membezakannya dengan watak
masyarakat sekular dan masyarakat Barat yang menjadi
anutan dunia kini.
Hal itu bukan mimpi atau khayalan, tetapi adalah
kenyataan yang pernah dialami oleh manusia di tiga
perempat bahagian dunia pada zaman salafussoleh.
Memang kelihatan begitu ideal jika dibandingkan dengan
kehidupan rusak yang sedang terjadi di dunia ini.
Namun ia adalah praktikal dan boleh terjadi sekali
lagi kalau kita berusaha bersungguh-sungguh menempuh
jalannya.
1. Antara Suami dan Isteri
Hidup mereka dari sejak mula bernikah hingga tua dan
beranak cucu, bagaikan pengantin. Mengapa? Karena hati
mereka diikat oleh ketenangan, kasih sayang dan cinta.
Isteri menunggu kepulangan suami dengan rindu. Suami
tidak sabar untuk bertemu dengan isteri yang akan
melayannya sepenuh hati. Isteri mengagumi suaminya
yang baginya adalah manusia yang telah menyelamatkan
dan menyempurnakan hidupnya. Salah suami kepadanya
dianggap kecil dan mudah saja untuk dimaafkan. Suami
pun sering rindu pada isteri yang bila dipandang
menenangkan hati, bila disuruh sangat taat. Bicaranya
tidak keras. Mereka membina syurga dunia atau al
jannatul 'ajilah. Bukannya mereka tidak ada masalah,
tapi watak hidup mereka mampu
mengatasi masalah, bukan dihanyutkan oleh masalah.
Rumah tangga mereka sungguh teratur. Kerja sama mereka
telah menyempurnakan sistem kekeluargaan dari semua
aspek.
2. Antara Ibu bapa Dan Anak-anak
Anak-anak adalah cahaya mata dan harta yang sangat
berguna. Yakni bila mereka diwarnai dan dibentuk tepat
sesuai dengan fungsinya. Lalu mereka akan membawa
cahaya dalam hidup serta memberi kekayaan yang
berbagai jenisnya. Ibu bapa senantiasa merasa bahagia
dihibur oleh anak-anaknya. Ketika dikelilingi oleh
anak-anak, ibu bapa bagaikan raja yang disayangi
dikerumuni rakyat. Penuh keharmonian karena
penghormatan anak-anaknya. Perhatian dan perasaan
kasih dilimpahkan.
Segala kesusahan menanggung beban anak-anak dirasakan
sebagai kebahagiaan dan kepuasan hidup. Anak-anak pun
sangat terhutang budi dan terhibur, membuat mereka
makin kasih, hormat dan taat. Mereka rela melaksanakan
amanah-amanah ibu bapa serta kerja-kerja rumah dengan
gigih dan terhibur. Maka jadilah keluarga itu penuh
dengan kemesraan, hiburan, rasa bertanggung jawab,
bahagia dan harmoni.
3. Antara Guru Dengan Murid
Guru bagaikan ibu bapa kedua bagi murid. Kalau ibu
bapak kandung memberi tempat tinggal, pakaian dan
makan minum, maka ibu bapa kedua itu memberi ilmu,
didikan, akhlak, kepandaian dan kehidupan. Guru-guru
memperhatikan lahir dan batin murid-murid. Selesai
mengajar secara formal, dia berkumpul dan bergaul
mesra dengan murid. Sering makan dan tidur
bersama-sama murid dengan penuh kasih sayang.
Murid yang lemah dikasihani, yang salah ditegur dengan
baik. Kejayaan murid terasa kejayaannya. Bantuan
apapun yang murid perlukan baik buah pikiran atau
wang, bila-bila masa saja diberikan. Dengan
pemberiannya itu, dia terasa bahagia. Ketiadaan murid
terasa satu kekosongan. Guru disanjung dan dihormati
oleh murid. Waktu ketidakhadirannya, murid terasa
kehilangan. Kehadirannya membuat murid rindu untuk ke
sekolah, menerima ilmu dan perintahnya. Murid sanggup
belajar lewat waktu bersamanya. Murid akan lebih
pandai dari biasa karenanya. Murid akan membela dan
memberi penghormatan padanya. Murid-murid akan
mengikuti suruhan dan meniru pribadinya. Murid akan
berkorban apa
saja untuknya.
Hasil jalinan kasih sayang itu, sekolah akan jadi
model pendidikan yang agung. Kejayaan besar dalam
berbagai bidang akan diperoleh. Undang-undang sekolah
dipatuhi bukan karena takut, tetapi karena sayang dan
hormat pada guru. Murid malu dan merasa tidak patut
berkelakuan jahat pada guru yang terlalu baik padanya.
4. Antara Anggota Masyarakat
Dalam kampung, daerah, negeri atau negara itu,
masyarakatnya terdiri dari bermacam-macam golongan,
orang tua, orang muda, dewasa dan kanak-kanak, orang
kaya, orang besar, orang pandai, orang miskin, orang
cacat, orang sakit dan macam-macam lagi. Walaupun
nampaknya berbeza taraf dan peringkat namun mereka
hidup bersama tanpa jurang antara mereka dan tidak
terpisah-pisah.
Laksana sebuah keluarga besar, si abang menolong si
adik, si adik membantu si abang dan mentaati suruhan.
Begitulah dalam masyarakat. Orang pandai membantu yang
jahil. Orang kaya belas kasihan dan menolong yang
miskin. Orang sihat menziarahi yang sakit. Muda-mudi
hormat dan taat dengan orang-orang tua. Orang-orang
dewasa bertanggungjawab pada remaja. Ulama-ulama
bekerja keras mendidik dan mengawal masyarakat agar
aman dan selamat. Semua golongan terikat antara satu
sama lain. Saling merindukan bila berpisah. Terasa
bahagia bila bertemu. Semua golongan membentuk dan
membina masyarakat menjadi teguh dan maju.
5. Antara Pemerintah Dengan Rakyat atau Pemimpin
Dengan Pengikut
Seorang pemimpin terhadap rakyat atau pengikut adalah
laksana ayah dan ibu terhadap anak-anak. Rakyat
merasakan pemimpin itu ibu ayah yang akan memandunya
menuju kesempurnaan hidup dunia dan Akhirat. Peranan
itu sama pentingnya dengan peranan ibu ayah kandung
atau mungkin lebih lagi. Karena pemimpin atau
pemerintah menentukan kebahagiaan hidup rakyatnya di
dunia dan Akhirat. Pemerintahan atau pemimpin
memandang kepada rakyat dan pengikut seperti ibu bapak
memandang pada anak-anak. Maka bermesralah mereka
dengan rakyat
bagaikan ayah dengan anak. Saling bertemu, bertanya
kabar dan membicarakan masalah hidup. Pemimpin membuka
peluang-peluang bertanya dan mengadu. Kemudian
mengulurkan bantuan lahiriah dan maknawiah (batiniah).
Dicarilah jalan kemudahan dan keselamatan hidup untuk
anak-anaknya (rakyat). Mereka diajar dan dididik
tentang erti dan cara hidup yang sebaik-baiknya.
Hingga pemimpin tidak beristirehat menjalankan
tugasnya memikirkan dan membantu rakyat.
Segala pengorbanan dicurahkan untuk membina sistem dan
tamadun yang menguntungkan negara dan rakyat. Harta
rakyat tidak disalahgunakan. Nasib rakyat tidak
dibiarkan. Rakyat dilayan dengan penuh tanggung jawab.
Tidak ada penzaliman, penindasan, ancaman dan hardikan
dalam kepemimpinan dan cara didikannya. Hati menderita
kalau keperluan rakyat tidak ditunaikan. Pemimpin
betul-betul menjadi payung untuk melindungi rakyat.
Kalau ada orang mencelakakan pemimpin, mesti
dibelanya. Kesalahan pemimpin dimaafkan dan didoakan.
Kebaikan pemimpin disiar-siarkan dan dicontoh.
Pemimpin dikasihi dengan sepenuh hati. Kata-kata
pemimpin diberitakan dan dibesarkan. Pengorbanan
bersama pemimpin dibuat sepenuh hati. Hingga negara
dan masyarakat atau jemaah menjadi benar-benar kaya,
makmur, aman dan damai.
6. Antara Majikan dan pekerja
Majikan menyempurnakan keperluan hidup
pekerja-pekerjanya. Yakni tidak terlalu kurang dan
tidak terlalu berlebihan dalam memenuhi keperluan
mereka. Dan majikan juga memastikan pekerjanya
mendapat pimpinan dan didikan supaya menjadi orang
yang berdisiplin, berakhlak dan pandai bekerja.
Kemesraan,
kenal-mengenal dan hidup bersama sangat dianjurkan.
Masalah yang ditanggung, keberhasilan yang dicapai dan
keselamatan perusahaan dirasakan bersama. Susah
sama-sama ditanggung, senang sama-sama dirasa.
Kejayaan
perusahaan dirasakan sebagai hasil kerja keras
pekerjanya. Dia merasa terhutang budi pada pekerjanya.
Dia benar-benar menjadikan pekerjanya itu bagaikan
anggota keluarganya. Kesalahan mereka ditegur dengan
penuh kasih sayang.
Hasilnya, majikan mendapat balasan dan pengorbanannya.
Pekerja sayang dan kagum padanya sehingga krisis
majikan-buruh tidak terjadi. Pekerja menjalankan kerja
mereka bukan lagi karena gaji tapi karena sayang pada
majikan dan ingin sama-sama menjayakan projek atau
perjalanan perusahaannya demi kepentingan masyarakat
umum. Mereka bukan saja tidak menipu, korupsi dan
lain-lain, bahkan merasakan perusahaan tempat mereka
bekerja sebagai kepunyaan mereka juga untuk sama-sama
dijaga. Mereka sanggup bekerja lebih masa secara suka
rela tanpa perlu diperintah demi kepentingan dan
keperluan perusahaan. Mereka sanggup berkorban demi
kejayaan perusahaan dan merasa bersalah kalau lalai
dalam tugas. Mutu produk perusahaan dipelihara dan
nama perusahaan serta nama pimpinannya sangat
dipertahankan.
Demikianlah sebahagian wajah masyarakat yang berjaya
melawan nafsu. Masing-masing melupakan kepentingan
pribadi demi keselamatan bersama. Alangkah cantik dan
indahnya. Siapa tidak rindu untuk berada di dalamnya?
Karena hal itu pernah terjadi di dunia ini suatu masa
dahulu. Kehidupan yang indah itu pernah menjadi
budaya, tradisi dan cara hidup masyarakat waktu itu.
Serta menjadi amalan dunia dan watak masyarakatnya.
Itulah hasil perjuangan suci oleh seorang manusia
agung yang membawa budaya mulia, yaitu Muhammad bin
Abdullah, Rasulullah SAW. Budaya mulia itu telah
membuat dunia tunduk pada Islam dan menjadikan
kehidupan begitu istimewa.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
( Melanggan ? To : [EMAIL PROTECTED] pada body : SUBSCRIBE HIZB)
( Berhenti ? To : [EMAIL PROTECTED] pada body: UNSUBSCRIBE HIZB)
( Segala pendapat yang dikemukakan tidak menggambarkan )
( pandangan rasmi & bukan tanggungjawab HIZBI-Net )
( Bermasalah? Sila hubungi [EMAIL PROTECTED] )
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pengirim: "Hanaani Ata'Allah" <[EMAIL PROTECTED]>