*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
 {  Sila lawat Laman Hizbi-Net -  http://www.hizbi.net     }
 {        Hantarkan mesej anda ke:  [EMAIL PROTECTED]         }
 {        Iklan barangan? Hantarkan ke [EMAIL PROTECTED]     }
 *~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
          PAS : KE ARAH PEMERINTAHAN ISLAM YANG ADIL
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
KESABARAN NABI AYYUB A.S

 Nabi Ayyub bin 'Ish bin Ishaq a.s., adalah bangsa Roma, sedangkan ibunya
adalah anak Nabi Luth a.s.  Ayahnya seorang yang kaya-raya, memiliki ternak;
onta, lembu, domba, kuda, keledai dan himmar, tidak seorang pun di negeri
Syam (Syria) yang dapat menyainginya dalam hal kekayaan.  Ketika dia
meninggal dunia, maka semua kekayaannya itu diwariskan kepada Nabi Ayyub
 a.s.

 Nabi Ayyub a.s.  telah menikah dengan Siti Rahmah, anak Afrayim putra Nabi
Yusuf a.s.  Dan Allah telah mengurniakan mereka 12 kali kehamilan yang
tiap-tiap kali hamil melahirkan 2 orang anak, seorang lelaki dan seorang
perempuan.  Kemudian dia diutus oleh Allah kepada kaumnya, dan mereka adalah
penduduk Hauran dan Tiih.  Allah Ta'ala menyempurnakannya, dengan
budi-pekerti yang baik, lemah-lembut selama orang tidak menyalahi,
mendustakan dan mengingkarinya dalam kemuliaan dirinya dan kedua orang
tuanya, ayah dan ibunya.  Nabi Ayyub a.s.  mempunyai meja makan yang khusus
disediakannya untuk tamunya; orang-orang fakir miskin dan tamu lainnya.

 Dan Nabi Ayyub a.s.  terhadap anak yatim itu ibarat seorang ayah yang kasih
dan penyayang, terhadap janda seperti suami yang memperhatikan
kasih-sayangnya, dan terhadap orang-orang yang lemah seperti halnya saudara
yang mencintai dengan kasihnya.  Dengan nikmat yang diberikan Allah, Nabi
Ayyub a.s.  tampak tidaklah lupa sedikit pun hatinya bersyukur, serta
lidahnya tidak lupa berdzikir kepada Tuhannya.

 Maka Iblis dengki kepadanya, seraya berkata: "Sungguh Ayyub telah berhasil
di dunia dan akhirat, dan Iblis ingin merusak salah satu atau kedua-duanya;
dunia dan akhirat tersebut.  Lalu Iblis terkutuk, disaat itu naik ke langit
yang ketujuh dan berhenti dimana dia dapat sampai, pada suatu hari dia naik
sebagaimana biasa, maka Allah Yang Maha Perkasa berfirman kepadanya: "Hai
Iblis terkutuk, bagaimana engkau melihat hamba-Ku Ayyub? Apakah engkau dapat
mengambil daripadanya manfaat walaupun sedikit?"

 Kata Iblis: "Tuhanku, sesungguhnya Ayyub mau menyembah-Mu kerana Engkau
telah memberinya kelapangan hidup (harta yang berlimpah) dan kesihatan;
kalaulah tidak kerana hal itu tentu dia tidak menyembah-Mu , maka dia
sebenarnya hamba kesihatan." Firman Allah Ta'ala kepada Iblis: "Engkau
dusta, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya dia menyembah Aku
serta berterima-kasih kepada-Ku, walaupun dia tidak mempunyai kelapangan
rezeki di dunia.  Kata Iblis: "Tuhanku, berilah aku kekuasaan untuk menggoda
Ayyub; maka perhatikanlah bagaimana aku membuatnya lupa mengingat-Mu dan
menyibukkan dia dari beribadah kepada-Mu." Maka Allah pun memberikan
kekuasaan kepada Iblis terhadap segala sesuatunya, kecuali jiwa dan lidah
(ucapan) Nabi Ayyub a.s.

 Maka Iblis pun kembali dan menuju ke tepi laut, lalu berseru dengan seruan
yang sangat keras, sehingga semua bangsa Jin, baik yang laki-laki maupun
yang wanita berkumpul di sisinya seraya berkata: "Apakah gerangan yang
menimpa kamu?" Iblis menjawab: "Sesungguhnya saya telah mendapat kesempatan
yang belum pernah saya peroleh seperti hal ini, semenjak saya telah berhasil
mengeluarkan Adam dari sorga.  Maka oleh sebab itu, bantulah saya dalam
memperdayakan Ayyub." Maka mereka cepat-cepat bertebaran dan membakar serta
merusak semua harta kekayaan Nabi Ayyub a.s.

 Lalu Iblis pergi menemui Nabi Ayyub a.s.  yang dia sedang berdiri
menunaikan solat di dalam rumah ibadatnya.  Kata Iblis: "Apakah engkau tetap
menyembah Tuhanmu dalam keadaanmu yang kritis ini, sesungguhnya Dia tuhanmu
telah menuangkan api dari langit, yang memusnahkan kekayaanmu, sehingga
semuanya menjadi abu?" Nabi Ayyub a.s.  tidak menjawabnya, sampai dia
selesai merampungkan solatnya, lalu berkata: "Alhamdu lillah, Dia yang telah
memberikan kurnia lalu mengambilnya pula dari saya." Lalu dia bangkit
kembali memulai solatnya.

 Maka Iblis pun kembali dengan tangan hampa, serta merasa terhina dan
menyesali terhadap kegagalannya.  Dan Nabi Ayyub a.s.  itu mempunyai 14
anak, lapan orang lelaki dan enam orang perempuan.  Kesemua mereka makan
setiap harinya di rumah-rumah saudaranya.  Maka berkumpullah para setan dan
mengelilingi rumah itu serta melemparkan kepada anak-anak Nabi Ayyub a.s.
sehingga mereka itu mati semuanya di satu meja makan.  Maka Iblis pergi
kepada Nabi Ayyub a.s.  sedangkan dia (Nabi Ayyub a.s.) dalam keadaan
berdiri menunaikan solat.  Kata Iblis: "Apakah engkau tetap menyembah
Tuhanmu, dan sesungguhnya Dia telah melempar ke rumah dimana anak-anakmu
berada, sehingga mereka mati semuanya?" Nabi Ayyub a.s.  tidak menjawab
sedikit pun, sampai dia selesai mengerjakan solatnya.  Lalu Nabi Ayyub a.s.
berkata: "Hai Iblis terkutuk, Alhamdulillah, Dia yang telah memberi dan
mengambilnya pula dari saya.  Semua harta dan anak adalah fitnah untuk
laki-laki dan wanita, maka Dia (Allah) mengambil dari saya, sehingga saya
dapat bersabar lagi tenang untuk beribadah kepada Tuhan saya." Iblis pun
kembali dengan tangan hampa, rugi besar dan terkutuk.

 Lalu Iblis datang kembali, sedangkan Nabi Ayyub a.s.  sedang mengerjakan
solat.  Maka ketika Nabi Ayyub a.s.  sujud, Iblis meniupkan dihidung dan
mulutnya sampai badan Nabi Ayyub a.s.  berkembang dan berpeluh yang banyak
sekali dan dia merasa badannya menjadi berat.  Berkata isterinya Siti
Rahmah: "Ini semua adalah dari sebab kesusahanmu terhadap harta yang telah
musnah dan anak-anak yang telah mati, sedangkan engkau tetap beribadah
diwaktu malam dan berpuasa diwaktu siang tanpa henti-hentinya.  walaupun
sesaat, dan engkau masih juga tidak merasa cukup." Lalu Nabi Ayyub a.s.
terkena penyakit kudis pada seluruh tubuhnya, mulai dari kepala sampai
kekakinya, bahkan mengalir dari badannya darah bercampur nanah serta berulat
yang berjatuhan dari kudis di badannya.  Sampai-sampai sanak-keluarganya dan
teman-temannya, menjauhkan diri daripadanya.

 Nabi Ayyub a.s.  mempunyai tiga orang isteri; maka yang dua meminta cerai
dan dia pun menceraikannya dan tinggal satu sahaja isterinya iaitu Rahmah
yang selalu melayaninya siang malam.  Kemudian datanglah para wanita
tetangganya seraya berkata: "Hai Rahmah, kami semua takut kalau penyakit
suamimu Ayyub akan menjalar kepada anak-anak kami.  Maka keluarkanlah dia
dari lingkungan kita bertetangga ini, dan kalau tidak maka kami akan
mengeluarkan engkau dari sini dengan cara paksa!" Maka Siti Rahmah pergi
dengan membungkus pakaiannya, serta membawanya (Nabi Ayyub a.s.).  Dan dia
menggendong Nabi Ayyub a.s.  dipunggungnya sedangkan air mata mengalir
dipipinya serta pergi jauh sambil menangis ke bekas rumah yang sudah rusak
yang dijadikan tempat pembungan sampah dan meletakkan Nabi Ayyub a.s.  di
atas sampah.  Lalu keluarlah penduduk desa itu dan mereka melihat keadaan
Nabi Ayyub a.s.  maka mereka berkata: "Bawalah suamimu itu jauh-jauh dari
kami , kalau tidak maka akan kami bawakan anjing-anjing kami, biar
memakannya."

 Siti Rahmah pun membawanya sambil menangis ke tempat yang jauh dan
meletakkannya di tempat itu.  Kemudian Siti Rahmah pergi kesebuah desa, maka
Nabi Ayyub a.s.  memanggilnya: "Kembalilah engkau, dan saya berpesan
kepadamu, seandainya engkau hendak pergi bebas dariku dan akan meninggalkan
aku di sini." Kata Siti Rahmah: "Engkau jangan kawatir, wahai suamiku;
sesungguhnya saya tidak akan meninggalkan engkau selama hayat dikandung
badan." Siti Rahmah lalu pergi ke sebuah desa dan bekerja setiap hari
memotong roti dan dia dapat memberi makan suaminya Nabi Ayyub a.s.  Lalu hal
itu diketahui oleh penduduk desa itu, bahwa dia adalah isteri Nabi Ayyub
a.s.  Maka mereka tidak mau lagi memberinya pekerjaan, bahkan mereka
berkata; "Pergilah engkau jauh-jauh, kerana sesungguhnya kami merasa jijik
kepada mu."

 Maka Siti Rahmah menangis dan berdoa: "Ya Tuhanku, Engkau telah melihat
keadaanku, sesungguhnya terasa sempit dunia ini bagiku, sedang orang-orang
telah merendahkan kami di dunia ini, maka janganlah Engkau kiranya
merendahkan kami di akhirat kelak, ya Tuhanku.  Mereka telah mengusir kami
dari rumah kami di dunia, maka janganlah kiranya Engkau mengusir kami dari
Rumah Engkau kelak di hari Kiamat."

 Adalah Nabi Ayyub a.s.  tiap-tiap ada ulat yang terjatuh dari badannya,
maka diambilnya dan diletakkannya kembali dibadannya, dan dia berkata:
"Makanlah olehmu semua apa-apa yang telah direzekikan kepadamu oleh Allah
Ta'ala." Maka tidak tertinggal dagingnya dan hanyalah tinggal tulang
belulang, yang dilapisi kulit dengan jaringan saraf saja yang kelihatan.
Apabila matahari menyinarinya, maka sinar itu seakan-akan tembus dari
bahagian depannya kebahagian belakangnya.  Dan yang tinggal dari bahagian
badannya yang tetap utuh adalah hatinya dan lidahnya.  Hatinya tidak pernah
kosong dari rasa syukur kepada Allah dan lidahnya tidak pernah diam dari
berzikir kepada Allah.  Diriwayatkan yang Nabi Ayyub a.s.  mengalami sakit
seperti itu selama 18 tahun.

 Pada satu hari Siti Rahmah berkata kepada Nabi Ayyub a.s.: "Engkau adalah
seorang Nabi yang mulia terhadap Tuhanmu, seandainya engkau berdoa kepada
Allah Ta'ala supaya Allah menyembuhkanmu?" Kata Nabi Ayyub a.s.  kepada Siti
Rahmah: "Berapa lamakah kita telah hidup senang?" Kata Siti Rahmah:
"Delapanpuluh tahun." Kata Nabi Ayyub a.s.: "Sesungguhnya saya berasa malu
kepada Allah Ta'ala, untuk meminta kepada- Nya, sebab waktu cobaan-Nya
belumlah memadai dibandingkan masa senangku."

 Pada ketika dibadan Nabi Ayyub a.s.  sudah tidak ada lagi daging yang akan
dimakan, maka ulat-ulat itu saling memakan diantara mereka, hingga akhirnya
tinggal dua ekor ulat , yang selalu berkeliaran dibadan Nabi Ayyub a.s.
dalam usaha mencari makan daging, tidak mereka dapatkan kecuali hati dan
lidahnya.  Maka yang satu pergi kehati dan memakan hatinya dan yang lainnya
pergi kelidah dan menggigitnya.  Disaat itulah Nabi Ayyub a.s.berdoa kepada
Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya aku telah ditimpa bahaya yang
dahsyat, sedang engkau Dzat yang Maha Pengasih." Hal ini tidaklah termasuk
dalam katagori keluh-kesah dan tidak pula dia berarti keluar dari golongan
orang yang sabar.  Oleh kerana itu Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya dia
Kami dapatkan sebagai orang yang sabar."

 Kerana sesungguhnya Nabi Ayyub a.s.  itu tidak bersusah hati terhadap
hartanya dan anak-anaknya yang telah hilang musnah, bahkan dia merasa susah
kerana cemas terputus dari syukur dan berzikir kepada Allah Ta'ala.  Maka
seakan-akan dia berkata: "Tuhanku aku bersabar atas segala percobaan-Mu
selama hatiku masih sibuk untuk bersyukur kepada -Mu dan lidahku masih dapat
berdzikir kepada-Mu, dan apabila keduanya itu telah rosak (hilang)
daripadaku, bererti terputuslah cintaku dan dzikirku pada-Mu.  Maka aku
menjadi tidak bersabar terhadap terputusnya keduanya itu, sedangkan Engkau
Dzat yang Maha Pengasih lagi Penyayang." Kemudian Allah Ta'ala memberikan
wahyu kepadanya: "Wahai Ayyub, lidah, hati dan ulat adalah milik-Ku,
sedangkan rasa sakitpun milik-Ku, apakah ertinya susah?"

 Diterangkannya pula: "Bahawa Allah Ta'ala memberikan wahyu kepadanya:
"Sesungguhnya ada 70 orang Nabi yang meminta, seperti halmu ini daripada-Ku,
dan Aku hanya memilih engkau sebagai tambahan kemuliaanmu, dan ini hanya
bentuk lahirnya saja bencana, akan tetapi hakekatnya adalah cinta-kasih."
Dan sesungguhnya Nabi Ayyub a.s.  merasa susah, kalau hati dan lidahnya
dimakan ulat, kerana dia selalu sibuk bertafakkur dan berdzikir kepada Allah
Ta'ala, kalau keduanya dimakan, maka dia tidak dapat lagi untuk bertafakkur
dan berdzikir kepada-Nya.  Lalu Allah Ta'ala menjatuhkan kedua ulat itu dari
diri Nabi Ayyub a.s.  maka yang satu jatuh di air, kelak menjadi lintah yang
dapat menyebabkan orang sakit kekurangan darah, dan yang satu lagi jatuh di
darat yang kelak menjadi lebah, yang mengeluarkan madu yang mengandungi obat
untuk manusia.

 Kemudian datanglah Malaikat Jibril a.s., dengan membawa dua buah delima
sorga.  Kata Nabi Ayyub a.s.: "Ya Jibril, apakah Tuhanku masih ingat
kepadaku?" Kata Jibril: "Ya, dan Dia mengirimkan salam kepadamu, serta
menyuruhmu memakan kedua buah delima ini, maka akan sembuh normal daging dan
tubuhmu." Ketika Nabi Ayyub a.s.  memakan kedua delima itu, Jibril a.s.
berkata: "Berdirilah dengan izin Allah!" Maka Nabi Ayyub a.s.  pun berdiri.
Jibril berkata lagi: "Berjalanlah dengan kedua kakimu." Maka Nabi Ayyub a.s.
memukul kakinya yang kanan ke tanah, sehingga keluarlah air hangat dan dia
lalu mandi dengan air itu, kemudian dari kakinya yang kiri terpancarlah air
dingin, sehingga ia minum dari air tersebut.  Kemudian hilanglah segala
penyakitnya, baik yang dibahagian luar maupun dibahagian dalam.  Dan
tubuhnya menjadi lebih gagah tegap dari semula, wajahnya lebih bersinar
daripada bulan purnama.

 Nabi Muhammad s.a.w.  bersabda: " Bersabar satu saat terhadap satu bencana,
itu lebih baik daripada beribadah satu tahun."


 [Rujukan:Durratun Nasihin, oleh Usman Alkhaibawi]




 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ( Melanggan ? To : [EMAIL PROTECTED]   pada body : SUBSCRIBE HIZB)
 ( Berhenti ? To : [EMAIL PROTECTED]  pada body:  UNSUBSCRIBE HIZB)
 ( Segala pendapat yang dikemukakan tidak menggambarkan             )
 ( pandangan rasmi & bukan tanggungjawab HIZBI-Net                  )
 ( Bermasalah? Sila hubungi [EMAIL PROTECTED]                    )
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pengirim: "Abdullah bin Abdul Jalil" <[EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke