*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
{ Sila lawat Laman Hizbi-Net - http://www.hizbi.net }
{ Hantarkan mesej anda ke: [EMAIL PROTECTED] }
{ Iklan barangan? Hantarkan ke [EMAIL PROTECTED] }
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
PAS : KE ARAH PEMERINTAHAN ISLAM YANG ADIL
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Assalamu alaikum,
Pusat Informasi dan komunikasi Islam Indonesia
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
PETUNJUK KOMUNIKASI, DIALOG DAN DEBAT
Islam agama sempurna, mengatur segala aspek kehidupan. Salah
satu hal yang penting dalam hidup ini adalah berlangsungnya komunikasi
sesama manusia dengan baik. Islam mengatur itu pula, maka dalam kesempatan
ini akan dikemukakan petunjuk berkomu-nikasi, dialog, debat, wawancara, adu
argumentasi ataupun tukar pikiran secara Islami. Tulisan singkat ini insya
Allah bisa dipegangi sebagai petunjuk dalam berkomunikasi secara umum,
bahkan bisa digunakan dalam hal-hal khusus misalnya berwawancara secara
langsung ataupun dalam acara-acara tertentu.
Berkomunikasi secara umum atau berdialog pun diberi bimbingan
oleh Al-Quran, karena teori berdialog itu merupakan salah satu sarana da'wah
untuk menyampaikan kebenaran.
Petunjuk dari Al-Quran
Ada nash-nash (teks) Al-Quran yang menuntun tentang dialog di
antaranya sebagai berikut:
" �dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia�" (Al-Baqarah: 83).
"�.dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." (An-Nahl: 125).
"Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu: 'Hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang lebih baik (benar)'." (Al-Isra': 53).
"Maka berbicaralah kamu berdua (Musa dan Harun i) kepadanya
(Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau
takut." (Thaahaa: 44).
"Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbu-atan dan perkataan) yang
tiada berguna." (Al-Mukminun: 3).
"Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik." (Al-Mukminun::
96).
Dalil dari Hadits
Nabi Muhammad saw memberi petunjuk bagaimana berdialog dan
berkomunikasi yang baik. Di antaranya: "Permudahlah dan jangan kalian
persulit, dan gembirakanlah dan jangan kalian buat mereka lari." (Muttafaq
'alaih).
"Perkataan yang baik itu adalah sedekah." (Muttafaq 'alaih).
"Bukanlah orang kuat itu karena kuat gulat, tetapi orang yang kuat itu yang
menguasai diri/nafsunya ketika marah." (Muttafaq 'alaih).
"Senyummu terhadap wajah saudaramu itu adalah sedekah." (At-Tirmidzi, hasan
gharib).
"Hikmah itu adalah harta mukmin yang hilang, di mana saja dia menemukannya
maka dialah manusia yang paling berhak dengannya." (At-Tirmidzi dan Ibnu
Majah, hasan).
"Sesungguhnya Allah itu Maha Lemah Lembut mencintai kelembutan, dan memberi
atas orang yang lemah lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang
keras, dan sesuatu yang tidak diberikan atas lainnya." (Muslim).
Menuntut Kebenaran
Sebagai Muslim tidak dibenarkan mengingkari kebenaran, bahkan
menyembunyikannya pun tidak boleh. Sebab mengingkari kebenaran dan
menyem-bunyikannya itu di samping dilarang dalam Islam, masih pula meniru
sikap Ahli Kitab. Allah berfirman, artinya: "Dan sesungguhnya
sebagian dari mereka (Yahudi dan Nasrani) menyembunyikan kebenaran, padahal
mereka mengetahui." (Al-Baqarah: 146).
Adapun orang Muslim yang benar adalah yang menuju pada kebenaran
dan menghindari diri dari tipuan. Cita-citanya adalah tercapainya
kebenaran, baik itu ditangannya ataupun di tangan lawan bicaranya. Hingga
seorang perempuan pun menolak perkataan Umar bin Khatthab seputar pembatasan
mahar dalam khutbahnya di hadapan para pemuka masyarakat. Lalu Umar berkata:
"Benarlah seorang perempuan dan telah salah lah Umar." (Dikeluarkan oleh
al-Baihaqi 7/233). Riwayat ini
dha'if, tetapi mengenai pentingnya tunduk pada kebenaran adalah tidak perlu
diragukan lagi.
Perlu Dalil
Setiap hal yang dikemukakan memerlukan penjelasan, bukti dan
dalil, bukan hanya sekadar omongan. Demikian pula dalam hal membantahnya,
perlu dalil pula. Dalil itu syaratnya: harus shahih (benar) tidak boleh
bohong, dan tak boleh menukil dari sumber yang tidak tsiqah (tidak
terpercaya), hatta untuk mendukung perkataan yang sudah benar.
Mulailah mengemukakan dalil itu dengan yang paling kuat,
kemudian yang kuat, lalu kemukakan tesa dan anti tesanya, dan jangan
membantah dalil kuat dengan dalil yang lemah.
Hindari memaksakan dalil sesuai ambisi/nafsu atau yang dikenal
dengan "mendalili kepentingan" seperti yang dilakukan oleh kaum
sesat. Allah memperingatkan masalah itu, artinya: "Apakah setiap datang
kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan
keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu
dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?" (Al-Baqarah: 87).
Mereka itu menerima perkataan kalau sesuai dengan keinginan
mereka, dan menolaknya kalau tak sesuai dengan ambisi mereka.
Katakan Aku Tidak Tahu
Tiap orang yang berdialog, lebih-lebih pelajar perlu
memperhatikan bahwa termasuk sikap ikhlas dan takut pada Allah adalah
mengucapkan "aku tidak tahu" dalam hal yang ia tak tahu. Atau minta waktu
untuk mengkajinya lebih dulu.
Diriwayatkan dari Imam Malik bahwa ia ditanya tentang 48
masalah, lalu ia jawab yang 32 masalah dengan kata-kata: "Laa adrii", aku
tidak tahu. Apabila Anda berdialog maka jangan malu minta penjelasan
hal yang samar dan menanyakan hal yang tak diketahui, karena kalau anda
diam maka justru akan mempersulit anda sendiri nantinya.
Jauhi Marah
Marah-marah itu sifat yang tercela, yang mengakibatkan orang
lain tak suka, tak simpati , hingga orang-orang akan menjauhi si pemarah.
Suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Nabi saw lalu ia
berkata: "Nasihatilah saya". Nabi bersabda: "Jangan marah." Beliau ulangi
berkali-kali. (Hadits Riwayat al-Bukhari).
Marah itu tidak membawa kepuasan dan petunjuk dalam pertukaran
pendapat. Kepuasan dan petunjuk Itu hanya bisa ditempuh dengan arif dan
sabar, dua sifat mukmin yang baik untuk dijadikan gaya dialog. Terutama bila
lawan dialogmu orang yang cepat marah, maka anda menghentikannya dengan
ketenangan dan tuma'ninahmu.
Akui Kesalahan
Siapakah yang tak pernah bersalah, dan siapa yang ma'shum selain
para nabi Allah dan rasul-rasulNya? Kesalahan itu adalah masalah thabi'i,
alami. "Setiap Bani Adam itu pembuat kesalahan, dan sebaik-baik pembuat
kesalahan adalah orang-orang yang sering bertaubat." (At-Tirmidzi, Ibnu
Majah, Ahmad, dan Ad-Darimi).
Menghormati Pihak Lain
Orang-orang memperlakukan Anda sesuai dengan perlakuan Anda terhadap
mereka. Perhatikanlah pembicaraan mereka maka mereka akan memperha-tikan
pembicaraanmu. Bersikap merunduklah/ tawadhu'-lah kepada mereka maka mereka
akan tawadhu' padamu melebihi penghormatanmu pada mereka.
Mulailah dengan pujian dan kemukakan hal-hal yang baik pada
orang yang Anda ajak bicara, tapi jangan berlebihan lalu terjatuh dalam
kebohongan dan kemunafikan, sebagaimana jangan sampai merendahkan diri
keterlaluan sehingga jadi hina.
Menghormati pada setiap orang dengan batas-batas tertentu itu
diajarkan, walaupun aqidah mereka berbeda. "Allah tiada melarang
kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada
memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berlaku adil." (Al-Mumtahanah: 8).
Akhlaq umum yang sudah diatur dalam Islam mesti dipakai pula
dalam berkomunikasi, berdialog, ataupun berdebat. Nabi saw telah memberi
peringatan secara gamblang dan tegas: "Mencaci orang Islam itu fasiq (keluar
dari ketaatan) dan membunuhnya adalah kufur." (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad,
Ibnu Majah, An-Nasai). Mudah-mudahan tulisan singkat ini bermanfaat. Amien.
Oleh : Hartono
Rujukan:
1. Kaifa Tuhawir, Dr Thariq bin Ali Al-Habib.
2. Adabul Hiwar fil Islam, Saefuddin Syahin.
3. Al-Hiwaru, Adabuhu wa Dhawabithuhu fii Dhau'il Kitab was Sunnah, Yahya
bin Muhammad Hasan bin Ahmad Zamzami.
_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
( Melanggan ? To : [EMAIL PROTECTED] pada body : SUBSCRIBE HIZB)
( Berhenti ? To : [EMAIL PROTECTED] pada body: UNSUBSCRIBE HIZB)
( Segala pendapat yang dikemukakan tidak menggambarkan )
( pandangan rasmi & bukan tanggungjawab HIZBI-Net )
( Bermasalah? Sila hubungi [EMAIL PROTECTED] )
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pengirim: "k b" <[EMAIL PROTECTED]>