|
----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, January 06, 2001 5:41 PM
Subject: [islah-net] GENERASI "Coca-Cola" (The Printed Version in
Dewan Sastera) an Sastera Januari 2001 karya Ramli Abdul Rahim. GENERASI "Coca-Cola" 1. Generasi ini telah di"Coca-Cola"kan persepsinya lemah ruhnya kempis apalah yang tinggal wajah kosong ada semacam kegilaan anak-anak muda bertopi ke belakang 99.99 % yang tukang lepak di kafe maya kyusuk dengan pelbagai jenama "games" di talian chat meraban-raban tak ke mana-mana entahlah apa visinya entahlah apa wawasannya nol nol nol nol itulah wajah mutakhir. 2. Apakah mungkin generasi "Coca-Cola" ini akan menjadi generasi Robanni? 3. Kalau dari jam 10.00 pagi sampai 10.00 malam mata terpahat di pc sesebentar menghirup "Coca-Cola" azan zohor berlalu azan Asar berlalu azan Maghrib berlalu azan Isyak berlalu waktu terus berlalu seolah-olah tidak ada yang lain yang perlu kecuali memainkan jari jemari di papan kekunci mana mungkin akan tercerna generasi Robanni. 4. Apa akan jadi dengan generasi "Coca-Cola"? mereka tidak boleh membangun dunia mereka mabuk (fana) bukan dalam lautan makrifah kafe itu nanti sama tarafnya dengan video arcade ia tak mengembangkan minda ia tak melahirkan manusia dengan kemanusiaan hakiki. RAMLI ABDUL RAHIM MALAYSIA 15 Oktober 2000 |
