Arsip Eramuslim
(08/2000 - 10/2001)


BERITAArtikel | Konsultasi | Belanja | Mail | Milis |

  Sabtu, 7 Syawwal 1422/ 22 Desember 2001 Penelusuran       



Depan > Berita > Dunia
Dr. Yusuf Qaradhawi: Aksi Bom Syahid, Perlawanan Paling Mulia Bagi Pejuang
Palestina Saat ini

Publikasi: 19/12/2001 14:37



eramuslim - Dr. Yusuf Qaradhawi kembali mengeluarkan fatwa tegas tentang
disyariatkannya serangan syahid para pejuang Palestina. Dalam acara �Syariat
wal Hayat� yang disiarkan oleh televisi Al Jazeera, Qaradhawi menyatakan
dirinya berbeda pendapat dengan orang yang mengecam aksi itu dengan alasan
karena menelan korban sipil. �Sebagian orang memandang bahwa aksi syahid
para pejuang Palestina ini patut dikecam karena menimpa masyarakat sipil.
Saya berbeda pendapat dengan mereka yang mengatakan seperti itu. Serangan
itu tidak menimpa rakyat sipil. Masyarakat israel adalah masyarakat militer,
termasuk seluruh laki-laki, dan wanitanya semuanya adalah militer Israel.
Baik tentara reguler maupun irreguler. Semua pekerja, pegawai dan karyawan
di Israel adalah tentara. Israel adalah masyarakat militer dan militer
masyarakat,� urai Qaradhawi.

Ia melanjutkan, ketika ada seorang pejuang meledakkan diri di sebuah tempat
ramai, di sebuah bis, di mana berkumpul tentara dan rakyat Israel, pada
dasarnya para pejuang itu tidak meletakkan target sasarannya kepada
anak-anak. �Mereka berupaya menyerang orang-orang yang memang tentara
militer Israel. Mereka benar-benar tentara. Bisa saja seorang anak ikut
menjadi korban dalam aksi ini, tapi itu adalah konsekwensi perang dan
wilayah Israel adalah daerah jajahan yang menjadi medan perang,� jelasnya.

Qaradhawi mengutip sirah perjuangan umat Islam saat perang Bani Nadhir, di
mana Rasulullah membakar sebuah kebun korma. Ketika itu, seseorang bertanya,
�Ya Rasulullah, selama ini engkau memerintahkan kami untuk tidak melakukan
perusakan, tapi kenapa engkau sekarang melakukan perusakan?� Ketika itu
turunlah firman Allah surat Al Hasyr ayat 5 yang artinya, �Apa saja yang
kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu
biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan
izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang
fasik.�

�Kadang-kadang bisa saja ada beberapa hal terjadi dalam situasi darurat
perang. Kita berhadapan dengan sebuah masyarakat yang zalim yang melakukan
apa saja untuk menumpas kita. Inilah darurat perang. Kita harus melawan
dengan segala yang kita mampu,� tandas Qaradhawi.

Qaradhawi juga menyinggung ketidakkonsistenan orang-orang yang menolak aksi
syahid ketika mengenai anak-anak maupun penduduk. Karena, ketika orang-orang
Afghanistan tewas dalam serangan udara AS, Barat menganggap bahwa kematian
warga sipil Afghanistan itu adalah bagian dari konsekwensi perang melawan
terorisme� "Padahal dalam hal ini AS tidak mempertahankan tanah airnya
sebagaimana pejuang Palestina yang memperjuangkan kemerdekaannya. Antara
tanah air bangsa AS dengan Afghanistan itu ribuan mil jaraknya. Tapi AS di
sana membunuh warga sipil, rakyat yang tidak bersalah, menghancurkan semua
kehidupannya, dan fondasi kehidupan rakyat�" ujar Qaradhawi.

Serangan syahid menurut Qaradhawi adalah serangan paling besar dan paling
mulia pada saat ini, bagi pejuang Palestina. "Kami menyampaikan rasa hormat
bagi mereka yang memberikan nyawanya untuk berjuang memerdekakan tanah air
di jalan Allah. Inilah salah satu bentuk kepahlawanan. Bagaimana kita bisa
menghadapi Yahudi yang memiliki rudal dan nuklir?" katanya. (na/aljazeera)

Kirim email ke