*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
 {  Sila lawat Laman Hizbi-Net -  http://www.hizbi.net     }
 {        Hantarkan mesej anda ke:  [EMAIL PROTECTED]         }
 {        Iklan barangan? Hantarkan ke [EMAIL PROTECTED]     }
 *~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
          PAS : KE ARAH PEMERINTAHAN ISLAM YANG ADIL
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



>From: "Nor Rahizatun Ibrahim" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: DOSA YANG LEBIH BESAR DARI BERZINA
>Date: Tue, 20 Nov 2001 15:28:55 +0800
>
>DOSA YANG LEBIH BESAR DARI BERZINA
>
>Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan
>terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia
>berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat
>hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di
>tubuhnya.Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu,
>tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah merosakkan
>hidupnya.Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa
>a.s.Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam.
>Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk".
>Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus
>merunduk.
>Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah.
>Tolonglah saya.Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."
>"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut.
>"Saya takut mengatakannya."jawab wanita cantik.
>"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.
>Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya...........telah
>berzina.Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
>Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas
>hamil.Setelah anak itu lahir, langsung saya... cekik lehernya sampai...
>mati," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
>Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik,
>"Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak
>jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa
>sambil memalingkan mata karena jijik.
>Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu,
>hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia
>terantuk-hantuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat
>memilukan.
>Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau
>dibawa ke mana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya,
>bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa
>besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.Ia tidak tahu bahwa
>sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun
>mendatangi Nabi Musa.Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,
>"Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari
>dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"
>Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian
>wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin
>tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar
>daripada perempuan yang nista itu?"
>"Ada!" jawab Jibril dengan tegas.
>"Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.
>"Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal.
>Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina"
>Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi
>untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan
>khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
>Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan
>sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa
>sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.
>Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan
>seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan
>memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya
>dengan
>sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin
>bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya.
>Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
>
>(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy)
>
>Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat
>lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah
>Al-Qur'an,membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.
>Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan
>sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya,
>maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub.
>Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360
>hari,sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun
>di dunia.Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi,
>mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk
>melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
>
>Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.
>
>Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta,
>astaghfiruka wa atuubuilaiik.
>Wassalam
>
>
>
>


_________________________________________________________________
Chat with friends online, try MSN Messenger: http://messenger.msn.com


 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ( Melanggan ? To : [EMAIL PROTECTED]   pada body : SUBSCRIBE HIZB)
 ( Berhenti ? To : [EMAIL PROTECTED]  pada body:  UNSUBSCRIBE HIZB)
 ( Segala pendapat yang dikemukakan tidak menggambarkan             )
 ( pandangan rasmi & bukan tanggungjawab HIZBI-Net                  )
 ( Bermasalah? Sila hubungi [EMAIL PROTECTED]                    )
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pengirim: "firdaus taib" <[EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke