*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
 {  Sila lawat Laman Hizbi-Net -  http://www.hizbi.net     }
 {        Hantarkan mesej anda ke:  [EMAIL PROTECTED]         }
 {        Iklan barangan? Hantarkan ke [EMAIL PROTECTED]     }
 *~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
          PAS : KE ARAH PEMERINTAHAN ISLAM YANG ADIL
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


-----Original Message-----
From: Ismail, Isliana 
Sent: Wednesday, March 13, 2002 10:20 AM
To: Mokhtar, Maharis; Abidin, Siti-Saffira
Subject: FW: Iblis & Sejadah...



-----Original Message-----
From: mascle11 [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, March 13, 2002 10:16 AM
To: lynchomel; Ismail, Isliana
Cc: mascle11
Subject: Iblis & Sejadah...

Assalamualaikum,
 
Ketika Iblis membentangkan sajadah 
 
 Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di
Masjid. 
 Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang.
Iblis sudah ada dalam
 Masjid. 
 Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan.
Iblis menjelma menjadi
 ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat
jendela, pintu,
 ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.
 
 Pada setiap orang,  Iblis juga masuk lewat telinga,
ke dalam syaraf mata,
 ke dalam urat nadi, lalu 
 menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang
hadir. 
 Iblis juga menempel di setiap sajadah. 
 "Hai, Blis!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke
Masjid itu. 
 Iblis merasa terusik : "Kau kerjakan saja tugasmu,
Kiai. Tidak perlu kau
 larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu
setiap orang dalam Masjid
 ini!", jawab Iblis ketus.
 
 "Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau
mau ganggu, kau bisa
 diluar nanti!", Kiai mencoba 
 mengusir. 
 "Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru".
Kiai tercenung. 
 "Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat
kaummu". 
 "Dengan apa?" 
 "Dengan sajadah!" 
 "Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?" 
 "Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham
industri sajadah. Mereka
 akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga,
mereka akan tega
 memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR,
demi keuntungan
 besar!"
 
 "Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. 
 Tidak ada yang baru,Blis?" 
 "Bukan itu saja Kiai..." 
 "Lalu?" 
 "Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. 
 Saya akan menumbuhkan gagasan, agar 
 para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar" 
 "Untuk apa?" 
 "Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa
egois di setiap kaum
 yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih
leluasa, masuk dalam
 barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka
barisan shaf akan renggang.
 Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya
bisa ikut membentangkan
 sajadah".
 
 Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. 
 Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah.
Keduanya
 berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang
lebar. Sementara, satu
 lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya
sajadah lebar seenaknya
 saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat
kanan-kirinya. Sementara,
 orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati
jika harus mendesak
 jamaah lain yang sudah lebih
 
 dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah
kecil membentangkan
 saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar
tertutupi
 sepertiganya.
 
 Keduanya masih melakukan sholat sunnah. 
 "Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi. 
 "Yang mana?" 
 "Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka
punya sajadah yang
 berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk
diantara mereka".
 
 Iblis lenyap. 
 Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf. 
 Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang
melakukan sholat sunah. 
 Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan
Iblis sebelumnya. 
 Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi,
sembari bangun dari
 sujud, ia membuka 
 sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya
di atas sajadah yang
 kecil. 
 Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya.

 Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang
lebih kecil,
 melakukan hal serupa. 
 Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya
ditumpuk oleh sajadah yang
 lebar. 
 Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat
sholat wajib juga,
 kejadian-kejadian 
 itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. 
 Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang
menerima di bawah. 
 Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas
lainnya. 
 Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan
meletakkan sajadahnya
 diatas sajadah yang kecil. 
 Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan
kelas. 
 Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para
pemilik kekayaan, yang
 setiap saat harus lebih di atas 
 dari pada yang lain. 
 Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang
setiap saat akan selalu
 menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.
 
 Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya
selalu menguasai orang
 lain. 
 "Astaghfirullahal adziiiim ", ujar sang Kiai pelan. 




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Try FREE Yahoo! Mail - the world's greatest free email!
http://mail.yahoo.com/



 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ( Melanggan ? To : [EMAIL PROTECTED]   pada body : SUBSCRIBE HIZB)
 ( Berhenti ? To : [EMAIL PROTECTED]  pada body:  UNSUBSCRIBE HIZB)
 ( Segala pendapat yang dikemukakan tidak menggambarkan             )
 ( pandangan rasmi & bukan tanggungjawab HIZBI-Net                  )
 ( Bermasalah? Sila hubungi [EMAIL PROTECTED]                    )
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pengirim: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke