e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 14 Februari 2020
Bacaan : Kejadian 17:1-27
Setahun: Bilangan 5-6
Nats: "Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku
dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus
disunat." (Kejadian 17:10)

Renungan:

TANDA PERJANJIAN ALLAH

"Saya mengambil engkau menjadi istri/suami saya, untuk saling memiliki dan
menjaga ... sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang
kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." Itulah janji suci pernikahan
yang diucapkan sepasang mempelai di depan pendeta dan para undangan.

Ketika Allah memanggil Abram keluar dari negeri kelahirannya, Dia
memberikan janji: "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar."
(Kej. 12:2). Allah tidak pernah ingkar janji, tetapi Dia mengerti bahwa
hati manusia kerap diliputi kebimbangan dan keragu-raguan, apalagi jika
waktu pemenuhan janji itu masih lama. Demi meneguhkan perjanjian-Nya
sekaligus menguatkan iman Abram, Allah memberikan beberapa tanda
perjanjian. Tanda itu berupa sunat, yakni setiap laki-laki harus dikerat
kulit khatannya (ay. 10-11). Selanjutnya, Allah mengubah nama Abram menjadi
Abraham yang berarti bapa sejumlah besar bangsa, dan nama Sarai menjadi
Sara yang berarti ibu bangsa-bangsa (ay. 5, 15-16). Apabila kita
perhatikan, keseluruhan tanda itu memberi keyakinan: di hari depan, Abraham
pasti memperoleh keturunan. Ya, terhadap janji-janji-Nya, Tuhan memang
tidak main-main!

Tuhan juga memberikan janji-janji-Nya kepada kita. Keseluruhan janji itu
tertulis di Alkitab, di antaranya janji penyertaan (Mat. 28:20), janji
pemenuhan (Flp. 4:19), dan janji kehidupan yang penuh damai sejahtera (Yoh.
14:27). Faktanya, janji Allah bukan sekadar perkataan manis, melainkan
sudah teruji kebenarannya! Maukah kita memercayainya? --LIN/
www.renunganharian.net

APABILA KITA MENEMUKAN SOSOK PRIBADI YANG TIDAK PERNAH INGKAR JANJI, DIA
ITU PASTI ADALAH ALLAH!

e-RH situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2020/02/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2020/02/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+17:1-27

Kejadian 17:1-27

 1  Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN
menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang
Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.
 2  Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan
membuat engkau sangat banyak."
 3  Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
 4  "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi
bapa sejumlah besar bangsa.
 5  Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau
telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
 6  Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat
menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
 7  Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu
turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan
Allah keturunanmu.
 8  Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami
sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi
milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."
 9  Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang
perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
10  Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan
kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
11  haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda
perjanjian antara Aku dan kamu.
12  Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki
di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang
dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk
keturunanmu.
13  Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang
harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian
yang kekal.
14  Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit
khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang
sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."
15  Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai,
janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.
16  Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan
kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia
menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."
17  Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya:
"Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak
dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan
seorang anak?"
18  Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan
hidup di hadapan-Mu!"
19  Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan
melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan
Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal
untuk keturunannya.
20  Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati,
Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas
raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
21  Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan
Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."
22  Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan
Abraham.
23  Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang
lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni
setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka
pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya.
24  Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit
khatannya.
25  Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit
khatannya.
26  Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.
27  Dan semua orang dari isi rumah Abraham, baik yang lahir di rumahnya,
maupun yang dibeli dengan uang dari orang asing, disunat bersama-sama
dengan dia.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+5-6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Bilangan+5-6

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian® tanpa izin tertulis dari
penerbit.
Renungan Harian® milik Yayasan Gloria -- Copyright © 2020 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Dilarang memperbanyak isi Renungan Harian� tanpa izin tertulis dari penerbit.
Renungan Harian� milik Yayasan Gloria -- Copyright � 2016 Yayasan Gloria.
- - -
Anda diberkati melalui Renungan Harian�?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
BCA Rekening No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Kirim email ke