e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                         e-Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Jumat, 23 September 2016
Ayat SH: Yehezkiel 40:1-47

Judul: Penglihatan tentang Bait Suci yang Baru

Empat belas tahun telah berlalu setelah kejatuhan Yerusalem dan pembuangan
ke Babel. Ketika Nabi Yehezkiel mengenang peristiwa tersebut (bdk. 2Taw.
36:10), ia mendapat penglihatan dari Allah. Ia dibawa kembali ke tanah
Israel dan sebuah gunung yang tinggi. Di sana, ia melihat gambaran yang
menyerupai "kota" (2-3a). Penglihatan yang Allah berikan kepada Yehezkiel
harus disampaikan kepada bangsa Israel.

Bentuk Bait Suci baru berbeda dengan yang didirikan oleh Salomo (5). Bait
Suci yang baru ini dikelilingi oleh tembok setinggi dan setebal enam hasta
(1 hasta = 0, 5 meter). Malaikat Allah melakukan pengukuran seluruh
bangunan Bait Suci yang mulai dari pintu gerbang Timur (6-16). Setiap pintu
gerbang berukuran 50x25 hasta (13, 15). Di dalamnya terdapat serambi,
kamar, dan setiap tiang tembok diukir gambar pohon kurma (10, 16). Di
pelataran luar ada 30 kamar untuk beribadah(17). Lebar pelataran luar
adalah 100 hasta (19).

Lalu, Yehezkiel dibawa ke pintu gerbang Utara (20-27, 32-37) dan Selatan
(28-31). Deskripsi pintu gerbang Utara sama dengan gerbang Timur dan
Selatan, sedangkan tembok Barat tidak memiliki pintu gerbang. Yang berbeda
hanya ada tambahan tujuh anak tangga dari luar kompleks Bait Suci menuju
pintu gerbang itu (22) dan delapan anak tangga untuk pelataran dalam (31).

Dalam Bait Suci itu terdapat pelbagai bilik dan perabot yang berfungsi
sebagai tempat menyembelih dan membersihkan kurban bakaran (38-43). Ada
juga berbagai ruang untuk para imam Lewi yang bertugas, baik di Bait Suci
atau pun di mezbah (44-46). Selain itu, pelataran dalam berbentuk bujur
sangkar (100x100 hasta). Di sini terdapat mezbah (47).

Orang Kristen harus belajar memisahkan hal yang kudus dari yang berdosa. Ia
tidak boleh mencampuradukkan kehidupan yang disucikan Allah dengan
kehidupan yang berdosa. Karena itu, kita membutuhkan pertolongan Roh Kudus
untuk menjaga kesucian hidup dan berani menolak segala godaan yang dapat
menghambat kita takut akan Allah. [SH]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2016/09/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yehezkiel+40:1-47
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yehezkiel+40:1-47

Yehezkiel 40:1-47

 1  Dalam tahun kedua puluh lima sesudah pembuangan kami, yaitu pada
permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, dalam tahun keempat belas
sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga kekuasaan TUHAN meliputi
aku dan dibawa-Nya aku
 2  dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke tanah Israel dan menempatkan aku
di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu di hadapanku ada yang
menyerupai bentuk kota.
 3  Ke sanalah aku dibawa-Nya. Dan lihat, ada seorang yang kelihatan
seperti tembaga dan di tangannya ada tali lenan beserta tongkat pengukur;
dan ia berdiri di pintu gerbang.
 4  Orang itu berbicara kepadaku: "Hai anak manusia, lihatlah dengan teliti
dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah baik-baik segala
sesuatu yang akan kuperlihatkan kepadamu; sebab untuk itulah engkau dibawa
ke mari, supaya aku memperlihatkan semuanya itu kepadamu. Beritahukanlah
segala sesuatu yang kaulihat kepada kaum Israel."
 5  Lihat, di luar bangunan itu ada tembok, seluruh keliling bangunan itu.
Dan di tangan orang itu ada tongkat pengukur, yang panjangnya enam hasta.
--Hasta ini setapak tangan lebih panjang dari hasta biasa--.Ia mengukur
tembok itu, tebalnya satu tongkat dan tingginya satu tongkat.
 6  Lalu ia sampai di pintu gerbang yang menghadap ke timur dan menaiki
tangganya, ia mengukur ambang dari pintu gerbang itu: satu tongkat lebarnya.
 7  Kemudian ia mengukur kamar jaga: panjangnya satu tongkat dan lebarnya
satu tongkat, dan jarak antara dua kamar jaga adalah lima hasta. Dan ambang
pintu gerbang sebelah dalam yang dekat balai gerbang itu adalah satu
tongkat.
 8  Kemudian ia mengukur balai gerbang itu: delapan hasta
 9  dan tiang temboknya dua hasta dan balai itu ada di sebelah dalam.
10  Mengenai kamar-kamar jaga yang di pintu gerbang sebelah timur itu ada
tiga kamar pada tiap sisi; ketiga-tiganya sama ukurannya dan kedua tiang
tembok pada kedua sisi sama juga ukurannya.
11  Lalu ia mengukur lobang pintu gerbang itu: lebarnya sebelah dalam
adalah sepuluh hasta, dan lebarnya sebelah luar tiga belas hasta.
12  Di bagian muka dari kamar-kamar jaga itu ada sekatan, yang berukuran
satu hasta dan demikian juga ukuran sekatan di sebelah yang lain. Dan
ukuran kamar jaga itu adalah enam hasta pada kedua belah pihak.
13  Lalu ia mengukur pintu gerbang itu dari dinding belakang kamar jaga
yang satu sampai dinding belakang kamar jaga yang lain, melalui kedua pintu
sekatan itu: lebarnya dua puluh lima hasta.
14  Ia mengukur juga balai gerbang itu: dua puluh hasta dan sekeliling
balai gerbang itu adalah pelataran.
15  Dari muka pintu gerbang luar sampai balai gerbang sebelah dalam: lima
puluh hasta.
16  Pada sekeliling pintu gerbang itu di bagian dalam ada jendela-jendela
dengan bidai, yaitu di kamar-kamar jaga dan pada tiang-tiang tembok dan
begitu juga pada balai gerbang. Dan pada tiang-tiang tembok itu terukir
gambar pohon-pohon korma.
17  Lalu dibawanya aku ke pelataran luar, sungguh, sekeliling pelataran itu
ada bilik-bilik, yang jumlahnya tiga puluh. Dan bilik-bilik itu dibangun di
atas sebuah lantai batu.
18  Dan lantai batu itu ada di samping pintu-pintu gerbang mengikuti
panjangnya. Itulah lantai batu bawah.
19  Kemudian ia mengukur lebar pelataran itu dari sebelah dalam pintu
gerbang bawah sampai sebelah luar pintu gerbang dalam: seratus hasta. Lalu
ia berjalan di depanku menuju ke utara
20  dan sungguh, ada pintu gerbang yang menghadap ke utara, yang termasuk
pelataran luar. Ia mengukur panjang dan lebarnya.
21  Kamar jaganya, tiga sebelah-menyebelah, tiang-tiang tembok dan balai
gerbangnya adalah seukuran dengan pintu gerbang pertama: lima puluh hasta
panjangnya dan lebarnya dua puluh lima hasta.
22  Jendela-jendelanya, balai gerbangnya dan gambar-gambar pohon kormanya
seukuran juga dengan pintu gerbang yang menghadap ke timur. Orang dapat
naik ke situ melalui tangga yang tujuh tingkat dan balai gerbangnya ada
sebelah dalam.
23  Di pelataran dalam ada sebuah pintu gerbang yang berhadapan dengan
pintu gerbang utara sama seperti halnya dengan pintu gerbang timur; ia
mengukur dari pintu gerbang sampai pintu gerbang: seratus hasta.
24  Kemudian ia membawa aku menuju selatan, sungguh, ada sebuah pintu
gerbang yang menghadap ke selatan; ia mengukur kamar-kamar jaganya,
tiang-tiang temboknya dan balai gerbangnya, ukurannya sama saja dengan yang
lain-lain.
25  Sekeliling pintu gerbang itu dan balai gerbangnya ada jendela-jendela,
yang sama dengan yang lain-lain; panjang pintu gerbang itu lima puluh hasta
dan lebarnya dua puluh lima hasta.
26  Tangga ke situ adalah tujuh tingkat, dan balai gerbangnya ada sebelah
dalam. Pada pintu gerbang itu juga, di tiang-tiang temboknya, terukir
gambar pohon-pohon korma, satu batang di sebelah sini dan satu batang di
sebelah sana.
27  Di bagian selatan pelataran dalam ada juga pintu gerbang; ia mengukur
dari pintu gerbang sampai pintu gerbang di bagian selatan: seratus hasta.
28  Lalu dibawanya aku ke pelataran dalam melalui pintu gerbang selatan dan
ia mengukur pintu gerbang itu, ukurannya sama saja dengan yang lain-lain.
29  Kamar-kamar jaganya, tiang-tiang temboknya dan balai gerbangnya,
ukurannya sama saja dengan yang lain-lain. Sekeliling pintu gerbang itu dan
balai gerbangnya ada jendela-jendela; panjang pintu gerbang itu lima puluh
hasta dan lebarnya dua puluh lima hasta. --
30  Sekelilingnya ada balai-balai gerbang, panjangnya dua puluh lima hasta
dan lebarnya lima hasta. --
31  Balai gerbangnya adalah sebelah pelataran luar dan pada tiang-tiang
temboknya terukir gambar pohon-pohon korma dan tangganya ke atas ada
delapan tingkat.
32  Lalu dibawanya aku ke sebelah timur pelataran dalam dan ia mengukur
pintu gerbang yang di situ, dan ukurannya sama saja dengan yang lain-lain.
33  Kamar-kamar jaganya, tiang-tiang temboknya dan balai gerbangnya,
ukurannya sama saja dengan yang lain-lain. Sekeliling pintu gerbang itu dan
balai gerbangnya ada jendela-jendela; panjang pintu gerbang itu lima puluh
hasta dan lebarnya dua puluh lima hasta.
34  Balai gerbangnya adalah sebelah pelataran luar dan pada tiang-tiang
temboknya terukir gambar pohon-pohon korma, sebelah sini dan sebelah sana,
dan tangganya ke atas ada delapan tingkat.
35  Kemudian dibawanya aku ke pintu gerbang utara dan ia mengukurnya, dan
ukurannya sama saja dengan yang lain-lain.
36  Kamar-kamar jaganya, tiang-tiang temboknya dan balai gerbangnya,
ukurannya sama saja dengan yang lain-lain, dan sekelilingnya ada
jendela-jendela; panjang pintu gerbang itu lima puluh hasta dan lebarnya
dua puluh lima hasta.
37  Balai gerbangnya adalah sebelah pelataran luar, dan pada tiang-tiang
temboknya terukir gambar pohon-pohon korma, sebelah sini dan sebelah sana,
dan tangganya ke atas ada delapan tingkat.
38  Ada juga sebuah bilik, yang pintunya di balai gerbang dan di sana orang
membasuh korban bakaran.
39  Dalam balai gerbang itu ada dua meja sebelah sini dan dua meja sebelah
sana, tempat menyembelih korban bakaran, korban penghapus dosa dan korban
penebus salah.
40  Di samping kiri balai gerbang, di sebelah luar, ada dua meja, dan di
samping kanan balai gerbang itu juga dua meja.
41  Jadi di pintu gerbang itu ada empat meja sebelah sini dan empat meja
sebelah sana; semuanya delapan meja di situ untuk tempat menyembelih korban.
42  Ada juga empat meja lagi untuk korban bakaran, yang diperbuat dari batu
pahat. Panjangnya satu setengah hasta, lebarnya satu setengah hasta dan
tingginya satu hasta. Di sana diletakkan perkakas-perkakas untuk
menyembelih korban bakaran dan korban sembelihan.
43  Sekeliling ruangan itu dipakukan gantungan-gantungan yang panjangnya
setapak tangan, dan di atas meja-meja itu diletakkan daging korban.
44  Lalu dibawanya aku ke pelataran dalam, sungguh, di sana ada dua bilik,
yaitu satu di samping pintu gerbang utara dan mukanya menghadap ke selatan,
satu lagi di samping pintu gerbang selatan dan mukanya menghadap ke utara.
45  Ia berkata kepadaku: "Bilik ini, yang mukanya menghadap ke selatan,
adalah bagi imam-imam yang bertugas di Bait Suci,
46  dan bilik yang mukanya menghadap ke utara, adalah bagi imam-imam yang
bertugas di mezbah; mereka ini adalah bani Zadok dan hanya golongan inilah
dari bani Lewi yang boleh mendekat kepada TUHAN untuk menyelenggarakan
kebaktian."
47  Lalu ia mengukur pelataran dalam: itu suatu empat persegi, yang
panjangnya seratus hasta dan lebarnya seratus hasta; mezbah ada di hadapan
Bait Suci.


e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
     Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
              e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
           (e-SH) owner-i-kan-akar-santapan-har...@hub.xc.org

e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
     Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Scripture Union Indonesia
              e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
           (e-SH) owner-i-kan-akar-santapan-har...@hub.xc.org
--- 
 
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai 
[arch...@mail-archive.com] 
Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke 
leave-5333954-4286987.8e117bcc5e94cfd59ad540bffaa39...@hub.xc.org

Kirim email ke