<>< <>< <>< <><       40 HARI DOA BANGSA-BANGSA        ><> ><> ><> ><>
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
                        Jumat, 24 Oktober 2003

MERINDUKAN TEROBOSAN DAN TUAIAN YANG LEBIH BESAR?
=================================================

Waktu-waktu yang telah kita lalui dengan bertekad untuk berdoa dan
berpuasa bagi keselamatan saudara sepupu kita pada saat doa bulan
puasa telah membuahkan beberapa hal seperti:
(1) Kesadaran untuk mendoakan saudara sepupu dengan fokus doa yang
    jelas,
(2) Banyak saudara sepupu yang telah percaya Tuhan Yesus,
(3) ada utusan Injil yang bekerja di masyarakat Muslim yang
    terabaikan.

Kita bersyukur, namun semuanya ini belum berarti bahwa tugas telah
selesai. Kita perlu berkomitmen untuk lebih meningkatkan intensitas
doa-doa kita. Saudara sepupu dengan disiplin yang tinggi setiap
harinya menunaikan sembahyang lima waktu yang dilakukan dari subuh
sampai tengah malam. Mereka sangat bersungguh-sungguh dan terbuka
memanggil nama Allah, dan mengharapkan jawaban dari Allah. Kesungguhan
mereka diekspresikan dengan ketekunan dan berseru dengan suara yang
keras. Keadaan ini menunjukkan mereka sangat membutuhkan Allah,
sekaligus mendeklarasikan keyakinan iman mereka. Sebagian besar dari
kita hidup dikelilingi oleh mereka, setiap hari lima kali dalam sehari
kita dapat mendengar suara sembahyang mereka dengan jelas. Seringkali
kita merasa terusik, dan merasakan suatu suasana yang tak nyaman kala
mereka mulai memperdengarkan suara mereka, terlebih pada petang hari
menjelang sembahyang "maghrib". Sholat atau sembahyang lima waktu
adalah salah satu pilar dari lima rukun iman dalam agama Islam. Pilar
lima waktu ini mengandung kekuatan khusus bagi setiap orang Muslim
dalam kehidupan setiap harinya.

Seirama dengan berputarnya bola bumi, waktu yang berbeda antara tempat
dan negara yang satu dengan yang lainnya, maka dalam 24 jam sehari,
lebih dari 14 abad suara deklarasi umat Islam yang mengatakan "Allahku
besar, tiada Tuhan selain Allah", telah sambung-menyambung bagaikan
gelombang yang membentuk suatu "lapisan awan kelabu" yang menyelimuti
bumi, dan menutupi mata dan telinga rohani saudara sepupu dari sang
Kebenaran itu (Yohanes 14:6).

Untuk dapat menembus awan kelabu dan membuka selubung yang menutupi
mata dan telinga rohani saudara sepupu kita tidaklah sulit. Mengapa?
Karena kita tidak berperang sendiri. Tuhan Allahmu, ada di antaramu
sebagai pahlawan yang memberi kemenangan (Zefanya 3:17). Roh yang ada
di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia (1Yohanes
4:4), dan berbagai janji Tuhan yang telah diberikan kepada kita
sebagai orang-orang yang percaya Tuhan Yesus. Yang diperlukan dari
kita adalah komitmen dan tekad, lebih disiplin dan berani berkorban
waktu. Apa yang akan kita lakukan? Kita hanya perlu mengambil waktu
untuk berdoa lebih awal mendahului saudara sepupu kita sembahyang. Isi
dari waktu doa kita selain "pujian, penyembahan, dan Firman Tuhan",
maka ditambahkan "Doa pergumulan rohani" yang bertujuan mengadakan:
"pengikatan, penerobosan, dan pembersihan suasana rohani" sehingga
saat kaum Muslim bersembahyang, mata dan telinga rohani mereka akan
terbuka.

Mintalah Tuhan berkenan menampakkan diri-Nya secara supranatural
kepada mereka, sehingga mereka akan memilih untuk percaya kepada Tuhan
(Mazmur 149:1-9; Matius 18:18-19, 28:8; 2Korintus 4:3-4, 10:3-5;
Efesus 6:10-12, Efesus 1:16-29). Lebih dalam lagi perhatikan
penjelasannya dalam "Doa 5 Patok". Setiap kita dapat memulai dengan
lingkungan dimanapun kita berada. Sebagai anak-anak Tuhan kita dapat
berdoa kapan saja, dimana saja, tanpa dibatasi oleh posisi tubuh,
Tuhan itu Roh .... (Yohanes 4:24), dan melalui Roh-Nya yang menyatu
dengan roh kita, kita dapat berdoa kepada-Nya (Roma 8:26). Marilah
kita menjadikan "Doa, pujian, penyembahan, dan peperangan rohani
sebagai jubah gaya hidup kita".


e-Doa ********************************************************* I-KAN


Anda terdaftar dalam e-DOA [40-Hari] sebagai [EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Arsip 40 Hari Doa:      http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
_____________________________________________________________________




Kirim email ke