DIKIRIM KEPADA: [email protected]

--------------------------------------------------------------------
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi)    Agustus 2001, Vol.4 No.34
--------------------------------------------------------------------

SEKILAS ISI:

  o [Editorial]
  o [Kesaksian Misi]       : Perjuangan Orang Kristen di Korea Utara
  o [Profil/Sumber Misi]   : International Christian Concern,
                             Penindasan Umat Kristen di Korea Utara
  o [Doa Bagi Misi Dunia]  : Korea Utara, Bhutan, Vietnam, Malawi
  o [Doa Bagi Indonesia]   : Dukungan Misi dalam Negeri
  o [Doa Bagi Asia]        : Korea Utara
  o [Surat Anda]           : Terima Kasih Atas Kiriman Bahan Doa
  o [URLs Edisi Ini]

***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
  e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
  mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************

** EDITORIAL **

   Salam Sejahtera

   Untuk menutup minggu terakhir bulan Agustus ini, edisi e-JEMMi
   akan mengulas secara khusus tentang kehidupan orang-orang Kristen
   di Korea Utara. Ketika penganiayaan terjadi atas orang percaya,
   sebagian kita mungkin bertanya-tanya "mengapa?". Begitu pula saat
   anda membaca kesaksian tentang penganiayaan yang menimpa saudara-
   saudara kita di Korea Utara ini. Namun dibalik setiap penderitaan
   tersebut, Tuhan yang maha Kuasa memiliki rencana yang indah bagi
   negara Korea Utara. Percayakah anda?

   Nah, apabila kita mungkin saat ini sedang mengalami keadaan serupa
   dengan orang-orang Kristen di Korea, janganlah cepat-cepat
   menyalahkan Tuhan, karena sering kita tidak melihat bagaimana
   tangan Tuhan sedang bekerja di balik penderitaan-penderitaan ini.

   Tuhan memberkati.

   Staf Redaksi

----------------------------------------------------------------------
** KESAKSIAN MISI **


             PERJUANGAN ORANG-ORANG KRISTEN DI KOREA UTARA
             =============================================

   Apakah anda pernah berpikir, bagaimana seandainya keluarga anda
   dikirim ke kamp-kamp konsentrasi, dimana kematian telah menunggu
   mereka, dimana mereka dipaksa bekerja dua puluh empat jam sehari,
   tujuh hari dalam seminggu, selama berbulan-bulan atau bahkan
   bertahun-tahun sampai kematian menjemput mereka? Apakah anda juga
   dapat membayangkan bagaimana seandainya mereka dihukum untuk
   melakukan tugas-tugas berbahaya dan menjijikan di septitank
   (pembuangan kotoran) dan tempat-tempat pengecoran logam, dipukul,
   disiksa, dan dibunuh dengan cara-cara yang sangat tidak manusiawi?
   Terbayang jugakah anda saat mereka dihukum mati di depan umum
   setelah menjalani penyiksaan fisik? Kami tidak sedang menggambarkan
   kekejaman terhadap kaum Yahudi di Auschwitz pada tahun 40-an, tetapi
   ini adalah kenyataan kekejaman terhadap orang-orang Kristen yang
   sungguh-sungguh terjadi di Korea Utara pada tahun 2000.

   Kekejaman mereka yang tak berperikemanusiaan dan mengerikan terhadap
   umat Kristen tersebut sulit untuk dibayangkan. Orang-orang Kristen
   yang ditahan di kamp-kamp tawanan di Korea Utara memiliki posisi
   yang unik. Mereka tidak ditahan untuk jangka waktu tertentu seperti
   tawanan-tawanan lainnya tetapi mereka di penjara selama mereka tetap
   memeluk kepercayaan mereka. Mereka baru akan dibebaskan jika mereka
   mau melepas kepercayaan Kristen mereka dan mau mengakui sistem
   kepercayaan Juche yang mengakui Kim Il Sung (pemimpin Korea Utara
   yang terdahulu) dan Kim Jong Il (pemimpin Korea Utara sekarang)
   sebagai penguasa tertinggi. Pengawas kamp akan memperoleh promosi
   bila mereka sukses dalam "merehabilitasi" tawanan yang memeluk agama
   Kristen. Tawaran promosi tersebut justru menjadi peluang bagi para
   pengawas untuk melakukan tindakan semena-mena, seperti pemukulan,
   penyiksaan, memberikan pekerjaan-pekerjaan yang berat, pemerkosaan,
   dan perlakuan-perlakuan keji lainnya terhadap tawanan yang beragama
   Kristen. Seorang mantan tawanan memberikan kesaksian bahwa ia pernah
   melihat seorang sipir menuangkan logam cair ke tubuh seorang tawanan
   Kristen hidup-hidup untuk memaksa tawanan tersebut melepaskan
   kekristenannya. Umat Kristen di Korea Utara ini sangat membutuhkan
   dukungan doa dari Gereja-gereja di seluruh dunia. Kelompok
   "Christian Human Rights" dan "Christian Solidarity Worldwide" telah
   mengadakan pertemuan dengan berbagai umat Kristen di Korea Utara
   untuk memperoleh fakta-fakta kekejaman tersebut dan meminta saran
   hal-hal apa saja yang perlu mereka doakan.

   Di bawah ini ada beberapa saran doa dari mereka:

   * Doakan penduduk Korea Utara yang bersembunyi di daerah-daerah
   perbatasan. Doakan pula keselamatan mereka saat mereka mencari
   makanan dan perlindungan, setelah mereka menjadi orang Kristen.

   * Doakan untuk umat Kristen di kamp-kamp tawanan politik di Korea
   Utara agar Tuhan sudi memberi ketabahan bagi mereka, kedamaian dan
   kegembiraan bahkan di saat-saat yang paling sulit sekalipun.

   * Doakan agar masyarakat internasional memiliki tekad untuk
   memperjuangkan hak-hak asasi manusia masyarakat Korea Utara. Doakan
   juga agar mereka tetap konsisten dalam menekan pemerintah Korea
   Utara untuk menghapus kamp-kamp tawanan politik dan memjamin
   kebebasan beragama bagi penduduknya.

   Sumber: Christian Solidarity Worldwide, July 2001.

----------------------------------------------------------------------
** PROFIL/SUMBER MISI **

 INTERNATIONAL CHRISTIAN CONCERN
==>     http://www.persecution.org/
   International Christian Concern (ICC) hadir untuk mengingatkan kita
   akan pentingnya kebebasan beragama dan mendukung umat percaya yang
   mengalami penganiayaan karena iman mereka melalui doa." Karena itu,
   Situs ICC ini menyediakan newsletter, buletin permohonan doa, laporan-
   laporan berita tentang hak asasi manusia dan profil negara-negara di
   Afrika, Asia, Eropa, Amerika Latin dan Timur Tengah dimana penduduk
   Kristennya mengalami penganiayaan. Bila anda tertarik dengan informasi
   pelayanan yang dilakukan ICC, silakan berkunjung langsung ke Situsnya,
   atau subscribe newsletter yang diterbitkannya ... gratis.

 PENINDASAN UMAT KRISTEN DI KOREA UTARA
==>     http://www.csw.org.uk/
   Sehubungan dengan penindasan umat Kristen di Korea Utara yang
   diliput dalam sebuah artikel yang berjudul "What In The World"
   (Agustus, 2001), Dr. Alan Hobson dari "Christian Solidarity"
   memberikan tanggapan. "Saya sangat tertarik dengan artikel-artikel
   yang telah anda kirimkan, hampir semua artikel tersebut membantu
   tugas-tugas saya. Namun demikian, tampaknya anda kurang mengetahui
   informasi terbaru tentang penindasan umat Kristen di Korea Utara.
   Oleh sebab itu, saya ingin memberikan informasi tambahan tentang hal
   tersebut yang mungkin dapat bermanfaat. Saya bekerja dalam
   organisasi yang berjuang untuk kebebasan agama Kristen 'Christian
   Solidarity Worldwide'. Pada akhir tahun yang lalu, organisasi kami
   mengirimkan tim untuk mengumpulkan bukti-bukti secara langsung atas
   perlakuan kejam terhadap umat Kristen di Korea Utara. Mungkin anda
   tertarik dengan laporan yang telah kami buat." Lalu bersama dengan
   suratnya, Alan melampirkan satu laporan lengkap ditambah satu
   halaman kesimpulan tentang penganiayaan terhadap umat Kristen di
   Korea Utara. Halaman kesimpulan tersebut dapat anda baca di kolom
   Kesaksian Misi di atas.

----------------------------------------------------------------------
** DOA BAGI MISI DUNIA **

 K O R E A  U T A R A
   Saat ini, penduduk Korea Utara sedang menderita akibat dilanda
   bencana kekeringan terburuk di sepanjang sejarah. Kekurangan gizi
   dan banyaknya penyakit telah merenggut lebih dari 1 juta nyawa
   penduduk. Hal itu dimulai sejak tahun 1994, saat mereka mulai
   mengalami kekurangan pangan dan bencana alam bertubi-tubi, ditambah
   dengan terjadinya salah urus dalam pemerintahan pusat. "Serangkaian
   bencana kekeringan dan banjir yang melanda Korea Utara beberapa
   tahun terakhir ini hampir mengakibatkan terjadinya bencana kelaparan
   besar-besaran," kata M.A. dari Michigan-based International Aid.
   "Kebanyakan yang meninggal adalah anak-anak. Sedangkan anak-anak
   yang masih dapat bertahan terlihat kecil, kurus kering dan
   menunjukkan tanda-tanda kekurangan vitamin. Saya telah melihat
   banyak apotik di Korea Utara yang tidak lagi memiliki persediaan
   obat-obatan, yang tersedia hanya daun-daun dan obat-obatan
   tradisional." Sampai saat ini International Aid telah mengirim
   sembilan kapal yang mengangkut persediaan kebutuhan hidup ke Korea
   Utara. Korea Selatan juga turut mengirimkan bantuan. "Kami berharap
   bahwa bantuan ini akan menciptakan kesempatan untuk meningkatkan
   kesadaran dan kepedulian masyarakat Kristen di Korea Selatan, serta
   akan membuka kesempatan terjadinya rekonsiliasi antara Korea Selatan
   dan Utara." kata M.A.
   Sumber: WHAT IN THE WORLD ... is God doing? August 2001
   * Doakan agar penduduk Korea Utara dapat terus bertahan hidup di
     tengah-tengah situasi yang menyedihkan tersebut, dan bantuan dari
     luar dapat diterima oleh mereka yang paling memerlukan; dan agar
     orang seperti kita, yang punya lebih dari cukup, bisa digerakkan
     oleh Kasih Allah!
   * Berdoa agar mereka dapat mengenal Kasih Allah, melihat bagaimana
     Dia bekerja melalui penderitaan-penderitaan yang mereka alami, dan
     menjadi lebih terbuka bagi Injil.
   * Doakan juga supaya proses rekonsiliasi Korea Selatan dan Utara
     dapat segera terwujud, sehingga Korea Utara bisa di"bebas"kan
     secara politik dan ekonomi!

 B H U T A N
   Negara kecil Bhutan, terletak dipegunungan Himalaya yang berbatasan
   dengan Tibet, China dan India, telah memperbesar penganiayaan mereka
   melawan orang-orang Kristen. Tahun lalu raja Bhutan memberikan satu
   pidato yang menganjurkan rakyatnya agar mereka lebih baik menjadi
   pengikut Budha saja. Orang-orang Kristen diminta untuk berjanji
   secara tertulis bahwa mereka tidak akan berkumpul untuk menyembah
   dan menginjili. Jika mereka tidak menandatangani perjanjian mereka
   akan kehilangan pendidikan dan perawatan medis yang gratis. Dalam
   beberapa kasus orang-orang Kristen dipukul dengan kasar, dilarang
   berkumpul bersama, diberhentikan dari pekerjaan dan dipaksa keluar
   dari negara tersebut.
   Sumber: WHAT IN THE WORLD ... is God doing? August 2001
   * Doakan untuk orang-orang Kristen di Bhutan agar mereka dapat
     bertahan di tengah-tengah penganiayaan yang dihadapi.
   * Berdoa agar penganiayaan itu tidak menghentikan laju mereka untuk
     menjadi saksi-saksi Kristus di Bhutan.

 V I E T N A M
   Munculnya kembali penganiayaan melawan orang-orang Kristen di
   Vietnam dilaporkan oleh D.C. (nama orang) dari "International
   Needs Network" yang menjelaskan bagaimana permasalahan ini telah
   mempengaruhi program outreach mereka. "Seluruh kelompok perintisan
   gereja kami telah menutup pelayanan mereka di satu daerah dan
   terpaksa pindah ke daerah lain sebab mereka mendapat tekanan dan
   serangan dari pemimpin-pemimpin kelompok politik di lingkungan
   tersebut. Penyerangan fisik dan dalam bentuk lain telah menjadi hal
   yang biasa, tapi ini menjadi hal yang terlalu membahayakan mereka
   jika tetap tinggal di daerah tersebut." Menurut D.C. bagaimanapun
   juga, pelayanan akan tetap diteruskan untuk memperluas program
   outreach dari "International Needs Network", dengan cara merilis
   satu program yang akan memberikan pelatihan tambahan sekaligus
   dorongan bagi para perintis gereja yang saat ini melayani di daerah-
   daerah yang sama sekali tertutup bagi Injil, termasuk Vietnam.
   Sumber: Mission Network News, July 19, 2001
   * Berdoalah agar pelayanan outreach di Vietnam dapat berjalan dengan
     baik.
   * Doakan juga untuk perlindungan baik fisik maupun rohani bagi para
     pemimpin Kristen saat mereka menjangkau orang-orang Vietnam yang
     belum pernah mendengar Injil.

 M A L A W I
   Pulau kecil Malawi telah membuktikan diri sebagai negara di Afrika
   Pusat yang paling responsif terhadap Injil. Namun, masih banyak desa
   Muslim di sekitarnya yang berpikir bahwa Yesus hanyalah seorang
   nabi. Mulai terjadi perubahan pemikiran semenjak ada pasangan
   misionaris dari Afrika Selatan yang mengenalkan Yesus kepada
   penduduk desa-desa tersebut. Melalui pelayanan yang dilakukan,
   antara lain lewat pemutaran Film Yesus, banyak penduduk mulai
   percaya kepada Yesus. Misionaris ini juga mengajarkan tentang
   keahlian bertani dan membaca kepada penduduk desa. Bahkan saat ini
   mereka telah mulai penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Yao, yang
   diperkirakan akan memakan waktu selama 12 tahun.
   Sumber: Friday Fax, Agustus 2001
   * Berdoa untuk pelayanan PI yang dilaksanakan di Malawi dan
     bersyukur untuk setiap penduduk desa yang percaya kepada Yesus
     melalui pelayanan tersebut.
   * Doakan untuk pasangan misionaris Afrika Selatan ini yang sedang
     menerjemhakan Alkitab dalam bahasa Malawi. Kiranya Allah
     senantiasa mencurahkan hikmat-Nya sehingga penerjemahan Alkitab
     dapat berjalan lancar dan selesai secepatnya.

----------------------------------------------------------------------
** DOA BAGI INDONESIA **

   Dukungan Misi dalam Negeri
   --------------------------
   * Doakan mereka (puluhan orang) yang sudah dipanggil oleh TUHAN
     untuk menjadi misionaris di antara suku-suku yang terabaikan, agar
     mereka dapat diutus. Mereka memerlukan persiapan, ketabahan dan
     iman, di samping ini mereka perlu diberanikan dan dikuatkan
     oleh jemaat-jemaat dan saudara-saudara seiman.

   * Doakan gereja-gereja di Indonesia yang mau dengan sukacita
     mendukung, mendoakan, dan mengutus para penginjil, harap lebih
     banyak gereja mau menjadi pengutus para penginjil buat suku-suku
     yang terabaikan!

  [[Cat. Red.: Pokok doa suku-suku di Indonesia bisa anda dapatkan
    dalam setiap edisi e-JEMMi. Bila menginginkan versi bukunya,
    <[EMAIL PROTECTED]> akan bisa me-forward surat anda ke sumbernya.]]

   Sumber: Pokok-pokok Doa Penginjilan Sedunia;
           Edisi Agustus dari Persekutuan Doa Timotius

----------------------------------------------------------------------
** DOA BAGI ASIA **

 KOREA UTARA : Republik Rakyat demokratik Korea

   Luas 123.000 km2. Bagian terbesar dari semenanjung Korea,  tetapi
   iklimnya lebih dingin dibandingkan dengan Korea Selatan.
   --------------------------------------------
   Penduduk  Jumlah  Pertumbuhan/th.  Kepadatan
   --------------------------------------------
   1990     22.937.000     2,4%        187/km2
   1995     25.548.000     2.2%        209/km2
   --------------------------------------------
   Suku Bangsa:
   Orang Korea 99,8%. Orang Cina 0,2%
   Bebas buta huruf 91%. Bahasa nasional: Bhs. Korea

   Ibu kota: Pyongyang 2.355.000. Penduduk perkotaan 64%.

   Negara Korea Utara melaksanakan industrialisasi yang menyeluruh
   terhadap sumber-sumber mineral yang sangat besar. Namun ekonomi
   sosialis yang diawasi oleh pemerintah pusat mengalami penurunan
   terus menerus karena biaya anggaran belanja untuk militer sangat
   tinggi. Hal ini merupakan usaha mereka untuk mewujudkan diri menjadi
   sebuah negara yang memiliki kekuatan nuklir setelah bantuan dari
   Cina dan Uni Sovyet dihentikan. Pada th. 1993 ekonomi hampir saja
   runtuh dan bahan makanan pokok dijatah secara terbatas. Pendapatan
   per orang US $ 919 (4,3% dibanding USA).

   Negara Korea pernah dijajah Jepang pada th. 1910-1945. Atas desakan
   Rusia, Korea dibagi menjadi dua setelah Perang Dunia ke-II.
   Pemerintahan komunis didirikan pada th. 1948 di Utara. Korea Utara
   menyerbu Korea Selatan pada th. 1950 dan perang berlangsung sampai
   th. 1953. Angkatan bersenjata Korea Utara yang besar dengan
   kemampuan kekuatan nuklir terus mengancam akan melakukan invasi
   kedua. Salah satu dari pemerintahan yang paling menindas di dunia.
   Berpegang sepenuhnya pada ajaran dinasti Marxis Kim Il-Sung dan
   anaknya. Kadang-kadang tampak ada tanda-tanda penyatuan kedua negara
   Korea, tetapi perbatasan yang dibentengi di antara keduanya tetap
   merupakan salah satu perbatasan di dunia yang tidak dapat ditembus.

   Semua agama ditindas dengan keras. Ribuan orang Kristen dibunuh
   selama dan setelah Perang Korea. Jumlah penganut agama tidak
   diketahui, sehingga angka-angka yang diberikan hanya perkiraan.

   Penduduk yang tidak beragama 68%. Agama-agama Korea 29,5%
   (Shamanisme, Konfusianisme). Budha 1,7%. Kristen 0,6-2%. Protestan
   1,7%. Data di bawah ini hanya perkiraan kasar.

   Gereja                       Jemaat     Gabungan
   ------------------------------------------------
   Orang percaya diam-diam        --        80.000
   Federasi Kristen Korea          2        12.000
   ------------------------------------------------
   Total                          --        92.000
   Injili 0,36% dari penduduk.
   Katolik 0,2%.
   Asosiasi Katolik                1        50.000

   POKOK-POKOK DOA

   1. Pemimpin Korea Utara dan anaknya hampir-hampir didewakan oleh
      propaganda dan puji-pujian yang berlebih-lebihan. Doakan agar
      waktunya segera tiba ketika Yesus Kristus boleh disembah secara
      terbuka, dan bukannya manusia yang disembah.

   2. Gereja di Korea Utara adalah tempat lahirnya pembaharuan rohani.
      Pada th. 1945, Pyongyang memiliki 13% orang Kristen dan di utara
      ada 400.000 orang Kristen. Orang Kristen umumnya melarikan diri
      ke Selatan selama Perang Korea atau mati syahid, dan gedung-
      gedung gereja dihancurkan. Hanya sedikit yang diketahui tentang
      gereja bawah tanah, tetapi diketahui bahwa mereka bertahan dan
      mungkin telah bertumbuh. Ada tiga gereja di ibu kota yang
      diperbolehkan pemerintah untuk mengadakan kebaktian, tetapi hanya
      sebagai "gereja pamer" guna menyelubungi mata para pengunjung
      asing. Doakan untuk anugerah dan daya tahan bagi orang-orang
      percaya dan untuk kebebasan beragama.

   3. Mayoritas penduduk belum pernah mendengar nama Yesus. Kesempatan
      untuk mengenal Allah telah terhapus bagi banyak orang karena
      penindasan yang menakutkan seperti mimpi buruk, tuntutan untuk
      penyesuaian diri sepenuhnya, dan pengasingan dari dunia luar.
      Doakan agar keadaan orang Korea yang telah lama menderita ini
      dapat diubah dan agar kekosongan jiwanya dapat diisi. Pertobatan
      kepada Allah dapat menjadi luar biasa, bilamana Komunisme runtuh.

   4. Para mahasiswa Korea Utara yang belajar di Uni Sovyet dan
      negara-negara Komunis di Eropa mendengar Injil ketika Komunisme
      runtuh. Beberapa percaya kepada Tuhan sebelum mereka pulang.
      Berdoa agar mereka dapat berdiri teguh di tengah lingkungan
      rohani yang bermusuhan.

   5. Sarana-sarana untuk pemberitaan Injil sangat terbatas:
      a. Radio. Banyak siaran-siaran Kristen dari Korea Selatan serta
         dari TWR Guam dan FEBC Korea Selatan menjangkau sampai ke
         Korea Utara, tetapi hampir semua pesawat radio sudah disetel
         pada stasiun-stasiun pemerintah dan hanya sedikit orang yang
         dapat mendengar siaran-siaran Injil ini.
      b. Sarana-sarana yang aneh-aneh. Ini termasuk literatur yang
         mengapung di lepas pantai dari lautan, kiriman-kiriman balon
         dan beberapa literatur yang berhasil dibawa masuk ke dalam
         negara tersebut.
      c. Orang Kristen Korea dari Cina dan beberapa tempat lain yang
         dapat mengunjungi dan bersaksi di negara ini.
      d. Orang Kristen Korea Selatan telah bertahun-tahun berdoa dan
         menyiapkan diri untuk memanfaatkan kesempatan, bila negara ini
         terbuka untuk Injil. Berdoa agar hal ini dapat segera
         diwujudkan.

    Sumber bahan adalah ringkasan dari:
    * Buku "DOAKANLAH ASIA! Pedoman Pokok Doa untuk Negara-negara
      Asia"; karya Patrick Johnstone.
      [Bagian dari Buku Asli "OPERATION WORLD, The Day-by-Day Guide to
      Praying For the World"; karya Patrick Johnstone, 1993]
    * CD-ROM SABDA [Nomor Topik: 18923]

----------------------------------------------------------------------
** SURAT ANDA **

   Dari: "maria mukeri" <sutera@>
   >Saya rasa terharu bila membaca bahan doa hari ini, khususnya untuk
   >situasi di negara Indonesia. Seperkara yang saya rasanya bertanya
   >di hati saya adalah : mengapa begitu sulit untuk negara ini
   >dipulihkan !.. namun saya berbangga bila membaca respon-respon
   >I-KAN bagaimana menghadapi masalah ini, yaitu dengan bersandar
   >sepenuhnya kepada Tuhan, memang benar dan saya aminkan bahawa Tuhan
   >adalah Gembala kita, sungguh takkan kita kekurangan, walau berjalan
   >dalam lembah kekelaman, kita tak takut, sebab DIA beserta kita....
   >Sebagai anak Bapa di surga, sudah tentu rumah kita di Surga. Dunia
   >hanya sementara, kita sebagai musafir, hanya pasrah kepada DIA
   >yang empunya bumi dan segala Isinya. Apa yang penting adalah
   >mendekat padaNya, berharap padaNya dan pasrah padaNya.. tetaplah
   >Kuat, dan hanya dialah Jawaban bagi Indonesia .. Amen

   Redaksi:
   Terima kasih atas surat anda yang memberi dorongan kepada kami semua
   agar selalu bersandar kepada Tuhan dan kami tentu setuju bahwa rumah
   kita yang sesungguhnya bukan di dunia ini tapi di sorga di mana
   Allah ada. Namun sementara kita ada di dunia ini marilah kita
   menggunakan waktu dengan baik untuk giat bekerja memulihkan bangsa
   ini dari ketepurukan yang dalam, memanfaatkan setiap momentum untuk
   memenangkan jiwa dan menggerakkan umat Tuhan untuk memuliakan nama-
   Nya sekuat tenaga, selama kita masih hidup.

----------------------------------------------------------------------
** URLS Edisi Ini **

* FridayFax                  http://www.egroups.com/groups/FridayFax/
* Mission Network News             http://www.missionnetworknews.org/
* WHAT IN THE WORLD... http://www.egroups.com/messages/whatintheworld


_____________________________ DISCLAIMER _____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2001 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <[EMAIL PROTECTED]>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <[EMAIL PROTECTED]>
Staf Redaksi: Rudy Kurniadi, Natalia Endah S., Tabita Rini, Asih, dkk.
______________________________________________________________________
Situs Web e-MISI/e-JEMMi (Arsip/Link/dll):  http://www.sabda.org/misi/
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk Arsip ...                     http://www.sabda.org/misi/e-jemmi/
______________________________________________________________________

     "Tidak ada keadaan seburuk apapun yang dapat menghalangi kita
                    untuk menyatakan kebaikan Tuhan." 


_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
 'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
 "Siapakah yang akan Kuutus,  dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" 
  Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"'                 (Yesaya 6:8)

Kirim email ke