DIKIRIM KEPADA: [email protected]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Desember 2002, Vol.5 No.52
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Renungan Natal] : Menghargai Natal di dalam Hati Kita
o [Kisah Natal] : Rahasia Memberi dengan Sukacita
o [Kesaksian Natal] : Renungkan Arti Kelahiran-Nya
o [Profil/Sumber Misi] : Perayaan Natal dari Voice of The Martyrs
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Daftar 10 Negara Teraniaya:
10 Alasan Mengapa Kita Harus Menghargai Natal
o [Dari Meja Redaksi] : Program Intensif 2003 -- STTRII
o [Surat Anda] : Ucapan Selamat Natal
o [URLs Edisi Ini]
***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
"Kesukaan bagi dunia, Tuhanmu telah datang.
Bri hatimu kepada-Nya, Bersorak nyanyilah!!"
(Lagu: Kesukaan Bagi Dunia -- Joy to the World)
Lagu-lagu pujian Natal saat ini pasti sedang berkumandang di seluruh
penjuru tempat. Perayaan Hari Natal yang ditunggu-tunggu telah tiba.
Semua orang Kristen bersukacita karena memperingati kelahiran Yesus
Kristus, Sang Raja. Peristiwa Natal ini mengingatkan kita pada hari
Natal yang pertama ketika Allah mengutus Anak-Nya untuk turun ke
dunia dalam rupa manusia. Allah hadir bukan sekedar untuk duduk,
menyaksikan atraksi, atau sekedar memberikan sambutan. Allah hadir
untuk menolong, menyelamatkan, dan mengorbankan diri-Nya bagi
manusia yang berdosa. Tiga sajian dalam edisi Natal ini mengajak
kita untuk merenungkan/menghargai "Makna Natal" dalam hati kita
dan menolong kita untuk dapat membagikan sukacita Natal kepada
orang lain yang belum memilikinya.
"Hari ini telah lahir
bagimu Juruselamat,
yaitu Kristus,
Tuhan,
di kota Daud." (Lukas 2:11)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Lukas+2:11 >
Segenap Redaksi e-JEMMi mengucapkan:
Selamat Merayakan Natal 2002!
dan
Selamat Menyambut Tahun Baru 2003!!
Staf Redaksi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ RENUNGAN NATAL ~~
MENGHARGAI NATAL DI DALAM HATI KITA
===================================
Oleh: James Montgomery Boice
Bagaimana kita seharusnya merayakan Natal? (Renungkan Lukas 2:8-20)
Jika Anda bukan orang Kristen, cara yang terbaik untuk merayakan
Natal adalah dengan menjadi orang Kristen, yaitu dengan percaya
kepada Tuhan Yesus, meminta Dia agar masuk ke dalam hati Anda dan
mengambil keputusan untuk mau mengikut Dia sebagai murid-Nya.
Tetapi mungkin Anda sudah menjadi orang Kristen. Mungkin Anda sudah
percaya kepada Tuhan Yesus. Kalau demikian, bagaimana seharusnya
Anda merayakan Natal?
Kisah tentang Maria, para gembala, dan para malaikat akan memberikan
beberapa petunjuk.
PERTAMA, para gembala "memberitahukan apa yang telah dikatakan
kepada mereka tentang Anak itu" (Lukas 2:17). Ini berarti mereka
menjadi saksi-saksi Tuhan Yesus. Bahwa Allah memakai mereka untuk
menyebarluaskan berita surgawi ini, tentunya membuat mereka
tercengang. Para gembala merupakan orang dari kalangan bawah yang
dianggap rendah di dalam masyarakat Palestina pada awal abad
pertama. Keadaan mereka menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti
upacara-upacara, yang mempunyai arti yang sangat penting bagi
orang-orang yang beragama. Para gembala juga dianggap tidak dapat
dipercaya dan bahkan tidak diperkenankan memberi kesaksian di depan
pengadilan.
Tetapi para malaikat datang kepada para gembala membawa berita yang
besar, yaitu bahwa Kristus Tuhan -- Juruselamat dunia -- telah lahir
di kota Daud (ayat 11). Dan bertentangan dengan anggapan orang lain
terhadap diri para gembala, para gembala itu dapat mengerti bahwa
orang yang sesat itu perlu mendengar berita besar itu. Keadaannya
masih tetap sama sampai sekarang. Tuhan Yesus adalah Juruselamat
dunia. Dan tanpa Tuhan Yesus manusia masih tetap dalam keadaan
tersesat.
KEDUA, orang yang mendengar berita itu "heran tentang apa yang
dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka" (ayat 18). Orang pada
zaman sekarang hampir tidak heran terhadap apapun juga, tetapi sulit
sekali untuk dapat melihat orang yang dapat memahami apa yang
dimaksudkan dengan Natal tanpa ia menjadi heran dan kagum. Natal
adalah kisah tentang Allah yang menjadi manusia, seperti kita,
supaya dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Kebenaran ini
sungguh sangat mengherankan, sehingga orang percaya, termasuk para
gembala! Tetapi, apakah Anda juga merasa heran dan kagum apabila
Anda memikirkan tentang apa yang telah dilakukan Allah untuk kita?
Ya, masih ada banyak hal mengenai "Allah yang menjadi manusia" yang
tidak dapat kita pahami, tetapi seandainya kita dapat memahami
sedikit saja tentang hal ini, kita seharusnya masih merasa heran dan
kagum.
KETIGA, "Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan
merenungkannya" (ayat 19). Apa yang dilakukan Maria sudah lebih
daripada sekedar heran, meskipun ia merasa kagum dan bertanya-tanya.
Wanita yang luar biasa ini juga mencoba mengingat segala sesuatu
yang terjadi pada dirinya pada hari-hari itu dan membayangkan apa
artinya setiap peristiwa itu. Maksudnya Maria menyediakan waktu
untuk memikirkan tentang hal-hal rohani, sebagaimana yang seharusnya
kita lakukan. Natal adalah waktu yang sangat sibuk. Tetapi waktu
kita akan digunakan sia-sia, apabila kita membiarkan diri terlibat
dalam segala kesibukan Natal sehingga kita tidak dapat membaca
cerita Natal berulang-ulang serta merenungkannya.
KEEMPAT, "Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan
memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka
lihat" (ayat 20). Ini berarti bahwa mereka tidak hanya berbicara
kepada orang lain tentang kelahiran Tuhan Yesus. Mereka juga
berbicara kepada Tuhan Allah dan memuji Dia untuk hal ini. Mereka
memandang kelahiran Tuhan Yesus sebagai sesuatu yang telah dilakukan
Allah dan mereka hendak berterima kasih kepada-Nya.
Di sini ada satu saran. Seandainya Anda ingin mencoba merayakan
Natal seperti Maria dan para gembala, janganlah mulai dengan ayat
17, yang mengatakan agar kita menceritakan kepada orang lain tentang
Tuhan Yesus. Mulailah dengan ayat 18-20, yang mengatakan agar kita
merasa heran terhadap kelahiran Tuhan Yesus, merenungkan apa
artinya, dan memuji Allah untuk hal itu. Pujilah Tuhan, karena Ia
mengutus Tuhan Yesus. Coba Anda pikirkan, mengapa Tuhan Yesus datang
dunia pada malam yang dingin ribuan tahun yang lalu? Dan biarlah
kita merasa heran dan kagum atas kelahiran, kehidupan, kematian, dan
kebangkitan Tuhan Yesus sehingga Anda tidak perlu mengalami
penghakiman Allah yang adil atas doa-doa Anda, sebaliknya Anda telah
diselamatkan dari semua itu.
Apabila Anda sudah dengan sungguh-sungguh memikirkan hal ini dan
berterima kasih kepada Allah atas itu semua, kembalilah kepada ayat
17 yang menyatakan agar Anda menceritakan kepada orang lain,
sebagaimana yang dilakukan oleh para gembala itu. Dan akhirnya,
pikirkan tentang apa yang dapat Anda berikan kembali kepada Tuhan
atas karunia-Nya yang sangat menakjubkan itu.
PERTANYAAN DAN RENUNGAN
-----------------------
1. Sebutkan beberapa hal yang membuat Anda paling merasa takjub
mengenai cerita Natal?
2. Jika seseorang berkata kepada Anda, "Katakan, mengapa Allah
mengutus Tuhan Yesus ke bumi ini?", apa yang akan Anda katakan?
3. Dapatkah Anda mengingat akan seseorang yang perlu Anda
beritahukan tentang cerita Natal yang menakjubkan itu?
Bagaimana Anda akan melakukan hal ini selama masa Advent?
Sumber:
Judul Buku : Kristus di dalam Natal --
Perayaan Advent di Tengah Keluarga
Judul Artikel: Menghargai Natal di dalam Hati Kita
Pengarang : James Montgomery Boice
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1996
Halaman : 205 - 207
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ KISAH NATAL ~~
RAHASIA MEMBERI DENGAN SUKACITA
===============================
Natal -- masa untuk memberi dan menerima hadiah -- sudah tiba.
Sambil memikirkan kegiatan komersialisme yang tampaknya menjadi ciri
dalam masa Natal, saya mulai berpikir apakah Alkitab menuliskan
tentang hadiah dan memberi, yang mungkin dapat membantu.
Waktu saya membuka Alkitab, salah satu bagian dari Khotbah di Bukit
tampaknya berhubungan erat dengan hal itu. Apabila kita ada di Bait
Allah, kata Yesus, dan kita mau membawa persembahan kepada Tuhan,
dan teringat bahwa ada seseorang yang membenci kita, maka kita harus
menunda persembahan itu. Kita harus pergi dan berdamai dahulu dengan
saudara kita, lalu kembali untuk memberikan persembahan kita kepada
Tuhan; barulah Ia akan menerima persembahan kita dan memberkati
kita. Rupanya Tuhan ingin mengatakan bahwa hubunganlah yang
terutama; setelah itu baru pemberian.
Apabila hubungannya sudah benar, maka pemberian menjadi sangat
berharga. Saya ingat pada suatu musim gugur, ayah saya menghabiskan
waktu berminggu-minggu membuat hadiah Natal untuk saya -- sebuah
tempat tidur boneka, lemari rias, dan lemari untuk barang pecah
belah. Sampai hari ini saya dapat memejamkan mata dan melihat dengan
jelas perabotan mini itu, dicat putih dengan tombol gelas pada laci
dan pintu lemari. Tetapi alasan saya mengingatnya dengan penuh kasih
dan dengan rinci ialah karena hadiah itu mengungkapkan hubungan ayah
dan anak yang akrab di balik itu. Perabotan yang dibuat dengan
tangan itu seolah-olah menyatakan, "Ayah mengasihimu; engkau berarti
bagi Allah -- cukup berarti bagi waktu dan usaha Ayah yang terbaik."
Hadiah seperti itu merupakan ungkapan kasih yang tidak mementingkan
diri sendiri. Apakah begitu juga dengan semua hadiah Natal yang kita
berikan? Bukankah kadang-kadang kita menggunakan benda sebagai
hadiah untuk menyembunyikan atau menutupi hubungan yang rusak? Atau
-- yang lebih umum -- bukankah kadang-kadang kita mengambil sikap:
"Saya memberi hadiah ini untuk Anda karena saya merasa harus
memberi (karena Anda mengharapkannya, atau karena Anda mungkin
akan memberi sesuatu kepada saya dan saya harus membalas, atau
karena saya benar-benar tidak tahu bagaimana melepaskan diri
dari tradisi bertukar hadiah yang membosankan dan tanpa
sukacita ini)?"
Mungkin pada hari Natal ini kita sebaiknya memeriksa apakah dalam
daftar hadiah kita ada pemberian yang termasuk dalam kelompok
tersebut. Bila ada, mengapa tidak mencoba menjelaskan apa yang lebih
dipentingkan Yesus dalam keadaan seperti ini: mula-mula berdamailah
dahulu dengan saudara Anda, lalu berikanlah pemberian Anda.
Kita dapat mencobanya dengan satu orang. Waktu kita memeriksa daftar
yang kita buat, apakah ada di antaranya yang selalu menimbulkan
kesulitan bagi kita dalam menemukan hadiah yang sesuai? Apakah waktu
berbelanja hadiah untuknya kita merasa marah? Apakah ada orang yang
membuat kita merasa tidak enak, apa pun hadiah yang kita berikan?
Ini merupakan ciri-ciri hubungan yang perlu diperbaiki.
Setelah kita memilih orangnya, langkah berikutnya adalah menyediakan
waktu setiap hari untuk memikirkan dan mendoakan hubungan kita.
Apakah orang itu tetangga kita atau rekan sekerja kita? Mungkin kita
tidak pernah sungguh-sungguh menganggapnya sebagai seorang pribadi.
Kita tidak cukup peduli untuk mencari tahu kebutuhannya atau
kegemarannya. Jalan keluarnya bisa berupa janji untuk makan siang,
kunjungan ke rumahnya, setengah jam percakapannya yang sungguh-
sungguh. Apakah ada dendam yang lama disimpan tanpa disadari di
antara kita atau dalam keluarga? Hubungan seperti ini dapat
dipulihkan dengan sebuah surat, pertemuan empat mata atau pengakuan
yang tulus.
Hubungan apa pun yang kita pilih untuk diperbaiki dan langkah apa
pun yang kita ambil untuk memperbaikinya, kita harus menunggu sampai
kita puas bahwa apa yang kita lakukan sudah seperti yang dimaksudkan
Tuhan. Setelah itu kita baru melanjutkan dengan memilih sebuah
hadiah. Harga tidak menjadi masalah, karena bila diberikan dengan
tulus, hadiah kita merupakan ungkapan kasih yang nyata. Apabila kita
memberi dengan dasar kasih, maka kita benar-benar mempersiapkan diri
untuk menyambut hari Natal, waktu kasih itu sendiri turun ke dunia.
Maka bersama dengan orang-orang majus kita juga dapat berlutut di
dekat palungan-Nya dan mengucap syukur atas hadiah terbesar yang
diberikan-Nya.
Sumber:
Judul Buku : Kisah Nyata Seputar Natal
Judul Artikel: Rahasia Memberi dengan Sukacita
Pengarang : Catherine Marshall
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1998
Halaman : 205 - 207
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ KESAKSIAN NATAL ~~
RENUNGKAN ARTI KELAHIRAN-NYA
============================
"Terang yang ilahi, Allah yang sejati, t'lah turun menjadi manusia.
Allah sendiri dalam rupa insan! Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!"
Lagu Kidung Jemaat 109:2
Apa perbedaan yang terjadi dengan adanya kelahiran Yesus? Itu adalah
pertanyaan yang patut direnungkan sepanjang masa Advent.
Seperti apa keadaan dunia kalau Ia tidak pernah lahir? Apakah kita
masih menanti kelahiran-Nya? Apakah kita akan berharap Ia akan
datang pada masa kehidupan kita? Pada hal apa kita akan mendasarkan
iman kita? Dalam hal apa iman kita akan berbeda?
Bagaimana perasaan kita kalau Ia tidak berjanji untuk mengirim
Penghibur yang lain ketika Ia kembali ke surga? Mengapa penting bagi
kita Ia berjanji untuk kembali ke dunia?
Advent adalah saat yang tepat untuk mendiskusikan dengan keluarga
pertanyaan-pertanyaan ini dan pertanyaan lainnya. Tanyakan
"Bagaimana kalau?" Tempatkan diri Anda pada kedudukan orang-orang
yang hidup jauh sebelum Yesus lahir.
Pikirkan Tentang Kedatangan-Nya ke Bumi
---------------------------------------
Pada saat teduh pribadi Anda, mungkin Anda ingin membuat daftar
"alasan mengapa saya senang Yesus turun ke bumi." Inilah yang
dilakukan Cynthia pada suatu masa Natal. Baru-baru ini ia
menceritakan pengalamannya pada saya.
"Setiap hari selama Advent, saya menulis di catatan pribadi saya,
satu alasan mengapa saya senang Yesus lahir di dunia, dan
kemudian saya merenungkan alasan itu beberapa kali sehari --
seperti ketika saya naik kereta api bawah tanah ke tempat kerja,
ketika berjalan ke kantor, dan seterusnya.
"Sepanjang hari saya memikirkan apa yang saya tulis. Tampaknya
selama seminggu penuh saya tidak bisa melepaskan diri dari
pikiran itu, dari semua arti Juruselamat -- penyembuh, penebus,
penolong.
"Perlahan-lahan saya menjelajahi pikiran lainnya: 'Saya senang
Ia datang, jadi ada yang saya panggil Tuhan'; 'Saya senang Ia
datang, saya bisa mempunyai dasar sukacita yang kokoh dalam
kehidupan saya.'"
Mungkin Anda ingin menyarankan pada kelas Pemahaman Alkitab atau
persekutuan Anda untuk merenungkan kedatangan-Nya dengan cara
seperti Cynthia. Mulailah dengan daftar kata-kata yang menyatakan
konsep hal-hal yang paling penting bagi Anda: penyelamatan,
pengampunan, kemerdekaan, sukacita, kasih, persekutuan, keamanan,
persahabatan. Kemudian renungkan cara Yesus mengisi konsep-konsep
ini dalam kehidupan Anda.
Dorong anak-anak Anda untuk membuat daftar alasan mengapa mereka
senang Yesus turun ke bumi. Seorang anak yang menjadi teman saya,
Catherine, berumur delapan, menulis di catatan Adventnya:
"Saya senang Yesus datang karena kami bisa memasang pohon Natal.
Saya senang pohon Natal. Saya senang lampu-lampu berwarna di
pohon kami dan bagaimana kertas keperakan membuat cahaya
berkilauan di pohon. Kita seperti kertas keperakan yang
memantulkan cahaya itu."
Sumber:
Judul Buku : 52 Cara Sederhana Membuat Natal Menjadi Istimewa
Judul Artikel: Renungkan Arti Kelahiran-Nya [16]
Pengarang : Jan Dargatz
Penerbit : Interaksara, Batam, 1999
Halaman : 58 - 60
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
Berikut ini kami mengulas tentang proyek-proyek yang dilakukan
organisasi Voice of The Martyrs dalam merayakan Natal tahun ini.
VOICE OF THE MARTYRS: PERSON-TO-PERSON PROJECTS
==> http://www.persecution.com/
Desember merupakan bulan yang tepat untuk menjangkau dan memberkati
orang-orang tertentu dan keluarga-keluarga secara individual, dalam
nama Tuhan Yesus. Berikut ini adalah beberapa cara dimana Anda dapat
terlibat dalam pelayanan dan menolong gereja-gereja teraniaya di
bulan Natal ini bersama dengan Voice of The Martyrs.
* Selimut-selimut kasih untuk Sudan -- kirimkan sebuah selimut
untuk seorang pengungsi di Sudan Selatan yang sering kali tidak
memiliki apapun untuk melindungi diri dari dinginnya malam.
* Paket Tindakan bagi Pakistan -- isi satu tas khusus dengan
pakaian, permainan, dsb. atau benda-benda dalam daftar panduan
Paket Tindakan yang Anda telah terima dan setujui bersama. Sebuah
keluarga di Pakistan akan membuka paket khusus kiriman Anda
seperti yang telah Anda siapkan.
* Program Pendukung Pendeta dengan memberikan komitmen keuangan
bulanan. Dengan demikian Anda dapat mendukung seorang pendeta yang
melayani di negara-negara tertutup Injil yang ada di wilayah
Kolumbia sampai ke China. Anda akan menerima foto-foto dan surat
dari mereka.
[Redaksi:
Tidak hanya di luar negeri saja, Anda juga bisa menerapkan ajakan
memberi dan melayani dari organisasi Voice of The Martyrs di
Indonesia.
* Saat ini ada beberapa bencana alam terjadi di beberapa tempat di
Indonesia seperti: letusan G. Papandayan, di Jawa Barat; tanah
longsor di Pacet, Jawa Timur; atau banjir di Jakarta dan Jawa
Timur. Selain itu, hampir di setiap provensi Indonesia, juga ada
banyak bencana non alam yang terjadi seperti: peledakan bom di
beberapa tempat, pembakaran desa/hutan, perang dan pengungsi, dsb.
Bagaimana/kapan Anda secara pribadi atau gereja Anda dapat ikut
berpartisipasi untuk membantu orang-orang yang sedang mengalami
musibah tersebut?
* Membantu hamba-hamba Tuhan yang melayani di pelosok-pelosok desa
di seluruh tanah air untuk menjangkau masyarakat/suku yang belum
mengenal Injil. Momen Natal saat ini bisa menjadi sarana untuk
mengingat mereka dan memberikan dukungan bagi kelanjutan pelayanan
mereka.
* Mari kita bersama-sama menghiasi/menghargai momen Natal ini dengan
semangat untuk saling memberi baik dalam hal perhatian, doa, dan
juga kebutuhan jasmani bagi orang-orang Kristen yang hidup dalam
kesulitan dan penderitaan karena ditolak oleh keluarga/masyarakat
mereka yang berbeda agama.
Selamat melayani dan memberi.]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
DAFTAR 10 NEGARA TERANIAYA --
SEPULUH ALASAN MENGAPA KITA HARUS MENGHARGAI NATAL
10 NEGARA TERANIAYA (Sumber: "Voice of The Martyrs" 2002)
---------------------------------------------------------
1. China 6. Korea Utara
2. India 7. Laos
3. Kolombia 8. Nigeria
4. Sudan 9. Turkmenistan
5. Iran 10. Aljazair
Sungguh bersyukur atas kebebasan yang kita miliki untuk merayakan
Natal!! Ingatlah saudara-saudara kita seiman di negara-negara yang
tidak memberi kesempatan/kebebasan yang sama!! Mari kita menghargai
fakta itu -- dan jangan lupa untuk terus memberitakan kabar sukacita
itu dan memperhatikan mereka!! Salah satu bentuk perhatian terbaik
di Hari Natal ini adalah 'Hadiah Doa'. Oleh karena itu, mari kita
bersama-sama:
* Berdoa terkhusus bagi orang-orang Kristen teraniaya yang tinggal
di 10 negara tersebut di atas agar di Hari Natal ini mereka bisa
merasakan kasih Allah disamping kesulitan yang mereka hadapi.
* Berdoa supaya orang-orang Kristen teraniaya tetap dapat merayakan
dan merasakan sukacita Natal tahun ini. Tidak seperti kondisi kita
saat ini yang bebas untuk merayakan Natal, mereka benar-benar
tidak memiliki kebebasan dan rasa aman untuk merayakan Natal.
* Berdoa agar kita benar-benar bisa menghargai Natal. Mari bersyukur
jika sampai saat ini kita masih memiliki kebebasan dan keleluasaan
untuk merayakan Natal -- Ingat saudara-saudara kita seiman yang
tidak bisa sebebas kita dalam memperingati Natal.
Sumber: Staf e-MISI dan Situs Voice of The Martyrs.
==> http://www.persecution.com/
(simak ulasannya di kolom Sumber Misi.)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DARI MEJA REDAKSI ~~
Berikut ini adalah informasi tentang Kuliah Intensif yang dapat
diikuti oleh mereka yang terlibat dalam pelayanan dan ingin
membekali diri agar lebih siap dan efektif dalam melayani Tuhan,
yang diselenggarakan oleh STT Reformed Injili Indonesia.
[Cat. Red.: Jelas, e-JEMMi cenderung memilih kursus Islamologi :-)]
PROGRAM INTENSIF 2003 -- Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili
Indonesia (STTRII)
1) ISLAMOLOGI I (2 SKS)
Tanggal: 16 - 22 Januari 2003, pk. 08.25 - 14.30 WIB
Oleh : Pdt. Dr. Bambang Ruseno U.
Deskripsi mata kuliah:
Melalui matakuliah ini mahasiswa/i akan belajar tentang
pengenalan akan kepercayaan umat Islam secara umum, termasuk di
dalamnya nabinya dan kitab sucinya. Perkembangan dan pengaruh
agama Islam di Indonesia juga akan mendapat perhatian khusus.
2) PELAYANAN KAUM AWAM (2 SKS)
Tanggal: 23 - 25 Januari 2003, pk. 08.25 - 18.00 WIB
Oleh : Tim Dosen STTRII
Deskripsi mata kuliah:
Kuliah ini dirancang untuk melengkapi kaum awam (majelis dan
pengurus atau aktivis gereja) dengan:
(a) pengenalan yang sehat dan benar tentang natur dari gereja dan
pelayanan Kristen pada umumnya; dan
(b) skill untuk mencapai tujuan dari kegiatan-kegiatan rohani
tersebut.
Melalui kuliah ini mahasiswa/i akan diperlengkapi dengan berbagai
perlengkapan pelayanan sehingga mereka dapat memimpin komisi-
komisi, pemahaman Alkitab, persekutuan doa, perkunjungan,
penyelesaian masalah-masalah gereja dan sebagainya.
3) NARRATIVE APPROACH OF THE BIBLE (2 SKS)
Tanggal: 17 - 18 dan 20 - 21 Januari 2003
pk. 08.25 - 12.00 dilanjutkan pk. 15.00 - 18.00 WIB
Oleh : Armand Barus, Ph.D.
Deskripsi mata kuliah:
Melalui kuliah ini mahasiswa belajar mengenal kekayaan Alkitab
sebagai Firman Allah yang disingkapkan melalui berbagai bentuk,
secara khusus naratif. Pendekatan naratif yang begitu unik dengan
memperhatikan dimensi historis, teologis dari Alkitab, dan
'textual criticism' dengan dasar teks Yunani Injil Yohanes akan
menyingkapkan kekayaan pengenalan akan Firman Allah.
4) MATA KULIAH LAINNYA
a. MASALAH KEPRIBADIAN DALAM PELAYANAN -- Dr. Dwidjo Saputro
b. PSIKOLOGI ABNORMAL -- Yakub B. Susabda, Ph.D. dan Tim
c. KONSELING REMAJA -- Paul Gunadi, Ph.D.
d. ETIKA KONSELING -- Paul Gunadi, Ph.D.
* Kuliah-kuliah intensif ini dapat diikuti oleh mahasiswa/i, S.Th.,
M.A., dan M.Div. serta dapat diikuti sebagai pendengar oleh
pemimpin gereja/yayasan Kristen dan hamba Tuhan.
* Biaya Kuliah:
Rp. 200.000,- (belum termasuk biaya akomodasi dan konsumsi)
* Pendaftaran dan Informasi:
Bagian Registrasi STTRII: Iyun/Ria pada hari kerja (Senin-Sabtu),
Jl. Kemang Utara IX/10, Warung Buncit, Jakarta Selatan 12760.
Telp. (021) 7982819, (021) 7990357 ; Fax. (021) 7987437
==> e-mail: < [EMAIL PROTECTED] >
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ SURAT ANDA ~~
Berikut ini adalah sebagian email-email ucapan selamat Natal dari
para pembaca e-JEMMi yang terkasih. Segenap Redaksi e-JEMMi tentu
sangat gembira menerimanya dan terima kasih atas perhatiannya. :) !!
Dari: safety.kelian@
>Syalom,
>Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2003 kepada segenap crew e-JEMMi
>dan saya pun berterimakasih atas siraman rohaninya. Semoga berkat
>Tuhan terus mengalir kepada Anda semua.
Dari: "Robert Mbouw" <robertm@>
>Puji Tuhan karena selalu ada berita hangat dan gembira yang kami
>terima via email dari SABDA, dan kiranya Tuhan Yesus memberkati
>Pelayanan Bapak/Ibu/Sdr senatiasa.
>Bersama ini pula kami sekeluarga menyampaikan,
.>
> SELAMAT HARI NATAL 25 DESEMBER 2002
> D A N
> SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2003
.>
>Tuhan Yesus memberkati kita dengan Kasih-Nya selalu.
Dari: Vincent <Vincento@>
>"MERRY CHRISTMAS 2002 and HAPPY NEW YEAR 2002"
>May this joyous season bring us all together in peace and hope
>and love.
Dari: Romeo <rominsi@>
>Shalom...
>Pada Kesempatan kali ini saya pribadi mau mengucapkan selamat
>hari Natal dan Tahun baru ... semoga Damai sejahtera Allah tetap
>menyertai kita khususnya di hari-hari yang penuh tantangan ini
>... e-JEMMi semakin sukses di ladang pelayanan.
Dari: <nes_girl1234@>
>Merry Christmas & Happy New Year
>"Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku,
>bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus
>telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar,
>yang telah diletakkan orang lain, tetapi sesuai dengan yang ada
>tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia,
>akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan
>mengertinya." -- Roma 15:20-21
Redaksi:
Thanks a million!! Untuk email-email yang tidak sempat kami muat,
kami mohon maaf sebesar-besarnya. Sekali lagi, selamat Natal dan
Tahun Baru. :) Sampai jumpa lagi di tahun 2003! See you!!
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2002 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <[EMAIL PROTECTED]>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <[EMAIL PROTECTED]>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Meilina, Heru, Jimmi, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera
di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Lukas 2:14)
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)
