DIKIRIM KEPADA: [email protected]
April 2006, Vol.9 No.15
****************************** e-JEMMi *****************************
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
**********************************************************************
** SEKILAS ISI **
<*> EDITORIAL
<*> ARTIKEL MISI : Pengutusan (2)
<*> SUMBER MISI : Worldwide Missions, CrossLink International
<*> DOA BAGI MISI DUNIA: Senegal, Kolombia, Uganda
<*> DOA BAGI INDONESIA : Persiapan Paskah di Berbagai Tempat
<*> SURAT ANDA : Mohon dukungan doa
______________________________________________________________________
"HIDUP BAGI KRISTUS AKAN MENINGGALKAN WARISAN YANG ABADI"
______________________________________________________________________
** EDITORIAL **
"... Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku
mengutus kamu." (Yohanes 20:21)
Sebelum naik ke surga, Tuhan Yesus memberikan perintah kepada murid-
murid-Nya untuk memberitakan Injil. Perintah itu disertai janji
bahwa Roh Kudus akan menyertai mereka. Setelah kenaikan-Nya, para
murid bersehati mengemban Amanat Agung Yesus untuk memberitakan dan
mengajarkan Injil kepada banyak orang. Puji Tuhan karena kesetiaan
dan ketekunan mereka Amanat Agung ini masih terus dilaksanakan
hingga masa sekarang.
Melanjutkan pembahasan tentang "Pengutusan" (Bagian 1) dalam edisi
minggu lalu, saat ini kami mengajak Anda untuk menyimak tentang
bagaimana pola pengutusan Yesus kepada para murid-Nya dan hakikat
sebagai utusan-utusan pemberita Injil kepada dunia. Kiranya sajian
kami ini membuat kita semakin giat dalam melakukan Amanat Agung yang
diberikan Tuhan Yesus.
Selain itu, pokok doa dunia minggu ini juga mengajak kita untuk
berdoa bagi beberapa utusan pelayanan penginjilan di Senegal,
Kolombia, dan Uganda. Pokok-pokok doa persiapan Paskah bisa Anda
dapatkan dalam Kolom Doa Bagi Indonesia. Marilah kita bertekun dan
bersatu dalam doa. Selamat berdoa!
Redaksi e-JEMMi,
Lisbet
______________________________________________________________________
** ARTIKEL MISI **
PENGUTUSAN (2)
==============
"... Kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Matius 4:19)
INJIL AKAN MEMISAHKAN
Sesungguhnya, peringatan Yesus tentang Injil yang bersifat
menentukan itu sangatlah penting. Tidak ada kompromi dengan dosa;
jika seseorang masih senang dengan perbuatannya yang keji, ia pasti
terganggu oleh pemberitaan tersebut. Mereka bukanlah utusan-utusan
yang membiarkan kepuasan diri yang demikian. Bahkan Yesus berkata,
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas
bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang. Sebab
Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari
ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah
orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya
lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul
salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku" (Mat. 10:34-38).
Apabila pada mulanya para murid menyangka bahwa tugas mereka mudah,
sekarang pikiran semacam itu pasti lenyap. Mereka akan memberitakan
suatu Injil revolusioner yang apabila ditaati, akan mengakibatkan
suatu perubahan yang revolusioner pula dalam masyarakat.
SATU DENGAN KRISTUS
Dalam segala perintah-Nya, Yesus seolah-olah menjelaskan bahwa dalam
segala prinsip atau pun metode, tugas murid-murid-Nya tidak berbeda
dengan tugas-Nya. Ia mulai dengan memberi hak dan kuasa kepada
mereka untuk mengerjakan tugas itu (Mat. 10:1; Mrk. 6:7; Luk. 9:1),
dan Ia mengakhirinya dengan meyakinkan bahwa apa yang mereka
kerjakan itu adalah mewakili pekerjaan-Nya. "Barangsiapa menyambut
kamu, Ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut
Dia yang mengutus Aku (Mat. 10:40; bandingkan dengan Yoh. 13:20).
Camkanlah persamaan ini! Murid-murid dipersiapkan untuk menjadi
wakil Kristus yang sesungguhnya dalam menjalankan tugas mereka.
Persekutuan ini begitu jelas sehingga barangsiapa memberi air sejuk
secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia
pengikut Yesus, sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upah
daripadanya (Mat. 10:42).
BERDUA-DUA
Itulah perintah-perintah Yesus kepada para murid-Nya. Tetapi,
sebelum mereka pergi, Ia terlebih dahulu mengutus mereka berdua-dua
(Mrk. 6:7). Tidak dapat disangkal bahwa rencana ini dimaksudkan
untuk mempererat hubungan persaudaraan antar murid-murid-Nya,
sesuatu yang dibutuhkan dalam tugas ini karena mereka akan harus
saling membantu. Dalam menghadapi kesukaran yang tidak selalu dapat
dihindarkan, mereka masih dapat saling menghibur. Ini menunjukkan
perhatian Tuhan Yesus secara khusus terhadap persekutuan.
"Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil
memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat"
(Luk. 9:6; bandingkan dengan Mrk. 6:12). Dari kelompok kecil inilah,
murid-murid akhirnya memulai pelayanan mereka sendiri.
Bagi Yesus tentu saja hal itu tidak menjadi alasan untuk tidak
bekerja lagi. Ia tidak pernah menyuruh seseorang untuk mengerjakan
sesuatu yang Ia sendiri tidak ingin mengerjakan-Nya. Demikianlah,
setelah murid-murid-Nya pergi, Sang Guru pun "pergi dari sana untuk
mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka"
(Mat. 11:1).
Kegiatan pergi berpasangan kelihatannya menjadi cara yang sering
dicatat di dalam Kitab-Kitab Injil. Misalnya, dua orang murid
disuruh mencari keledai muda yang akan dipakai oleh Tuhan Yesus
untuk memasuki Yerusalem (Luk. 19:29). Petrus dan Yohanes bersama-
sama disuruh mempersiapkan perjamuan Paskah (Luk. 22:8). Mungkin
Yakobus dan Yohanes bersama-sama mengadakan perjalanan sebelum Tuhan
Yesus memasuki Samaria karena mereka berdualah yang amat marah
dengan penyambutan terhadap kedatangan mereka itu (Luk. 9:52,54).
James I. Vancer di dalam buku kecilnya, "The College of Apostles",
New York, Fleming H. Revell, 1896, bahkan mencoba menggambarkan
semua rasul menjadi enam kelompok yang masing-masing terdiri dari
dua orang. Yesus bermaksud untuk memperkecil kesalahan-kesalahan
mereka sekaligus agar mereka dapat saling melengkapi. Pengelompokan
ini mempersatukan Petrus yang radikal dengan Andreas yang kuno;
Yakobus yang lebih tua dengan Yohanes yang masih muda; Filipus yang
bijaksana dengan Bartolomeus yang cerdik; Tomas yang selalu bimbang
dengan Matius yang berkeyakinan teguh; Yakobus anak Alfeus yang
selalu cemerlang dalam melakukan tugasnya dengan Tadeus yang
cemerlang dalam memegang asas; dan Simon orang Zelot dengan Yudas si
pengkhianat. Dugaan ini didukung oleh daftar para rasul yang
tertulis dalam Matius 10:2-4 (Latham, Pastor Pastorum, Cambridge,
Deighton Bell and Co., 1910, hal. 192). Bagaimanapun juga, secara
terus terus terang, saya kira kita harus menyadari bahwa
pengelompokan ini kebanyakan bertolak dari sebuah hipotesa (dugaan).
Walaupun demikian, dengan jelas Kisah Para Rasul menyebut kepergian
para rasul dan para penginjil dari gereja itu dilakukan dalam
kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih.
PENGUTUSAN TERHADAP KETUJUH PULUH MURID
Beberapa bulan kemudian, tujuh puluh murid yang lain juga diutus
secara berdua-dua untuk bersaksi bagi Tuhan (Luk. 10:1). Tidak
dijelaskan siapa murid-murid yang lain ini, tetapi ada tanda-tanda
yang menyatakan bahwa di antara mereka juga termasuk kedua belas
murid yang pertama. Jumlah rombongan ini juga menunjukkan hasil dari
pekerjaan kedua belas murid dalam bersaksi bagi Kristus.
Tugas-tugas rombongan yang lebih besar ini banyak yang serupa dengan
apa yang sebelumnya sudah diberikan kepada kedua belas murid (Luk.
10:2-16). Hanya saja, ada suatu tambahan dalam menjalankan tugas
baru ini, yaitu agar mereka pergi mendahului Yesus "ke setiap kota
dan tempat, yang hendak dikunjungi-Nya" (Luk. 10:1). Artinya, murid-
murid ini menjadi utusan-utusan bagi Tuhan untuk mempersiapkan
segala sesuatu bagi pelayanan-Nya. Pesan khusus ini dijelaskan
kepada mereka beberapa minggu sebelumnya, sementara mereka menuju ke
Samaria (Luk. 9:52). Jadi, sebenarnya tugas itu bukanlah sesuatu
yang tidak mereka ketahui sebelumnya. Hal ini semata-mata hendak
menunjukkan kembali bahwa mereka semua harus mempraktikkan strategi
penginjilan yang telah mereka pelajari dari Tuhannya.
AMANAT-AMANAT SETELAH KEBANGKITAN
Yesus telah mengulangi prinsip penginjilan kepada murid-murid-Nya
sebelum Ia naik ke surga. Sedikitnya dalam empat pertemuan dengan
murid-murid-Nya, Ia menyuruh supaya mereka ke luar dan melakukan
pekerjaan-Nya. Pertama kali hal itu diucapkan Yesus kepada murid-
murid-Nya, kecuali Tomas, pada malam pertama ketika mereka berkumpul
di ruang atas. Setelah Yesus menunjukkan luka pada tangan dan kaki-
Nya, murid-murid-Nya terkejut (Luk. 24:38-40), dan Ia makan bersama-
sama dengan mereka (Luk. 24:41-43). Lalu Ia berkata, "Damai
sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga
sekarang Aku mengutus kamu" (Yoh. 20:21). Kemudian Yesus kembali
mengingatkan mereka akan janji-Nya bahwa Roh Kudus akan menyertai
mereka dalam pelayanan mereka.
Kemudian, setelah Yesus makan pagi dengan murid-murid-Nya di pantai
Danau Tiberias, tiga kali Ia menyuruh Petrus untuk menggembalakan
domba-domba-Nya (Yoh. 21:15-17). Teguran ini diberikan kepada
nelayan besar itu sebagai bukti kasihnya kepada Tuhan Yesus.
Di atas sebuah bukit di Galilea Yesus kembali menyampaikan amanat
agung-Nya, bukan hanya kepada kesebelas murid-Nya (Mat. 28:16),
tetapi juga kepada seluruh jemaat yang pada waktu itu berjumlah lima
ratus orang (1Kor. 15:6). Itulah suatu proklamasi yang jelas
mengenai strategi-Nya untuk memenangkan dunia. "Kepada-Ku telah
diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah,
jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama
Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku
menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat. 28:18-20;
Mrk. 16:15-18).
Akhirnya, sebelum Ia naik ke surga, Yesus kembali mengulangi segala
sesuatu yang harus dilakukan murid-murid-Nya. Ia menjelaskan kepada
mereka segala sesuatu yang harus digenapi ketika Ia masih bersama-
sama dengan mereka (Luk. 24:44-45). Dengan demikian, penderitaan-
Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati pada
hari yang ketiga itu sesuai dengan apa yang telah direncanakan (Luk.
24:46). Selanjutnya, Yesus menegaskan kepada murid-murid-Nya bahwa
"dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus
disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem" (Luk.
24:47). Untuk melaksanakan tujuan ilahi ini, murid-murid harus
melakukan hal yang sama seperti yang telah dilakukan Guru mereka.
Mereka harus bertindak sebagai alat untuk memberitakan Injil, dan
Roh Kudus akan memberi mereka kuasa untuk melaksanakan tugas mereka.
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas
kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh
Yudea dan Samaria sampai ke ujung bumi" (Kisah. 1:8; bandingkan
dengan Luk. 24:48-49).
PRINSIP-NYA TELAH JELAS
Amatlah jelas bahwa Yesus tidak membiarkan pemberitaan Injil ini
dijalankan menurut gagasan dan perasaan manusia. Bagi murid-murid-
Nya, panggilan itu pada mulanya hanya merupakan kesan. Namun,
pengertian mereka menjadi lebih terang sewaktu mereka mengikuti
Tuhan Yesus sampai akhirnya perintah itu disampaikan dalam bentuk
amanat yang tegas sehingga mereka tidak mungkin salah mengerti lagi.
Tidak seorang pun dari pengikut Yesus dapat melepaskan diri dari
amanat-Nya itu. Hal ini berlaku pada waktu itu, dan tetap berlaku
sampai pada hari ini juga.
Murid-murid Kristen adalah utusan-utusan untuk memberitakan Injil
kepada dunia ini. Pengutusan ini sama seperti pengutusan terhadap
diri Tuhan Yesus ke dalam dunia untuk menyerahkan nyawa-Nya.
Penginjilan bukan semata-mata suatu tugas tambahan yang baik dalam
kehidupan kita, tetapi sesuatu yang harus dijiwai dalam seluruh
hidup dan pekerjaan kita. Hanya amanat yang telah diberikan kepada
gereja inilah yang dapat memberi arti kepada segala sesuatu yang
dilaksanakan atas nama Kristus. Dengan memusatkan pemberitaan Injil
itu kepada suatu sasaran yang jelas, maka semua yang dikerjakan dan
dikatakan itu akan memenuhi tujuan penebusan Allah. Lembaga-lembaga
pendidikan, acara-acara sosial, rumah-rumah sakit, pertemuan-
pertemuan gereja dalam segala bentuk -- segala sesuatu yang
dikerjakan atas nama Kristus -- itu hanya akan dapat dibenarkan bila
merupakan pelaksanaan Amanat Agung ini.
PENERAPAN PRINSIP-NYA DEWASA INI
Tidaklah cukup menjadikan prinsip ini hanya sebagai cita-cita saja,
tapi ini harus dilaksanakan oleh mereka yang sedang mengikuti sang
Juruselamat itu. Jalan terbaik untuk memastikan dilaksanakannya hal
itu ialah dengan melatih dan menyuruh orang-orang mengerjakannya.
Dengan demikian, mereka akan mulai bekerja, dan kalau mereka telah
melihat pekerjaan itu juga dikerjakan dalam kehidupan gurunya, tidak
ada alasan bagi mereka untuk menunda tugas yang diserahkan kepada
mereka. Apabila gereja sungguh-sungguh memerhatikan pelajaran ini
dan mulai menginjili, tentu mereka yang duduk-duduk di bangku gereja
juga akan mulai bergerak keluar bagi Tuhan.
Namun demikian, seseorang yang sudah mulai mengerjakan tugas ini
belum tentu akan meneruskannya. Sekalipun sudah dimulai, mereka
masih perlu didorong terus ke arah yang benar. Tentu saja ketika
Yesus mulai memberikan tugas-tugas kepada murid-murid-Nya, bukan
berarti mereka telah tamat dari sekolah latihan-Nya. Banyak hal yang
masih harus mereka pelajari sebelum dapat dianggap siap untuk
menyelesaikan pelajaran mereka. Sebelum saat itu tiba, Ia tidak
ingin melepaskan mereka dari pengawasan-Nya secara pribadi.
Perhatian-Nya dalam hal ini begitu jelas dan metode-Nya berkenaan
dengan hal ini begitu nyata sehingga pengawasan dapat dianggap
sebagai suatu langkah lain dalam rencana Yesus.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Rencana Agung Penginjilan
Judul Artikel: Pengutusan
Penulis : Robert E. Coleman
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
Halaman : 62 - 67
Buku online:
==> http://www.sabda.org/misi/book_isi2.php?id=25&ib=1#18390
______________________________________________________________________
** SUMBER MISI **
WORLDWIDE MISSIONS
==> http://www.wholesomewords.org/missions/mslink.html [1]
==> http://www.wholesomewords.org/biography/bio.html [2]
==> http://www.wholesomewords.org/chil [3]
Situs ini menyajikan sumber-sumber informasi misi yang sangat
berguna bagi Anda karena berisi berbagai artikel bermutu tentang
misi[1], serta berbagai sumber-sumber dan informasi lain yang
berhubungan dengan dunia misi. Sejumlah biografi para misionaris
juga terdapat di sini, di antaranya David Brainerd, Cambridge Seven,
William Carey, dll.[2]. Selain itu, Anda juga akan memperoleh
sumber-sumber yang dapat mengenalkan dunia misi dengan cara yang
interaktif kepada anak-anak melalui kepada anak-anak melalui
permainan menyusun gambar, teka-teki, pencarian kata, dll. di
Children's Corner[3].
CROSSLINK INTERNATIONAL
==> http://www.crosslinkinternational.net/
CrossLink International merupakan organisasi nirlaba yang bersifat
interdenominasi. Mereka menyediakan bantuan kemanusiaan secara cuma-
cuma dalam bentuk tenaga dan perlengkapan medis, termasuk kacamata
bagi mereka yang membutuhkan. Semuanya disalurkan lewat pengadaan
klinik gratis (di lokal maupun di luar negeri), rumah sakit misi,
tim kesehatan misi, pelayanan Kristen, serta beragam organisasi
pendanaan kemanusiaan lain di seluruh dunia. Misi organisasi ini
adalah mengubah dunia secara serentak dengan memperlengkapi para
sukarelawan, tim kesehatan, dan para misionaris kesehatan saat
mereka menyaksikan kasih Yesus Kristus. CrossLink menjalin hubungan
dengan perusahaan-perusahaan penyedia bahan pengobatan, firma-firma
kesehatan, rumah-rumah sakit, kelompok-kelompok maupun perorangan
yang bergerak di bidang kesehatan dengan bahan-bahan pengobatan
berlebih yang mau disumbangkan. Crosslink juga mengupayakan
penambahan persediaan bahan-bahan medis dan menyalurkannya bagi
mereka yang sakit atau terluka yang ada di seluruh dunia. Penyaluran
ini dilakukan lewat gereja-gereja, para misionaris, tim-tim
kesehatan misi, kelompok denominasi dan organisasi-organisasi
bantuan kemanusiaan lainnya.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI MISI DUNIA **
* S E N E G A L
DAKAR, Senegal: Meskipun minat yang besar terhadap firman Tuhan
telah muncul sejak lama, pendistribusian kitab Kejadian dalam bahasa
Balanta belum dapat dilakukan. Misionaris Susan Logsden telah
menerjemahkan kitab tersebut dengan tekun. Ia dan rekan-rekannya,
Dave dan Tippe McKee, memohon hikmat dari Tuhan dalam proses
pendistribusian Alkitab. Sementara itu, Susan terus menjalin
hubungan dengan orang-orang Suku Balanta dan memakai Alkitab
terjemahan itu untuk membangkitkan rasa keingintahuan mereka akan
Injil. Baru-baru ini ia mengunjungi temannya, Sali. Adik sepupu
Sali, Mamadu lalu mengundang mereka untuk minum teh bersama. Ia
membuat teh hijau yang manis dan segar lewat sebuah ritual yang
menghabiskan beberapa jam. Sudah menjadi kebiasaan mereka untuk
meracik ramuan teh hingga melalui tiga tahap. Tahap pertama
menghasilkan teh yang sangat kuat dan hampir tidak mungkin diminum,
namun dalam tahap-tahap berikutnya, rasanya akan semakin nikmat.
Ketika Mamadu sedang meracik tehnya, ia meminta Susan untuk membaca
kitab Kejadian tersebut. Ia pun membacakan kisah penyeberangan Laut
Merah dan Mamadu tidak mau ia berhenti membaca. Mamadu kecewa karena
ternyata Susan tidak membawakan bagian yang mengisahkan Yusuf.
Mamadu memang belum memahami rencana keselamatan Tuhan, namun ia
terus haus akan firman Tuhan.
[Sumber: New Tribes Mission, Maret 2006]
Pokok Doa:
----------
* Doakan tim misionaris NTM di Balanta agar diberikan hikmat dalam
mendistribusikan kitab Kejadian.
* Doakan Mamadu agar ia dapat terus memiliki kesempatan mendengarkan
firman Tuhan sehingga ia dipuaskan oleh kebenaran sejati.
* K O L O M B I A
Kolombia -- Pembicaraan damai antara pemerintah Kolombia dengan
kelompok gerilyawan terbesar kedua di negeri itu, ELN, kemungkinan
akan diadakan bulan depan. Anggota OMS International, Randy Spacht
menjelaskan bahwa mereka juga terlibat atas keberhasilan rencana itu
sejak mantan juru bicara ELN, Fransisco Galan menghubungi mereka.
"Secara khusus ia meminta bantuan kami untuk mengatur beberapa
pertemuan sehingga ia dapat benar-benar menyampaikan permintaan maaf
kepada beberapa orang yang telah menjadi target pembunuhan ELN.
Ketika kami memulainya, tingkat kepercayaan meningkat dan pada
dasarnya Galan juga telah melibatkan orang-orang OMS dalam
perundingan yang sesungguhnya." Spacht mengatakan bahwa Galan
membicarakan kebutuhan untuk rekonsiliasi dan permintaan maaf. "Yang
membuat saya takjub adalah bahwa terbukanya kemungkinan bagi
organisasi-organisasi Kristen lain untuk ikut menyehatkan seluruh
negeri, dan betapa mengagumkannya kesempatan yang telah diberikan
Tuhan bagi kita."
[Sumber: Mission Network News, Maret 2006]
Pokok Doa:
----------
* Mengucap syukur atas keterlibatan tim OMS dalam pembicaraan damai
antara pemerintah Kolombia dan ELN. Berdoa agar keterlibatan tim
ini dapat menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan kasih
Allah kepada kedua belah pihak.
* Berdoa agar ditemukan titik damai bagi kedua belah pihak yang
sampai saat ini masih bertikai.
* U G A N D A
Uganda -- Kelompok yang menamakan diri "Pasukan Penolak Tuhan" telah
menculik 30 ribu anak-anak berusia antara 10 sampai 15 tahun di
utara Uganda. Mereka diculik untuk menjadi anggota pasukan mereka
dan sebagai budak seks. Ribuan anak telah melarikan diri, kembali ke
rumah mereka masing-masing dengan menderita stres. Presiden World
Vision, Richard Sterns berkata bahwa mereka sedang menolong anak-
anak yang berhasil melarikan diri. "Kami membawa mereka ke pusat
anak-anak korban perang World Vision untuk memulihkan kondisi emosi,
rohani, serta fisik mereka, terutama keluarga mereka yang telah
mendoakan mereka selama bertahun-tahun. Menurut Sterns, satu-satunya
jawaban untuk membantu anak-anak ini adalah Kristus. "Kebanyakan
tugas yang kami lakukan bersama anak-anak ini sebenarnya adalah
untuk melimpahi mereka dengan Firman Tuhan. Saya tidak pernah
melihat kuasa yang lebih besar dari Injil karena mereka adalah anak
muda yang perlu untuk mengampuni dirinya sendiri sekaligus
mengetahui bahwa mereka telah diampuni. Jadi, kuasa Kristus dalam
situasi seperti ini sangatlah menakjubkan."
[Sumber: Mission Network News, Maret 2006]
Pokok Doa:
----------
* Tidak ada yang mustahil bagi Bapa. Oleh karena itu, mintalah agar
Roh Kudus bekerja di hati "Pasukan Penolak Tuhan" sehingga mereka
bertobat. Berdoalah agar ada utusan untuk memberitakan Kabar
Kebenaran ini kepada mereka.
* Doakan anak-anak yang dilayani oleh World Vision agar hati mereka
dapat dijamah oleh Roh Kudus sehingga kondisi emosional dan
kerohanian mereka dapat dipulihkan.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI INDONESIA **
PERSIAPAN PASKAH DI BERBAGAI TEMPAT
===================================
Paskah merupakan peringatan yang begitu penting bagi seluruh umat
percaya. Oleh karena itu, Paskah tidak boleh hanya dijadikan sebagai
suatu tradisi mengingat makna yang terkandung di dalamnya begitu
penting. Pada kesempatan kali ini e-JEMMi mengajak para pembaca
bersatu hati berdoa untuk setiap persiapan pribadi maupun gereja
dalam memperingati hari Paskah.
* Berdoa untuk gereja-gereja yang saat ini sedang mempersiapkan
Paskah supaya dapat memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan juga
bagi jemaatnya. Kiranya melalui perayaan Paskah tahun ini, jemaat
Tuhan semakin dikobarkan semangatnya untuk melayani Tuhan Yesus
yang telah mati menebus dosa-dosa mereka.
* Doakan khususnya bagi persiapan pribadi dari umat Kristen
Indonesia dalam menyambut Paskah. Kiranya kasih Kristus yang telah
mereka rasakan dapat terus mengingatkan mereka betapa besar
pengorbanan yang telah Ia berikan bagi kita semua, sehingga kita
dapat terus semakin mengasihi-Nya.
* Doakan situasi keamanan di Indonesia khususnya saat menjelang
Paskah agar tetap terjaga. Berdoa supaya perayaan Paskah dapat
dilaksanakan dengan sederhana tapi dapat memberikan makna yang
mendalam.
* Bersyukur untuk kesempatan merayakan Paskah tahun ini. Kiranya
melalui perayaan Paskah ini jemaat Tuhan terus diingatkan untuk
bersatu hati dalam menggalang kesatuan gereja Tuhan baik di
Indonesia, maupun di seluruh dunia.
______________________________________________________________________
** SURAT ANDA **
>Ance Waas <anggel_(at)...>
>Saya bersyukur karena bisa mengikuti setiap perkembangan
>pertumbuhan rohani lewat situs ini, dan saya butuh dukungan doa
>untuk tim pelayanan kontekstual kami di Aceh yang sudah berjalan 15
>tahun. Juga informasi tentang pelayanan di daerah yang lain juga,
>khususnya daerah fokus.
Redaksi:
Terima kasih untuk surat Anda. Kami dan para pembaca e-JEMMi pasti
akan senang sekali mendukung Anda dan tim pelayanan Anda dalam doa.
Kiranya Tuhan terus memberi kekuatan dan stamina yang cukup agar
Anda bisa terus melanjutkan pelayanan di sana. Jika Anda bersedia
silakan kirimkan pokok-pokok doa Anda untuk bisa kami doakan dengan
lebih spesifik di sini. Sampaikan salam kami kepada rekan-rekan
sepelayanan Anda di Aceh.
Informasi mengenai daerah fokus dapat dilihat di:
http://www.sabda.org/misi/profil.php
______________________________________________________________________
** URLS Edisi Ini **
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
* New Tribes Mission http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Endah
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi : < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan : < owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
**********************************************************************
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)