DIKIRIM KEPADA: [email protected]
Mei 2006, Vol.9 No.18
****************************** e-JEMMi *****************************
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
**********************************************************************
** SEKILAS ISI **
<*> EDITORIAL
<*> ARTIKEL MISI : Diutus dengan Paksa? Di-Ekballo?
<*> SUMBER MISI : Professional Coaching and Coach Training for
Missionaries, An Annual Talking Bible Sunday
<*> DOA BAGI MISI DUNIA: Namibia, Burkina Faso, Meksiko
<*> DOA BAGI INDONESIA : Para Misionaris
<*> SURAT ANDA : Bimbingan Menjadi Misionaris
______________________________________________________________________
"WHEN GOD BOLTS A DOOR, DON'T TRY TO GET IN THROUGH THE WINDOW"
______________________________________________________________________
** EDITORIAL **
Pembaca terkasih,
Kesaksian tiap orang saat pertama kali dipanggil Tuhan untuk menjadi
pekerja-Nya sangat beragam. Ada yang menyadari akan panggilan-Nya
sejak masih sangat muda sehingga dapat mempersiapkan diri secara
matang, misalnya dengan memilih latar belakang pendidikan yang dapat
mendukung pelayanannya kelak. Tapi ada juga yang baru menyadari
panggilan-Nya setelah mengalami banyak kejadian dalam hidupnya.
Mengapa demikian? Mengapa ada yang diutus dengan cara 'baik-baik'
dan mengapa ada yang 'diutus dengan paksa'(ekballo)? Salah satu
kemungkinan jawaban adalah bahwa Tuhan adalah Allah yang 'kreatif',
Ia bisa memakai berbagai cara untuk mengutus orang ke ladang misi.
Kalau orang itu tidak mau diutus dengan cara 'baik-baik', Tuhan
dapat mengutus orang tersebut dengan 'paksa'.
Bacaan lengkap tentang hal ini dapat Anda simak dalam sajian minggu
ini. Baca juga berita tentang pekerjaan orang-orang yang diutus
Tuhan ke ladang misi yang ada di luar negeri. Kami juga melengkapi
edisi kali ini dengan sejumlah pokok doa yang di antaranya ditujukan
bagi sejumlah misionaris Indonesia yang melayani di luar negeri.
Selamat menikmati waktu doa Anda. Tuhan Yesus memberkati.
Redaksi e-JEMMi,
Lisbet
______________________________________________________________________
** ARTIKEL MISI **
DIUTUS DENGAN PAKSA? DI-EKBALLO?
================================
Kisah Para Rasul pasal 8 mencatat tragedi yang terjadi pada umat
percaya. Pada waktu itu, mulailah penganiayaan yang hebat terhadap
jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke
seluruh daerah Yudea dan Samaria (Kis. 8:1 b). Pertanyaannya, dengan
urapan Tuhan dan kuasa-Nya, apakah Allah tidak sanggup menjaga
mereka dari penganiayaan? Sedemikian kejamkah Allah hingga Ia
membiarkan umat-Nya dalam penganiayaan? Bukankah Dia mempunyai
rencana yang indah untuk setiap orang percaya agar mereka hidup
berkelimpahan?
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku
mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai
sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan
kepadamu hari depan yang penuh harapan" (Yer. 29:11).
Tidak! Allah tidak kejam. Itulah rencana indah-Nya agar orang
percaya menjadi saksi-Nya sampai ke ujung bumi. Tuhan Yesus sudah
mengutus orang percaya dengan baik-baik (apostello) untuk menjadi
saksi, namun berbagai macam hal terjadi dalam jemaat mula-mula
sehingga mereka hanya terpaku di Yerusalem.
Jadi, Tuhan meng-ekballo, mengirim mereka dengan paksa melalui
penganiayaan ke tempat-tempat yang Tuhan Yesus perintahkan untuk
mereka datangi, yaitu Yudea dan Samaria. Mereka semua tersebar ke
seluruh daerah itu. Kata 'tersebar' di sini dalam bahasa Yunaninya
adalah "diaspeira". Lebih mudah kita kenal dengan "diaspora". Kata
ini semula hanya dipakai untuk menggambarkan petani yang menebarkan
atau menyebarkan benih.
Demikianlah Tuhan menebarkan, menyebarkan 'benih' Sumber Daya
Manusia-Nya untuk melakukan tugas misi dengan cara-Nya, yaitu
melalui penganiayaan sehingga melalui orang-orang percaya yang
tersebar ini, akses bagi Injil boleh terbuka kepada orang-orang di
Yudea dan Samaria. Kis. 8:4 menyaksikan bahwa mereka yang tersebar
itu menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil. Kenyataan
ini bisa terjadi karena mereka sebelumnya telah bertekun di dalam
pengajaran para rasul (Kis. 2:42). Mereka tentu telah diajar dan
mengerti bahwa mandat pemberitaan Injil yang ditugaskan Yesus
Kristus kepada para rasul adalah juga mandat bagi mereka yang telah
percaya kepada Yesus dan menjadi murid-Nya. Filipus, salah satu dari
tujuh orang yang diangkat oleh jemaat di Yerusalem untuk pelayanan
diakonia (Kis. 6:1-6), adalah seorang figur murid yang berkualitas.
Dia tentu terpilih karena dianggap mampu dan memiliki kesaksian yang
baik di tengah-tengah jemaat pada waktu itu. Filipus inilah yang
memberitakan Injil di Samaria. Mujizat dan kuasa Tuhan dinyatakan
melaluinya (Kis. 8:6,7). Bahkan, orang ini juga memberitakan Injil
kepada seorang pejabat tinggi dari negeri Etiopia (Kis. 8:26-38).
Injil adalah Berita Kesukaan, Kabar Gembira. Itulah yang menyebabkan
orang-orang percaya yang tersebar karena penderitaan itu tidak
mengeluh atau terlarut dalam kedukaan yang dalam. Sebaliknya, dengan
kuasa Roh Kudus mereka dimampukan untuk menjadi saksi-saksi-Nya bagi
banyak orang di Yudea dan Samaria. Injil yang penuh kesukaan membuat
mereka mampu menghadapi tantangan pada saat itu dan tetap teguh
bersaksi. Lihatlah akibat yang ditimbulkan dari pemberitaan Injil di
Samaria. Ada sukacita yang besar di kota itu (Kis. 8:8). Karena
Injil adalah Kabar Kesukaan, tidak mungkin Injil diberitakan dalam
kesedihan dan sungut-sungut. Dalam penganiayaan yang hebat itu,
orang-orang percaya tidak meratapi penderitaannya. Mereka tetap
bersukacita karena keselamatan dari Tuhan sehingga mereka dapat
memberitakan Injil dengan penuh sukacita.
Ketika mengalami penganiayaan dan penderitaan yang amat sangat, kita
tidak boleh terjebak dalam rasa kasihan terhadap diri sendiri karena
"Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Rm. 8:28).
Rencana Allah adalah mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya. Mereka
yang telah percaya dan menerima Yesus Kristus menjadi Tuhan dan
Juruselamat adalah umat Allah, tetapi menjadi umat-Nya bukan lagi
menjadi hak satu bangsa saja, melainkan hak segala suku bangsa,
kaum, dan bahasa. Melalui peristiwa apa pun yang sedang terjadi
dalam dunia ini, betapapun sukar dan pahitnya, sesungguhnya Ia
sedang bekerja menggenapkan rencana kebaikan-Nya, rencana
keselamatan-Nya yang agung bagi segala bangsa.
Pada waktu meratapi nasib dan keadaan sulit yang kita alami, energi
kita akan banyak terkuras untuk itu dan semakin kita mencurahkan
pikiran untuk hal tersebut, kita akan semakin tenggelam dalam
permasalahan kita. Namun, pada waktu kita memandang kepada Kristus,
kita akan melihat bahwa dalam setiap kesulitan dan krisis selalu ada
kesempatan dan peluang untuk menjalankan kehendak-Nya yang mulia,
yaitu memberitakan Kabar Kesukaan itu. Kata 'krisis' dalam bahasa
Cina adalah "weiji" terdiri dari kata "wei", artinya kesulitan, dan
kata "ji", yang artinya kesempatan (Jan Wong). Jadi, menarik jika
kita lihat bahwa dalam falsafah Cina saja, dalam setiap kesulitan
selalu ada kesempatan.
Tuhan mengizinkan penganiayaan hebat terjadi pada orang-orang
percaya di Yerusalem agar mereka bisa 'keluar' dan pergi membawa
Kabar Baik kepada orang-orang lain yang belum pernah mendengarnya.
"Mungkin" Tuhan tidak akan perlu memakai "penganiayaan hebat" untuk
meng-ekballo orang-orang percaya agar pergi menjadi saksi-Nya
diseluruh Yudea dan Samaria seandainya mereka menaati firman-Nya
pada waktu mereka di-apostello, diutus dengan baik-baik dan dengan
hormat.
Sebagai kesimpulan, kita melihat bahwa dalam era kisah para rasul
pada abad pertama, misi dimulai bukan dari kemapanan sosial,
ekonomi, dan politik. Sebaliknya, misi dimulai justru di tengah-
tengah masa krisis sosial, ekonomi, dan politik. Misi dimulai bukan
ketika gereja sudah besar dan mapan, tetapi justru ketika gereja
masih kecil, sederhana, miskin, tidak punya gedung gereja, dan hanya
beranggotakan beberapa orang saja. Kita dipercayakan melayani-Nya
dalam 'Yerusalem' kita, namun hendaknya itu menjadi landasan kita
untuk keluar dan membawa Kabar Keselamatan ke segala bangsa,
bukannya malah mengungkung Berita Keselamatan itu di dalam gereja
kita sendiri.
Allah sangat serius dengan misi sehingga Dia memberikan kehormatan
kepada kita untuk di-apostello, diutus dengan baik-baik sebagai
duta-duta-Nya yang membawa Kabar Kesukaan sampai ke ujung bumi.
Namun, jika kita menolak kehormatan ini dan mengabaikan rencana
keselamatan-Nya untuk dunia ini melalui kita, Allah dalam kasih dan
anugerah-Nya akan memakai cara mengirim atau mengutus dengan paksa
(ekballo) agar bangsa-bangsa lain dapat mengecap kebaikan Tuhan dan
bersuka cita dalam Berita Injil.
PELAJARAN DARI NABI HABAKUK
Nabi Habakuk, namanya berarti pelukan kasih (love's embrace), hidup
dalam zaman yang begitu berat dengan krisis moral yang luar biasa.
Di sana terjadi penindasan, aniaya, kelaliman, kekerasan, dan
pertikaian di depan matanya. Hukum kehilangan kekuatannya; keadilan
tidak ada lagi. Orang benar dikelilingi oleh orang fasik. Keadilan
dan kebenaran diputarbalikkan. Yang benar dipersalahkan, yang salah
dibenarkan. Konglomerat menjadi semakin kaya, kaum melarat menjadi
semakin miskin dan hina (lihat Hab. 1:2-4).
Meskipun begitu, Habakuk tahu bahwa Tuhan dalam kemahatahuan-Nya
melihat semua yang terjadi. Habakuk tidak dikalahkan oleh krisis
di sekitarnya dan apa yang terjadi di depan matanya. Dia tahu bahwa
Allah berdaulat dan berkuasa atas segala sesuatu. Dia tahu bahwa
Allah tetaplah berdaulat di tengah-tengah krisis sosial, moral,
hukum, dan politik di dalam bangsanya. Habakuk tidak meratapi dan
mengutuk 'kegelapan' yang terjadi disekitarnya. Tapi dia berdiri
'menyalakan lilin terang'. Apakah yang ia lakukan?
1. Mengarahkan pandangannya kepada TUHAN dan bukan kepada krisis
(1:12).
2. Menantikan TUHAN dalam doa yang berjaga jaga (2:1).
3. Mendengar jawaban TUHAN dan menjadi pelaku Firman (2:2).
4. Mengaplikasikan firman TUHAN dalam perencanaan yang praktis
(2:2).
Kunci kemenangan Habakuk adalah suatu pernyataan yang penuh kuasa
yang dikutip tiga kali dalam Perjanjian Baru (Rm. 1:17, Gal. 3:11,
dan Ibr. 10:38), yang berbunyi: "Orang yang benar itu akan hidup
oleh percayanya" (Hab. 2:4). Pernyataan hebat ini jugalah yang
mengubah haluan hidup Martin Luther, bapa reformasi gereja pada
akhir abad pertengahan.
Melalui perencanaan dari apa yang sebagian Tuhan nyatakan kepada
Habakuk, nubuatan misi sedunia yang luar biasa akan digenapi: "Bumi
akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air
yang menutupi dasar laut" (Hab. 2:14).
Habakuk membuka kitab ini dengan keluhan dan pemaparan krisis
multidimensi yang panjang dan tak berkesudahan. Lalu, ia mengakhiri
dengan doanya yang unik, doa yang disampaikan dengan nyanyian
ratapan. Di dalam pasal 3, Habakuk di tengah-tengah krisis dan
tragedi kemanusiaan yang terjadi di depan matanya, memproklamirkan
kedaulatan Allah Yang Maha Tinggi yang mengatasi segala langit.
Dalam kesesakan, krisis dan penderitaan Habakuk tetap bersuka-cita
dalam Tuhan, penuh semangat dan dinamika hidup serta teguh berdiri
dalam Tuhan. Ia tidak tergoyahkan oleh masalah, krisis, dan
pergumulan, seperti kesaksiannya:
"Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah,
hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak
menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan,
dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-
sorak di dalam Tuhan, beria-ria dalam Allah yang menyelamatkan
aku. Allah Tuhanku kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki
rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku." (Hab. 3:17-
19)
Bahan diambil dan diedit dari sumber:
Judul Buku : Misi dari dalam Krisis
Judul Artikel : Diutus Dengan Paksa? Di-Ekballo?
Penulis : Bagus Surjantoro
Penerbit : Obor Mitra Indonesia, Jakarta, 2003
Halaman : 10 - 16
______________________________________________________________________
** SUMBER MISI **
PROFESSIONAL COACHING AND COACH TRAINING FOR MISSIONARIES
==> http://www.mcoaches.com
Bila Anda merasa bahwa konferensi-konferensi serta pelatihan yang
Anda ikuti hanya mampu menghasilkan perubahan kecil dalam diri dan
efektivitas pelayanan Anda, kenapa tidak mencoba model pelatihan
satu lawan satu? Pelatihan ini merupakan suatu metode pengajaran
pribadi yang didasarkan pada agenda Anda, disesuaikan dengan situasi
dan kecepatan Anda. Sistem pelatihan ini akan bekerja dengan baik
karena dapat memunculkan potensi terbaik sesuai dengan apa yang
telah Tuhan tempatkan dalam diri Anda. Penelitian menunjukkan bahwa
pelatihan sambil jalan akan memberi hasil 300% lebih baik dari
pelatihan biasa. Mengapa demikian? Karena seorang pelatih akan
mendorong Anda untuk mempelajari cara baru dalam belajar - dengan
mendengarkan suara hati Anda dan Roh Kudus, lalu mengambil aksi
untuk membentuk kembali kehidupan Anda setelah mendapatkan
pengajaran itu. Pelatihan dapat dilakukan lewat telepon atau Skype
dari mana pun di seluruh dunia.
AN ANNUAL TALKING BIBLE SUNDAY
==> http://www.talkingbibles.org
Talking Bibles International terus mengajak gereja-gereja, baik
besar maupun kecil, untuk memerhatikan program Pekan Pembicaraan
Alkitab (Talking Bible Sunday). Program ini bertujuan untuk
melakukan dua hal, yaitu (1) membantu gereja untuk menyadari bahwa
ada jutaan orang Kristen yang hidup dalam budaya lisan, yang
membutuhkan Alkitab dalam bentuk audio karena mereka tak dapat
membaca, dan (2) menawarkan bantuan dana yang dibutuhkan untuk
pengadaan Alkitab audio dalam bahasa yang diperlukan. Peralatan
Talking Bible Sunday yang meliputi sebuah Alkitab audio gratis telah
tersedia untuk meyakinkan dan membantu gereja agar memberi perhatian
kepada program Talking Bible Sunday ini.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI MISI DUNIA **
* N A M I B I A
Para staf Namibian Coloured saat ini sedang berada di daerah yang
sangat miskin di perbatasan Namibia. Di sana, sebuah keluarga hidup
di bawah pohon dengan hanya memiliki sebuah kasur dan beberapa
matras serta satu meja. Ketika pertama kali masuk ke desa itu, para
pekerja diberitahu bahwa mereka tidak akan disambut jika akan
menjajaki daerah tersebut. Pria yang sedang mabuk itu pada awalnya
sangat tak setuju dengan kedatangan mereka. Namun, para staf itu
terus berbincang-bincang dengannya sampai akhirnya ia meminta mereka
untuk mendoakan dirinya. Kini ia telah berteman akrab dengan mereka
dan selalu bersama mereka ke mana pun para staf itu pergi dan
memperkenalkan para staf tersebut kepada penduduk lain di desa.
Mereka juga berkesempatan untuk membimbing seorang anak muda kepada
Kristus dan memberinya sebuah Alkitab. Puji Tuhan! Ia tetap bekerja
dalam segala keadaan!
[Sumber: Brigada Today, April 2006]
Pokok Doa:
----------
* Berdoalah agar Tuhan membangkitkan pria dan wanita Namibia untuk
membagikan kasih Kristus di wilayah terpencil di mana banyak
penduduk yang merasa lapar akan Dia.
* Teruslah menaikkan doa untuk organisasi Namibian Coloured agar
dikaruniakan kesabaran dan ketulusan dalam memberitakan Injil di
antara orang-orang Namibia.
* B U R K I N A F A S O
OUAGADOUGOU, Burkina Faso: Misionaris Paul dan Marina Briggs telah
menemukan cara untuk melayani orang Kristen Loron di Pantai Gading,
meski mereka kemudian harus meninggalkan negara itu karena
kerusuhan. Di negara tetangga, Burkina Faso, mereka telah bekerja
dengan Bidore, seorang Kristen Loron, untuk menerjemahkan Alkitab.
Terakhir ia telah mengirimkan empat pasal kitab Kisah Para Rasul ke
Pantai Gading sehingga pengajar Alkitab bangsa Loron dapat
memeriksanya dan memberikan ide-ide serta anjuran untuk
pengembangan. Demikian tulis Paul. Baru-baru ini Paul dan Marina
juga mengunjungi Pantai Gading untuk membantu membaptis beberapa
orang Loron yang baru percaya. "Situasi di Pantai Gading cukup
tenang saat ini," tulis Paul.
[Sumber: New Tribes Mission, April 2006]
Pokok Doa:
----------
* Bersyukur atas empat pasal kitab Kisah Para Rasul yang sudah
selesai dikerjakan; doakan agar para pengajar Alkitab bangsa Loron
diberikan ketelitian selama memeriksa pasal-pasal dari kitab ini.
* Doakan agar pasangan tim NTM tersebut dapat meyakinkan dan
menantang iman para orang Kristen Loron.
* M E K S I K O
CHIHUAHUA, Meksiko: Sejumlah 75 orang Kristen Tarahumara mendapati
bahwa mereka sudah tak diterima oleh komunitas mereka. Orang
Tarahumara yang jumlahnya sekitar 50.000 menyebar di beberapa
masyarakat di pegunungan utara Meksiko. Fernando adalah seorang
pemimpin gereja dan guru di salah satu daerah di sana. "Mereka
mengalami penindasan dari kelompok mereka sendiri," tulis misionaris
Raul Salaverria. "Musuh-musuh mereka itu ingin agar orang Kristen
dikeluarkan dari masyarakat." Pelayanan Fernando menjadi semakin
sulit karena masih baru ada beberapa bagian Alkitab saja yang sudah
diterjemahkan. Jadi, sebuah tim misi NTM berencana untuk kembali ke
daerah itu sesegera mungkin untuk menerjemahkan firman Tuhan.
Fernando diharapkan untuk menjadi rekan kerja utama mereka.
[Sumber: New Tribes Mission, April 2006]
Pokok Doa:
----------
* Berdoalah untuk keteguhan hati setiap orang percaya di antara
bangsa Tarahumara, termasuk untuk Fernando dan pemimpin lain dari
kongregasi ini serta pekerjaan penerjemahan Alkitab.
* Doakan rencana tim NTM untuk kembali ke daerah itu guna
menyelesaikan pelayanan penerjemahan mereka; berdoa agar kuasa Roh
Allah melindungi mereka senantiasa.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI INDONESIA **
PARA MISIONARIS
===============
Minggu ini doa kita akan ditujukan bagi para misionaris Indonesia
yang sedang melayani di berbagai tempat di Indonesia maupun di luar
negeri.
Pokok Doa:
----------
* Bersyukur kepada Allah yang memberikan keberanian dan hati yang
mengasihi jiwa-jiwa kepada para misionaris Indonesia untuk pergi
melayani ke tempat-tempat yang sulit dijangkau.
* Doakan agar Allah terus memberikan hikmat kepada para misionaris
ini sehingga mereka senantiasa dikuatkan untuk dapat memberikan
pelayanan yang terbaik kepada siapa saja yang membutuhkan jamahan
kasih Allah.
* Berdoa supaya mereka bisa menemukan cara-cara efektif dan cocok
dengan keadaan dan situasi di mana mereka melayani sehingga Injil
dapat diberitakan dan diterima oleh penduduk setempat.
* Berdoa agar mereka bisa menjalin relasi dengan orang-orang yang
tepat di tempat-tempat tersebut sehingga pelayanan mereka dapat
memberikan buah bagi kemuliaan nama Tuhan.
* Doakan agar Roh Kudus senantiasa memberikan kekuatan untuk
bertahan saat mereka menghadapi beragam tantangan dan kesulitan di
medan pelayanan.
______________________________________________________________________
** SURAT ANDA **
>From: Pengkuh Waskito <Piyou(at)>
>Shallom,
>Di komunitas persekutuan doa kami sedang mendoakan secara rutin dan
>khusus untuk keberadaan suku-suku terasing yg ada di Indonesia.
>apakah kami dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan dari
>suku-suku tersebut? atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan
>terima kasih, gbu.
Redaksi:
Kami sungguh menghargai dan bersukacita atas kerinduan Anda untuk
mendoakan suku-suku bangsa di Indonesia. Untuk memperoleh informasi
tersebut, Anda bisa menghubungi organisasi-organisasi yang mempunyai
pelayanan untuk menjangkau suku-suku tersebut. Salah satunya adalah
Sentra Infokom Nasional/LINK. Silakan berkunjung ke situsnya di
alamat:
==> http://www.komintra.net/
Kiranya informasi tersebut bisa membantu Anda. Selamat berdoa bagi
suku-suku di Indonesia.
______________________________________________________________________
** URLS Edisi Ini **
* New Tribes Mission http://www.ntm.org/
* Brigada Today http://www.brigada.org/
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Endah
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi : < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan : < owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
**********************************************************************
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)