DIKIRIM KEPADA: [email protected]
Agustus 2006, Vol.9 No.34
_____________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
PROFIL BANGSA : Pakistan
KESAKSIAN MISI : Bagaimana Tata Cara Upacaranya?
SUMBER MISI : Jaminan Allah -- About Isa, Pelatihan Misi -- DCI
DOA BAGI MISI DUNIA: Indonesia, Senegal, Kongo
DOA BAGI INDONESIA : Jemaat di Pedalaman
SURAT ANDA : Dukungan Doa
______________________________________________________________________
"GOD BLESS YOU TO BLESS OTHER"
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Salam kasih,
Tiada hentinya e-JEMMi menampilkan profil negara dan bangsa-bangsa
di dunia. Ini dimaksudkan bukan sekadar untuk menambah wawasan para
pembaca saja. Juga bukan untuk mendiskreditkan pemerintah negara
atau bangsa-bangsa tersebut. Profil bangsa yang ditampilkan adalah
sebuah ajakan agar kita tidak hanya berpangku tangan dan merasa
berpuas diri melihat gereja yang jemaatnya makin bertambah, atau
persekutuan dan KKR yang semakin sering diadakan di mana-mana. Di
belahan dunia yang lain, masih banyak sekali orang yang belum pernah
mendengar berita tentang Penciptanya sendiri, tentang keselamatan
yang telah Ia berikan lewat sebuah pengorbanan Kristus, tentang
Yesus yang penuh kasih yang selalu mau membuka tangan-Nya bagi
mereka yang lemah, miskin, dan teraniaya.
Pakistan adalah negara yang kami tampilkan dalam profil bangsa kali
ini. Anda bisa melakukan sesuatu untuk mereka! Paling tidak lewat
doa karena doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan,
sangat besar kuasanya (Yak. 5:16). Jangan lupakan pula negara kita,
Indonesia, serta Kongo dan Senegal yang membutuhkan doa-doa Anda.
Staf Redaksi e-JEMMi,
Ary
______________________________________________________________________
PROFIL BANGSA
PAKISTAN
========
Sebuah Negara yang Belajar Bertahan dalam Penderitaan
KEADAAN GEOGRAFI
Luas : 796.095 km2
Penduduk : 162.493 jiwa
Ibu kota : Islamabad
Suku bangsa : Panjabi : 56,4%
Urdu : 7,6%
Indo-Iran : 18,5%
Suku-suku Utara : 2,0%
Lain-lain : 15,5%
Bahasa resmi: Bahasa Urdu
Selain itu masih ada ± 70 bahasa lagi
Agama : Islam : 96%
Hindu : 1,5 - 2%
Kristen : 1,5 - 2%
SEJARAH
Pada tahun 1876 Pakistan masih dikenal sebagai sebuah bagian dari
Kerajaan Inggris-India. Tetapi pada abad ke-20, rakyat yang beragama
Islam berjuang untuk merdeka dari negara Inggris. Akhirnya, pada
tahun 1947 India dibagi dan Pakistan memproklamirkan kemerdekaannya.
Lewat undang-undang pertama pada tahun 1956 Pakistan dijadikan
sebagai Republik Islam. Lima belas tahun berikutnya, Pakistan Timur
memisahkan diri dari Pakistan dan memproklamirkan diri sebagai
negara Bangladesh.
Tiga kali Pakistan berperang dengan India, oleh karena kedua-duanya
ingin berkuasa atas Kashmir. Selain itu, pemerintahan Pakistan
beberapa kali dibubarkan dan dibentuk lagi. Sampai akhirnya pada
tahun 1999, Jendral Musharraf merebut kekuasaan dan mulai mengatur
negara Islam ini. Presiden Musharraf mendukung Amerika Serikat dalam
kampanye memberantas terorisme. Oleh karena sikap inilah, Presiden
Pakistan sering dikritik oleh kaum Islam yang fanatik dan
konservatif.
AGAMA KRISTEN
Sejak tahun 1833, para misionaris berusaha untuk membawa Injil ke
negara yang indah ini. Sampai hari ini penginjilan tetap sangat
sulit. Kekerasan, diskriminasi dan penganiayaan, serta ketakutan dan
intimidasi sering dihadapi murid Kristus di situ. Pakistan masih
diwarnai intoleransi beragama sehingga orang tidak bebas memilih
agama sesuai dengan suara hati mereka. Seperti peristiwa 12 Nopember
2005, di mana dua ribu orang Pakistan menyerang sebuah desa bernama
Sanglahill dengan 450-500 keluarga Kristen di dalamnya dan merusak
tiga gedung gereja dan beberapa gedung lainnya. Sejak gempa bumi,
banyak pekerja Kristen asing datang untuk membawa bantuan dan turun
tangan untuk korban bencana tersebut.
GEMPA BUMI
Pada 8 Oktober 2005, gempa bumi yang dahsyat melanda Kashmir. Gempa
yang menghancurkan ini terjadi di kota dan desa-desa di daerah
pegunungan yang amat sangat sulit untuk dijangkau; apalagi pada
musim dingin di mana es dan salju melanda daerah tersebut. Bahkan
cuaca dingin tersebut bisa mencapai belasan derajat di bawah nol.
Sukarelawan asing yang ingin membantu rakyat yang sangat menderita
sering dipersulit oleh konflik politik antara Pakistan dan India.
Selain itu, pemerintah Pakistan sulit menerima bantuan dari tangan
negara Kristen, walaupun tiga juta korban hampir mati kedinginan
karena kehilangan tempat tinggal mereka. Pengobatan juga sangat
sulit. Poliklinik Kristen Kunhar di daerah bencana mengalami
kerusakan yang besar dan sedang dibantu oleh saudara seiman dari
luar negeri. Banyak pasien dapat tertolong, tetapi bagi 50.000
korban lainnya bantuan datang terlambat sehingga bagian dari tubuh
mereka seperti kaki atau tangan harus diamputasi. Sampai sekarang
mereka masih menunggu kaki atau tangan palsu agar bisa mencari
nafkah lagi.
POKOK DOA:
1. Kita patut bersyukur atas orang Kristen yang tetap bertahan di
negara yang sulit menerima kekristenan ini.
2. Mari mengucap syukur atas badan-badan misi yang setia melayani
di Pakistan sejak tahun 1833.
3. Berdoalah agar pemerintahan Pakistan sungguh-sungguh takut akan
Tuhan dan melayani rakyat dengan baik.
4. Doakan agar angka korupsi yang tinggi dapat diberantas.
5. Doakan kaum wanita yang tidak bebas bergerak seperti di
Indonesia.
6. Doakan agar penginjilan dapat dilaksanakan dengan baik, supaya
Kabar Baik dapat dipahami oleh orang Pakistan sesuai dengan
kebudayaan mereka.
7. Berdoalah agar negara ini makin terbuka bagi Kabar Baik dan
orang-orang dari luar.
8. Doakan orang Kristen yang sedang ditekan bahkan mengalami
penganiayaan agar tetap kuat.
9. Berdoalah agar pemimpin-pemimpin Kristen lebih terdidik
lagi dan dapat membina jemaat mereka dengan baik.
10. Doakan agar film Yesus, siaran radio, TV Kristen, serta
internet dapat dipakai untuk pekabaran Injil di Pakistan.
11. Doakan pula para misionaris yang melayani.
12. Doakan juga setiap orang Pakistan di luar negari, secara khusus
di dunia Barat agar mereka diselamatkan di situ.
13. Berdoalah bagi para korban bencana alam, agar cepat tertolong
dan tidak bergantung pada pertolongan dari luar lagi.
14. Doakan agar pelayanan poliklinik Kunhar bisa menjadi berkat bagi
banyak orang.
Bahan diambil dan diedit dari sumber:
Judul buletin: Buletin Terang Lintas Budaya, Edisi 64 2006
Penerbit : YPI Indonesia
Halaman : 4 - 6
Situs : http://www.wec-int.org/swi
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI
BAGAIMANA TATA CARA UPACARANYA?
===============================
Ayah mempelai wanita menanyakan mas kawin yang mereka inginkan
kepada keluarga mempelai pria. Kesulitan ekonomi menjadikan
pernikahan sebagai sarana penting untuk bisa mendapat uang dan
mengabulkan mimpi. Orang-orang meminta mobil, sepeda motor, TV, dan
barang mewah lain.
Beberapa keluarga berjanji akan memenuhi permintaan setelah
pernikahan berlangsung, dan kalau mereka tidak mampu memberikannya,
anak perempuan mereka diganggu, dipukul, dan terkadang dibunuh untuk
membalas dendam. Kematian yang disebabkan masalah mas kawin sering
kali terpampang di surat kabar. Namun, Injil Yesus telah memberi
perspektif yang berbeda pada keluarga ini.
Aku mengitari desa dengan membawa kamera video dan ingin merekam
upacara persiapan mempelai pria yang unik itu, yang semuanya diatur
oleh keluarga mempelai wanita. Seorang bibi yang tertua memegang
otoritas tertinggi. Bak sebuah buku panduan tradisi berjalan, dia
adalah sumber terpenting dalam kebudayaan yang masih buta huruf itu.
Dia memastikan semua detail dilakukan dengan benar dalam waktu yang
tepat, seperti seorang konduktor yang sangat tahu mana nada-nada
yang pas.
Pertama, mempelai pria dimandikan lalu dipijat dengan pasta berwarna
kuning jingga. Kakinya diwarnai dengan dicelupkan ke dalam cairan
merah muda. Para wanita memadati area ini, tertawa, bercanda. Inilah
dunia mereka. Pria hanya sebagai embel-embel. Sementara merekam, aku
menanyakan maksud dari aspek-aspek ritual yang beragam itu.
Nampaknya tidak ada yang tahu. Aku mulai khawatir. Bagaimana kita
bisa memisahkan penyembahan berhala dari bagian upacara. Ini
hanyalah awal keanehan yang masih susah diterima oleh aku dan teman
sekerjaku.
Akhirnya, mempelai pria didandani dengan pakaian pernikahan berupa
setelan berwarna coklat keabuan dan sorban yang berkilau. Ia
didudukkan di atas panggung yang berupa tempat tidur kecil di bawah
sebuah kanopi. Ibunya memegang ekor panjang di belakang sorbannya.
Bersamaan dengan itu, makanan disiapkan dan disajikan kepada para
kerabat yang datang dari dekat dan jauh.
Setelah kira-kira enam jam, persiapan mempelai pria dan penyambutan
keluarga selesai dilakukan. Kami mengemasi barang-barang dan naik ke
atas kendaraan sembari menunggu prosesi mempelai pria menuju rumah
mempelai wanita. Kendaraan itu disewa dengan tarif yang sangat
mahal. Aku diberi kehormatan untuk duduk dengan mempelai pria dan
ibunya di sebuah mobil putih bersama beberapa keluarga lainnya.
Keluarga yang lainnya naik trailer yang ditarik oleh traktor.
Ketika sampai di desa mempelai wanita, terlihat tenda-tenda besar
sudah didirikan untuk kami, tempat di mana pesta bagi mempelai pria
digelar semalam suntuk. Pelbet telah disewa dan dipasang. Hari mulai
gelap. Api dinyalakan dan makan malam mulai disiapkan di depan rumah
mempelai wanita. Mereka menghidupkan generator dan lampu-lampu pijar
menerangi tenda kami, yang berjarak lima puluh yard dari rumah
mempelai wanita. Aku mencoba merekam sebanyak mungkin dalam
kegelapan dan penerangan yang minim. Kami duduk di pelbet di bawah
kanopi sambil berbicara, berkenalan dengan keluarga yang belum
pernah kami temui sebelumnya. Kami saling bertukar berita. Aku terus
menggali informasi tentang maksud ritual yang kami lihat di desa
lainnya. Beberapa orang memberikan penjelasan, beberapa lagi
menjelaskan yang lain, namun kebanyakan dari mereka tidak yakin.
Sekitar pukul 10 malam, kami pindah ke halaman depan rumah mempelai
wanita untuk makan malam. Para pelayan mempersilakan kami duduk
berbaris di atas tanah. Piring yang terbuat dari daun telah
disiapkan dan berisi nasi hangat, sayuran, roti tak beragi yang
digoreng, yoghurt, dan beragam makanan kecil lainnya. Setelah
hidangan utama, kami diberi permen tradisional India. Semuanya
dilakukan dengan sangat saksama dan sopan.
Kami kembali ke tenda pukul 23.30. Tak lama kemudian, ayah mempelai
wanita dan seorang pria lainnya datang menemuiku dan rekan kerjaku.
Pertanyaan mereka sederhana saja, "Bagaimana kami seharusnya
melakukan upacara?" Mereka tahu bahwa upacara tradisional Hindu
Chamaar sudah tidak zamannya lagi. Jadi, kami memberi tahu semua hal
yang tidak kami inginkan, seperti penyembahan berhala, pemanggilan
roh, dan sebagainya. Mereka mengajak kami melintasi halaman. Kami
duduk di atas kursi di bawah tirai. Pendeta lokal, yang merupakan
saudara mempelai wanita, juga terlibat dalam diskusi itu. Mereka
mengulangi pertanyaan di atas. Pendeta itu memandang skeptis kepada
kami sementara ayah mempelai wanita menunggu jawaban. Menurut
pengamatan pendeta itu, seluruh upacara Chamaar tidak dapat diterima
oleh cara pandang Kristen. Kami tidak bisa menanggapi hal itu. Kami
belum pernah melakukan ini sebelumnya, ataupun tahu bagaimana cara
merancang suatu upacara baru yang menghormati Tuhan sekaligus sesuai
dengan budaya Chamaar. Kami mulai sadar, dengan perasaan kecewa,
inilah yang mereka harapkan dari kami, yaitu agar kami siap untuk
menjawabnya.
Jadi, mereka melaksanakan upacara sebaik mungkin tanpa pendeta Hindu
dan pemimpin upacara. Mulai tersebar kabar bahwa pesta orang Kristen
Chamaar tidak mempercayai adanya Tuhan, karena mereka (yaitu kami)
terus menyuruh agar jangan ada dewa-dewa Hindu di sana. Kami
menjelaskan sisi negatif tanpa memberi sisi positifnya. Mereka
merasa tidak ada pilihan lain yang kami miliki. Upacara tersebut
adalah upacara Hindu, namun dilaksanakan dengan agak aneh, yang
dipertahankan hanya hal-hal kecil -- yang tak berarti apapun. Lambat
dan menyakitkan, mulai jelas bagi kami bahwa suatu kesempatan yang
berharga untuk memuliakan Tuhan, untuk menyaksikan pemberitaan Injil
sekaligus mencintai budaya, telah kandas. Perasaan kami sangat
kacau, terjebak di antara pendeta yang mencemooh dan pesta
pernikahan yang membingungkan.
Kekaguman bercampur kefrustrasian tentang bagaimana harus mendirikan
dan mengembangkan suatu gereja yang aktif masih menaungi kami.
Meskipun kami telah terhalang dan harus berjuang, semoga Tuhan tetap
menolong kami. (t/lan)
Bahan diterjemahkan dari:
Judul artikel: How Should We Do the Ceremony?
Alamat situs : http://www.wec-int.org/stories/stories.php
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
JAMINAN ALLAH -- ABOUT ISA
==> http://www.aboutisa.com/indonesian/
Jaminan Allah merupakan versi bahasa Indonesia dari Situs About Isa.
Situs yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa ini dibuat
sebagai sarana penginjilan melalui dunia maya kepada mereka yang
belum mengenal Yesus Kristus. Oleh karena itu, semua artikel yang
ada di situs ini mengarah kepada konsep keselamatan dalam Kristus.
Beberapa judul artikel yang ada di situs ini seperti "Jalan Yang
Benar?", "Apa yang Anda Percayai?", dan "Apakah Yesus Mati?" dapat
Anda nikmati dan manfaatkan. Nah, jika Anda mempunyai seorang teman
yang belum mengenal Kristus, ajaklah dia berkunjung ke situs ini dan
bimbinglah sehingga ia dapat memiliki pemahaman yang benar mengenai
Kristus.
PELATIHAN MISI -- DCI
==> http://www.worldchristians.org/indonesian/ind-pelajaran.htm
Doulos Christou Iesou (DCI) menyediakan bahan pelatihan gratis
berbahasa Indonesia seputar misi penginjilan. Adanya modul pelatihan
ini tentu dapat menolong memperlengkapi Anda sebelum terjun ke dunia
misi. Sejumlah 85 pelajaran yang dibahas dalam modul ini dibagi
menjadi beberapa topik antara lain "Penginjilan", "Dari Penginjilan
Ke Misi", "Panggilan Allah", "Membangun Gereja", dan "Datanglah
Kerajaan-Mu". Pelajaran tersebut dapat Anda baca secara tersambung
(online), langsung dari Situs DCI dan dapat juga Anda unduh
(download). Nah, bagi Anda yang ingin terjun ke dunia misi, silakan
berkunjung ke situs ini.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
I N D O N E S I A
Misionaris A dan B di Indonesia meminta Tuhan mematahkan belenggu
Iblis yang membuat suku C dicekam ketakutan. Suku C percaya bahwa
setelah mati, mereka akan pergi ke tempat bernama Sebayan di mana
mereka dapat makan, tidur, dan saling bercerita--sebuah kehidupan
ideal untuk suku C.
Seorang laki-laki tua percaya bahwa penguasa Sebayan mengubah orang
menjadi kayu bakar jika ia tidak menyukainya. Pemikirannya tentang
kehidupan sesudah kematian mungkin lebih mendekati kenyataan
daripada yang dia sangka.
Pasangan misionaris tersebut sedang mempelajari budaya dan bahasa
suku C. Mereka ingin sekali mengabarkan pesan Injil kepada suku C
sehingga mereka mengetahui bahwa Raja segala raja lebih besar
daripada raja yang mereka takuti.
"Strategi, pelatihan, metode, persembahan, dan kemampuan terbaik
kami tidaklah cukup untuk mematahkan kuasa yang melingkupi orang-
orang ini. Hanya Tuhan yang mampu," tulis misionaris A.
[Sumber: New Tribes Mission, Agustus 2006]
Pokok Doa:
----------
* Mari meminta Tuhan agar mematahkan belenggu kuasa Iblis yang
membuat suku C dicekam ketakutan.
* Berdoalah untuk misionaris A dan misionaris B selama mempelajari
bahasa dan budaya suku C. Doakan juga agar ketika suku C mendengar
berita Injil mereka akan percaya akan Kristus.
S E N E G A L
Misionaris Aaron Hefner dan keluarga bergabung dengan dua misionaris
perempuan yang telah ikut serta dalam tim penginjilan suku Dialonke
di Senegal sejak awal tahun ini.
Misionaris Audrey DeJager dan Penny Warner telah bekerja di tengah
masyarakat Dialonke selama bertahun-tahun. Audrey mengajar baca
tulis dan Penny menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Dialonke.
Banyak persiapan penginjilan lewat pengajaran Alkitab yang telah
dilakukan kepada masyarakat Dialonke. Jadi, Aaron sekarang pindah ke
tengah-tengah suku itu untuk mempelajari bahasa dan budaya mereka
agar masyarakat itu bisa segera mendengarkan firman Tuhan. Beberapa
orang Dialonke yang membantu Penny dan Audrey mempelajari bahasa dan
menerjemahkan Alkitab adalah orang yang telah percaya pada Kristus.
Mereka dengan setia menunggu Aaron menyampaikan pelajaran Alkitab.
Banyak dari mereka bisa membaca dan memiliki salinan kitab Kejadian
serta bagian-bagian Alkitab lainnya. Mereka membaca bagian-bagian
tersebut selama menunggu Aaron mempersiapkan diri untuk mengajar.
[Sumber: New Tribes Mission, Agustus 2006]
Pokok Doa:
----------
* Doakan Penny dan Audrey yang masih terus bekerja di antara bangsa
Dialonke. Doakan pula Aaron yang masih mempelajari budaya serta
bahasa Dialonke.
* Naikkan juga doa agar masyarakat Kristen Dialonke dapat bertumbuh
dalam Kristus dan supaya yang lainnya juga akan memercayai Kristus
saat mereka mendengarkan pelajaran Alkitab penginjilan nantinya.
K O N G O
Kinshasa, Kongo--Republik Demokratik Kongo telah melaksanakan
pemilu. Hasil pemilu tersebut diharapkan dapat mengakhiri 32
tahun masa pemerintahan yang otoriter serta kekejaman perang saudara
yang telah memakan lebih dari empat juta jiwa. Tragedi kemanusiaan
itu bahkan juga telah disebut menelan ribuan nyawa setiap minggunya.
Anggota World Vision, Rory Anderson, menyatakan bahwa mereka sedang
mencoba mencukupi baik kebutuhan saat ini maupun di masa depan.
"Pemilu ini sangat penting karena akan membantu masa transisi negara
Kongo dari pemerintahan otoriter serta ketidakstabilan akibat perang
kepada pemerintah yang terlegitimasi dan mampu menapaki jalan menuju
perkembangan." Negara ini masih harus menapaki jalan panjang untuk
menuju kestabilan politik dan lebih jauh lagi untuk menuju kepada
masa yang benar-benar damai. Anderson mengatakan bahwa tim mereka
terus mewartakan pengharapan dalam Kristus lewat proyek-proyek
mereka karena "Sungguh merupakan satu sukacita untuk mampu melakukan
pekerjaan Tuhan dengan melayani mereka yang sering kali dilupakan
oleh masyarakat internasional, namun kami tahu bahwa semua anak-anak
Kongo serta orang tuanya adalah berharga di mata Yesus."
[Sumber: Mission Network News, Agustus 2006]
Pokok Doa:
----------
* Doakan agar siapa pun yang menjadi pemimpin di Kongo dapat
membawa penduduk Kongo ke arah yang lebih baik, menciptakan
kedamaian dan kesejahteraan.
* Bersyukur bahwa Allah mengirimkan pekerja-Nya, tim World Vision,
untuk melayani di Kongo supaya Kabar Baik juga didengar oleh
orang-orang di Kongo.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
JEMAAT DI PEDALAMAN
===================
Pokok Doa:
----------
* Naikkan syukur atas pemeliharaan Bapa kepada jemaat-Nya yang
berada di pedalaman. Berdoalah supaya iman dan semangat mereka
terus menyala untuk melayani Bapa di surga dan jemaat-Nya.
* Ada banyak jemaat yang harus menempuh perjalanan yang jauh untuk
beribadah. Doakanlah agar hal ini tidak memengaruhi semangat
mereka dalam memuji dan memuliakan nama-Nya.
* Jemaat-jemaat yang berada di pedalaman sering terbentur dengan
kurangnya hamba Tuhan yang mau melayani mereka. Doakan agar ada
individu atau keluarga hamba Tuhan yang mau tinggal di sana untuk
melayani mereka.
* Doakan supaya mereka dapat terus memegang iman percaya mereka
kepada Kristus, meskipun sering berbenturan dengan masalah
keterbatasan dan kekurangan, baik dalam dana maupun kebutuhan
lain.
* Berdoalah agar iman para jemaat bertumbuh semakin dewasa dalam
Firman Tuhan.
* Doakan agar melalui kesaksian hidupnya, mereka dapat menjangkau
orang-orang yang belum percaya yang berada di sekitar mereka.
______________________________________________________________________
SURAT ANDA
>Aaewi Tan <tanaaewi(at)xxxx>
>Salom,
>Saya Aewi dari malaysia ingin menyokong dalam pelayanan doa kalian.
>Terima kasih. Tuhan memberkati.
>Aewi
Redaksi:
Puji Tuhan untuk kerinduan Anda mendukung pelayanan kami dalam doa
lewat pokok-pokok doa yang rutin kami sajikan. Kiranya Roh Kudus
menggerakkan semakin banyak orang untuk menyebarkan Kabar Baik
di antara bangsa-bangsa, khususnya yang belum mengenal Tuhan..
______________________________________________________________________
URLS Edisi Ini
Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
New Tribes Mission http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Lanny
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi : < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan : < owner-i-kan-misi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)