~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~
Dear All,
Saya membeli komputer HP Vectra 500 series pada tahun 1997.
Dalam tahun pertama saja sudah beberapa kali hang dan banyak gangguan
pemakaian, sehingga diperbaiki oleh toko penjualnya.
Pada tgl. 6 Januari 2000 setelah libur tidak dipakai sejak 22 Desember
1999, saya hidupkan dan ternyata monitornya tidak bisa disetel lagi
"brightness" nya. Monitor menjadi terlalu terang - tidak bisa dikurangi -
sehingga tulisan sangat sulit dibaca dan merusak mata.
Singkat kata, monitor tsb. di bawa ke Berca sebagai agen tunggal HP dan
pusat service HP di Indonesia untuk diperbaiki.
Menurut keterangan Berca, monitor tidak bisa diperbaiki karena tidak
diperbolehkan oleh HP Pusat (di mana??) Jadi harus diganti dengan satu
monitor yang baru.
Wah!!! hebat sekali bukan???? Kerusakan hanya pada brightness nya saja
tetapi harus ganti monitor baru.... peraturan mana pula ini????
Sebagai pembanding, saya beli Acer di tahun 1992 bulan Juni, monitornya
pernah sekali rusak pada tahun 1999 dan bisa diperbaiki dengan biaya yang
masuk akal (Rp. 82.500,-)
saya juga sudah bertanya pada teman saya yang biasa perbaiki/service
komputer, katanya sebetulnya setiap monitor bisa diperbaiki apalagi cuma
brightness nya, kemungkinan hanya potensio-nya saja. Tetapi karena HP itu
paten sehingga komponennya harus dibeli di HP juga. Tidak mungkin diganti
dengan yang ada di pasaran.
Kemudian karena penasaran, saya berbicara dengan Pak Yohan, customer care
centre yang di Singapore pada tanggal 17 Januari 2000. Saya bilang: masa
hanya karena brightness saja saya harus membeli monitor baru? Jadi yang itu
untuk apa? Kalau rusak karena petir atau tabungnya yang rusak, masuk akal
dan saya setuju untuk beli baru. Tapi yang ini semuanya masih bagus hanya
satu komponen kecil saja!
Pak Yohan berjanji ada orang yang akan menghubungi saya.
Setelah satu minggu tidak ada apa-apa, saya kontak lagi pada tanggal 25
Januari 2000, kontak pertama beliau sedang on-line, kedua sedang on-line
juga, sehingga saya titip pesan pada Pak Hadi. Saya bilang bahwa ini
terakhir saya telpon, sudah satu minggu tidak ada respon apapun, saya beri
waktu satu minggu lagi, jika tidak ada respon apapun maka saya akan
sebarluaskan masalah ini di internet dan media masa.
Langsung sore itu juga ada ibu (siapa?) yang menghubungi saya, hanya untuk
menanyakan nomor seri monitornya dan dia berjanji untuk menghubungi saya
lagi besok paginya.
Tetapi sampai sekarang tidak ada khabar beritanya!!! Hilang begitu saja.
Dan monitor itupun tetap tidak berguna sampai sekarang.
Begitulah after sales service dari HEWLETT PACKARD INDONESIA!
Silahkan menilai sendiri. Saya hanya melakukan sharing kepada sesama milist
sehingga bisa mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum membeli komputer
atau apapun.
Terima kasih atas perhatian rekan-2 untuk membaca dan menyebar-luaskan
berita ini sehingga dapat membantu calon pembeli monitor HP (terutama)!
Salam,
Suseno Antiko
----- Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply -----
SUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong