~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~
>> Sebenarnya dari dulu saya pengen nanya, apaan sih overclocking itu?
Ngapain
>> kita perlu overclocking? Bagaimana cara overclocking yang baik?
> Angka ini diperoleh dari perkalian multiplier dan FSB. FSB (Front Side
> Bus) adalah 'clock' motherboard. Biasanya 66Hz, 100Hz, dan 133Hz. Kalo
> multiplier biasanya dari prosesor.
MHz, bukan Hz (beda 1 juta kali lipat lho :-) )
> Kalo kita melakukan overclock, kita meningkatkan FSB atau
> multiplier. Untuk meningkatkannya, biasanya lewat jumper di
> motherboard. Tapi beberapa motherboard baru menyediakan 'tweaking' lewat
> BIOS.
Betul.... overclock sekarang sudah jauh lebih gampang daripada dulu yang
harus pake jumper-jumperan. Banyak motherboard sekarang yang sudah
jumper-less, dimulai dari Abit dengan motberboard BH6-nya (SoftMenu). Abit
adalah salah satu motherboard favourite/paling handal bagi para overclockers
(Abit BH6, BX6 rev 2.0). Saya sudah pernah pakai Abit BH6 dan sekarang pakai
Soyo 6BA/IV+. Kedua motherboard ini sangat baik di dalam mempermudah process
overclock (dan Soyo memiliki nilai lebih karena support 8 IDE drives!),
semudah Anda memilih clock speed FSB m.b lewat BIOS dan wuz.... CPU sudah
dioverclock.
> Sedikit catatan, kebanyakan prosesor sekarang (terutama buatan
> Intel) multipliernya selalu dikunci. Jadi overclock cuma bisa lewat FSB.
Semua Intel PIII/Celeron II memang multiplier-nya sudah dikunci. Celeron
II/566 saya dipatok multipliernya di 8.5x (66x8.5 = 566), sehingga bila saya
naikkan FSB motherboard saya ke 100 Mhz, maka otomatis CPU saya akan
dioverclock ke 850 Mhz. Saat ini FSB m/b saya di set ke 95 Mhz, sehingga
clock speedn CPU saya sekitar 808 Mhz. Harus utak-atik lagi (menaikkan core
voltage, dll) untuk membuat FSB m/b saya stabil di 100 Mhz.
Sebagai tambahan informasi, bila Anda kunjungi www.overclockers.com dan
lihat CPU database mereka, maka bila Anda bandingkan antara PIII/600 dan
Celeron II/600 Anda akan lihat bahwa Celeron II/600 dapat dioverclock jauh
lebih tinggi daripada PIII/600! Di database tersebut, PIII/600 paling tinggi
dioverclock ke 810 Mhz, sedangkan Celeron II/600 dioverlcok hingga 1252 Mhz
(1.25 GHz)->tentunya dengan sistem pendinginan yang sangat canggih (water
cooling). Intel sengaja menset FSB Celeron II di 66 Mhz (karena Celeron II
diperutmakan sebagai entry level CPU). Oleh karena itu Celeron II akan
memiliki multiplier lebih tinggi dari PIII. Sebagi contoh, Celeron II/600
akan memiliki x9 multiplier (66x9=600 Mhz), sedangkan PIII/600 hanya
memiliki x6 mulitplier (100x6=600) atau bahkan hanya x4.5 (133x4.5=600 Mhz)
untuk PIII/600 versi 133 Mhz FSB. Nah, sekarang PIII dan Celeron II itu
*tidak* ada bedanya kecuali besar L2 cache PIII (256-512kb) adalah 2-4x
besar L2 cache Celeron II (128kb). Di samping besar L2 cache, core CPU
Celeron II adalah *identik* dengan core CPU PIII. Maka dari itu tidak ada
alasan mengapa Celeron II *harus* dipaksa jalan di FSB 66 Mhz, kecuali
memang akal-akalan-nya Intel untuk menjadikan Celeron II entry level CPU dan
menjual PIII beberapa kali lipat lebih mahal daripada Celeron II. Semua ini
berakibatkan Celeron II (dengan multiplier-nya yang lebih tinggi) akan
memilki over-clock speed yang lebih tinggi pula daripada PIII. (Maka dari
itu saya beli Celeron II karena lebih murah dan gampang dioverclock).
> Kalo udah di-OC, biasanya temperatur prosesor akan naik. Kalo udah
> panas, seperti manusia, prosesor juga bisa pingsan (hang/crash). Makanya
> perlu dipasang kipas tambahan atau yang kipas yang baik, atau penggunaan
> thermal paste, dan lain=lain.
> Meski gitu tetep aja gara-gara sering 'panas', umurnya jadi semakin
> singkat.
Seperti saya uraikan di atas, tidak ada alasan bagi Celeron II untuk dipaksa
running di FSB 66 Mhz. Katakanlah saya mempunyai dua CPU, yang pertama
adalah Celeron II/600 dan yang kedua adalah PIII/600. Kedua CPU ini
sebenarnya identik (kecuali besar L2 cache), jadi seharusnya umur Celeron
II/600 saya (dengan FSB=66 Mhz) akan lebih panjang daripada PIII/600 (dengan
FSB=100 Mhz), bukan? So, seharusnya (theoretically) ketika saya overclock
Celeron II saya ke FSB 100 Mhz, maka tidak akan ada efek terhadap umur CPU
bila dibandingkan dengan PIII dengan FSB yang sama, bukan? (lha wong
keduanya identik kok). Nah, problemnya akan mulai terlihat (dan Anda perlu
mulai banyak memperhatikan CPU cooling) bila Anda mencoba mengover-overclock
CPU Anda (misal dengan menggunakan FSB 145 Mhz->lihat data pada
overclockers.com untuk Celeron II/600 yang dioverclock sampai 1.31 GHz!).
Tapi, dengan pendinginan yang berlebihan (di data overclockers.com ini, CPU
temperature sampai -56 derajat Celcius idle!) maka umur CPU Anda dijamin
tidak akan terlalu pendek-lah, bahkan dengan suhu tersebut, CPU Anda akan
berumur sangat panjang... :-)
Sebagai tambahan informasi, Celeron II/566 hanya menggunakan satu cooling
fan (Golden ORB) saja dan temperature juga standar, sekitar 38 derajt
celcius saja...
> Intinya OC itu beresiko dan butuh pengorbanan juga.
Selama hampir setahun saya beroverclock-ria, saya belum pernah mengalami CPU
break-down.... :-)
>> Kalau memang
>> bisa di-overclock kenapa tidak dari pabrik ajah langsung melakukan
>> overclocking itu? Kenapa harus kita sendiri? Atau kalau memang bisa
kenapa
>> tidak dari sononya saja disediakan kipas pendingin tambahan jika
>> overclocking itu dilakukan langsung dari pabrik originalnya? ;-)
Soalnya pabrik-nya rugi... :-) Sebagai contoh, system saya dengan Celeron
II/566 overclock ke 808 Mhz (811 Mhz, bila dibaca lewat SiSoft Sandra)
memiliki performance yang hampir identik dengan PIII/800 (lebih rendah,
karena L2 cache saya lebih kecil, tapi untuk software application biasa,
tidak beda jauh). Berapa beda harga CPU? At least PIII/800 3 kali lipat
lebih mahal daripada Celeron II/566. Intel sangat anti overclocking, karena
yach ini.... Intel-nya berasa rugi :-)
> Bagaimana pun overclock itu adalah 'pemaksaan' bagi prosesor. Dengan kata
> lain perlakuan tidak wajar bagi prosesor. Ngga ada jaminan kestabilan
> untuk ini. Jadi jelas ngga akan dilakukan oleh produsen.
Pemaksaan bagaimana sich? :-) Sekali lagi, Celeron II dan PIII memiliki core
CPU yang *identik*. Bila PIII dapat memiliki FSB 100/133 Mhz, mengapa
Celeron II tidak dapat (tentunya dengan cooling yang benar, karena ingat
multiplier Celeron II itu sudah dipatok dan nilai multiplier tsb tinggi,
sehingga bila dipasang di FSB 100 Mhz, efeknya adalah clock speed CPU jadi
naik 1.5-2 kali lipat).
Yang membuat system jadi tidak stabil itu bukan hanya faktor CPU (kurang
cooling, dll) tapi juga faktor PCI/AGP cards, memory Anda, dll. Dengan
menaikkan FSB, maka PCI/AGP/memory bus Anda juga akan naik... Nah, bila
ternyata PCI/AGP/memory tidak dapat handle bus tinggi, yach.... system tidak
mungkin stabil, bahkan malah ndak bisa boot. Sebagai contoh, berhubung
Celeron II diperutamakan untuk FSB 66 Mhz, maka produsen komputer tidak akan
capek-capek memakai PC100 memory (atau bahkan PC150). Mereka akan
menggunakan PC66 memory untuk menekan harga sistem semurah mungkin (lha
namanya juga Celeron untuk entry level system). PC66 memory jarang yang mau
berkerja di FSB 100 Mhz. Ini sendiri akan menjadi poblem bagi the whole
system, tapi CPU-nya sendiri mungkin ndak problem bila dioverclock.
> Orang yang overclock juga biasanya bukan karena komputernya terlalu
> lambat, tapi orang-orang yang suka 'tantangan' dan berani nanggung resiko.
> Soalnya overclock ini kan banyak teknik dan seninya, jadi memang
> sangat menarik untuk mereka.
ha..ha.. setuju.... Saya sendiri sangat tertantang untuk menaikkan FSB m/b
saya ke 133 karena saya memiliki at least 128 MB PC133 memory yang satt ini
sedang dipakai under-rating (95 Mhz FSB).... Tentunya saya harus perhatikan
soal cooling, karena dengan menaikkan FSB ke 133 berarti clock speed CPU
saya akan menjadi 133x8.5=1.13 Ghz. Bahkan saya percaya PC133 memory saya
dapat juga dioverclock ke at least 145 Mhz FSB yang berarti saya dapat
mencoba untuk overclock ke 145x8.5=1.23 Ghz... :-) Nah... dalam hal ini saya
harus jelas-jelas sangat memperhatikan CPU cooling saya... :-(
> Penjelasan saya di atas cuma penjelasan singkat aja, dan mungkin masih
> banyak salahnya. Jadi kalo emang tertarik, lebih baik baca artikel dari
> penulis yang lebih berpengalaman, baik dari majalah ato dari internet.
coba di http://www6.tomshardware.com/guides/overclocking/index.html untuk
keterangan mengenai general overclocking.
di http://www6.tomshardware.com/cpu/00q3/000720/index.html untuk keterangan
lebih lanju mengenai Celeron II vs. Pentium III
juga di http://www.overclockers.com untuk melihat "kisah sukses" dari
overclockers seluruh dunia :-)
> Eh, penjelasan saya cukup jelas ngga?
Cukup jelas... cuman penjelasan saya lebih jelas ;-)
salam.
-dave
> Tambahan: Overclocking itu hanya untuk AMD? Intel bisa? Atau Cyrix?
Untuk Intel jelas bisa. Dulu yang paling terkenal gampang dioverclock dan
stabil itu Celeron 333A. AMD juga, apalagi Duron sama Athlon.
Cyrix ngga tau kuat apa ngga. Cuma kayanya bisa aja.
> Tambahan2 (Garink2-an--untuk Aku, Nayaga, dll. yang selera humornya tinggi
> dan pemain Brood War/Starcraft): Overclocking bisa nggak ditandingi dengan
> Protoss: Observer, Zerg: Overlord, Human: Turret ?? :-)))))
Hah? Ditandingi begimana?
Tapi kayanya kalo dioverclock, mungkin ngga perlu pake 'steroids' (eh ini
di AoE, kalo di Starcraft nge-cheat biar build lebih cepet apa sih) juga
bisa cepet :D
Udah ah, tambah garing aja :)
--
Best Regards,
Shgyn
----- Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply -----
SUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
----- Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply -----
SUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong