~~~~~~~Forum Diskusi Software dan Internet untuk Kristen-Katolik~~~~~~~


Hallo Rekan-Rekan Milis Yang Terkasih,

Sorry ini OOT (Out Of Topics), tapi saya pikir akan bermanfaat bagi
Rekan-rekan mau travelling dalam rangka Mudik Akbar 2000.

Mau ikutan kasih saran, kiat dan tips untuk rekan-rekan yang mau mudik
dalam musim liburan Natal, Lebaran & Tahun Baru yang tahun 2000 ini
merupakan "Mudik Akbar" yang belum pernah ada sepanjang sejarah.
Tips & kiat mudik ini adalah dari pengalaman pribadi dengan mengendarai
kendaraan sendiri sudah lebih dari 5 kali lewat jalur Pantura (Cikampek-
Cirebon-Tegal-Semarang-Kudus). Terakhir mudik bulan Oktober 2000
yll pas liburan Cawu I anak sekolah SD. Nah inilah hasilnya, selamat
menyimak:

1. Kondisi Tubuh
    Jaga kesehatan, kondisi tubuh harus prima, sebelum berangkat
    harus cukup istirahat/tidur baik si pengendara maupun penumpang.
    Apalagi si pengendara utama (driver) biasanya suami dan co-driver
    adalah istri.
2. Kondisi Mobil
    Periksa kondisi mobil dan serviskan ke bengkel mobil langganan
    anda (tune up komplit, rem, ban, wiper, radiator, tali kipas/AC, aki,
dll)
3. Perlengkapan Mobil
    Bawa perlengkapan alat-alat mobil (tools kit), dongkrak, tali derek,
    ban serep, kotak P3K, segitiga pengaman, kunci roda palang, senter, dll
4. Bawa Air Mentah
    Bawa air mentah di dalam jerigen 5lt atau bekas botol air minum mineral
    yang besar (1 literan), air ini berguna untuk mengisi radiator bila
kurang
    atau cuci tangan bila selesai ganti ban kalau bocor atau kempes. Jangan
    lupa sekalian bawa sabunnya, biar bersih cuci tangannya. Air ini juga
    berguna bila bawa anak kecil/bayi tiba-tiba di tengah jalan "pup" dan
    kita berada di tengah sawah/hutan dimana sulit mencari air.
5. Bekal Makanan
    Bawa bekal makanan secukupnya yang praktis dan bisa dimakan sambil
    terus berkendara (arem-arem/lontong isi), jangan asal berhenti makan di
    restoran/rumah makan yang tempat berhenti/istirahat Bus Antar Kota
    (kecuali untuk "pipis") karena lagi "High Season" dikhawatirkan cara
    masak dan mencuci  piringnya kurang bersih karena pengunjung "sangat"
    padat dan banyak yang harus dilayani. Lebih terjamin bila makanan bawa
    sendiri. Tapi kalau bekal habis anda bisa masuk ke dalam kota dimana
anda
    lewat untuk mencari restoran Fast Food Fried Chiken (nggak usah
disebutin
    namanya entar iklan lagi!) yang pasti anak-anak suka dan lebih baik
kebersihannya
    daripada yang pertama tadi. Di Cirebon ada di Grage Mall pusat kota.
    Di Tegal atau Pekalongan saya lupa apakah ada Fast Food Restaurant
    atau tidak tetapi ada Rumah Makan Ayam Goreng Kampung atau Chinese
    Food banyak sekali yang cukup bersih, enak dan ada toiletnya, masuk
    saja ke pusat kota tsb.
6. Kebelet Pipis
    Bagaimana kalau di tengah jalan "kebelet" pipis? Kalau anak-anak dan
laki-laki
    sih gampang asal mau dan "tahan malu" berhenti saja di pinggir jalan!
Kalau
    istri bagaimana dong? Caranya gampang, cari pompa bensin yang besar
    pasti ada toiletnya yang cukup bersih, bila kotor, cari lagi berjalan
beberapa
    kilometer (bila kebeletnya masih bisa ditahan), atau cara lain cari
Wartel,
    Kantor Polisi, Pusat Pertokoan, Losmen, Hotel, Mesjid, dll bilang aja
"mau
    numpang pipis" masa nggak boleh.
7. Raja Setan Jalanan
    Yang "unik" bila kita berkendara dengan mobil pribadi di Jalur Pantura
adalah
    siap "mengalah" dengan Bus Antar Kota/Propinsi, mereka ini disebutnya
    "Raja Setan Jalanan Pantura". Jangan coba-coba "adu balap" & "adu kuat"
    meskipun kita ada di jalur yang benar sekalipun. Bila dari arah
berlawanan
    tiba-tiba ada Bus yang melancangi truk gandeng yang berjalan lamban,
anda
    harus siap mengurangi kecepatan dan secara mantap minggir ke kiri, bila
    perlu turun/keluar dari jalan aspal, kalau tidak..... hmmmm... saya
tidak
    bisa ceritakan di sini apa yang terjadi. Lebih baik mengalahlah!
Bukankah
    anda dan keluarga kepengin tiba di kampung halaman dengan selamat bukan?
8. Si Keong dan Si Kura-Kura
    Lain bus lain lagi truk gandeng maupun truk engkel. Kalau truk-truk ini
    dikenalnya sebagai si Keong atau si Kura-Kura karena begitu lamban
jalannya.
    Bagi yang belum pernah lewat Pantura pasti akan jengkel dengan ulah
mereka
    ini, yah busnya yah truknya juga. Truk-truk ini sudah jalannya lambat
ngambil
    posisinya di jalur kanan lagi, sehingga bikin "kagok" untuk menyalipnya.
    Nah, model kayak begini kita harus ekstra sabar dan hati-hati, cobalah
    menyalip dari sebelah "kiri" minta istri sebagai co-driver melihat ke
depan
    apakah lajur depan sebelah kiri kosong dan aman untuk menyalip atau
tidak?
    Yang perlu diperhatikan  adalah apakah di kiri depan ada motor, becak,
    sepeda, mobil mogok/parkir, lobang, jembatan sempit, dll. Bila aman tak
ada
    halangan menyaliplah "dari jalur kiri" dengan tetap waspada, apalagi
kalau
    yang disalip itu "konvoi truk" yang panjang.
9. Bawa Kaset/CD Lagu Anak-Anak
    Agar tidak jenuh, bosan dan sekaligus membawa suasana gembira dan ceria
    putarlah lagu anak-anak dan mintalah menyanyi bersama seluruh isi mobil
    ikut bernyanyi, cobalah.
10. Bawa Peta Jalur Mudik
      Peta jalur mudik ini penting dan berguna bisa anda peroleh "gratis" di
gerbang
      tol dalam kota Jakarta, Kantor Pengelola Tol Jasa Marga, Radio Sonora,
dll
      sudah beredar mulai minggu yll, buruan cari dan dapatkan mumpung belum
      kehabisan. Peta ini memuat jalur-jalur alternatif bila terjadi
kemacetan di
      suatu titik, ada juga pilihan "jalur tengah" dan "jalur selatan",
nomor-nomor
      telepon penting, info tol sepanjang Pulau Jawa, dll.
11. Bawa HP & Chargernya
      Jangan lupa bawa HP dan chargernya. Sebaiknya sebelum berangkat charge
      HP anda sampai penuh. Untuk daerah/area tertentu yang anda lewati akan
      terjadi "blank spot" untuk kartu tertentu, lebih baik kalau istri
punya HP dengan
      kartu yang berbeda dengan anda punya, jadi bila terjadi blank spot
masih bisa
      pakai HP satunya lagi.
12. Tetap bisa monitor Milis Email anda
      Kalau punya laptop bawa saja agar bisa tetap monitor dan kirim email
di kampung
      halaman. Untuk itu perlu ditanyakan ke ISP langganan anda atau bagian
MIS/IT
      kantor anda "connection" nomor telepon di daerah yang anda tuju,
setting di laptop
      anda harus diubah dari "leased line" ke "dial up" dengan modem,
rasanya repot yah!
      Nah kalau nggak mau repot dan bagi yang nggak punya laptop, tidak
perlu berkecil
      hati, nanti di daerah tujuan anda carilah "Warnet" sudah banyak kok
dan mudah
      dicari (di kota kabupaten), tetapi sebelumnya anda harus punya
"account address"
      email "gratisan" seperti Yahoo, Hotmail, LinkNet, Astaga, dll terlebih
dahulu.
      Sebelum berangkat mudik harus anda set di bagian "Preference atau
Options" email
      account gratisan anda tadi untuk mengaktifkan menu "Get Another Mail
>From Another
      Account" kemudian masukkan konfigurasi server POP 3 email kantor anda,
mintalah
      bagian MIS/IT kantor anda untuk membantu mengeset konfigurasinya. Nah
setelah
      itu anda bisa tetap menerima email kantor anda kapan saja dan dimana
saja,
      syaratnya hanya dua yaitu ada Warnet dan punya email gratisan. Dengan
demikian
      anda masih bisa baca email dari Milis yang anda ikuti.
13. Bawa Obat-obatan yang biasa digunakan, jangan lupa itu! Terutama untuk
anak-anak.
14. Kondisi Jalan
      Jalan sepanjang Pantura dari Tol Cikampek, Cirebon, Tegal, Semarang
pada waktu
      mudik Oktober yll sudah lumayan bagus dan mulus, beberapa tempat
bahkan sedang
      dilapis aspal, dilebarkan, jembatan-jembatan sedang diperbaiki
kelihatannya memang
      sedang dipersiapkan untuk menghadapi Mudik Akbar 2000 ini dan saya
yakin saat
      ini pasti sudah jadi dan sudah siap buat anda yang mu mudik.
15. Alas Roban & Plelen
      Daerah jalan ini dikenal "Angker dan Maut" karena jalannya naik turun
yang curam
      dan banyak tikungan yang dikenal dengan "Ci Luk Bha!", tapi itu dulu!
Sekarang mah,
      beda lebar dan lapang telah dibuat dua jalur lebar dengan median
pemisah jadi aman,
      kalau  dulu kita lewat sini dengan "was-was dan tegang" sekarang
"plong dan santai"
      pemandangan khas hutan jatinya membawa suasana sejuk dan damai. Oh ya,
      Alas Roban dan Plelen ini letaknya setelah Pekalongan dan Batang (dari
Jakarta).
16. Ke Magelang, Yogya dan Solo
      Bagi anda yang tujuannya Magelang, Yogya dan Solo setelah sampai di
Weleri
     (setelah Alas Roban sebelum Kendal) anda tak perlu lewat Semarang untuk
     menyingkat waktu dan jarak tempuh, anda bisa lewat
Sukorejo-Parakan-Temanggung
     dan langsung Magelang nah dari situ tinggal kemana tujuan anda mau ke
Solo bisa
     lewat Blondo-Boyolali-Kartosuro. Bagi yang mau ke Yogya dari Magelang
lewat
     Blondo - Sleman dan sampailah di Yogya.
17. Kapan sebaiknya berangkat dari Jakarta pagi atau malam?
      Terserah anda mana yang paling baik masing-masing ada plus minusnya.
     Berangkat pagi jam 06.00: - Bisa lihat pemandangan, restoran & bengkel
mobil
     pasti buka, bila mobil tua dan AC kurang bagus anak-anak kasihan akan
tersiksa
     karena panas apalagi kalau macet, sepanjang jalan yang dilewati kita
akan ketemu
     yang namanya "Pasar Tumpah" itu lho pasar tradisional di kota
kecamatan/kabupaten
     pasti macet, banyak orang menyeberang, becak, sepeda, ojek, dll, ketemu
dengan
     "Panitia" Pembangunan Mesjid yang minta sumbangan yang luar biasa
banyaknya
     sepanjang Pantura dan jalan/jalur lain yang pasti akan kita lewati.
Harap hati-hati
     dengan drum yang ditaruh di tengah-tengah jalan, jangan sampai "ngebut"
melewati
     mereka. Bagi anda yang berkacamata minus sebaiknya jalan pagi saja.
     Berangkat sore/malam jam 17.00: Tidak bisa lihat pemandangan, hanya
restoran dan
     bengkel 24 jam saja yang buka (tapi jangan khawatir cukup banyak kok!),
anak-anak
     bisa tidur tidak ribut, tidak panas baik di dalam mobil maupun di luar,
tidak ada pasar
     tumpah (tapi mungkin saja ada "Pasar Malam"), tidak ada Panitia
Pembangunan
     Mesjid. Bila kita mau menyalip di tikungan akan kelihatan dari sinar
lampu mobil dari
     arah berlawanan, dimana hal ini tidak bisa kita tahu kalau berjalan di
siang hari.
     Hanya saja kita harus ekstra hati-hati dan jangan sampai mengantuk bila
jalan malam
     hari karena "musuh" kita adalah "Bus Malam" ini "biangnya"  Setan
Jalanan dan "Raja
     Tega". Bagi anda yang tidak tahan sinar lampu dari depan (silau) lebih
baik jangan
     jalan malam hari.
18. Berikan Nomor HP dan telepon di kampung halaman ke tetangga atau RT
     Harap tiggalkan nomor HP dan telepon rumah di kampung halaman ke
tetangga
     yang tidak mudik atau ke Pak RT agar anda bisa dihubungi kalau terjadi
sesuatu
     di rumah anda.
19. Arus Balik & Pulang Balik ke Jakarta
     Harap simpan tenaga dan tetap jaga kesehatan untuk siap Pulang Balik ke
Jakarta
     setelah mudik. Jangan pulang balik di pas mepet sekali besoknya harus
sudah masuk
     kantor dan anak-anak masuk sekolah, pasti kelelahan kan? Ada baiknya
ambil waktu
     sehari istirahat sebelum besoknya melakukan aktifitas rutin di awal
tahun 2001.
20. Bawa uang tunai secukupnya, tak perlu bawa banyak-banyak, toh ATM banyak
sekali
     dijumpai di daerah

Demikianlah beberapa kiat dan tips dari saya, mungkin dari rekan-rekan yang
lain bisa
menambahkan agar bisa semakin lengkap sehingga bermanfaat bagi kita semua.
Sambil masih mengingat bahwa pada waktu travelling Mudik masih dalam suasana
Puasa maka ada baiknya dalam hal makan dan minum di jalan terutama di daerah
tertentu yang "fanatik" kita jangan terlalu "demonstratif" apalagi sampai
bertanya
ke tukang becak/ojek dimana ada restoran buka di kota ini? Hati-hati!

Bila anda ingin sampai di Semarang dari Jakarta dalam waktu 12 jam (kurang
lebih)
maka berangkatlah pagi hari paling lambat jam 06.00 WIB start pada hari
Rabu, 27
Desember 2000 sebelum saudara-saudara kita melaksanakan Sholat Ied. Langsung
tancap gas mobil anda tanpa hambatan sampai Cirebon (4 jam) dijamin tidak
akan
ada macet apapun, jalanan pasti lengang! Setelah itu anda mau terus atau
istirahat
dulu di Cirebon. Harap hati-hati dan waspada dengan bubaran jemaah yang
selesai
Sholat Ied, jangan "ngebut" dan "sok jagoan" menerobos kerumunan massa!
Ingat itu!

Okey, saya ucapkan Selamat Mudik dengan Aman dan Santai, Selamat sampai
tujuan
dan jangan lupa oleh-olehnya. Saya akan "stand by" di Milis ini selama
Liburan
Lebaran, Natal dan Tahun Baru 2001, ayo siapa yang mau jadi POSKO MUDIK
di Milis ini untuk membantu bagi rekan-rekan yang membutuhkan.
Selamat Hari Natal  & Tahun Baru 2001.


Salam Jabat Erat,
Bambang Giyanto
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]


------ Hemat Bandwith : Hapus pesan yang tidak perlu sebelum reply ------
SUBSCRIBE---> To:   [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
UNSUBSCRIBE---> To: [EMAIL PROTECTED], Isi/Body: kosong
Moderator: Ronny <[EMAIL PROTECTED]>, Alex <[EMAIL PROTECTED]>
Web : http://hub.xc.org/cgi-bin/lyris.pl?enter=i-kan-software

Kirim email ke