\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ 
\o/

TUHAN  itu BAIK

Kisah  ini  aku   awali  dengan  ungkapan bahwa pergumulan berat  yang kita
alami,  akan   menjadi   ringan,  bisa menjadi berkat bagi orang lain  jika
Allah  ada  di  hati  kita dan kita sabar menanti Jawaban Allah dalam hidup
kita.

"Yoana",  begitu  orang-orang  memanggilku,  pernikahanku  sudah lebih dari
enam  tahun,  diusiaku  menjelang tiga puluh empat tahun  Tuhan  belum juga
mempercayakanku   untuk  menjadi seorang  Ibu.

Betapa  ku  rindu  sepulangku  dari   bekerja,    ada   suara   manja  yang
memanggilku  "mama".  Hatiku  merintih  setiap  kali mendengar  teman-teman
dikantor memperbicangkan  kelucuan dan pertumbuhan anak-anak mereka.  Tahun
pertama   aku  masih setia  berdoa  dan berharap pada  Bapa diSurga, begitu
juga  ditahun ke dua  aku masih  menumpukan harap padaNya, tapi setelah itu
aku mulai  didera putus asa, aku mulai ragu kalau aku bisa mempunyai anak.

"Tuhan Yesus, apakah  Engkau  mengasihiku ? dimana Engkau saat aku menangis
!  saatku meratap ! kenapa sekian lama doaku tak juga  terjawab !", jeritku
suatu  malam  yang sangat menyesakkan hatiku.

Pagi  itu aku bertengkar dengan Rueben, pria yang berjanji akan mencintaiku
dalam  suka dan duka enam tahun yang lalu di Hadapan  Tuhan dan jemaat. Dia
memojokkanku    dan    melukai    dasar    hatiku    yang   paling   dalam.
Katanya,"dikeluargaku   tidak   mengenal   kata  MANDUL!"  semua  saudaraku
baik  dari  pihak  ibu maupun ayah  semua mempunyai anak !  bahkan beberapa
diantara mereka mempunyai anak kembar".

Aku  menatap  wajahnya,  aku  melihat   ada  amarah   dan kebencian di raut
wajahnya,  tatapan  matanya  membuat  aku tidak percaya kalau pria yang ada
didepanku adalah Reuben, pria yang menikahiku enam tahun yang lalu.

Kekecewaanku  padanya  memancingku   untuk marah, sambil menahan tangis aku
mejawab,"akupun menginginkan kehadiran seorang anak dalam rumah ini, selama
ini  kamu  selalu   menolak   untuk memeriksakan diri ke dokter, aku curiga
permasalahan ada di dirimu sendiri !".

Kata-kataku   menambah    amarahnya  dan  untuk  pertama   kalinya   Reuben
menamparku,  kemudian  masuk  kekamar  dan  mengepak-ngepak pakaiannya, dan
keluar   dari  rumah,  sampai  akhirnya   terdengar suara mobil keluar dari
garasi dan sejak itu dia tidak pernah kembali ke rumah.

Tuhan  dimana  Engkau saat  Reuben menghinaku ?  pekikku  disela-sela putus
asa yang menyelimuti pikiranku . . . aku ingin mati saat  itu, tapi sebagai
seorang   Hamba   Tuhan   yang   sudah merasakan kebaikan  Tuhan Yesus, aku
diingatkan   untuk tetap berharap padaNya, aku harus bertahan dalam kondisi
sesulit apapun juga.

Hari-hari   yang  aku  lewati  begitu  berat,  menyandang status yang tidak
jelas, dikatakan "status janda"  baik aku dan Reuben  tidak  mengurus surat
perceraian.  Image yang aku sandang ditinggal suami  karena aku tidak mampu
memberikan  keturunan  padanya,   aku  melihat   banyak   tatapan sinis dan
cemoohan   orang-orang  yang  ada  disekitarku   tapi  aku  dikuatkan  oleh
teman-teman yang sama-sama melayani digereja kami.

"Aku  harus   bangkit"  kataku  pada  diriku  sendiri, karena aku tau bahwa
Tuhan   tidak  akan  membiarkan  aku  sendirian,  dan aku  sangat dikuatkan
setelah  membaca   kisah-kisah   Ayub  dan Hamba-hamba  Tuhan  yang  ada di
Alkitab.

Enam  bulan  sudah  berlalu,  dan  aku  semakin kuat melewati  terpaan yang
menimpaku,  tak  putus-putus  aku  berdoa  buat  Reuben. Aku tidak mau kami
bercerai  karena  Firman Tuhan melarang perceraian dan aku ingat bahwa kami
sudah  berjanji  di hadapan Tuhan  hanya maut  yang  dapat memisahkan kami,
kalau  soal  anak  itu perkara  kecil bagi Allah, aku sangat yakin akan hal
itu.

Sampai  akhirnya,  hampir  dua  tahun  aku  duduk diam dan tenang dihadapan
Tuhan,  menanti  belas  kasihanNya.   Dalam  masa  dua tahun itu aku banyak
bersaksi  pada   Ibu-ibu  yang  mempunyai  masalah  dalam Rumah tangga, dan
banyak  diantara  mereka   yang tadinya  mengambil keputusan untuk bercerai
setelah mendengar kisahku akhirnya  rujuk kembali.

Setiap  kali  aku  mendengar   ada  keluarga  yang   pulih  rumah tangganya
setelah   mendengar  kesaksianku,  ada  sukacita yang luar biasa di hatiku,
Praise  to the Lord ! !  jeritku dengan sukacita.

Bohong  kalau  aku  tidak kesepian,  aku masih muda  tak jarang   aku lemah
dengan kenikmatan dunia yang aku lihat disekitarku, dan tidak sedikit  pria
yang  datang  padaku,  mulai  dari   yang serius sampai yang  hanya sekedar
iseng tapi  Puji Tuhan aku bisa melewati semuanya  berkat kasih  Tuhan.

Kataku,"kalau  Tuhan ijinkan semua ini terjadi dalam hidupku, maka ku YAKIN
kalau  Dia   memberikan  aku kekuatan untuk melewati semua ini dan aku akan
menjadi seorang PEMENANG ! ! ! ".

Tuhan  itu baik, setiap rancangan  Dia PASTI baik ! ! walau sering kali apa
yang  menjadi   rancanganNya  tidak  sama  dengan  apa  yang kita pikirkan.
Setelah   dua tahun berlalu, suatu  pagi  Reuben kembali kerumah, aku kaget
luar biara, dia memelukku, menangis minta ampun, dan yang lebih membuat aku
tidak  percaya   dia   bersimpuh  dikakiku   dan  minta   maaf  atas  semua
perbuatannya.

Aku  tidak  tau harus berbuat apa, masih teringat jelas di pikiranku  kalau
dia  pernah  menamparku,  menghinaku sebagai wanita mandul, aku bingung ! !
haruskah aku memaafkan dia ?

Disaat  aku bimbang, aku teringat  ketika  Yesus di salibkan tapi Dia tetap
mengampuni orang yang menyalibkannya, mengampuni orang yang berdosa.

Dengan  kasih  aku  bawa  Reuben  ke  ruang tamu  dan aku katakan bahwa aku
mengasihi dia  sama seperti  Kristus mengasihi  aku dan dia.

Tuhan  itu  baik, dan sangat baik ! !  kami sepakat  untuk membina  kembali
keluarga  kami  dengan  dasar   Kasih  Kristus  dan satu bulan setelah kami
bersama  . . . Tuhan  menjamah buah kandunganku,  dan  kata dokter, "Yoana,
anda POSITIP  HAMIL  ! ! !


2 Korintus
4:8  Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal,
namun tidak putus asa;
4:9  kami  dianiaya,  namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan,
namun tidak binasa.


Semoga jadi berkat . ..
written by,  SHI. T - 19/7/2006





Gbu,
SariHati   Indah  Tarigan
Ph : +62 - 549 - 21152   Ext. :  158


===========================================================================
This email is confidential.  If  you are not the  addressee tell the sender
immediately  and destroy this  email without using,  sending or storing it.
Emails are not secure  and may suffer  errors, viruses, delay, interception
and amendment.  The Trakindo Group of Companies do not accept liability for
damage   caused   by   this   email   and   may   monitor   email  traffic.
Unless expressly stated, any opinions are the sender's and are not approved
by  the  Trakindo  Group  of  Companies  and  this  email  is not an offer,
solicitation,     recommendation     or    agreement    of    any     kind.
===========================================================================




o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu 
]----------------------(o

Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God ! 

PROMOSI Toko Buku RDSB http://tokobuku.rdsb.org
+ Khotbah MP3 Harga Hemat 
+ VCD Peter Youngren, Moris Cerullo, dan masih banyak lagi 

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN 
)--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; 
http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED] 
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke