Title: e-BinaSiswa Edisi 81/I/Agustus 2017
Mengajarkan Sikap Toleransi kepada Remaja Kristen (1) -- Edisi 81/I/Agustus 2017
 
Mengajarkan Sikap Toleransi kepada Remaja Kristen (1)
Edisi 81/I/Agustus 2017
 
e-BinaSiswa

Salam kasih dalam Kristus,

Sebagai warga negara dari sebuah bangsa yang majemuk, setiap kita dituntut untuk dapat bertoleransi dengan sesama kita yang berlainan warna kulit, bahasa (dialek), kepercayaan, dan tradisi. Akhir-akhir ini, toleransi menjadi satu kata yang kerap didengungkan di Indonesia untuk dapat tetap menjaga keberagaman di tengah berbagai perbedaan. Inilah satu tugas yang perlu dilakukan oleh remaja Kristen untuk dapat menjadi pribadi yang toleran, tetapi tidak kehilangan identitas kita sebagai seorang pengikut Kristus.

Simaklah sajian e-BinaSiswa bertema "Mengajarkan Sikap Toleransi kepada Remaja Kristen" ini. Biarlah kita semakin didorong untuk menjadi pribadi yang toleran dan selalu siap menjunjung keberagaman yang ada di tengah-tengah bangsa dan negera kita, Indonesia. Tuhan Yesus memberkati.

Amidya

Pemimpin Redaksi e-BinaSiswa,
Amidya

 

KIAT PEMBINA Apa yang Dikatakan Alkitab tentang Toleransi? Sebuah Studi Kristen

Kata "toleransi" telah mengandung banyak arti saat ini. Beberapa orang percaya bahwa toleransi berarti apa pun terjadi sesuai dengan apa yang menjadi keinginan dunia. Yang lain mengartikan toleransi sebagai tingkat intoleransi terhadap siapa saja yang mungkin tidak setuju dengan sudut pandang mereka. Namun, apa yang firman Allah ajarkan kepada kita tentang toleransi? Dapatkan pemahaman yang alkitabiah dengan akronim T-O-L-E-R-A-N-C-E:

Gambar: Tolerance

T - Take advantage (Manfaatkan) setiap kesempatan untuk menjadi seperti Kristus.

"Anak Manusia datang lalu makan dan minum, dan mereka berkata, 'Lihat, seorang yang rakus dan pemabuk, teman para pengumpul pajak dan orang-orang berdosa.' Akan tetapi, hikmat dibenarkan oleh perbuatannya." (Matius 11:19, AYT)

Hidup kita tidak diatur oleh keberuntungan atau kesempatan, tetapi oleh kehendak Allah. Allah mengizinkan interaksi dan keterlibatan kita dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus atau yang memiliki pendapat yang berbeda tentang masalah iman. Kunci untuk menjadi seperti Kristus dalam situasi ini adalah menjaga pandangan Anda tertuju pada Kristus dan bukan pada pribadi. Anda dapat memiliki pikiran Kristus bila bergantung pada Roh Kudus untuk mengarahkan. Untuk studi lebih lanjut, baca Matius 11:1-19.

O - Obey (Taat) kepada Allah dan firman-Nya dibanding kepada manusia.

"Namun, Petrus dan para rasul menjawab, 'Kami harus lebih menaati Allah daripada manusia.'" (Kisah Para Rasul 5:29, AYT)

Akan terdapat saat-saat dalam kehidupan seorang percaya ketika mereka akan diuji atas apa yang mereka percayai tentang Allah dan Alkitab. Ada orang-orang percaya yang menolak untuk menyangkal Kristus sehingga menghasilkan risiko bagi kehidupan, pencarian, dan kedamaian mereka. Ada berkat yang melimpah atas orang-orang yang memilih Allah dibanding manusia meskipun mereka kehilangan harta benda duniawi. Orang-orang Kristen harus mengembangkan intoleransi terhadap tingkah laku apa pun yang akan menyebabkan mereka tidak mematuhi firman Allah. Untuk studi lebih lanjut, baca Kisah Para Rasul 5:27-42.

L - Love (Kasihi) orang lain seperti diri Anda sendiri.

"Jika kamu menjalankan hukum utama sesuai dengan Kitab Suci, yaitu 'Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,' kamu telah melakukan yang benar." (Yakobus 2:8, AYT)

Individu-individu yang paling intoleran dapat mengenali kasih sejati dan tanpa syarat dari orang Kristen. Mengasihi orang-orang yang intoleran terhadap iman Kristen, memberdayakan orang percaya untuk mengasihi sama seperti Yesus. Kasih dari Allah bersifat proaktif dan nyata tanpa kemunafikan. Kasih mengatasi banyak dosa yang memungkinkan Tuhan untuk menembus hati yang paling sulit. Untuk studi lebih lanjut, baca 1 Korintus 13.

E - Expect (Harapkan/Bersiap) akan adanya perbedaan pendapat.

"Maka, terjadilah perselisihan yang tajam sehingga mereka berpisah satu sama lain." (Kisah Para Rasul 15:39, AYT)

Tuhan secara unik menciptakan kita masing-masing dengan kepribadian dan kesukaan/pendapat kita sendiri. Oleh karena itu, kita tidak akan selalu sepakat satu dengan yang lain. Namun, ini tidak berarti bahwa kita tidak bisa lagi mengasihi dan saling menghormati meskipun ada perbedaan. Mereka yang menjadi milik ilah dunia ini mungkin tidak pernah memahami pandangan orang Kristen -- dan kita harus siap dengan hal tersebut karena hikmat Allah adalah kebodohan bagi dunia. Untuk studi lebih lanjut, baca Kisah Para Rasul 15:36-41 dan 2 Timotius 4:11.

R - Respect (Hormati) nilai dan pendapat orang lain dengan kasih karunia.

"Biarlah perkataanmu selalu penuh kasih, dibumbui dengan garam, supaya kamu tahu bagaimana seharusnya menjawab setiap orang." (Kolose 4:6, AYT)

Adalah mungkin dengan pertolongan Roh Kudus untuk menghormati pendapat orang lain dengan kasih karunia. Kemampuan untuk mengatasi perasaan pribadi dan memperlakukan seseorang dengan hormat terlepas dari sikap intoleran mereka, mengungkapkan ukuran sejati kedewasaan rohani. Roh Allah akan selalu memimpin orang percaya menuju interaksi yang anggun dengan mereka yang intoleran. Memiliki pola pikir yang penuh doa dan ketenangan membawa kedamaian di tengah perbedaan. Untuk studi lebih lanjut, baca Daniel 4:19-37.

A - Admit (Akui) bahwa Anda mungkin menderita karena kebenaran.

"Namun, seandainya kamu harus menderita demi kebenaran, maka kamu akan diberkati. 'Jangan takut dan jangan gentar terhadap mereka yang membuatmu menderita.'" (1 Petrus 3:14, AYT)

Dilabeli "intoleran" karena iman Kristen Anda adalah bagian dari perjalanan. Penderitaan terjadi saat Anda membela apa yang benar sesuai dengan firman Allah. Iblis dan dunia akan mendorong Anda untuk menyangkal iman Anda kepada Bapa yang penuh kasih. Namun, ada berkat dari surga atas kehidupan orang-orang yang mempertaruhkan iman mereka kepada Kristus tanpa goyah saat dianiaya. Untuk studi lebih lanjut, baca 2 Korintus 11:23-12:10.

N - Never (Jangan pernah) membiarkan kepahitan berakar di hati Anda.

"Pastikan supaya jangan ada seorang pun yang kehilangan anugerah Allah; pastikan juga supaya jangan ada akar pahit yang tumbuh dan menimbulkan masalah sehingga mencemari banyak orang." (Ibrani 12:15, AYT)

Pengampunan adalah sikap toleransi yang mendefinisikan perilaku orang Kristen saat berhadapan dengan orang-orang yang intoleran. Kepahitan berakar ketika seorang percaya membiarkan penghinaan menembus hati mereka, bukannya memilih untuk memaafkan. Menjaga fokus pada apa yang Allah inginkan untuk hidup Anda akan membantu Anda untuk lebih mudah memaafkan orang yang intoleran dan meningkatkan kapasitas Anda untuk menghadapinya. Untuk studi lebih lanjut, baca Matius 5:43-48 dan 1 Tesalonika 5:15.

C - Call (Memohon kepada) Allah untuk diberikan kebijaksanaan dan kearifan.

"Akan tetapi, jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, yang dengan murah hati memberi kepada semua orang tanpa mencela, dan itu akan diberikan kepadanya." (Yakobus 1:5, AYT)

Mereka yang menunjukkan toleransi sejati akan mencari hikmat dan kearifan Allah sebelum berbicara dengan orang-orang yang tidak setuju/sepaham dengan mereka. Kebijaksanaan Allah menggali lebih dalam daripada keyakinan yang dangkal, dan dapat menyebabkan seseorang merenungkan konsep-konsep yang benar. Adalah bijaksana untuk menunjukkan tindakan toleransi atau intoleransi dalam kata-kata dan tindakan yang diajarkan oleh Alkitab. Untuk studi lebih lanjut, baca Daniel 1.

E - Express (Ekspresikan/Nyatakan) opini Anda tentang topik kontroversial dengan pertimbangan cermat.

Gambar: Toleransi agama

"Lalu, Paulus menjawab, "Aku memohon kepada Allah supaya cepat atau lambat, tidak hanya engkau, tetapi juga semua orang yang mendengarkanku hari ini, bisa menjadi seperti diriku, kecuali rantai-rantai ini." (Kisah Para Rasul 26:29, AYT)

Orang-orang percaya mengungkapkan toleransi mereka terhadap kebenaran dengan sangat berhati-hati mengekspresikan pendapat mereka. Berbicara tanpa berpikir atau berdoa menyebabkan banyak orang Kristen tersandung pada tanggapan mereka terhadap orang-orang yang intoleran terhadap Allah dan Alkitab. Menjadi lambat untuk berbicara dan cepat untuk mendengar memberikan kita kesempatan untuk sepenuhnya memahami bagaimana menangani orang-orang yang mungkin bertentangan dengan kebenaran. Untuk studi lebih lanjut, baca Kisah Para Rasul 26.

"Aku sudah menjadi segala sesuatu bagi semua orang supaya dengan segala cara aku dapat menyelamatkan beberapa orang." (1 Korintus 9:22, AYT)

Iman Kristen sering disalahpahami, dan kita diberi label sebagai orang yang "intoleran" terhadap cara-cara dunia. Hal ini terjadi karena kita adalah pendatang dan duta besar (Allah) di dunia. Ada suatu keseimbangan ketika kita harus menjadi sabar dan toleran terhadap orang, tetapi intoleran terhadap keberdosaan dalam hati kita dan di sekitar kita. Ingatlah selalu bahwa ada orang-orang terhilang yang perlu mendengar kebenaran tentang Yesus. Semoga kita menjadi segala sesuatu bagi semua orang sehingga dengan kata-kata dan tindakan kita akan semakin banyak orang akan mengenal Tuhan. (t/N. Risanti)

Unduh Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs : What Christians Want To Know
Alamat situs : http://www.whatchristianswanttoknow.com/what-does-the-bible-say-about-tolerance-a-christian-study/
Judul asli artikel : What Does the Bible Say About Tolerance? A Christian Study
Penulis artikel : Crystal Mcdowell
Tanggal akses : 11 Juli 2017
 

RENUNGAN Bersatu dalam Perbedaan

Gambar: Bersatu dalam perbedaan

Dalam kehidupan bersama, perbedaan pendapat merupakan suatu keniscayaan (sesuatu yang tidak bisa dihindari). Seorang fanatik adalah seorang yang memiliki keyakinan sangat kuat bahwa pendapatnya pasti benar dan semua pendapat yang berbeda otomatis merupakan pendapat yang salah. Bila disertai dengan sikap yang tidak toleran, fanatisme bisa berkembang menjadi sikap menyerang -- bahkan membunuh -- orang yang berbeda pendapat dengan dirinya. Dalam kekristenan, sikap fanatisme yang tidak toleran adalah sikap yang harus dihindari. Kita boleh mendiskusikan perbedaan pendapat, tetapi kita tidak boleh menyerang orang yang berbeda pendapat, khususnya dalam masalah-masalah yang kurang penting seperti masalah makanan atau masalah penentuan hari. Bila kita mendiskusikan perbedaan pendapat, kita harus berdiskusi secara sopan dan kita harus menghindari sikap menyerang atau menghina. Ingatlah bahwa kita tidak boleh menganggap orang yang berbeda pendapat dengan kita sebagai musuh.

Perlu disadari bahwa sikap toleran tidak berarti bahwa kita harus mengompromikan pendapat kita, tetapi bahwa kita harus bisa menerima adanya perbedaan tanpa menyerang atau menghina, apalagi memusuhi. Dalam hal keyakinan Kristen yang mendasar -- misalnya keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus -- kita harus bersikap fanatik serta harus berani mengungkapkan keyakinan kita secara terus terang, tetapi tetap dengan cara yang sopan, tidak memaksa, dan tidak menghina. Dalam hal-hal yang kurang penting, kita boleh mengemukakan perbedaan pendapat, tetapi kita harus berusaha mengungkapkan penerimaan terhadap orang yang berbeda pendapat untuk menjaga kesatuan Kristen.

"Orang yang makan janganlah menghina orang yang tidak makan, dan orang yang tidak makan jangan menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima dia." (Roma 14:3)
Diambil dari:
Nama situs : Saat Teduh
Alamat situs : https://saatteduh.wordpress.com/2013/02/26/bersatu-dalam-perbedaan/
Judul asli artikel : Bersatu dalam Perbedaan
Penulis renungan : Tidak Dicantumkan
Tanggal akses : 30 Juni 2017
 
Stop Press! IKUTILAH DISKUSI KEPEMIMPINAN KRISTEN

Gambar: Facebook Grup Kepemimpinan Kristen

Teknologi sudah banyak memengaruhi cara kita belajar, berkomunikasi, dan berelasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sudahkah teknologi dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi gereja atau pelayanan? Diskusi di grup Kepemimpinan Kristen bulan Agustus mendatang akan membahas topik ini dengan didukung sebuah artikel berjudul 10 Ide untuk Menolong Gereja Anda Menggunakan Teknologi untuk Bermisi. Diskusi akan dilakukan pada 21 Agustus -- 1 September 2017.

Bagi yang berminat untuk mengikuti diskusi ini, silakan bergabung di https://www.facebook.com/groups/kepemimpinan.kristen/ dan mengisi formulir yang akan dikirim oleh admin. Pendaftaran paling lambat 15 Agustus 2017.

Fanspage e-Leadership
Grup Kepemimpinan Kristen
 
Anda terdaftar dengan alamat: arch...@mail-archive.com.
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-BinaSiswa.
binasi...@sabda.org
e-BinaSiswa
@sabdabinasiswa
Redaksi: Amidya dan Ariel
Berlangganan|Berhenti|Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
© 2017 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

Kirim email ke