|
Pak
Andoko,
Orang
kan pada dasarnya ingin berbeda atau lebih dari yang lain. Kalau dari
pendidikan, pemikiran atau hasil karya tidak ada yang bisa ditonjolkan, kan
yang paling gampang ditonjolkan uang. Supaya lebih subtle, karena nggak sopan
keliling-keliling sambil bawa koper penuh uang atau susah bawa rumahnya
keliling, ya tinggal mobilnya. Kalau kuda lebih bisa untuk pamer pasti kuda
dipakai. Kalau bisa istri simpenan pasti juga dipamerin.
Kalau
saya mah terima aja yang ada seperti itu. Paling nggak saya punya jatah lima
tahun sekali untuk milih dan saya pilih yang bener.
Saya
pernah baca halaman tengah Tempo di salah satu negara bagian di Malysia satu
partai mendapat suara yang makin kuat karena pemimpinnya menonjolkan
kesederhanaan, kejujuran, integritas. Mungkin itu juga yang terjadi di Indonesia
dengan melejitnya suara salah satu partai meskipun mereka tidak punya tokoh yang
bisa dijual.
Mungkin menarik juga kalau bisa dengar apa komentar alumni ITB yang
sekarang jadi menteri, DPR atau pejabat yang lain, soalnya selama ini kok belum
pernah muncul di milis ini. Jangan-jangan issue ini diangkat mereka cuma
komentar .. ah lu aja nggak kebagian. He ... he .. he ....
Gatot
|
Title: Message
