Title: Message
Pak Andoko,
Orang kan pada dasarnya ingin berbeda atau lebih dari yang lain. Kalau dari pendidikan, pemikiran atau hasil karya tidak ada yang bisa ditonjolkan, kan yang paling gampang ditonjolkan uang. Supaya lebih subtle, karena nggak sopan keliling-keliling sambil bawa koper penuh uang atau susah bawa rumahnya keliling, ya tinggal mobilnya. Kalau kuda lebih bisa untuk pamer pasti kuda dipakai. Kalau bisa istri simpenan pasti juga dipamerin.
Kalau saya mah terima aja yang ada seperti itu. Paling nggak saya punya jatah lima tahun sekali untuk milih dan saya pilih yang bener.
Saya pernah baca halaman tengah Tempo di salah satu negara bagian di Malysia satu partai mendapat suara yang makin kuat karena pemimpinnya menonjolkan kesederhanaan, kejujuran, integritas. Mungkin itu juga yang terjadi di Indonesia dengan melejitnya suara salah satu partai meskipun mereka tidak punya tokoh yang bisa dijual.
Mungkin menarik juga kalau bisa dengar apa komentar alumni ITB yang sekarang jadi menteri, DPR atau pejabat yang lain, soalnya selama ini kok belum pernah muncul di milis ini. Jangan-jangan issue ini diangkat mereka cuma komentar .. ah lu aja nggak kebagian. He ... he .. he ....
 
Gatot 
-----Original Message-----
From: Andoko [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 31 Mei 2004 17:53
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [SPAM] - [IA-ITB] Fw: [anggota] Ironi - Email found in subject

dari milis sebelah... sekedar informasi dan pertimbangan dalam menghadapi
pemilu mendatang.

Andoko
10195058


>
> Subject: Fw: ironi...
>
> Setelah gaji dan fasilitas Presiden, wakil-wakil rakyat
> (DPR RI), dan pejabat-pejabat yang lainnya lebih tinggi
> daripada Perdana Menteri dan anggota parlemen di negeri
> sekaya Belanda.
> Ternyata, fasilitas para menteri ini lebih wah juga. Orang
> barangkali akan maklum, ketika mobil dinas Menteri Kabinet
> Gotong Royong, Volvo S90 Executive Automatic, melintas
> memantulkan kilat cahaya.Maklum menteri harus dijatah
> mobil yang representatif menilai Rp743.000.000, yang
> sebenarnya bisa dipakai untuk menyediakan 4 mobil gres
> yang
> lebih rendah hati.
> Sikap maklum muncul, mungkin saja karena itu sudah menjadi
> pemandangan biasa atau karena tidak ada pengetahuan
> pembanding. Namun, sikap maklum tersebut bisa menguap dan
> berubah menjadi tanda tanya, ketika ada bahan pembanding
> yang menggugah nalar sehat.
> Di Belanda, salah satu negeri terkaya di dunia dengan
> pendapatan per Kapita mencapai 22.570 euro, mobil dinas
> menterinya cuma mobil bekas!
> Mengapa menteri Indonesia, yang praktis hampir bangkrut
> dan mayoritas rakyatnya melarat, harus bermewah-mewah?
> Mobil dinas yang dipakai Minister van Volkshuisvesting,
> Ruimtelijke Ordeningen Milieubeheer (Menteri Urusan
> Perumahan Rakyat, Tata Ruang, danPengelolaan Lingkungan),
> Jan Pronk (dulu menteri Kerjasama Pembangunan) adalah
> mobil bekas (tweedehand) dari menteri pendahulunya,
> Margreet de Boer.
> Pengertian mobil dinas di Belanda ya begitu masa jabatan
> selesai harus dikembalikan kepada negara, sehingga
> Mercedes E230 itu kini bisa dipakai oleh Pronk. Tanpa
> negara harus merogoh brankas untuk membeli mobil baru.
> Untuk mobil yang benar-benar su! dah tak layak pakai,
> barulah diadakan mobil baru. Jenisnya terserah, sesuai
> selera para menteri. Namun negara
> membatasi bahwa harga mobil itu tidak boleh melebihi 44,54
> sen euro per km x usia mesin. Jika usia mesin rata-rata
> 200.000 km, maka harga untuk mobil dinas menteri Belanda
> itu maksimal 89.080 euro. Jika diasumsikan 1 euro = 8.000
> maka harga paling mahal mobil tersebut adalah Rp
> 712.640.000.
> Menteri Keuangan Belanda Gerrit Zalm misalnya, dia
> mengendarai Volvo S80.Sedangkan Menteri Perhubungan dan
> Perairan Tineke Netelenbos cukup dengan Volvo S70. Seri
> mobil di atas dalam pandangan para 'manajer negara'
> Belanda sudah dinilai cukup representatif.
> Parlemen kita kini terkesan mewah. Gedung DPR RI Senayan
> bagai show room Mobil mewah. Padahal di Belanda, anggota
> parlemen tidak mendapat gaji dan tunjangan mobil. Mereka
> hanya mendapat schadeloosstelling (ganti rugi) yang cekak
> dan tunjangan yang zakelijk.
> "Jatah mobil dinas?" Demikian reaksi pertama Hugo van der
> Steenhoven, anggota partai Groenlinks, saat ditanya soal
> 'sarana mobilitas untuk menunjang tugas wakil rakyat' itu.
> "Ah, laat me niet lachen, meneer (Jangan membuat saya
> tertawa, pak.)" kata Van der Steenhoven.
> Dijelaskan bahwa anggota parlemen Belanda itu bukan
> pegawai negara. Jadi jangankan mobil dinas, salaris (gaji)
> pun tidak ada. Istilah salaries menunjukkan bahwa anggota
> parlemen berdinas pada pihak tertentu.
> Sebagai imbalan jerih payah, anggota parlemen menerima apa
> yang disebut schadeloosstelling alias ganti rugi.
> "Anggota parlemen sepatutnya kan independen dan oleh
> karena itu diatidak berdinas pada pihak manapun," jelas
> dia.
> Jadi untuk urusan mobil ke Gedung Parlemen di Binnenhof
> (Den Haag),Yang nyata-nyata demi kepentingan negara, itu
> menjadi tanggung jawab masing-masing anggota parlemen.
> Apalagi 'mobilitas untuk merawat konstituen', itu bu! kan
> menjadi tanggung jawab dan beban negara melainkan partai
> darimana mereka berasal. Di sini logika yang dipakai
> simpel saja:
> urusan menemui konstituen adalah kepentingan partai, masa
> negara harus menanggung biayanya?
> Negara hanya menyediakan uang ganti transport untuk
> kepentingan tugas anggota parlemen, besarnya 781,36 euro
> untuk yang bertempat tinggal dalam radius 10-15 kilometer
> dari Kompleks Parlemen Binnenhof (Den Haag),1.093,63 euro
> untuk radius 15-20 kilometer dan 1.562,72 euro untuk
> radius lebih dari 20 kilometer. Jumlah tersebut semuanya
> bruto
> untuk satu tahun. Untuk yang bertempat tinggal dalam
> radius 10 kilometer ke bawah, tidak masuk dalam ketentuan
> tersebut alias tidak mendapat apa-apa.
> Makanya banyak anggota parlemen yang ngantor dengan naik
> trem, sejenis angkutan umum kota mirip kereta api tapi
> bentuknya lebih kecil. Jan Pronk, kini Minister van
> Volkshuisvesting, Ruimtelijke Ordening en Milieubeheer
> (Menteri Urusan Perumahan Rakyat, Tata Ruang, dan
> Pengelolaan Lingkungan), malah sering datang naik sepeda.
> Demikian hati-hati dan ketatnya Belanda mengelola keuangan
> negara, sehingga pada tahun 2001 neraca keuangan negara
> surplus sampai 7 milyar gulden (mata uang euro belum
> diberlakukan). Kelebihan tersebut sebagian dikembalikan
> kepada rakyat sebagai uang surprised di mana tiap-tiap
> rumah tangga mendapat 100 gulden atau setara 100 kg gula.
> Sebagiannya lagi dipakai untuk pembayaran utang negara,
> agar secepatnya berkurang.
> Bila anda berkesempatan melancong ke Belanda, tidak ada
> salahnya mampir sebentar ke kompleks parlemen Binnenhof,
> di jantung kota Den Haag.Sekalian melakukan 'studi
> banding' dan setidak-tidaknya anda akan menyaksikan bahwa
> di halaman gedung parlemen negeri berpenghasilan 22.570
> euro per kapita itu, tidak ada ditemukan mobil kelas
> Jaguar dan sejenisnya.
> Bagaimana dengan parlemen kita?
> ironis memang.....padahal penerapan hukum yg berlaku di
> kita masih sebagian besar berdasarkan hukum belanda,
> kenapa bukan peraturan-peraturan seperti ini yg kita ambil
> ya....
>
>
> +++ "Solidarity Forever" Alumni Mesin ITB '70-'72'+++
>
>
>                     Yahoo! Groups Sponsor
>
>
>
>                         ADVERTISEMENT
>
>
>
>
>
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>       To visit your group on the web, go to:
>       http://groups.yahoo.com/group/Alumni-Mesin-ITB/
>
>       To unsubscribe from this group, send an email to:
>       [EMAIL PROTECTED]
>
>       Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>
> ---[Anggota YON-1 ITB]-------------------------------------
> Diluar anggota dilarang masuk!
> Anggota dilarang keluar, hanya boleh cuti :-)
>
> Donasi untuk Corps Menwa bisa disampaikan ke rekening
> Bank : BCA Cabang Ahmad Yani - Bandung
> Rekening # : 437-063-4373, a/n Onang Mertoyono
>




***

Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Members: 1,508                   Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
                   ***** IA-ITB *****
            - Merajut komunitas alumni ITB -
  Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
         http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB

     Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------





***

Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Members: 1,508                   Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
                   ***** IA-ITB *****
            - Merajut komunitas alumni ITB -
  Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
         http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB

     Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

CAUTIONARY NOTE:

This communication is confidential and privileged and may not be read, copied or disclosed or used by any person other than the stated addressee. Any unauthorized use, copying or disclosure is strictly prohibited and may be unlawful. If you have received this email in error or by mistake, please notify us immediately and delete it from your system. Any confidentiality and privilege of this email is not waived because the email has been sent to you due to such error or mistake.

Visit our new corporate website  http://www.allianz.co.id  and  WIN!

 

 

 

 

Kirim email ke