Sulis dan rekans. Saya saat ini punya anggota kurang lebih 250 Spa (baik yang day spa maupun yang spa resort provider) yang merupakan audience dan target pemasaran saya.
Mereka umumnya ada di USA , Eropa, KL dan S'pore. Beberapa dari mereka sudah purchase dari saya. Jadi jika memang memiliki minyak nilam/minyak pala yang berkualitas dan kontinyu suplainya yach bisa dicoba untuk kita pasarkan langsung ke mereka, karena saya sama sekali tidak tertarik untuk memasarkan ke trader. Jika memang bisa kiranya diskusinya japri dan lebih pragmatis Regards, Tita > Message: 3 > Date: Thu, 03 Jun 2004 17:17:17 -0000 > From: "mantra_mantra_jingga" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: Masalah Minyak Nilam untuk Essential Oil > > Wah.... > Harga nilam di tingkat trader (eskportir) lagi naik ya smp 200rb/kg. > Padahal sekitar 6 bulan lalu masih 150an ribu utk Nilam Jawa, 170an > utk nilam Aceh. Tahun 1998 pernah sampai 1,2 juta lho :) Lalu pernah > turun lagi hanya 60 ribu :( Fluktuasi harga minyak nilam memang gila- > gilaan, karena bertanam nilam itu cepat. 6 bulan bisa langsung > panen, selanjutnya dapat dipanen setiap 4 bulan selama masa > produktif (sekitar 4 th). Petani gampang ikut2an menanam hingga > akhirnya terjadi over supply (harga DOWN!!). Beda dengan minyak pala > yg harganya relatif konstan (kisarannya sekitar 270 rb - 320 rb). > Karena bertani pala itu lama panennya, 7-8 th baru pertama bisa > dipanen. Itupun kuantitas buah per pohon masih kecil. Masa > produktifnya memang bisa mencapai 60-70 th. Jadi petani pala > sifatnya turun temurun (dari keluarga dan wilayah itu-itu juga). > Bukan petani dadakan seperti nilam atau sereh wangi. > > Tapi apa benar ya Mas Sulis kalau trader jual ke agent (broker int) > harganya sampai 500rb, karena FOB-nya (Maret 2004) masih sekitar 25 - > 27,5 US$/kg (setidaknya itulah yg saya lihat di Market Newsletter : > Flavor and fragrance Ingredient). > Sejauh pengetahuan dan pengalaman saya, eksportir itu mengambil > margin sekitar 20-30% dari harga international utk crude essential > oil. > Rantai perdagangan nilam (dan atsiri lain pd umumnya) sangat panjang. > Dari penyuling kecil --> tengkulak kecil --> tengkulak besar --> > eksportir --> (skala global) agent/broker int --> purifier --> end > user. > > Mas Sulis, saya belum memulai bisnis minyak atsiri. Memang selama > hampir 1,5 tahun saya mempelajari seluk beluk minyak atsiri dari > proses, bahan baku, sampai pemasaran. JUga melakukan studi kelayakan > untuk penyulingan minyak pala di Bogor. Kita sempat membuat pilot > plant-nya dan sempat menjual minyak pala hasil sulingan kami ke > beberapa tengkulak (kalau menjual ke eksportir harus di atas > 200 kg sekali kirim). > > Khusus minyak nilam, ada beberapa permasalahan yg dapat saya amati. > Yang paling mendominasi tentu saja masalah teknologi proses dan > informasi pasar yang kurang. > - Sudah jelas, nilam rakyat dihargai sangat murah oleh tengkulak > karena kualitasnya sangat buruk (warnanya coklat kehitaman, PA-nya > tidak sampai 30%). Ini disebabkan oleh sebagian besar penyuling kecil > menggunakan ketel suling dari bahan besi biasa, sehingga minyak > terkontiminasi Fe hingga warnanya gelap. Bahkan beberapa di > antaranya (seperti di Bengkulu dan SumBar), mereka hanya menggunakan > drum bekas aspal atau minyak sayur baik sebagai boiler atau ketel > sulingnya. Ada metode pemurnian untuk minyak-minyak berkualitas > jelek ini (tentu tanpa proses vaccum fractionation yg mahal). > - Ketidaktahuan penyuling itu sendiri terhadap informasi pasar > hingga harga bisa ditekan seenak perutnya tengkulak. > - Kebiasaan buruk beberapa penyuling yg sering mencampur2kan minyak > nilam dengan bahan-bahan lain yg hanya bisa teridentifikasi > oleh gas chromatography. Bahkan saya pernah mendengar cerita > menggelikan, ada penyuling Nilam di Aceh yang memasukkan potongan2 > angsa ke dalam ketel suling (bercampur daun nilam). Alasannya agar > minyaknya lebih banyak karena lemak angsa dapat > terbawa dan bercampur dengan minyak nilam ...:) > > Dari sisi optimasi proses, ada beberapa faktor yang harus > diperhatikan seperti : > - jenis nilam (nilam Aceh rendemen dan PA-nya lebih baik dr nilam > Jawa). > - permainan tekanan operasi. > - Kepadatan bahan di dalam ketel. > - kombinasi pengeringan dan pelayuan bahan sebelum disuling. > - umur panen. > - efisiensi energi. > Ampas penyulingan daun nilam selama ini masih dimanfaatkan untuk > sumber energi. Perlu dijajaki kemungkinan pemanfaatan ampas ini > sebagai aromatherapy atau campuran2 produk tertentu (misalnya obat > nyamuk bakar). > > Kalau kita berfikir secara global, apa yang dikatakan Mas Sulis > benar adanya. Sejak zaman penjajahan Bangsa kita didaulat sebagai > penghasil nilam terbesar di dunia (selain nilam, ada minyak pala dan > akar wangi yg mendominasi pasar). 80% nilam yg beredar di dunia > berasal dari Indonesia. Nilam Aceh (Pogostemon Cablin BENTH) adalah > primadonanya. Tapi sampai saat ini belum ada industri pemurnian > minyak nilam di Indonesia. Saya tidak tahu apakah pabrik pewangi di > Ind seperti IFF (International Flovour and Fragrance) atau PT > Indesso Aroma memiliki unit ini. Kabar yg saya dengar, beberapa > eksportir memiliki alat purifier minyak atsiri (skala kecil). Namun > hanya digunakan untuk memperbaiki kualitas minyak kemudian iblending > dengan minyak2 jelek agar bisa dijual dengan harga standar, engingat > minyak jelek ini jumlahnya cukup melimpah. Informasi pemasaran > minyak atsiri ini memang sangat tertutup. > > Maaf kepanjangan :) > Salam, > -ferry- > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Achmad N Hidayat" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rekan-rekan, > > > > Melanjutkan kisah tentang Nilam. > > Barangkali gambaran berikut cukup menarik untuk diketahui: > > - Harga per liter nilam oil (Patchouli oil) dengan spesifikasi > kisaran nilam oil content adalah 30 sd 35 %, dijual dengan harga > sekitar 200 ribu/liter kepada para trader. > > - Spesifikasi yg sangat diminati adalah dengan purity nilam oil > pada kisaran 40 sd 45%, makin bagus purity makin mahal harganya, dan > makin susah pula menjualnya. > > - Para trader ada yang langsung menjual kepada USA/European buyer > (bulk quantity) dg purity dari Indonesia (30 sd 35%) dengan kisaran > harga min. Rp. 500 ribu/liter > > - Para Bulk buyer di USA/Eropa menjual kepada Essential Oil House, > peramu aromaterapi, dengan kisaran harga min. Rp. 700 ribu/liter > > - Para Essential oil house/peramu aromaterapi, memurnikan dg mini > destiller dan menghasilkan purity kisaran 40 sd 45%, menjual kepada > konsumen dg harga USD 5.42/10 ml (dan yang ini tidak bisa dijadikan > harga per-liter, karena konversi-nya beda). > > > > So, berapa margin yg hilang...what's we do next? > > Barangkali kita bisa berbagi strategi disini, dengan berbagai pros > and cons dari tiap langkahnya... > > Memang tidak mudah, tapi kalau tidak dicoba bagaimana mana bisa > berhasil...iya ndak. > > > > Salam, > > Sulis > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/wf.olB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *** Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung, minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004 ------------------------------------------------------------ ***** IA-ITB ***** - Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International ------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
