Setelah lulus, saya sempat nebeng kuliah di UnPar (sekalian cuci mata) , waktu itu kuliahnya tentang bisnis, teman saya bilang, mata kuliahnya bagus.
Diakhir kuliah, dosen memberikan tugas kelompok (masing masing 4 orang) untuk masing-masing membuka warung pada semacam acara "bazaar dadakan" di Unpar" , mereka diundi, ada yang jualan pisang goreng, ada yang jualan bolu, pempek, dll. Masing masing dikasih resep, lalu dibatasi modal maksimum Rp. 50rb. Yang menarik, masing masing disuruh membuat financial analysis, berapa modal perhari, berapa banyak produksi, berapa keuntungan perbulan, dan seterusnya. wah, saya sih ga ikut sampai ke acara di hari-H-nya, namun yang terpikir oleh saya, pelajaran tersebut sangat menarik! Kita, alumni ITB cenderungnya membuat perhitungan sejenis langsung ke skala yang "fantastis" : pabrik pesawat, pembuatan IC komputer, operator selular, dll, padahal , hal-hal yang sederhana (jualan pisang goreng) mungkin IRR-nya lebih tinggi daripada jualan pesawat terbang (omzetnya tergantung dari besarnya lahan usaha kita) Masalahnya adalah bagaimana caranya untuk membiasakan mahasiswa ITB memulai dari hal-hal yang kecil ini selagi masih kuliah. Bahkan biarpun sudah lulus, bisnis pisang goreng ini masih menarik untuk dianalisis..... bayangkan, - Penggemar pisang goreng diperkirakan mencapai 70% (perkiraan saya) penduduk Indonesia - Modalnya kecil, untungnya besar - Bahan dasarnya durable (pisang bertahan bisa sampai satu minggu), gula pasir, tepung terigu, telur, semua durable. - Belum ada standard / cita rasa yang unik dari pisang goreng. - Pisang goreng adalah jenis makanan yang "khas" Indonesia, belum tentu dapat ditemukan di luar negeri. - Belum ada franchise yang meraksasa di bidang goreng-gorengan, padahal mungkin someday pisang goreng Indonesia di Singapore bisa sejajar dengan "BreadTalk"nya Singapore di Jakarta. ada yang tertarik? Andoko ----- Original Message ----- From: "Anang Khusaidi" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, June 10, 2004 3:50 PM Subject: RE: [IA-ITB] Re: Membangun ITB Abad 21 Guna Mewujudkan Keunggulan Bangsa Indonesia Pada Skala Global > Saya dulu juga belajar soal2 ekonomi cuma 2 SKS, dan itu pun rasanya cuman > untuk memenuhi kewajiban nggenapi 144 SKS. > Terus terang saya baru aware soal begituan ketika sudah bekerja, sudah > merasakan dan melihat bagaimana orang bisa 'make money' dari hal-hal yang > simple, yang mungkin nggak perlu belajar ilmu/teori yang susah2 seperti di ITB. > Mungkin di ITB perlu diperbanyak lagi workshop-workshop bisnis, atau mungkin > malah ada unit kegiatan mahasiswa (selain KOKESMA) yang bisa 'menyadarkan' > mahasiswa pentingnya menghubungkan teori menjadi sesuatu yang bisa dijual. > Regards, > Anang K > > -----Original Message----- > From: Deva Choesin [SMTP:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, June 10, 2004 10:32 AM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: RE: [IA-ITB] Re: Membangun ITB Abad 21 Guna Mewujudkan Keunggulan > Bangsa Indonesia Pada Skala Global > > > Waktu saya kuliah, yang dianjar cuman Ekonomi Teknik. Lupa, tapi rasanya 2 > kredit untuk satu semester. Ini mungkin satu-satunya mata kuliah yang ada > hubungan dengan dunia bisnis secara langsung. Yang saya ingat hal-hal seperti > break even point, cost benefit ratio, present value of money, dan sebagainya > pertama kali diperkenalkan kepada kami-kami mahasiswa tingkat 3. > > Yang saya ingin tanya, apakah penekan kepada hal-hal yang bersifat financial > masih sedikit banget di ITB? Mungkin beda dengan jurusan TI, tapi saya rasa > sebagai bekal untuk terjun ke dunia bisnis, perlu tambahan kredit, minimal > sebagai pilihan, bukan wajib (optional, not for qualification). Hal-hal seperti > capital market, marketing (brand, niche, substitutions, etc.), cash-flow > management, good governance, dan sebagainya, perlu untuk kita-kita bisa besaing > dalam dunia global. > > Mungkin ini sederhana, tapi teman sekantor saya selalu bilang, "Pinjem duit itu > baik. Yang jelek pinjem nggak ngembaliin." Kalau kita simak kasus-kasus di > BPPN, memang banyak terjadi bisnis yang nggak bisa atau nggak mau bayar kembali > pinjanman. So, gimana kita bisa maju kalau kita nggak punya dasar dalam capital > market? Apalagi mendapat trust dengan modal yang dipercayai untuk dikelola. > > Regards, > Deva Choesin - EL 74 > > [EMAIL PROTECTED] > > Doeloe sekali, > ITB punya motto : GOOD PRODUCT SELL ITSELF > Mudah mudahan sekarang sudah berubah. > > Salam > B Adi Subagiyo > > > -----Original Message----- > > From: Andoko [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: 10 Juni 2004 8:58 > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: Re: [IA-ITB] Re: Membangun ITB Abad 21 Guna Mewujudkan > > Keunggulan Bangsa Indonesia Pada Skala Global > > > > > > Soal konsep, teknologi, dkk, ITB memang Top-One! tapi > > bagaimana mengemas > > konsep tersebut jadi duit, mulai dari penggalangan dana, mengundang > > investor, menyusun rencana anggaran, strategi manajemen, > > konsep badan usaha, > > dan aspek hukum dari bisnis... waaah.... gelap gelap gelap..... > > > > Wake up, ITB, brilliant idea is nothing without any profit > > making. (note: > > lihat daftar 12 topik di bawah) > > > > maaf kalau ada yang tersinggung. > > > > Salam, > > > > Andoko > > > this message was sent by Lembaga Manajemen PPM > > > *** > > Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung, > minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] > > Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004 > ------------------------------------------------------------ > ***** IA-ITB ***** > - Merajut komunitas alumni ITB - > Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni > http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB > > Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International > ------------------------------------------------------------ > > > Yahoo! Groups Sponsor ADVERTISEMENT > > > ------Yahoo! Groups Links > > . To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/ > > . To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > . Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > << File: graycol.gif >> > > > > *** > > Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung, > minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] > > Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004 > ------------------------------------------------------------ > ***** IA-ITB ***** > - Merajut komunitas alumni ITB - > Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni > http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB > > Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International > ------------------------------------------------------------ > Yahoo! Groups Links > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/wf.olB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *** Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung, minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004 ------------------------------------------------------------ ***** IA-ITB ***** - Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International ------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
