FYI,dl wkt kuliah S1,sy nunggu teman yg sedang ujian.Di ruangan sedang kisruh,mhs sedang saling kerja sama dan tukar jawaban,sementara pengawas cuek di luar ruangan. Waktu sy tanya knp tidak ditindak,jawab pengawas:'ah biar aja Mas,semua jg nyontek..'
nugroho adi wrote: > sebuah ironi tentang pendidikan di indonesia > mungkin dapat menjadi bahan renungan dan diskusi hari ini > salam > iscab: > Hati-hatilah kalau curang dalam ujian karena bisa digerebek Densus 88 Anti > Teror. > Condro > http://www.kompas. com/kompascetak. php/read/ xml/2008/ 04/26/02080511/ > ketika.pensil. anak-anak. itu.tidak. bergerak > Kasus Ujian Nasional > Ketika Pensil Anak-anak Itu Tidak Bergerak... > Sabtu, 26 April 2008 | 02:08 WIB > Oleh Andy Riza Hidayat > Kelengangan Jalan Galang, Lubuk Pakam, pecah. Rabu (23/4) pukul 13.30 > ledakan keras dari pucuk senapan menyalak di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 > Lubuk Pakam, Deli Serdang. Sekelompok orang berpakaian sipil, tetapi > bersenjata, membuka paksa sebuah ruangan di sana. > Para pendobrak pintu itu ternyata anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror > Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut). > Guru yang ada di dalam ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Bimbingan > Konseling (BK) kaget. > G Sianturi, guru bidang studi Ekonomi, hanya diam. Dia tak menduga ada > petugas berpakaian sipil merangsek masuk ruangan. Petugas memergoki para > guru membetulkan lembar jawaban siswa peserta ujian nasional (UN). > Tanpa banyak kata, mereka menyita 284 lembar jawaban siswa, pensil, > penggaris, dan peruncing pensil. Para guru gemetar, sebagian menangis. > Tiga hari sudah berlalu, tetapi Sianturi mengaku masih shock. Dia mengatakan > hanya ingin membantu siswa yang kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris. > Diakuinya semua direncanakan para guru. Pada saat para siswa terlihat tidak > bisa mengerjakan soal, guru-guru akan membantu membetulkan jawaban. "Kami > terpaksa," katanya. > Bahasa Inggris adalah mata ujian pertama yang dijadwalkan pukul 08.00-10.00 > hari itu. Begitu soal dan lembar jawaban terkumpul, empat guru Bahasa > Inggris membuat kunci jawaban dan 16 guru kemudian "ngebut" membetulkan > ulang lembar jawaban 284 siswa di ruang UKS dan BK tadi. Sementara itu, > siswa meneruskan mata ujian kedua: Kimia (untuk siswa jurusan IPA), Geografi > (jurusan IPS), dan Sastra Indonesia (jurusan Bahasa). > Sianturi menuturkan, guru terpaksa membantu karena kasihan siswa tak mampu > mengerjakan ujian Bahasa Inggris. Mereka sudah memprediksi anak didiknya > akan mengalami kesulitan meski sebelum UN, siswa sudah menjalani uji coba > soal ujian dua kali. Hasil uji coba memang mengkhawatirkan. Itulah mengapa > muncul ide untuk membantu siswa. Sayangnya, cara mereka justru mengubur > makna pendidikan itu sendiri. > Para guru sadar, pilihan mereka merupakan tindakan keliru. "Kami sudah > mengajarinya tiga tahun. Kalau mereka gagal UN, kasihan orangtuanya, kan," > katanya. Ia menyesal, tetapi nasi sudah menjadi bubur. > Meski enggan bicara, Kepala SMAN 2 Lubuk Pakam Ramlan Lubis mengakui > kejadian itu. "Kasihan siswa. Saat mengerjakan soal Bahasa Inggris, kami > lihat pensil anak-anak itu tak bergerak, tanda tak bisa mengerjakan, " kata > Ramlan dengan wajah menunduk. Wajah itu kusut, tetapi hampa. > Ramlan menggerutu pemerintah terlalu memaksakan UN. Baginya, penyamaan soal > UN sangat tidak adil. "Bagi anak Jakarta, soal Bahasa Inggris itu mungkin > mudah. Namun, bagi siswa kami, soal UN sangat sulit. UN ini terlalu > dipaksakan sehingga kami pun terpaksa membantu siswa," ujarnya. > Argumen Ramlan ini mungkin benar menyangkut kesenjangan kualitas pendidikan > antardaerah. Ramlan dan para guru hanya tidak sampai hati saja melihat siswa > mereka gagal. "Karena sebagian besar orangtua mereka itu buruh tani dan > buruh kebun," katanya. > Kini wajahnya tambah keruh. Dua malam terakhir dia kurang istirahat. Rabu > siang lalu dia harus menjalani pemeriksaan polisi bersama 16 guru lain > sampai Kamis dini hari. Kini mereka berstatus tersangka pelanggar Pasal 263 > (perihal pemalsuan surat) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun > penjara. Mereka wajib lapor kepada polisi dua kali seminggu. > Ramlan ingin semua pihak memahami peristiwa di sekolahnya. Namun, ia tak > melanjutkan perkataannya. Dia buru-buru meninggalkan sekolah saat sejumlah > wartawan ingin meminta penjelasan lagi. Ia mengakhiri pembicaraan dan > pulang. > Para guru kemarin duduk-duduk di lorong sekolah. Satu per satu meninggalkan > tempat duduk setelah tahu yang datang adalah wartawan. Di beberapa ruang, > sejumlah siswa berbincang. Sebagian ikut ekstrakurikuler. Saat didekati, > mereka membalikkan badan. > Sejak peristiwa Rabu lalu, tak banyak informasi keluar dari sekolah. Suasana > sekolah itu kini jadi beku karena kekeliruan. Bangku-bangku dan lorong > sekolah terasa senyap. Di salah satu meja guru bertumpuk koran-koran berisi > berita penggerebekan para guru dan kecurangan sekolah itu. > Akan tetapi, praktik kecurangan UN di Sumut tak cuma terjadi di SMAN 2 Lubuk > Pakam. Kecurangan juga terjadi di enam daerah lain di 24 SMA sederajat, > yaitu di Medan, Humbang Hasundutan, Pematang Siantar, Simalungun, Toba > Samosir, dan Binjai. Kecurangan di enam daerah itu masih sebatas laporan > Komunitas Air Mata Guru (KAMG), belum termasuk kejadian lain seperti di SMAN > 2 Lubuk Pakam. > Tahun lalu, KAMG melaporkan kecurangan serupa di sejumlah daerah di Sumut. > Praktik kecurangan terbukti direncanakan demi nama baik sekolah dan daerah. > Yang mengherankan, proses hukum bagi para pelaku kecurangan UN ternyata tak > benar-benar ditegakkan. Setahun kemudian kasus serupa terulang. > Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Deli Serdang Ajun Komisaris Polisi > Ruruh Wicaksono mengatakan, penggerebekan dilakukan berkat informasi awal > datang dari seseorang. > Kedatangan satuan Densus 88 ke sekolah mendapat reaksi keras dari Wagino, > orangtua murid dan kebetulan Ketua Komite Sekolah SMAN 2 Lubuk Pakam. "Saya > menyayangkan polisi.. Tindakan mereka berlebihan. Apalagi ada letusan > senjata," ujarnya. > Wagino juga kesal dan kecewa pada sekolah itu. "Namun, itu bukan tanpa > sebab. Semua terjadi karena UN dipaksakan digelar di seluruh Indonesia. > Bagaimana bisa fair, kualitas guru beda, fasilitas sekolah berbeda. > Anak-anak kami harus menghadapi soal yang sama dengan soal siswa di > Jakarta," katanya. > -- > -- > Vennlig hilsen / Kind regards > Nugroho Adi Sasongko > ------------ --------- --------- --- > 58°57'16.10'' N 5°40'57.04'' E elev 34 m > [Non-text portions of this message have been removed] > __._,_.___ > Messages in this topic ( 1 ) > Reply (via web post) > | > Start a new topic > Messages > INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS > Hanya ada di http://www.milisbeasiswa.com/ > =============================== > CARI KERJA? > Gabung dengan milis vacancy. Kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] > http://www.groups.yahoo.com/group/vacancy > =============================== > INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA? > Kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] > Change settings via the Web (Yahoo! ID required) > Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch > format to Traditional > Visit Your Group > | > Yahoo! Groups Terms of Use | > Unsubscribe > Recent Activity > 159 > New Members > Visit Your Group > Wellness Spot > on Yahoo! Groups > A resource for living > the Curves lifestyle. > Weight Loss Group > on Yahoo! Groups > Get support and > make friends online. > Yahoo! Groups > Lawn & Garden > ideas and tips > for a green thumb. > . > __,_._,___ ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
