|
Sekilas info:
Kawan-2 ada sekelumit cerita menarik,
Kejadian terjadi di Subyantel Meureudeu. Meureudu
merupakan kota kecamatan jumlah penduduk 32.171 (data tahun 1999), dengan
kapasitas telepon 293 sst, kota kecil memang. Kantor kami di sana di komandoi
rekan Muhammad Dahlan/620376 (sumber cerita) membawahi 2 org karyawan tetap, 3
org petugas pelayanan (KBU), 3 org satpam dan 2 org cleaning service.
Tadinya karyawan tetap 3 org tapi karena tertembak peluru nyasar
(tanggal 19 Desember 2000) 1 orang sudah almarhum.
Hampir setiap hari terjadi kontak senjata antara
TNI/Polri dengan pihak GAM/OTK, tapi yang menariknya bukan itu. Apa..? Bendera,
begitu seringnya kontak sampai benderapun tidak pernah turun. Karena kantor kami
di depan markas aparat. Setiap hari bendera tsb harus naik biarpun kantor-2 lain
tak ada yang menaikkan lagi.
Sampailah bendera itu pada masa uzurnya dan tidak
kokoh lagi berkibar. Oleh aparat TNI/Polri disarankan untuk diganti, rekan
kamipun dengan segera mencari di pasar sekitar situ. Apa yang
didapat...?
Jawaban para pedagang/tukang jahit; kami
tidak punya bahan kain merah, kalau bahan kain putih banyak,
adapun kami tidak berani memberikan, kalau lainnya "mungkin"
bisa dicarikan. Oleh rekan kami di cari di Sigli (berjarak 50 km), kota
Kabupaten yang cukup besar (ukurannya Rumah Sakit Umum bisa menampung ratusan
pasien). Jawaban para pedagang/penjahit kurang lebih sama.
Akhirnya bendera kami kirim dari Banda Aceh
berjarak 150 km dari Meureudu. Itupun yang berani membawa hanya angkutan yang
disini dinamakan taksi berupa L-300 (semacam angkutan travel ), dengan dikemas
tertutup sedemikian rupa dan lansung antar ke alamat. Itupun angkutan
tsb hanya sekali sehari jam 12.00 wib. O, ya kejadian ini lagi berlansung dan
hari ini rekan-2 Safety & Security akan mengirimkan benderanya.
Bagi kami, cerita ini hanya sekelumit kisah. Hargai
lah kedamaian, apakah ukuran kedamaian itu karena masalah bendera? allahuallam
bil shawab.
wassalam
Alfi Sumarta/730072
Askur Dukman Ph. 0651-20041 |
