-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, July 17, 2002 1:01 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net] South China Sea (SCS) spreading



 Karena energi itu kekal, maka saya percaya bahwa pengangkatan Kuching High
dan Central Range Kalimantan itu merupakan manifestasi selanjutnya dari
terhentinya spreading SCS. Energinya kan tetap ada, hanya ganti arah saja
dari epeirogenesis ke orogenesis. Tak ada energi yang hilang. Jadi spreading
atau retakan di tempat lain pun bisa asal sirkulasi mantle convection cell
di bawahnya oke (ini akan melibatkan distribusi 'plume'). Kalau di
Kalimantan, saya percaya lateral movement spreading SCS jadi vertical uplift
Kuching High dan Central Range. Masa juga Kuching dan Central  Range
"ujug-ujug" terangkat, pasti ada aksi dulu baru reaksi. "Nature is in
harmony and balance".
Salam,
Awang H. Satyana
  Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mang Awang dan
tereman-tereman ...
Saya juga sering mendengar hipotesa berhentinya spreading akibat tumbukan
ditempat lain seperti Mang Awang uraikan. Namun karena jamannya sudah jaman
global .... pertanyaan lain muncul apakah gaya ini terus hilang begitu saja
tentunya tidak .... atau mungkin gaya ini berpindah menjadi spreading di
tempat lain ... atau berubah menjadi lain lagi ?

sehingga semuanya akan link and match ..
salam

RDP


----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" 
To: 
Sent: Wednesday, July 17, 2002 10:22 AM
Subject: Re: [iagi-net] South China Sea (SCS) spreading


>
> Kalau percaya bahwa SCS spreading oleh mekanisme pergerakan RRF (Red River
Fault), maka periode spreading akan di sekitar pergerakan RRF. RRF sendiri,
seperti selama ini diteorikan, adalah akibat indentasi India terhadap
Eurasia (Tibet Plateau), terjadi extrusion tectonics (Tapponnier et al.,
1982) berupa sesar-sesar strike-slip regional yang berpola radial dari titik
indentasi. Periode SCS spreading, karenanya, antara 32-15 Ma. Ini menurut
Gordon Packham (1996).
> Semua publikasi yang pernah saya baca bilang bahwa SCS spreading sudah
berhenti sekarang ini. Antara lain, karena telah terjadi perbenturan antara
microplates2 di selatan/tenggara SCS (a.l. Luconia, Spratley
Islands-Dangerous Ground, Reed Bank) dengan core Kalimantan saat itu di
sekitar Late Oligocene-Early Miocene, atau benturan microplates di
utara/baratlaut SCS ( Macclesfield Bank, Paracel Islands) dengan Indo-China.
SCS spreading berhenti dan Kuching High di core Kalimantan terangkat yang
lalu menyediakan suplay sedimen paleo-delta Mahakam sejak Early Miocene atau
secara keseluruhan Central Ranges Kalimantan naik dan menyediakan sedimen ke
lower streams-nya (Kutei, Tarakan, Sabah, Brunei, Balingian, dll.).
Mekanisme penghentian spreading semacam ini dipakai pula untuk Makassar
Strait rifting yang berhenti akibat collision Sulawesi Barat dengan beberapa
microplates di sebelah timurnya (Banggai-Sula, Buton, Tukang Besi).
> Sesar-sesar muda (5 Ma) bisa banyak penyebabnya. Tapponnier dkk. membagi
dua fase extrusion tectonics-nya : middle Eocene -middle Miocene dan middle
Miocene - Recent. Apakah sesar yang 5 Ma itu akibat ekstruksi fase ke-2 ?
Penyebab lain bisa juga karena gliding tectonics pengangkatan Central Ranges
Kalimantan yang isostatic compensation-nya berupa penyesaran di lower stream
basins-nya. Ini pernah dipakai untuk asal Samarinda Antiklinorium oleh van
Bemmelen, Rose dan Hartono, Ott. Bisa juga karena sekedar reaktivasi jalur
sesar regional lama oleh stress tektonik baru. Bila Lupar Line disatukan
dengan Adang/Paternoster fault di antara Barito dan Kutei sehingga membelah
Kalimantan menjadi dua bagian, lalu menerus ke timur di utara South Makassar
Basin, membelok ke tenggara membelah Sulawesi Selatan di sekitar Lembah
Walanae dan akhirnya menyeberang ke Nusa Tenggara di sekitar Sumba; maka
stress tektonik baru untuk reaktivasi itu mungkin bisa ditimbulkan oleh
collision Australia terhadap Banda Arc.
> Mana yang lebih pas sebagai penyebabnya, saya pikir itu akan bergantung
kepada lokasi sesar2 5 Ma itu, apakah di dalam delta NW Kalimantan, atau
merupakan splay di RRF ? Bila di dalam delta, paling seperti di Kutei juga
yang mekanisme-nya pernah dipresentasikan di IPA oleh Ken McClay (inverted
delta faults), bila di splay RRF, bisa jadi berupa reactivated faults oleh
ekstruksi fase ke-2.
> Salam,
> Awang H. Satyana



---------------------------------
Do You Yahoo!?
Yahoo! Autos - Get free new car price quotes

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
=====================================================================
pesan sponsor: visit http://iagi.or.id
sukseskan PIT IAGI di Surabaya, September 2002

Kirim email ke