kalau tumbukan itu cuman semarang.... > -----Original Message----- >From: Busono, Iwan [mailto:[EMAIL PROTECTED]] >Sent: Friday, July 19, 2002 6:54 AM >To: '[EMAIL PROTECTED]' >Subject: RE: [iagi-net] Masalah kata "tumbukan" > >tergantung bhs Jawa yang mana, timur atau tengah ? tapi dalam bahasa Jawa >tumbukan juga berarti tabrakan kok > >-----Original Message----- >From: R.P.Koesoemadinata [mailto:[EMAIL PROTECTED]] >Sent: Thursday, July 18, 2002 10:22 AM >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: [iagi-net] Masalah kata "tumbukan" > > >Memang betul Pak Awang, menumbuk itu mempunyai konotasi membentur dengan >alat yang panjang dan silinder. Ada mobil tumbukan? Rasanya tidak kena. >Mungkin tumbukan ini mempunyai pengertian lain di Bahasa Jawa (tumbu'an?) >Menurut saya bahasa Indonesia 'subduction' adalah penekukan. Subducted: >ditekuk kebawah, obducted ditekuk ke atas. Memang pada hakekatnya lempeng >itu ditekuk, bukan sekedar menumjam. Istilah menunjam sudah dipakai untuk >menterjemahkan istilah plunging (dari plunge), sedangkan penyusupan >menterjemahkan istilah infiltration, misalnya penyusupan air laut,: >infiltration of seawater. Tentara yang sudah disusupi musuh dsb. >Melange =bancuh? Melange berasal dari bahasa Perancis yang tidak lain >artinya campuran, bahkan kalau cari melange di pasar baru akan di beri kopi >(campuran). Tokh dalam bahasa Inggris melange tidak diterjemahkan mixture, >tetapi tetap saja melange (italic). >Apakah perlu semua istilah diterjemahkan. Saya dapat kesan banyak istilah >geologi diterjemahkan bukan oleh spesialis dalam bidangnya, tetapi >dikira-kira secara umum oleh geologist, yang sering tidak mempunyai >pengertian yang tidak tepat. >Wassalam >R.P.Koesoemadinata >Jl. Ciburial 17 Dagopakar, Bandung >E-mail: [EMAIL PROTECTED] > [EMAIL PROTECTED] >Telp: 022-250-3995 >----- Original Message ----- >From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> >To: <[EMAIL PROTECTED]> >Sent: Thursday, July 18, 2002 9:16 AM >Subject: Re: [iagi-net] Masalah kata "tumbukan" > > >> >> Ini yang lebih bernuansa "rasa bahasa" dibandingkan dengan kaidah bahasa. >"Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar", seperti sering disarankan, >tetapi tetap perlu juga mengindahkan rasa bahasa. Untuk pengertian yang >lebih kurang sama, kita punya : tumbukan, tabrakan, tubrukan, benturan, >suntukan, tertinju, bentrok, dan mungkin masih ada lagi; seperti bahasa >Inggris juga punya : collision, crash, smash, shatter, splinter, jar, dll. >Nah, kita pilih saja yang rasanya lebih enak didengar untuk pengetian yang >lebih spesifik. Di geologi, misalnya, saya "merasa" kalau collision antara >microplates itu lebih enak didengar kalau diterjemahkan sebagai benturan >atau tabrakan atau tubrukan (alasannya : benturan/tabrakan/tubrukan >mengesankan gerak lateral seperti gerak microplates itu sendiri). Kalau "jar >drilling", akan saya terjemahkan "bor tumbuk", sebab gerakannya memang >menumbuk, seperti asal kata tumbuk itu sendiri yang mesti berasal dari >"menumbuk padi di lumpang dengan alu" ! >> yang geraknya vertikal. Perluasan makna memperkaya bahasa, tetapi >mengindahkan rasa si pemakai bahasa, bisa jadi lebih penting. Saya juga >lebih "rela" bila tetap diusahakan pencarian padanan istilah dalam bahasa >Indonesia, daripada sekedar menerjemahkan subduction jadi subduksi, >collision jadi kolisi, obduction jadi obduksi; kecuali bila memang kita tak >menemukannya atau tak terjadi kesepakatan di antara para pemakai. Seperti >subduction misalnya, apa yang mau dipakai : penunjaman (apa memang kerak itu >"plunge"), penyusupan, ?? Bila bentrokan terjadi, terpaksa kita mesti rela >dengan 'subduksi'. Atau perlu komisi istilah geologi-kah yang anggotanya >terdiri atas para ahli bahasa dan para ahli geologi... >> Salam, >> Awang H. Satyana >> "R.P.Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tetap saja >kedengarannya tidak enak. Apapun dikatakan Kamus besar Bahasa >> Indonesia, saya tidak pernah dengar sehari-hari ke-4 pengertian itu. >> Pagi-pagi sudah ada tumbukan? Mike Tyson kena tumbukan? Ada mobil kena >> tumbukan, mobil saling tumbukan? >> Hanya satu yang saya pernah dengar: pagi pagi biu sudah menumbuk padi, >> kopi di tumbuk (dilumatkan?). Memang ada kopi tubruk, tetapi kata asalnya >> dari Tobruk (di Maroko). >> Entah dari mana Dewan bahasa mendengar berbagai pengertian tumbukan itu. >> Contoh-contoh yang diberikan sama sekali tidak mendengung di telinga saya. >> "does not ring a bell" >> >> >> ----- Original Message ----- >> From: "subroto" >> To: >> Sent: Thursday, July 18, 2002 12:19 AM >> Subject: Re: [iagi-net] Masalah kata "tumbukan" >> >> >> > >> > Pak RPK, >> > >> > Kata tumbukan maknanya sudah diperluas. Di dalam Kamus Besar Bahasa >> > Indonesia terbitan Balai Pustaka tahun 1989 yang disusun oleh tim dari >> > Pusat Bahasa pada halaman 969 penjelasan lema (entri) tumbukan adalah: >1. >> > tubrukan: pagi-pagi sudah ada tumbukan, maklumlah, semuanya ingin cepat >> > sampai di tempat tujuan; 2. yang ditumbuk. >> > >> > Untuk kata "tertumbuk" terdapat 4 arti: >> > 1 terlanggar, tertubruk, terbentur; 2 sudah ditumbuk, sudah dilumatkan; >3 >> > tergocoh, terpukul, tertinju, dan 4 terjumpa (pada, dengan), tersuntuk, >> > sampai (pada), jatuh di, timbul(tembus; tersembul) di. >> > >> > Di halaman 881 pada lema "tabrakan" terdapat dua padanan, yaitu tumbukan >> > dan tubrukan. Jadi, kata tumbukan sebagai terjemahan collision saya rasa >> > tidak menyalahi kaidah bahasa Indonesia. >> > >> > Wasalam, >> > Eddy Subroto >> > >> > On Wed, 17 Jul 2002, R.P.Koesoemadinata wrote: >> > >> > > ---berhentinya spreading akibat 'tumbukan' di tempat lain...? Yang >> ditumbuk >> > > itu hanyalah padi atau kopi. Kalau mobil saling mendekati terjadi >> tabrakan >> > > (collision) >> > > Pakailah bahasa Indonesia yang benar! >>
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ===================================================================== pesan sponsor: visit http://iagi.or.id sukseskan PIT IAGI di Surabaya, September 2002

