Media Indonesia, Jum'at, 26 Juli 2002 JAKARTA (Media): Sebanyak 14 lokasi perusahaan tambang yang akan ditutup sebelum 2007 tinggal menunggu keputusan presiden (keppres) tentang pertambangan. Sementara itu, banyak perusahaan tambang yang meninggalkan lokasi kerjanya dengan kondisi yang memprihatinkan. Direktur Teknik Mineral dan Batu Bara Ditjen Geologi dan Sumber Daya Mineral Departemen Energi dan SDM Suyartono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/7), mengatakan, penutupan 14 lokasi tambang yang dilakukan bertahap maupun penutupan total. Menurut dia, banyak perusahaan tambang yang meninggalkan lokasi tambang dengan kondisi yang memprihatinkan. "Umumnya perusahaan tambang hanya berpatokan pada Amdal yang dibuat pada puluhan tahun sebelumnya. Padahal Amdal itu tidak sesuai lagi dengan kondisi saat penutupan," kata Suyartono di sela diskusi panel Perusahaan Tambang dan Kepedulian Lingkungan yang diselenggarakan Kadin Indonesia Kompartemen Lingkungan. Disebutkan, tujuh dari 14 lokasi tambang yang akan ditutup merupakan tambang emas, yaitu Kelian Equatorial Maining di Kaltim, Newmont Minahasa Raya di Sulut, Barisan Tropical Mining di Sumsel. Selanjutnya, Ampalint Mas Perdana di Kalteng, Prima Lirang Mining di Maluku, Nusa Halmahera Mineral di Maluku Utara, dan Indo Muro Kencana di Kalteng. Empat perusahaan tambang batu bara adalah BHP Kendilo Coal di Kaltim, Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin di Sumbar, Allied Indo Coal di Sumbar, dan Bahari Cakrawala di Kalsel. Sedangkan tiga lokasi perusahaan tambang lainnya PT Antam Tbk Unit Gebe bahan galian nikel di Maluku Utara, Timah (Karimun-Kundur darat) bahan galian timah di Riau, dan Antam Unit Bauksit Kijang dengan bahan galian bauksit di Riau. Disebutkannya, keppres yang baru itu diharapkan nantinya mengatur hak dan kewajiban perusahaan tambang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi tambang. Ketika ditanya mengenai kapan keppres itu akan direalisasikan, Suyartono mengatakan secepatnya. "Saat ini, yang pasti drafnya sudah ada di tingkat dirjen beberapa departemen," tambahnya. Sementara itu Ketua Kadin Indonesia Kompartemen Lingkungan Ilhamy Elias mengatakan, Kadin Indonesia sangat bertanggung jawab untuk mendorong dan meningkatkan jumlah pengusaha berwawasan lingkungan (Sahwali). Upaya itu dilakukan dengan menyebarluaskan informasi seperti peraturan lingkungan hidup, teknologi dan manajemen lingkungan, kasus-kasus lingkungan, dan gerakan lingkungan global. Memberikan masukan kepada pemerintah dan melaksanakan kampanye dan advokasi terhadap pemerintah dan pengusaha bukan masyarakat. "Termasuk menjalin kerja sama dengan LSM dengan memasukkannya di kepengurusan Kompartemen Lingkungan Kadin Indonesia," tambah Ilhamy. (Ant/V-2)
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ ===================================================================== Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

