Ndak masalaaaah, atau siapa takuuut , untuk menjelaskan apa yang ditanyakan Rovicky.
1. Ketum tidak digaji. 2. Kalau keuntungan d=finansial secara langsung jelas tidak ada, akan tetapi (mungkin ) kalau jadi Ketum kan dikenal orang jadi ada network laaah , atau kalau dengan kata lain berkembangnya network. Pertanyaannya : aoa ini salah ????? 3.Perentase dari keuntungan Yayasan , jelas tidak ada, kalau pun dapat adalah sebagai ganti uang transpor , yang jumlahnya jelas sangat sedikit dibandingkan dengan pengeluaran sebagai Ketum. 4. Kalau di SEG dan AAPG , apakah presiden-nya digaji , saya tidak tahu , akan tetapi yang saya tahu persis yang digaji adalah profesional yang bekerja untuk SEG maupun AAPG , seperti pak Sof , Chandra dll di IAGI. Seingat saya salah satu counterpart kita waktu menyelenggarakan AAPG di Bali (saya lupa namanya) , memang kerjanya ngurus convention 2 AAPG dimana mana, ternyata background-nya sekolah musik. Kalau saya ditanya bagaimana rasanya menjadi Ketum , jawabannya adalah kepuasan batin bahwa saya dapat berguna (walaupun sangat sedikit) bagi asosiasi yang saya cintai,dan banyak temen dari mahasiswa sampai ke Menteri. Ini bukan gombal loooh. Semoga bermanfaat. Si Abah --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ ===================================================================== Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

