Industri Migas (Pertamina) sebagai sapi perah ? .... saya cenderung menjawab ... YES, it should be ... !! memang sudah sepantasnya Industri Migas (terutama Eksplorasi-Produksi) ini menjadi "sapi perah" negara dan rakyat ... Keget dengan ungkapan saya, ya ? ... tentunya banyak yg bilang, "iya, lah ... emang gue apaan ? .... " ... tidak banyak (atau malah tidak ada) orang yang mau menjadikan dirinya sebagai "sapi perah" ....
Padahal kalau dilihat secara jernih bahwa Pertamina juga Kontraktornya (PSC) adalah salah satu institusi pertambangan yang mengambil keuntungan dari kekayaan alam (natural resources) tentunya sudah sangat pantas kalau memberikan produksinya kepada petani/peternaknya.... so whats wrong whith this "cash cow"? Jadi kalao ada sapi yang kelaparan dan tidak menghasilkan susu, ya jelas bukan salah sapinya ... tapi peternaknya juga musti pinter memperhatiin 'sapi'nya lah yaw ..... Pertamina dan industri migas lainnya termasuk pertambangan umum sebagai "seekor sapi" tentunya "mindset"-nya adalah memberikan produksi susu sebesar-besarnya. Namun jangan sampai menjadikan dirinya terlalu gemuk tapi tidak menghasilkan susu untuk petani/peternaknya.... Tentunya peternaknya tidak suka ... malah bisa jadi kepikiran untuk menjual atau malah menyembelihnya utk diambil dagingnya ... gawath dah ! Namun pemerintah dan juga negara sebagai Peternak sapi perah ... Kalau sapinya sudah memberikan susu dengan baik, juga akhirnya sapinya bertambah gemuk ... Jangan malah kepikiran untuk menyembelih sapinya untuk mendapatkan dagingnya ... ya jelas aja nanti ndak bakalan menghasilkan susu lagi ... Atau malah menjualnya dengan menggantikan usaha dagang jual beli mobil. ... Bagi peternak yang ingin memajukan usahanya memperbesar "ranch" ... memperluas 'ladang ilalang' untuk sapi mencari makan memang musti dilakukan.... ekspansi harus dipikirkan. Peternak yang baik tentunya akan memperhatikan kondisi sapinya. kalao sapinya bobotnya naik terus harus sering diperah dan diajak jalan-jalan atau 'olah raga' <-training'> supaya ngga kegendutan yg menjadikan susah bergerak .. sehingga produksi susunya berkurang ... kalo susunya kurang rajin diperah malah justru akan menambah lemak di badan sapi.... dan tentunya juga tidak sehat untuk si sapi. Kalau aku melihat sapi-sapi di peternakan sapi perah ini ... saya banyak melihat sapi-sapi ini jelas "tidak kurus" tapi juga tidak kegendutan ... namun yang aku yakin adalah si peternaknya tidak 'iri' melihat sapinya yang jelas "tidak kurus" ini ... :-) Karena sapinya menghasilkan susu buat si peternak. Persepsi, pola pikir dengan istilah "sapi perah" ini yang musti diubah total, paradigma negatif yang muncul dari istilah ini mengakibatkan falsafah peternakan sapi perah menjadi terkesan negatif dipihak 'sapi'.... sehingga ketika si "sapi" tidak optimum memberikan hasil susunya ... si sapi langsung mau dijual atau yang parah disembelih diambil dagingnya ... Jadi semestinya Industri Migas termasuk Pertamina (terutama industri hulu/upstream) ... tidak sakit hati kalau dirinya sebagai 'sapi perah' .... semestinya harus bangga, mempunyai 'mindset' dan bermental sebagai "sapi perah yang baik" ... Sapi ... ! eh ... Salam ... !! RDP 'salah satu sapi yg mencari rumput di tetangga sebelah' --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ ===================================================================== Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

