<canda on>
Sama juga Wan ...
Dari tulisan Aris yang terkesan seadanya .... lugas, dan jujur ini .... Aku
jadi inget tulisannya harry truman :  "I never did give anybody hell. I just
told the truth, and they thought it was hell" Harry S Truman (1884 - 1972).

Usulan dikit jugak .... mahsiswa boleh anggota student, yang kerja bidang
selain geologist hanya anggota associate sajah, tapi mbok itu iuran
anggotanya sejuta diturunin 500 000 ajah setahun ... piye ?
<canda off>

Menurut aku memang ada saat-saat tertentu utk sebuah organisasi profesi utk
mencoba tampil komersial, ada periode tertentu utk tampil nyaintifik puol,
juga ada masa-masa santai juga, ada masa konsolidasi kedalam-keluar dll ....
masing-masing ini perlu didalam "grand planning" sebuah organisasi (bisa
saja 5 atau 10 tahunan atau 15 tahunan), jelas tidak bisa hanya satu periode
kepengurusan. Bisa jadi bersifat silklis atau periodik, yang perlu dilakukan
dalam waktu cukup lama juga tentunya. Sehingga bukan hanya "satu periode"
kepengurusan saja. Disinilah yang sulit menjadi "penerus" organisasi ...
bukan pembentuk warna baru organisasi tetapi mencemerlangkan warna yang
ada.Perlu waktu ?... tentu saja ... !! dalam hal ini bukan sekedar "survival
of the fittest" tetapi "survival of the longest"

Katakanlah periode awal sejak berdirinya organisasi IAGI ini sudah jelas
menunjukkan eksistensinya ... entah apapun bentuk dari 'eksis' di benak anda
... sebagai wadah, sebagai tempat ngumpul, ajang menaikkan nilai kum, ajang
jual diri (maksudnya utk nyari kerjaan serta 'work order' looh) maupun
sebagai ajang cari jodoh atau 'ndugem' dan 'networking' ya sumonggo saja ...
yang jelas periode awal sebuah organisasi profesi sudah terbentuk itu pasti.
Konsolidasi kedalam yang dikumandangkan Pak Andang jelas terlihat ada
pertumbuhan ... walopun masih belum penuh sampai finish jalan namun tentunya
bisa dilanjutkan oleh siapapun nanti Ketum-nya.... bahkan bisa juga Pak
Andang sendiri juga sebagai balon saat ini.

Nah sekarang sepertinya sudah saatnya sebuah organisasi sebesar IAGI ini
(seberapa besar ya ?) memberi "warna" kepada lingkungan sekitarnya ....
Supaya ngetop dan menjadi besar kata Kang Iwan Busono ...
Soal "warna" ... bisa saja 'selera' namun tentunya IAGI sebagai organisasi
profesi bisa memberikan warna khususnya kepada masyarakat diluar IAGI ....
bisa saja mewarnai politik, sosial, industri atau mewarnai lingkungan lain.
Namun jelas tidak mungkin mewarnai kesemuanya dalam "satu" periode
kepengurusan. Perlu periode tertentu untuk mewarnai politik praktis,
mewarnai industri, mewarnai pendidikan dll. Tentunya masing-masing bisa saja
muncul dari program utama sang Balon (masih kempes nih perlu ditiup balonnya
..:).
Beberapa tahun kemaren ketika Pak Katili ada di MPR ... aku 'sak jannya'
wektu itu bermimpi IAGI menjadi mewarnai politik ... ya ndak masalah toh ...
kalo mau ikutan juga berkiprah atau mewarnai politik praktis seperti ISEI.

Bagiku organisasi ini seperti makhluk hidup saja yang mengikuti teori
evolusi jugak, yang dimulai dari kemunculan .... beradaptasi dengan
lingkungan ... berkembang mengikuti perkembangan lingkungan ... kalo kata
ekonom mungkin mengikuti selera pasar, kalo kata Darwin 'survival of the
fittest' .... kalo kataku ... ya sumonggo saja.

Belajar dari organisasi komersil penjelajah abad seperti Shell dan
segelintir perusahaan lainnya (yang aku pernah postingkan dulu dr tulisan
temen) .... maka sebagai organisasi yang akan survive perlu juga
"berubah-ubah .. tetapi tetep" ... < loh piye iki ? >... Saat ini Shell
mengantisi pasi perubahan dengan cara membuat 'skenario' apa yang bakalan
terjadi nanti ... bukan ramalan tetapi 'most probable outcome'. Kalo
organisme/species bertahan dengan beradaptasi terhadap lingkungan ... Salah
satu eksistensi sebuah species adalah reproduksi dalam hal organisasi ini
adalah kaderisasi .... menciptakan kader-kader ini tidak mudah looh ...
karena menciptakan kader bukan hanya satu kader dibawah saja ... tapi paling
tidak konsep kaderisasinya juga berkelanjutan .... Dan rasanya banyak
organisasi kita-kita di ngIndo ini lemah dalam kaderisasi. Jujur saja ...
Golkar cukup bagus loh program kaderisasinya ...  hanya sayangnya parah puol
di level ultimatenya saja ... wis ah kok malah ngompol ...

Nah Iagi mau gimana nih enaknya ... kader muda seperti Aris Setyawan ini ada
saatnya diperlukan,  .....muda bukan berarti orang kecil loh Ris ... wektu
dulu itu (13-4-1960) pendiri IAGI  juga seumur anda juga atau malah lebih
muda .... Itulah sebabnya saya dulu pernah menginginkan kepengurusan
bener-bener dari yang mudaaa ... bahkan saya dulu menyatakan terlalu tua utk
menduduki kepengurusan IAGI .

Nah sekarang kira-kira apa yang akan dihadapi dan perlu dihadapi IAGI masa 2
tahun mendatang ?
monggo saja ....

rdp
"If we knew what it was we were doing, it would not be called research,
would it ?" -- Albert Einstein.

----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
> membaca kampanye mas Aris tercinta, ingin menangis rasanya hati
> ini.....inilah sebenarnya yang saya dambakan selama ini.....bagaimana IAGI
> mau besar, kalau ngetop aja nggak....gimana IAGI mau buat sertifikasi
kalau
> mengontrol dunia industri tidak bisa..........saya bener-bener suka dengan
> program mas Aris......sedikit revisi adalah sebaiknya mahasiswa tetap
> dijadikan anggota, tapi dengan tingkat yang berbeda.................saya
> dengan senang hati akan vote untukmu..mas Aris
>>
>                     aris.setiawan@l
>
> Ehm.... sebenarnya saya tidak mau kampanye, dan sedang berpikir untuk
> mengundurkan diri dari Pemilu IAGI ini. Karena rasanya ngenes melihat
> sebuah organisasi nasional dan tidak ada anggota yang berminat untuk
> mengurusinya. Di era demokrasi ini jadi absurd, maka dengan segala
> kerendahan hati kemarin mencoba mencalonkan diri. Maksudnya supaya yang
> lain juga terpancing, masak orang kecil kayak saya aja berani, tetapi
> kenapa orang besar tidak berani.... Namun sayang, memang rasa memiliki
> anggota IAGI sudah mencapai titik nadir yang paling rendah, sehingga tetap
> tidak ada lagi yang mencalonkan diri walau pun sudah diundur waktunya oleh
> Panitia.
>
> Oke, dengan latar belakang tersebut, saya mencoba mengusulkan program
kerja
> yang sangat tidak populer dan mudah-mudahan hanya sedikit yang tertarik:
>
> 1. Grand mission-nya adalah membisniskan IAGI, jadi semua kegiatan IAGI
> diukur dari financial success. Bila sekiranya tidak menguntungkan, lebih
> baik tidak usah dilakukan. Apabila terlihat menguntungkan secara
finansial,
> didukung sepenuhnya. Kegiatan yang bersifat sosial dihilangkan sedikit
demi
> sedikit.
>
> 2. Kenaikan iuran anggota menjadi Rp 1.000.000/tahun untuk mendukung
> kegiatan IAGI sehingga lebih mandiri secara finansial. Untuk pegawai
> negeri/dosen diberi keringanan 50% dengan mengirimkan satu buah makalah
> ilmiah untuk IAGI.
>
> 3. Kepengurusan organisasi diserahkan kepada orang-orang yang profesional
> di bidangnya, bukan orang/lulusan geologi. Seperti sekretaris, PR, event
> organizer, AE (account executive), marketing,  bendahara (finance), dan
> digaji sesuai standar IAGI.
>
> 4. Sesuai program nomor 1, direncanakan membentuk unit bisnis mandiri,
> seperti: majalah ilmiah populer-geologi, event organizer (tour geowisata,
> hiking, trekking dlsb), kursus-kursus geologi, penjualan souvenir (kaos
> topi dll). Untuk mengikutinya tidak murah, karena mengikuti harga pasar
dan
> tidak ada gratisan. Kegiatan tersebut hanya bisa terlaksana kalau ada
> investor untuk mendanainya dengan pembagian keuntungan.
>
> 5. Anggota mahasiswa dihapus, yang bisa masuk IAGI hanyalah ahli geologi
> yang bekerja di bidangnya. Yang bekerja di bank atau bidang lain,
> keanggotaannya gugur karena IAGI bukan paguyuban.
>
> Demikian sekilas saja, mudah-mudahan anda tidak tertarik.
>
> Salam -
>
> ======================
> Aris Setiawan
> Eni Lasmo Indonesia
> [EMAIL PROTECTED]
> 62.21.5710801x2944


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
=====================================================================
Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention
September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

Kirim email ke