Ikut nimbrung yah Mas.

Deepwater deposits (yang bener-bener diendapkan di laut dalam) tidak hanya 
berisi turbidite deposits karena sedimentasi yang dikontrol oleh gravitasi 
di lingkungan itu tidak hanya terjadi oleh arus turbit (turbidity current). 
Di paper Shanmugam dkk (1995) (AAPG Bulletin Vol 79, no 4 bulan April, hal 
477-512) diceritakan bahwa sedimentasi yang dikontrol oleh gravitasi di 
laut dalam bisa terjadi melalui 4 proses yaitu slide, slump, debris flow 
dan turbidity current (disana juga dibahas sedikit mengenai sedimentasi 
oleh bottom current yg tidak dikontrol oleh gravitasi). Menurut mereka lagi 
endapan turbidit dihasilkan oleh arus turbit sehingga jika prosesnya lain 
namanya juga lain.
Mereka juga membahas istilah high density dan low density turbidite. 
Katanya yang low density turbidite ini adalah endapan turbidit 'asli' (yang 
bener-bener diendapkan oleh arus turbit), sedangkan yang high density 
turbidite  adalah produk debris flow.

Faktor yang mengontrol ada tidaknya turbidite deposits di daerah kita ? 
Hhhmmm....apa yah ?? Kalo menurut para penulis paper, turbidity current itu 
bisa terjadi dimana-mana walopun sering terjadi di bagian distal dari 
cekungan. Ini tidak berarti di slope setting turbidite deposits itu tidak 
akan ditemukan.
Kalo slide dan slump mestinya umum dijumpai di slope setting karena 
kemiringan lereng berpengaruh terhadap mudah tidaknya tubuh batuan 
berpindah melalui kedua macam proses tersebut. Kalo lerengnya landai kan 
gaya gravitasi tidak berpengaruh banyak.
Jadi, pertanyaan ini tidak bisa saya jawab nih, biar yang lebih ahli dengan 
North Makassar Basin saja yang berbicara.

Dari seismik, apakah bisa kita menginterpretasi proses sedimentasi yang 
telah terjadi ?Mungkin bisa, tapi ada keterbatasan karena jika berbicara 
mengenai proses (untuk menentukan mana yang endapan turbidit, mana yang 
endapan debris flow dan lain-lain maka jalan terbaik adalah menggunakan 
data core dan menganalisis sedimentologinya). Padahal belum ada sumur yang 
dibor yah ? Saya pikir, analisis facies seismik (karakter refleksi seismik) 
dan kemudian jika punya 3D seismik, pake analisis atribut seismik, 
interpretasi mungkin bisa lebih diarahkan.

Sementara sekian dulu sumbang pendapatnya. Moga-moga bermanfaat.

min

At 14:19 30/08/2002 +0800, you wrote:
>ok Mas Vick ngomong deep water
>saya mau nanya sedikit tentang deep water exploration...
>
>kalau deep water explo itu umumnya turbidit atau ada yang lain....?
>Apa saja faktor yang mengontrol ada atau tidaknya turbidit deposit di area
>kita  dan dapatkah dilihat penyebaran dan besarnya deposit turbidit itu
>cuma dari seismik....? ( belum pernah dibor...?)


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
=====================================================================
Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention
September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

Kirim email ke