Salam,
Saya juga mau urunan rembug untuk cak Yayang di masa kepengurusan nanti. Rembugan ini saya dasarkan dari email cak Yayang tentang uap emas dan minum air tergesa-gesa bbrp waktu lalu.
Beberapa point dari saya ini mungkin menarik dikaji lebih lanjut bagi cak Yayang dan teman2 IAGI sekalian.
 
"Anggapan apa untungnya buat anggota dari berkegiatan di IAGI ini harus disosialisasikan menjadi aspek positif".
MASALAH di pihak anggota: Maksudnya, bagi teman2 anggota sekalian yang beranggapan seperti ini sah sah saja, artinya Anda semua nggak perlu aktif sebagai pengurus (karena nggak ada yang jaga warung nanti kalau semua aktif) akan tetapi apa yang diungkapkan cak Yayang adalah kalau ada ide-ide kegiatan, ide pembicara kursus/lunch talk, ide kerjasama, dll. mohon agar pengurus IAGI diberitahu/ditelpon/diemail, dll.  Jangan khawatir Anda akan diangkat menjadi koordinator bila Anda memberikan ide kegiatan tersebut.  Saya sering bertemu dengan teman2 IAGI di saat Lunch Talk yang mengatakan kalau mereka ada waktu luang pasti akan bantu IAGI, alhamdulillah berarti nggak semua yang tidak aktif bersikap apatis total.  Nah pengurus dalam hal ini mengharapkan sumbang saran saja lah, berilah kami masukan sebanyak-banyaknya agar setiap kegiatan IAGI nanti merupakan urunan segenap anggota.  Jangan takut diangkat atau diajak aktif, jangan takut idenya nggak OK, dan jangan "segan" (ini yang utama) untuk kasih ide.
 
USUL Pemecahan untuk Pengurus nanti: perlukah Koordinator pengumpul Ide satu orang yang tugasnya menerima ide masukan2 dari anggota, atau bahkan siap pula jemput bola untuk mencari masukan dengan menghubungi teman2 anggota di pelosok Pengda.  Atau ini sebenarnya sudah cukup dihandel oleh Ketum cak Yayang?  Beberapa kegiatan sudah berjalan dengan sistem ini, namun akan lebih baik bila pos ini lebih diefektifkan.  Kesan saya selama ini cak Yayang terkesan One Man Show sehingga kok kayaknya kemrungsung sekali ya menjalankan roda organisasi hingga sampe sampe ngurusin pendaftaran PIT IAGI, kursus PIT, dll.  yang seharusnya bisa dihandel oleh teman-teman lainnya.  Kalau saya boleh usul ekstrim, coba cak Yayang kerjakan tugas Ketum selayaknya Ketum dan coba berikan delegasi penuh kepada teman-teman Pengda atau PP IAGI untuk menjalankannya, kalau ternyata memang nggak jalan cak Yayang bisa laporkan dalam rapat tahunan (pas PIT dan disosialisasikan di milis iaginet) bahwa kendala kegiatan yg.belum bisa terlaksana adalah ini ini ini, dan itu itu itu, sehingga begini.  Saya kawatir performa cak Yayang selama menjadi Ketum akan menjadikan kesan OO SRRAAAMM bagi calon calon Ketum selanjutnya kalau tidak bisa sehebat Anda bekerja.  Dengan kata lain, jalankanlah roda dengan optimum speed, bukan maksimum speed tapi kendaraan kita bergetar semua bagiannya sehingga membuat penumpangnya takut jangan2 rodanya copot nih, atau remnya blong nih.......  Sekedar pepesan.
 
"Ngapain aja sih kita ini?" gumam pengurus IAGI selama ini....ada benarnya, tetapi seperti cak Yayang bilang, kalau kita nggak ngapain-ngapain kayak begini apa akan ada kegiatan yang bisa mempertemukan kita untuk berdiskusi ilmiahkah, ataupun sekedar bersilaturahmi?   Terus terang saja, untuk bisa aktif di IAGI harus punya komitmen tulus dari diri sendiri, atau boleh lah dibilang harus bisa dikategori sebagai hobi sehingga enjoy mengerjakannya.  Dengan tulisan saya ini, teman-teman sekalian nggak perlu aktif deh, tapi mbok yao ikut sumbang saran urun rembug supaya roda kegiatan yang bisa berguna bagi segenap anggota lain bisa terus berjalan.....tanpa harus kawatir untuk diminta aktif....ini yang paling penting.  Contoh gampang saya ambil dari Divisi Kegiatan saya sajalah: misalkan Anda punya paper layak saji, ajukan diri Anda ke pengurus sbg.pembicara (juga teman2 Universitas silakan ajukan hasil studi Anda untuk kita diskusikan).  Atau teman2 di kantor yang kebetulan kedatangan expertnya dari kantor pusat, tolong culik sehari untuk bisa memberikan lunch talk, atau malahan kursus barangkali?, di Pengda kalau ada concern tentang satu hal yg.ingin dibicarakan, tolong sampaikan ke kami agar kami bisa sediakan pembicara pakarnya, kami angkut ke sana, dan kita buat acara diskusi, ......sekali lagi, tanpa Anda harus aktif mengurus sewa gedung, tanya harga buffet di hotel, dll....cukup usul dan culik..he..he..ini hanya sekedar contoh mudah saja.  Bayangkan Anda sudah berbuat sesuatu untuk teman2 lainnya dengan hanya sekedar usul tok! nggak lebih, Insya Allah pahala kebaikan untuk Anda dari Allah.
 
Salam

Kuntadi Nugrahanto
Co-Chairman Professional Division of IAGI
Lunch Talk and Short Courses
BP Indonesia, Arkadia Building C-10
Telephone: 021-7854 8184/9232
Fax: 021-7854 9171

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
=====================================================================
Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention
September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA


Kirim email ke