Terima kasih atas terusan pandangan ini. Saya juga
setuju dengan pandangan tersebut dan memberi
pencerahan.
Salam,
wbs

--- Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya ambilkan tulisan ini dari milis lain, karena
> saya melihat sudut pandang yang berbeda dari yang
> selama ini saya baca dimana-mana. Saya suka sekali
> dan sangat setuju dengan tulisan PRIV ITS ini.
> Mudah-mudahan dapat juga memberi pencerahan kepada
> rekan-rekan lain.
> 
>  
> 
>  
> 
> INDONESIA DISERANG !
> ( sebuah alternatif semantik )
> Daniel Mohammad Rosyid
> Pembantu Rektor IV ITS Surabaya
> Telp./fax 031-5923411,e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> 
> Antara teori dan fakta
> 
> Hampir selama seminggu ini, bangsa Indonesia
> dibombardir oleh informasi yang telah diolah, oleh
> sebagian besar media massa asing dan domestik,
> sehingga dipahami seolah sebagai fakta. Ledakan bom
> - beserta ratusan korbannya - di Legian, Kuta, Bali
> pada tanggal 12 Oktober 2002 yang lalu adalah fakta,
> sementara "serangan teror" hanyalah teori - lebih
> tepat disebut hipotesis - yang dibangun di atas
> fakta itu. Dalam hujan informasi tersebut,timbul
> kesan luas, bahwa teror - yang sebenarnya hanya
> teori itu - menjadi fakta.
> 
> Penting untuk dipahami - mengikuti metoda ilmiah
> yang ketat -, bahwa atas fakta yang sama, kita dapat
> menyusun teori alternatif yang berbeda: "Indonesia
> diserang". Teori ini telah dipakai oleh Amerika
> Serikat sewaktu menghadapi fakta keruntuhan 2 menara
> kembar World Trade Centre di New York 11 September
> 2001 yang lalu. Beberapa jam setelah peristiwa itu,
> GW. Bush, dan juga koran Amerika Serikat mengatakan
> bahwa :"USA under attack !", kemudian segera mencari
> kambing hitam di luar USA :
>  Osamah bin Laden dengan jaringan Al Qaedah-nya.
> 
> Bangsa Indonesia tidak menyadari, bahwa kini USA
> menerapkan teori yang sama untuk lokasi lain, yaitu
> tanah air mereka sendiri : Indonesia. Faktanya
> adalah bahwa di Indonesia (Bali) telah terjadi
> serangkaian ledakan bom yang telah menewaskan
> ratusan orang (sebagian besar orang asing), dan
> ratusan lainnya luka-luka. Dengan teori "serangan
> teroris" itu, kini USA menuding tersangka yang sama
> (al qaedah), dengan kombinasi lokal (Jamaah
> islamiah), padahal yang dirugikan adalah Indonesia
> !. Bagi USA, ledakan bom di Bali itu adalah bukti
> bahwa teroris ada di Indonesia sebagaimana yang
> telah di"teorikannya" selama ini.
> 
> Liputan media juga amat tidak seimbang. Respons
> cepat sebagian penduduk Denpasar seperti para
> relawan muslim PAN Bali untuk melakukan pertolongan
> atas ratusan korban bom di Legian - kurang dari 2
> jam setelah ledakan - juga sama sekali tidak diliput
> oleh media massa. Namun justru kegiatan aparat dan
> orang-orang sebuah organisasi yang datang terlambat,
> baru dibentuk, justru diliput habis-habisan oleh
> media massa. Sebagian orang Indonesia, dan juga
> orang asing yang pro kampanye anti-teror Amerika,
> tentu mengira bahwa disinformasi ini menguntungkan
> mereka, padahal tidak. Setiap disinformasi akan
> diikuti oleh disinformasi berikutnya yang tidak akan
> sustainable.
> 
> Teori Serangan Teroris
> 
> Beberapa hal berikut merupakan "tindak lanjut" dari
> teori ini. Bisa dipastikan, para penyelidik gabungan
> internasional (dibantu FBI USA dan AFP Australia)
> yang sekalipun dipimpin POLRI, akan bertindak diatas
> pijakan hipotesis "serangan teroris"ini. Bisa
> diperkirakan bahwa para penyelidik akan dengan mudah
> menemukan "bukti-bukti" melalui serangkaian
> penangkapan para "teroris" - lebih tepat diteorikan
> sebagai teroris - tersebut di berbagai daerah di
> Indonesia. Di tingkat ini, banyak penyelidik POLRI -
> bahkan Menteri Pertahanan dan Menko Polkam - yang
> kurang menyadari bahaya dari teori "serangan
> teroris" ini bagi bangsa Indonesia. Karena kalau
> teori "serangan teroris" ini diikuti terus, akan
> banyak lagi "bukti-bukti serangan teroris" yang
> sengaja dibuat oleh
>  pihak-pihak yang tidak menghendaki Indonesia
> sebagai negeri yang kuat, dan bangsa Indonesia akan
> terpecah belah, dan hancur infrastruktur
> sosio-ekonominya.
> 
> Bahkan pimpinan POLRI tidak menyadari "jebakan
> metoda ilmiah" ini yang tampaknya tidak dikuasai
> oleh banyak aparat hukum Indonesia (menurut catatan
> Saya, berbeda dengan di USA, di Indonesia, lulusan
> SMU yang pintar sedikit yang mau masuk fakultas
> hukum,dan akademi kepolisian. Mereka yang pintar
> berjuang untuk diterima di fakultas teknik dan
> kedokteran. Kelucuan-kelucuan dunia peradilan dan
> hukum di Indonesia  akhir-akhir ini sebagian besar
> disebabkan oleh karena mereka yang masuk fakultas
> hukum bukan dari mereka yang terbaik).
> 
> "Tindak lanjut " berikutnya adalah kemarahan orang
> Australia,dan kepergian orang-orang asing dari
> Indonesia akibat dianjurkan pergi meninggalkan
> Indonesia karena Indonesia dianggap merupakan sarang
> teroris. Bila ada bom-bom berikutnya, itu daftar
> bukti tambahan bahwa memang banyak teroris
> berkeliaran di Indonesia. "Serangan-serangan
> teroris" lain bakal akan terjadi di sarana
> transportasi, perdagangan, dan wisata, dan Indonesia
> justru kembali sebagai tertuduh.
> 
> Sabtu ini kita mendengar bahwa Ustadz Abu Bakar
> Baasyir - orang yang dikenal konsisten dengan "garis
> keras"nya (ini pun mengikuti teori ini) - dinyatakan
> sebagai tersangka, walaupun bukan untuk kasus Bom
> Bali,tapi berdasarkan pengakuan UmarAl Faruq (who
> the hell is this guy, after all ?) ke FBI/CIA
> mengenai beberapakasus pemboman di Jakarta dan
> rencana pembunuhan Presiden Megawati. Bila USA lebih
> percaya pada omongan Umar Al Faruq daripada ustadz
> Baasyir tentu dapat dipahami,tapi bila orang
> Indonesia yang waras juga lebih percaya pada Al
> Faruq si Mr. X daripada ustadz Baasyir,ini sudah
> kegilaan. Sulit dipahami bahwa orang sekaliber
> Susilo Bambang Yudhoyono lebih percaya Pada Mr.X Al
> Faruq ini.
> 
>  
> 
> Teori alternatif : Indonesia diserang
> 
> Perspektif luas yang kini dibangun oleh media massa
> ini merupakan keanehan yang luar biasa, untuk tidak
> mengatakan kebodohan - bahkan pembodohan - bangsa
> Indonesia. Seharusnya, kitalah yang menggunakan
> teori itu : Indonesia diserang (Indonesia under
> attack)!. Bila teori ini yang kita pakai, maka yang
> paling masuk akal adalah "menuduh orang lain (orang
> asing) yang melakukannya, bukan malah menuduh orang
> Indonesia sendiri ! Di atas teori ini, kita dapat
> mencari "bukti-bukti" yang diperlukan, dan mengambil
> langkah-langkah mandiri, misalnya memeriksa secara
> ketat wisatawan asing, terutama para agen-agen
> asing, juga memeriksa seluruh kapal-kapal dagang dan
> kapal perang asing yang masuk ke wilayah Indonesia.
> 
> Kitalah yang sepatutnya marah karena industri
> pariwisata kita hancur (bukannya menjadi sasaran
> kemarahan rakyat Australia), dan kantor-kantor
> konsulat asing yang kita curigai seharusnya diminta
> untuk ditutup (bukan mereka tutup sendiri karena
> adanya ancaman teroris).
> 
> Dari sudut pandang apapun, hampir-hampir tidak ada
> orang Indonesia yang diuntungkan - termasuk jaringan
> Jamaah Islamiah berbasis Indonesia - dari peledakan
> bom tersebut, dan tewasnya ratusan turis.
> Sasaran-sasaran yang mustinya diserang oleh Al
> Qaedah adalah sasaran-sasaran kepentingan Amerika
> Serikat di Indonesia seperti Exxon di Aceh, Freeport
> di Papua, dsb., bukannya Bali dan turis-turis
> Australia. Setidaknya, Al Qaedah tidak menuduh orang
> lain atas beberapa tindakannya selama ini - ini yang
> menyebabkan Osamah bin Laden tampak lebih gentleman
> dari GW Bush.
> 
>  
> 
> Dengan mengatakan bahawa "Indonesia di serang",
> seluruh unsur bangsa ini niscaya akan merapatkan
> barisan (seperti yang dilakukan oleh bangsa AS
> menghadapi kambing hitam Al qaedah), tidak justru
> berpecah belah. Bahkan, kini saatnya seluruh
> komponen bangsa melupakan perbedaaan-perbedaan
> mereka untuk bersatu menyelamatkan bangsa ini dari
> proses balkanisasi melalui permusuhan antar suku,
> antar kelompok, sipil melawan militer, bahkan antar
> agama.
> 
> Penutup
> 
> Kejadian ratusan korban tewas dan luka-luka akibat
> bom di Legian, Kuta patut disesalkan, dikutuk, dan
> dihentikan. Persoalannya adalah : kita - termasuk
> elite negeri ini - mau memilih teori "serangan
> teroris", atau "Indonesia diserang!". Pilihan teori
> "serangan teroris" yang kini menjadi main stream
> akan - dari sudut manapun - tidak menguntungkan
> Indonesia, dan berpotensi untuk menjadikan Indonesia
> sebagai Jugoslavia  jilid berikutnya : kehancuran
> infrastruktur sosio-ekonominya, terpecah-belah dan
> hilang dari peta dunia. Yang perlu dicamkan seluruh
> masyarakat Indonesia adalah bahwa Jamaah Islamiah,
> Ustadz Baasyir, ummat Islam, bahkan bangsa Indonesia
> seluruhnya 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
HotJobs - Search new jobs daily now
http://hotjobs.yahoo.com/

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
=====================================================================

Kirim email ke