Mas Bambang,
Sejak saya kecil, kalau dengar Gunung Kidul selalu identik dengan kekurangan
air dan HO. Sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik. Daerah kecamatan Weru
(perbatasan Kab. Sukoharjo-Wonosari dan Wonogiri)sudah ada proyek
(kecil)pengaliran air dengan pipa dari perbukitan itu ke desa-desa di
bawahnya. Almarhum Romo JB Mangun Wijaya juga pernah "melatih" warga di
Gunung Kidul untuk mencari sumber air. Kalau rekan-2 akan membentuk Tim guna
membantu mereka, ya bagus sekali.
Oyha, di satu desa (Kec.Semin Gn Kidul) terdapat +/-600 anak tuna grahita
(idiot) yang kondisinya sangat mengenaskan. Untung ada seorang turis Belanda
yang menyumbangkan tabungannya sebesar Rp.54 juta untuk membuat SLB. Banyak
alumni SLB ini yang sudah "lumayan" artinya mereka sudah bisa menyabit
rumput untuk ternak dan mencuci bajunya sendiri walaupun usianya sudah 20-25
tahun (!). Apakah "musibah" anak idiot sebanyak ini ada hubungan dengan air
minum mereka yang banyak mengandung kapur? Apakah ada pengaruh genetika?
Sampai sekarang belum ada penelitian.
Kembali ke pemanfaatan tenaga angin, saya lihat para petani garam di daerah
Gresik (Jatim) yang menggunakan pompa air dengan tenaga angin
(baling-baling), konon ini bantuan rekan-rekan ITS.
Wassalam, selamat menunaikan ibadah Puasa di bulan suci Ramadhan.

Sugeng
(sedang jaga sumur di Jambi)


-----Original Message-----
From: Istadi, Bambang P
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: 11/9/02 4:45 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] geolistrik dan gerakan nyata peduli masyarakat
Gunung Kidul 

Cak Noor,

Kata2 cak Noor sangat mengena,... "kita sudah menyerah dan tidak punya
harapan lagi untuk saudara-saudara kita itu....? Dan kita hanya bisa
melihat mereka harus berjalan 5-10 km hanya untuk sejerigen air....?"

Studi sudah banyak, sungai bawah tanah sudah terpetakan. Kalau IAGI mau
buat pilot project atau teknologi terapan yang langsung bermanfaat untuk
mengatasi kekurangan air didaerah setempat,.. saya mau ikutan nyumbang
aah,.. bisa sekalian zakat.  Saya yakin rekan2 lain pasti ber-bondong2
mau membantu program IAGI ini, baik tenaga, pikiran, moril maupun
materiil, dan kita bisa sekalian menerapkan ilmu yang kita gulati selama
ini secara nyata.  Dari pada menunggu pemerintah atau menyalahkan orang
lain,.. 

wass.w.w.

Bambang Istadi
ConocoPhillips Inc.
+1-281-293-3763

Kirim email ke