Betul sekali pak Untung. Yang diperlukan adalah seperti di Bribin. Sungai bawah tanah dibendung terlebih dahulu sehingga terdapat waduk dengan jumlah air tertentu dan dalam keadaan tenang, sehingga bisa dipompa dengan pompa sentrifugal (bahkan dengan submersible pump sekalipun). Bila waduknya sangat dalam, dan head pompanya tidak kuat untuk kedalaman tersebut, mungkin bisa dilakukan secara bertingkat. Untuk itu jelas perlu diteliti pola-pola aliran sungai bawah tanahnya, dan temapt-tempat untuk membendungnya, luas waduknya, juga cadangannya jika harus ada waduk bertingkat. Jika menggunakan submersible pump harus dibor vertikal dimana jatuhnya tepat pada waduk tersebut. Untuk tenaga listriknya, alternatif tenaga angin seperti usulan Mas Andri sangat bagus.
Salam, BB. On 8 Nov 2002, at 14:45, Untung Sudarsono wrote: > Yang jelas kalau ngebornya persis di karst pasti gagal, yang berhasil adalah > di batugamping di bagian sayap dari karst tersebut. > Kalau di Karst dapat sungai di bawah tanah yang debitnya cukup besar, > problemnya masang pompanya bagaimana, kalau pompa sentrifugal kagak kuat > ngisepnya, pompa selam kan harus vertikal. Kalau pakai angin paling-paling > pompa sentrifugal, kecuali kalau anginnya menghasilkan listrik. Bagaimana > kalau teknologi pompa angguk. > Salam: Untung Sudarsono > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > ===================================================================== > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi =====================================================================

