Pak Andri, Sorry terlambat respon...... beberapa hari ini saya tidak punya access email.
Selain bencananya, ada sisi menarik dari suatu letusan gunung api kaitannya dengan deposisi mineral logam seperti yang Pak Andri ulas. Munculnya/keluarnya mineral-mineral sulfida bersama produk letusan Papandayan adalah fenomena yang menarik. Membaca ulasan anda sepertinya mineral sulfida yang berasosiasi dengan alterasi argilik dan silika tersebut telah terbentuk lebih dulu. Karena untuk membentuk mineral-mineral tsb pada system hydrothermal (baik epithermal dll) diperlukan waktu (jadi tidak mendadak sekali bersamaan dengan letusan gunung). Lagi pula (dugaan saya) kalau anda bisa mengenali jenisnya (sfalerit, galena dll) artinya sudah membentuk kristal (??), dan tentunya perlu waktu untuk membentuk kristal tsb. Kemungkinan (sangat spekulatif) system hydrothermal telah terbentuk dulu di bawah kepundan Papandayan (atau bisa juga di sekitar kawah......) dan kemudian materialnya keluar bersama letusan yang barusan terjadi. Kasus seperti ini sangat biasa terjadi di system hydrothermal terutama epithermal. Contoh yang bagus adalah di daerah Pangandaran dimana pada breksi volkanik Fm. Jampang banyak dijumpai fragmen-fragmen batuan mineralisasi dan alterasi (high sulfidation) tetapi tidak pernah diketemukan source-nya. Besar kemungkinan fragmen-fragmen tsb keluar bersama letusan yang membentuk Fm. Jampang. Untuk kasus Papandayan, saya pernah mengunjungi suatu prospek vein, di daerah Arinem kira-kira 10-15 km selatan G. Papandayan dimana dijumpai system urat kuarsa berasosiasi dengan base metals (sfalerit, galena dan arsenopirit). Jadi dari lingkungannya sepertinya mendukung sekali kalau material sulfida tsb lebih tua dari letusannya. Temuan yang menarik.... Pak Andri. Salam - Daru ----- Original Message ----- From: Andri To: IAGI Pusat ; Andang Bachtiar ; Parlaungan (RTI) ; [EMAIL PROTECTED] ; Sukmandaru Prihatmoko Sent: Monday, November 25, 2002 4:50 PM Subject: Fw: Letusan Papandayan vs. Mineralisasi Sulfida ----- Original Message ----- From: Andri To: IAGI Pusat ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, November 25, 2002 4:47 PM Subject: Letusan Papandayan vs. Mineralisasi Sulfida Puncak letusan Papandayan pada hari Jumat 15 Nopember 2002 ternyata bukanlah akhir dari aktivitas letusan, walaupun pada hari Minggu 17.11.2002 tampak batuk-batunya sudah merada dan tidak sekuat sebelumnya! Namun demikian, pengamatan dilapangan hari sabtu tanggal 23 Nopember yang lalu, menunjukan adanya pusat-pusat erupsi baru! Yang tadinya hanya terkonsentrasi disekitar kawah Baroe dan Nangklak yang terletak didekat dinding selatan kawah kini bertambah didekat diding kawah bagian utara! Arah semburan relatif vertikal namum dihembuskan angin kearah Barat! Namun ada hal yang mengejutkan, letusan pada hari Rabu 20 Nopember semburan piroklastik dan hembusan angin berarah dari barat ketimur, berbalik hampir 180 derajat dimana pada hari-hari sebelumnya berarah timur-barat! Akibatnya panorama hijau pepohonan perdu nan indah dari kawah berbentuk tapal kuda ini berubah total menjadi kelabu karena tertutup debu antara 5 hingga 20 sentimeteren! Demiakian areal tempat parkir wisata, cottage dan hutan yang berada dekat gerbang masuk tidak luput dari lapisan debu abu-abu! Selain itu lembah, dimana sungai Cibereum Gede dan Ciberem Leutik berhulu penuh dengan timbunan fragmen batuan dan pasir dan kerikil piroklastik dari letusan minggu-mingu terakhir! Panorama yang khas Papandayan berupa nuansa kuning, hijau kecoklatan dari aktifitas solfatara sirna sudah tertutup debu! Bom dari lelehan magma yang terpuntir dan fragmen sumbat lava dijumpai didekat-dekat pusat erupsi menandakan letusan magmatik dan preartik! Uniknya, letusan ini kemungkinan berbarengan dengan mineralisasi sulfida! Letusan terbaru melontarkan juga bebatuan yang kaya akan sulfur, galena (PbS), sfalerit (ZnS) dan Pirit (FeS) yang berasosiasi dengan alterasi argilik dan silika! Mungkinkah ini Papandayan sedang dalam proses produksi mineralisasi sulfida (epitermal? atau mesotermal ?) dimana letusan ini merupakan salah satu rangkaian proses interaksi antara magmatik dengan meteorik!? Salam Andri S.S.M

