Pak Iman, Saya SANGAT SETUJU dengan tantangannya. kita butuh 'pencerahan' dalam hal ini. Sebenarnya teman2 dari yayasan pelangi telah merilis hal ini (2010, kita jadi net oil importer country, dan 2020 jadi total oil importer country) dalam diskusi publik "Life After Oil" (22-23 April 2002). dapat dilihat di kompas 24/4/2002. Pada hari yang sama saya konfirmasikan hal ini kepada pak Ketum dan Sekjen (Ariadi). Jawaban pak Andang: "asumsi yysn pelangi benar --> bila tidak ada eksplorasi dan discovery cadangan baru", tambahan dari pak Andang adalah: ' pelangi perlu memperhatikan/menghitung penambahan cadangan dalam 20 tahun terakhir, restrukturisasi pertamina dan iklim eksplorasi yang bagus. Sementara sekjen, mengomentari bahwa sekitar 5 atau 6 tahun lalu kita diperkirakan akan menjadi net oil importer country pada 2012, dengan toleransi 4 tahun. Kemudian IEA di World Energy Outlook 2002, juga menyebutkan bahwa kita akan mulai menjadi net oil importer country pada 2010 mendatang dengan puncaknya pada 2030 (net importnya 0,4 mb/d, net exportnya 0.3 mb/d). Perhitungan ini dilakukan dengan menggunakan World Energy Model (WEM) yang sudah dikembangkan sejak 1993. Yang menarik dari forecast ini adalah, telah dimasukkannya para giant field --> Unocal's West Seno, Conoco'S Belanak dan Exxon Mobil's Banyu Urip dalam data yang diinput, dengan perkiraan ketiga lapangan ini sudah onstream pada 2003 atau paling lambat 2004. Dan yang paling gres, adalah country analysis brief yang dikeluarkan DOE nya US Pebruari kemarin. Dengan menggunakan model ekonometri yang berbeda (tetapi up-date setiap bulan) kembali informasi yang hampir sama diungkap. Dan ternyata sejak Des - Januari kemarin, kita sudah mulai ' kedodoran' dalam produksi (tidak mencapai kuota yang ditetapkan opec). Tidak dijelaskan dimana penyebabnya, mungkin (?) menurunnya produksi dari CPP block. Padahal anggota yang lain pada meningkatkan produksi selain untuk menutup kekurangan akibat merosotnya pasokan dari Venezuela, juga winter merupakan saat yang tepat untuk jualan di OECD counties (harga minyak dan gas melambung, bahkan sejak Nov tahun lalu untuk pertama kalinya harga minyak mentah (WTI) melampaui US $ 30.00 sejak Januari 2001/ sekitar US $ 33.00 sepanjang Januari dan Pebruari 2002 kemarin). Angka di atas US $ 30.00 diperkirakan akan bertahan sepanjang tahun ini. Kembali ke 'net oil importer country' yang sudah diperkirakan sejak beberapa tahun lalu, marilah kita jadikan masukan sekaligus tantangan untuk menemukan ladang-ladang baru dengan berbagai pendekatan teknologi yang ada (ini dari sisi geologi). Sebagai bangsa Indonesia, kita harus mulai melakukan penghematan, karena kondisi 2010 tersebut juga lebih disebabkan oleh meningkatnya konsumsi (ketergantungan) domestik terhadap minyak. Karena kalau dilihat dari sisi produksi terjadi peningkatan 1.1 mb/d (2000), 1.5 mb/d (2005) dan 2.4 mb/d (2030), setelah itu baru produksi kita menurun. Kalau ternyata data2 makro mengenai perminyakan/energi diungkapkan lebih dahulu oleh non-geologist (ekonomi, teknik sipil, dll) - kita tidak perlu apriori dulu, yah harap maklum, karena mereka mendapatkan informasi ini lebih dahulu. Kita-kita (seperti yang pak Iman sampaikan) terlalu sibuk membaca log dan data-data seismik berikut turunannya. Jadi... mari kita lakukan diskusi itu... Kita undang Dr. Roberto, kita undang kawan2 dari pelangi (sayang, bosnya; mas Pungki/mantan country directornya WWF Indonesia sedang di Boston, kalau nggak cukup menarik - karena punya latar belakang yang sama dengan kita - teknik). Insya Allah kita akan tercerahkan... dan bisa jadi 'leader' di bisnis migas (seperti harapannya pak Iman) dan tentunya di bisnis yg lain. Pak Syaiful, bagaimana kalau 'luncheoun talk' berikutnya...? salam, ikhsyat sy Iman Argakoesoemah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Barangkali ada baiknya Bapak DR. Roberto Akyuwen diundang dalam Forum Diskusi IAGI untuk berbagi pengetahuan dalam bidang pemanfaatan konsumsi migas dan distribusinya. Kita sebaiknya tidak selalu "terperangkap" dalam tempurung (baca: kurungan G&G) terus menerus. Tiap hari cuma melihat log dan seismik melulu padahal di luar sana banyak variasi yang menarik untuk disimak dan dianalisa bersama. Apakah tidak merasa "kecewa" kalau para eksplorasionis cuma tahu cara-cara eksplorasi tanpa merasa "prihatin" bila dirinya tidak mengerti dengan baik kemana hasil kerja itu didistribusikan dan dimanfaatkan oleh orang lain ?? Hanya sebuah tantangan ...........
Kita jangan kecewa kalau diri kita tidak terlatih untuk bisa mengembangkan cara berpikir ekonomi, manajemen, dan kepemimpinan yang tangguh. Kita jangan kecewa kalau fakta (baca: hasil observasi pribadi) mengindikasikan bahwa para G&G umumnya "tidak masuk" dalam kategori yang "layak" untuk menjadi "leader" yang bisa memimpin organisasi yang besar. Memang tidak terdengar "aneh" kalau para pemimpin atau petinggi bisnis migas umumnya tidak mempunyai latar belakang G&G, tapi "engineering". Kenapa ? Karena kita tahunya cuma log dan seismik saja, berperilaku seperti layaknya sebagai seorang scientist, ini pun sering masih setengah-setengah ? Kita tahunya hanya memboroskan dana dengan alasan data harus lengkap padahal kenyataannya setelah data itu dikumpulkan tidak pernah digunakan ?? Kita baru bisa memanage "kertas" (baca: tumpukan log dan seismik di kamar kerja sendiri) dan masih "lemah" kalau ditantang untuk memanage manusia dan bisnis ?? Hanya sebuah tantangan ............. Apa memang kita begitu ?? Thanks. Iman ----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" To: ; Sent: Monday, March 03, 2003 4:40 PM Subject: [iagi-net-l] Disertasi : Minyak, 10,5 Tahun Lagi Habis > Kali ini ngga tanggung2 ... sebuah desertasi doktor .... :-p > lengkap dengan bahasa koran ... > Kesulitan --> kekurangan --> net import --> HABIS !!! > > RDP > ======== > Serba UGM http://www.kagama.org/ Arsip Terbaru > 01 Maret 2003 > Disertasi : Minyak, 10,5 Tahun Lagi Habis > > INDONESIA akan mengalami kesulitan di sektor minyak bumi dalam beberapa > tahun ke depan. Penyebabnya, permintaan minyak bumi senantiasa meningkat, > terutama konsumsi domestik, tapi tidak dapat diimbangi penawaran. Bahkan, > tingkat produksi senantiasa mengalami penurunan dari waktu ke waktu. > > "Fakta lain yang perlu dicermati adalah bahwa dengan rata-rata tingkat > produksi sebanyak 490,2 juta barrl per tahun pada periode 1980-2000, > cadangan terbukti minyak bumi Indonesia yang saat ini berjumlah 5.149,1 juta > barel akan habis dalam kurun waktu 10,5 tahun atau pada pertengahan 2010. > Ini apabila tidak terjadi penemuan yang signifikan," tegas Dr Roberto > Akyuwen. > Roberto menyampaikan hal itu dalam promosi doktor bidang Ilmu Ekonomi di > Balai Senat UGM, Selasa (4/2), kemarin. Pria kelahiran Ambon ini > menyampaikan disertasi berjudul "Model Dinamik Produksi dan Eksplorasi > Minyak Bumi Indonesia". Roberto dinyatakan berhasil lulus meraih gelar > doktor Ilmu Ekonomi. > > Dikatakan, penawaran minyak bumi Indonesia antara 1995-2000 rata-rata > mencapai 577,5 juta barel per tahun. Sedangkan permintaan pada periode yang > sama rata-rata 498,7 juta barel per tahun. Setiap tahunnya terjadi penurunan > kelebihan penawaran 10 juta barel atau menurun 7,7 persen per tahun. > > Dengan demikian, lanjut putra mantan wakil gubernur Maluku ini, meskipun > masih terdapat kelebihan penawaran rata-rata 78,8 juta barel per tahun, jika > terus-menerus menurun, diperkirakan volume permintaan akan menyamai > penawaran dalam tempo 7,9 tahun. Kondisi yang sama dijumpai pula pada neraca > ekspor dan impor minyak bumi Indonesia. > > Sekalipun terdapat kelebihan ekspor rata-rata 190,8 juta barel per tahun > pada periode 1990-2000, ekspor netto tersebut rata-rata menurun 8,7 juta > barel atau 4,1 persen per tahun. Alasan inilah yang mengarah pada kesimpulan > bahwa 10,5 tahun lagi, minyak bumi Indonesia akan habis.(wan) > Sumber : Jawa Pos > Need a new email address that people can remember Check out the new EudoraMail at http://www.eudoramail.com --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Tax Center - forms, calculators, tips, and more

