ENV-NEWS : Dalam salah satu program tutup tambang, PT Kelian Equatorial 
Mining (PT KEM) menyedikan dana abadi. 

Dijelaskan Kasan Mulyono, Superintenden Komunikasi PT KEM, jumlah dan 
pengaturan Dana Abadi Pengakhiran Tambang KEM belum ditetapkan. Jumlah ini 
akan dihitung berdasarkan perkiraan biaya Rencana Pengakhiran Tambang yang 
akan diajukan kepada Direktur Jenderal Geologi & Sumber Daya Mineral untuk 
mendapatkan persetujuan pada Maret 2003. 

 
Ada tiga jenis dana abadi. Pertama, Remediation (Rehabilitation) Sinking 
Fund, dana ini untuk membayar biaya-biaya yang diperkirakan untuk kegiatan 
pengakhiran tambang dalam periode 2003-2008; kedua, monitoring & 
Maintenance Endowment Fund, dana ini akan menutup biaya kegiatan-kegiatan 
pemantauan dan pemeliharaan jangka panjang pada kawasan tambang setelah 
pengakhiran tambang dan pengubahan status kawasan menjadi Hutan Lindung; 
dan ketiga, Community Transition Fund, dana ini akan menutup biaya-biaya 
sejumlah program kemasyarakatan dalam beberapa tahun mendatang dan akan 
mempersiapkan yayasan masyarakat untuk bisa menjalankan kegiatan 
peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan dalam jangka panjang. 

Remediation Fund akan dikelola oleh KEM yang memiliki tanggung jawab atas 
pengakhiran tambang sesuai dengan Rencana Pengakhiran Tambang yang 
disetujui. Dana lainnya akan dikelola melalui Yayasan Pengakhiran KEM yang 
anggotanya, terdiri dari: Direktur Jenderal Geologi dan Sumber Daya 
Mineral, Bupati Kutai Barat, Presiden Direktur KEM, Perwakilan Rio Tinto, 
Perwakilan LSM/Akademisi (Independen). 

Keanggotaan pengelola dana ini akan dikaji ulang apabila terjadi perubahan 
keadaan. Keanggotaan KEM bisa berangsur berakhir untuk mencerminkan 
perubahan dalam pengelolaan wilayah lokasi tambang. 

Selain itu, jelas Kasan seperti dikutip dari Minergynews.com, akan dibentuk 
sebuah badan pengelola hutan/lokasi tambang untuk mengatur kegiatan 
pemantauan dan pemeliharaan jangka panjang. 

Anggota badan pengelola ini terdiri dari: Kepala Dinas Kehutanan Kutai 
Barat, Koordinator Tim Perlindungan Lokasi, Direktur Jenderal Perlindungan 
Hutan dan Konservasi Alam, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutai Barat, 
Direktur Eksekutif LKMTL, LSM Lingkungan/Lembaga Mitra, Perwakilan 
Masyarakat. 

Yayasan Rio Tinto yang ada sekarang akan diubah namanya dan akan mengelola 
pelaksanaan program masyarakat. Hal ini merupakan perluasan dari program 
masyarakat yang selama ini dilaksanakan oleh Yayasan yakni pertanian, 
pengamanan pangan, kesehatan, kapasitas masyarakat dan kebudayaan. 

Dukungan KEM akan berkurang dalam periode 2004-2006 saat Yayasan mulai 
mendapatkan sumber dana baru jangka panjang. Yayasan diharapkan akan 
mandiri secara pendanaan setelah 2006 dengan menarik dana dari lembaga 
donor luar dan dari proyek-proyek yang mendatangkan dana dan dengan 
pendapatan dari dana yang diberikan oleh KEM.* 
 
Sumber : www.env-news.com



---

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke