World Bank akan adakan extractive industries review di Bali Bank Dunia akan melaksanakan suatu agenda yang disebut sebagai Extractive Industries Review (EIR). EIR merupakan proses konsultasi terhadap kebijakan Bank Dunia dalam industri ekstraktif, yakni pertambangan, minyak dan gas ke depan. Bank Dunia akan mengadakan pertemuan konsultasi regional Asia Pasifik, yang merupakan konsultasi regional terakhir setelah Amerika Selatan, Eropa Tengah-Timur dan region Afrika, akan dilaksanakan di Nusa Dua Bali, di Indonesia pada 25 hingga 29 Maret 2003. Agenda ini penting dicermati pasalnya Bank Dunia sampai saat ini masih dijadikan referensi bagi dunia investasi untuk melihat kelayakan suatu negara dalam proyek-proyek investasi asing. World Bank memiliki kebijakan yang memandang bahwa pertambangan berkonstribusi dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Walaupun portfolio Bank Dunia dalam industri ekstraktif, termasuk pertambangan dan migas relatif kecil di Indonesia, namun perannya sebagai referensi bagi lembaga lain bisa menentukan arah investasi asing, termasuk di sektor ekstraktif. Apalagi, Bank Dunia Group memiliki "anak-anak" semacam International Finance Corporation (IFC) dan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) yang merupakan pendukung utama investasi asing langsung oleh private sector, yang berdampak langsung terhadap masuk tidaknya investasi asing di sektor ini ke negara-negara termasuk Indonesia.
NGO-NGO utama yang melakukan advokasi issue pertambangan menolak asumsi bahwa industri ekstraktif berperan dalam pembangunan dan penghapusan kemiskinan. Di level internasional, jaringan Friends of The Earth (FOE) menolak kehadiran World Bank dalam industri ekstraktif dengan kampanye "World Bank Out of Mining, Oil and Gas". Demikian pula dengan JATAM dan WALHI yang menolak utang baru dan dukungan WB bagi dalam industri pertambangan. LSM melihat, sumberdaya mineral di negara-negara berkembang dikuras oleh perusahaan transnasional pertambangan dengan mekanisme perjanjian yang tidak adil. Dan dampak lingkungan dan sosial yang diakibatkan oleh aktivitas pertambangan tersebut sangar parah dan tidak tertanggungkan. Hal yang sama juga terlihat pada sejumlah pertambangan lain dan kegiatan eksploitasi migas di Indonesia. Menurut LSM, keuntungan dari aktivitas industri tersebut tidak secara siginifikan mengalir kepada masyarakat setempat. Dari sejumlah lokasi pertambangan, saat ini menghadapi masalah yang serius dengan berakhirnya masa operasi pertambangan. Menurut LSM perusahaan pergi tanpa melakukan pemulihan yang semestinya atas lingkungan yang rusak dan beracun. Masyarakat mengalami perubahan sosial dan pengangguran paska penutupan tambang. Di negara asalnya, penutupan tambang di atur sangat ketat untuk memastikan bahwa lingkungan dan sosial dapat dipulihkan seperti sedia kala. Perusahaan-perusahaan menerapkan standar yang berbeda di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pada pertemuan tahunan WB tahun 2000 di Praha-Republik Ceko, Presiden WB, Wolfensohn, merespon berbagai keprihatinan yang diungkapkan masyarakat sipil tentang keterlibatan WB dalam sektor industri migas dan tambang. Wolfensohn menyatakan bahwa WB akan melakukan suatu proses evaluasi sebagaimana yang dilakukan sebelumnya dengan Komisi Dam Dunia (World Commission on Dams/WCD). Satu tahun kemudian dimulai apa yang disebut sebagai Extractive Industries Review (EIR). Berdasarkan pernyataan WB, tujuan EIR adalah untuk berkonsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti stakeholders, antara lain masyarakat yg terkena dampak, pemerintah, industri, NGO, terhadap proyek-proyek migas dan tambang yang dibiayai WB Group, termasuk IFC dan MIGA. Berdasarkan input stakeholders ini WBG akan menyusun rekomendasi- rekomendasi bagi perubahan peran WB di masa yang akan datang di sektor ini. Proses konsultasi EIR ini diharapkan menghasilkan laporan hasil konsultasi final yang juga berisi rekomendasi-rekomendasi bagi keterlibatan WB Group di sektor ini di masa yang akan datang. Proses konsultasi diharapkan berakhir pada Juni 2003. Konsultasi-konsultasi regional akan dilangsungkan pada April hingga Januari 2003 di empat region yakni di Latin Amerika & Karibia, Eropa Timur & Asia Tengah, Asia & Pasifik, Afrika. Selain pertemuan-pertemuan konsultasi, juga akan dilakukan kunjungan lapangan ke berbagai proyek industri ekstraktif di tiap region dimana WBG terlibat. Untuk Indonesia, akan ada dua proyek yg menjadi target kunjungan lapangan, yaitu: Freeport McMoRan dan PT. Pamapersada Nusantara, perusahaan kontraktor pertambangan Schlumberger. Client mereka diantaranya: PT Tambang Batubara Bukit Asam (Tanjun Enim), PT Adaro Indonesia, PT Indomuro Kencana, PT Indominco Mandiri, PT Multi Harapan Utama, PT Kendilo Coal (BHP - Petangis), PT Tambang Batubara, dan PT Kaltim Prima Coal).* --- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

