bapak Itung, ganti judul saja ya biar enak untuk klipping nya.
Saya agak tersandung (bukan tersanjung) dengan kata " keterangan resmi dari
Shofi". Emang saya pejabat Thorium? hehehehe
Yang saya tahu sih (mohon tidak dianggap keterangan resmi), Thorium
merupakan unsur yang paling stable yang ditemukan dalam mineral lempung,
sedangkan potassium bisa berasal dari banyak sumber yang mungkin bukan
merupakan penyusun clay mineral seperti feldspar dan mika. Uranium bersifat
lebih mobile dibanding thorium dan seringkali larut membentuk "uranium
salt". Keberadaan dan kondisi uranium salt yang mobil ini dimanfaatkan
orang untuk mendeteksi zona zona lemah / porous yang mungkin sekali
dilalui salt ini yaitu fracture dan unconformity. Sehingga untuk limestone,
kalau kita ketemu uranium peak semacam ini bisa untuk mengindikasikan
adanya uncorformity (exposure cycle dari limestone) ataupun fracture
(termasuk di dalam nya pembentukan secondary porosity).
Thorium ini bisa juga kita gunakan menarik shale baseline kalau ketemu
shaley sandstone sekuen. Coba lihat kembali log log yang dipunyai, betul
gak kata saya ini. Kalau betul ya alhamdulillah, tapi kalau salah, mohon
dimaafkan (namanya juga bukan keterangan resmi ... hehehehehe lagi)
salam
shofi
Itung Turseno
<[EMAIL PROTECTED] To: "'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL
PROTECTED]>
ur.co.id> cc:
Subject: RE: [iagi-net-l] Glauconite
06/04/2003
01:11 PM
Please respond
to iagi-net
Sambnil menunggu keterangan resmi dari Shofi, saya kebetulan ada info
sedikit tentang Thorium. Kondisi high GR pada umumnya terjadi di
lingkungan
marine, dimana pada beberpa formasi memang tebal sekali, sehingga shale-nya
menjadi sangat dominan. Reservoir yang adi dalamnyapun akan sangat shaly,
sehingga menjadi cukup sulit untuk membedakan batas yang pas dari sand
shale
( seperti kata Shofi, kombinasi dengan log lain akan lebih pas ).
Dari satu sumur yang kebetulan ada spectral GR-nya , kelihatan bahwa
Thorium
lebih mencerminkan GR total( Membedakan snad dan shale ) yang biasanya kita
dapat pada logging konvensional ( tanpa spectral ), sedangkan U dan K tidak
menunjukkan perbedaan nilai yang terlalu besar pada sand dan shale sehingga
agak sulit untuk mendeliniasi sand dan shale. Apakah kekhasan ini memang
sifat unik dari Th ataukah memang karena daerahnya, saya masih belum tahu,
karena hanya di satu basin saja. Dengan cross plot bisa dilihat GR vs Th
mempunyai koefisien korelasi yang lebih baik dibanding GR vs U dan GR vs K.
Mudah-mudahan ada manfaatnya
Salam,
Itung
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------