Aku jadi inget juga kalimat-kalimat akhir (utk tahap itu tentunya) dari perjalanan 
soujourner setelah menjelajah Mars ....

Ternyata sangat jelas sekali bahwa "the blue planet" (bumi) kita ini sangat-sangat 
rapuh ...
kita harus pinter-pinter memeliharanya ...

Emang betul hancurnya planet kebanyakan akibat "extra terestrial impact" termasuk 
meteor dan oribital action. 

Namun kalo dilihat kerapuhannya .... cuman perlu meteor seperempat atau bahkan 
sepersepuluh ukuran bulan saja yg menabrak bumi ini .... hancurlah semua peradaban !!
Dan konon katanya sama saja dengan "greenhouse effect" yg diakibatkan oleh "internal 
impact" ... Carbon emisi yg ngga terkontrol.

Disisi lain perlu juga dilihat ....
Beberapa lapisan ozon yg dulunya tipis menipis, beberapa terlihat menebal lagi .... 
seolah bumi ini HIDUP !!
Kehidupan yg kita temukan bukan hanya kehidupan "organisme" life form seperti kita ....

Alam semesta inipun juga terisi benda-benda yg tadinya "tidak ada" kemudian menjadi 
ada yang lahir dari rahim wormhole, berkembang menjadi anak-anak galaksi, dan tumbuh 
menjadi beberapa planet dewasa, menjadi tua dan akhirnya mati .... itukah makna HIDUP 
dan KEHIDUPAN yg kita peroleh dari penjelajahan yg mahal ini ?

Kalo dari penemuan fisika dari majalah Scientific American yg baru ada selain Universe 
ada juga istilah "Multiverse" ....
Paling tidak ada 4 level ...
"Observable universe" .... universe yg dapat kita amati sekarang ini dengan cara 
pandang saat ini termasuk dengan Hubble, termasuk menuju mars yg hanya seper sekian 
milyar dari universe level 1. Padahal ada 4 level universe looh :p

Kalo tertarik "Paralel Universe" karangan Max Tegmark seorang physicist yg masih 
sangat muda .... let me know, aku punya pdf artikelnya. Ini bukan sci-fi seperti 
Matrix looh :) Tapi lebih menarik kalo baca di Sciam yg mumpung lagi geratis !!
di : http://www.sciam.com/article.cfm?articleID=000F1EDD-B48A-1E90-8EA5809EC5880000 

kata-kata awalnya sangat "merangsang" untuk dibaca terus : 
"Is there a copy of you reading this article? A person who is not you but who lives on 
a planet called Earth, with misty mountains, fertile fields and sprawling cities, in a 
solar system with eight other planets? The life of this person has been identical to 
yours in every respect. But perhaps he or she now decides to put down this article 
without finishing it, while you read on.

Salam dari "rovicky yang ini" ...

RDP
"ada penggemar Matrix disini? :)"

>Venus justru planet pertama yang ditargetkan dikunjungi spacecraft, bukan Mars. Mars 
>heboh karena orang terpukau oleh kemungkinan kehidupan di planet itu. Novelist H.G. 
>Wells (mungkin ada yang pernah baca) telah mempengaruhi jutaan orang sejak tahun 
>1940-an tentang kemungkinan kehidupan itu. Tetapi sesungguhnya, Venus lah planet yang 
>pertama didekati manusia karena planet inilah yang paling dekat dengan Bumi. Tahun 
>1962 NASA telah mengirimkan Mariner 2 ke sini dan mengetahui bahwa temperatur 
>permukaan Venus sangat panas. Sampai tahun 1990an Amerika dan Soviet mengeksplorasi 
>Venus, Amerika menggunakan misi Mariner, Venus dan Magellan. Soviet menggunakan misi 
>Venera sampai Venera 16. Pesawat2 itu ada yang hanya mengorbit, ada juga yang 
>mendarat dan meninggalkan peralatan penelitian. Semuanya memperkaya pengetahuan kita 
>tentang Venus.
> 
>Apa yang penting buat Bumi dari pelajaran tentang Venus adalah bagaimana greenhouse 
>effect yang ekstrim bisa memunahkan kehidupan. Semoga manusia penghuni Bumi bisa 
>belajar daripadanya. Venus sangat terkenal akan awan CO2 dan asam belerang yang 
>sangat tebal. Atmosfernya 90x lebih berat dari Bumi. Temperatur awan 13 deg celsius, 
>tetapi permukaan Venus di bawahnya 460 deg celsius ! Apa yang bisa hidup di 
>temperatur seekstrim itu (organisme termophile di Bumi pun yang ditemukan di geyser2 
>atau di MOR - mid oceanic ridge belum tentu sanggup), belum awan asam belerang yang 
>beracun Temperatur permukaan Venus sepanas itu jelas karena greenhouse effect awan 
>CO2. Yah, pelajaran buat Bumi oleh polutan udara di atmosfer. 
> 
>Ribuan gunungapi dilaporkan terpetakan di permukaan Venus. Apakah CO2 dan gas 
>belerang di atmosfer Venus keluar dari gnapi2 ini ? Bisa jadi. Kalau ya, bisa 
>dibayangkan bagaimana kondisi mantel Venus yang super aktif sehingga bisa ribuan 
>gnapi keluar di permukaannya. Bumi punya 500 gnapi, sekitar 120-nya di Indonesia (?). 
>Ribuan gnapi di Venus...
> 
>Lingkungan Venus akan berevolusi jadi seperti Bumi ? Ah, sulit membayangkannya. The 
>condition is very hostile... Tapi ketakjuban kita adalah bahwa Bumi yang kita tempati 
>adalah planet biru yang berlimpah dengan air dan udara penuh kehidupan dari titik 
>terendah di palung terdalam Mariana 11.600 meter sampai titik tertinggi Mount Everest 
>8828 m. Padahal, di kiri dan kanan ada Mars dan Venus yang dari jauh tampak kemerahan 
>(Mars) dan putih berkilau si bintang kejora (Venus)...padahal itu awan CO2 dan 
>belerang yang beracun,  yang mungkin seperti "neraka". Yah, itulah keagungan Tuhan. 
>Jadi, mari kita jaga Bumi, siapa tahu ini satu-satunya warisan kita..
> 
>Salam,
>Awang H. Satyana
>Eksplorasi BP Migas
>
>"Kuntadi, Nugrahanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>salut untuk Pak Ade dan Pak Awang...
>mungkin Anda berdua juga mengetahui kenapa NASA dkk. tidak mengeksplorasi
>Planet Venus lebih mendalam?...kenapa Venus?
>saya hanya berpikir sesederhana mungkin dimana kita ketahui bahwa matahari
>sebagai pusat tata surya kita, seperti makhluk Tuhan lainnya sudah mengalami
>penuaan dimana daya panasnya telah melemah seiring waktu geologi jutaan
>tahun.
>
>bila siklus penuaan alamiah dari matahari ini berjalan ideal, bukan tak
>mungkin setelah Bumi menjadi spt. Mars sekarang (tinggal jejak2 sungai dan
>lautan yang tampak), giliran Venus menjadi bumi, dst. Merkurius hingga
>akhirnya kiamat........ wallahu alam.
>
>maaf kalau terlalu simpel cara berpikirnya,
>kuntadi
>
>-----Original Message-----
>From: Ade Kadarusman [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>Sent: Monday, June 16, 2003 8:30 AM
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Re: [iagi-net-l] Eksplorasi Planet Mars - Peranan Ahli
>Geologi
>
>
>Pak Awang,
>Ini berkaitan dengan spekulasi dari kondisi permukaan Mars yang unik, yang
>mirip
>dengan keadaan di bumi. 
>Mungkin saya terlalu menyederhanakan istilah pelapukan atau weathering pada
>Mars,
>sebenarnya yang tepat adalah perubahan Martian rocks ke soils pada permukan
>Martian crust tersebut konon terjadi pada 4.1-3.9 milyar tahun lalu, pada
>saat Mars masih aktif atau dinamis secara tektonik (konon pada saat itu Mars
>dispekulasikan sangat mungkin adanya sungai, daratan dan lautan dsb; mirip
>dgn bumi yang pada saat itu sudah mulai adanya benua yang dipisahkan oleh
>lautan, setelah surutnya masa "magma ocean" dalam sejarah Bumi)
>Oleh suatu peristiwa yang besar pada 3.9-3.8 milyar tahun lalu samehow Mars
>berubah kondisinya menjadi tidak dinamis dan "dingin". kondisi ini bertahan
>dari 3.8 milyar lalu sampai sekarang.
>jadi kondisi Mars pada saat 3.9-3.8 milyar lalu mirip dgn kondisi wilayah
>bumi saat ini di khatulistiwa, jadi kondisi pelapukan sangat tinggi. 
>Ini salah satu teori yang saya dengar dari para ahli Mars.
>
>Sebenarnya pengetahuan tentang Mars saya peroleh pada saat menjadi supporter
>prof. Maruyama
>pada saat beliau mempresentasikan teori "Mars plate dan plume tectonic" di
>Planetary sci. Session di AGU Fall meeting San Francisco beberapa tahun lalu
>bersama-sama group dari Universitas Arizona. Saya sendiri pernah menyaksikan
>persentasi dari ahli Mars (Prof. Baker atau Dr. Dohm) baik di Tokyo maupun
>di AGU Fall meeting.
>Sayangnya saya enggak menyimpan artikel-artikel-nya, jadi hanya
>mengingat-ngingat apa
>yang mereka presentasikan, dan teori mereka juga belum tentu benar, ada
>beberapa
>teori yang lain yang mungkin berlawanan dengan apa yang mereka kemukakan,
>Kalau enggak salah salah satu papernya tentang Mars muncul di majalah
>Science tahun 2001?.
>
>Salam
>Ade Kadarusman
>


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke