Kebetulan lagi mulai masuk geostat juga, jadi pengen komentar dikit ...

Kebanyakan software geostat mengandalkan data well karena memang model-based
method. Sementara untuk data diantara well menggunakan beberapa
interpolation method dengan option bias ke geological model seperti yang
Teguh ungkapkan (facies map, polygon dari seismic attribute, dsb).  Hal
semacam ini yang kemudian membuat geoscientists beranggapan bahwa  geostat
tidak lebih dari statistical black-box (historically, away from wells,
geostat has had problems)

Salah satu alternatif lain adalah memberi bobot lebih pada seismic
information (integration) dalam rupa hasil inversi (geostatistical
inversion). Bukannya jualan, tapi saya pikir ini lebih objektif karena di
setiap trace location (say 15 m bin size), hasil simulasi litologi
dicocokkan dengan harga rock property dari inversi (e.g. Vp/Vs). Jika tidak
match dengan "log" yang dihasilkan seismic inversion, maka realisasi tsb
akan ditolak. Hasilnya akan berupa realisasi yang lebih tight dimana
variasinya dapat digunakan untuk risk estimation atau membuat probability
map yang lebih akurat.

Kembali ke simulasi channel, jika memang ada perbedaan rock property antara
sand-filled dan clay-filled channel (e.g. Vp/Vs sand-filled < Vp/Vs
clay-filled channel), maka hasil geostatistical inversion ini akan bisa
menggambarkan probability distributionnya. Away from wells dimana Vp/Vs-nya
cukup tinggi, tidak akan dimodelkan sebagai sand-filled channel. Demikian
juga sebaliknya. So, intinya tiap realisasi divalidasi oleh Vp/Vs value
(walaupun tidak 0.5 ft resolution tapi better than blind interpolation).

Mungkin setelah result keluar, saya bisa cerita lebih banyak.

Salam,

F. Hasan Sidi
Jason Geosystems - Jakarta office
Phone: +62 21 252.3785
Fax: +62 21 252.3784



> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, July 01, 2003 3:28 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Geostatistics in well log
> correlation, mapping
> andmodeling(?)
>
>
>
> Sepengetahuan saya, memang memodel 3D channel dalam
> software-software yang
> ada (yang setahu saya lho), sedikit agak rumit,
> krn biasanya yang terjadi adalah channelnya akan terisi oleh
> sand semuanya.
> Saya bukanlah Petrel user, tapi mungkin dapat diakalin
> dgn begini :
> 1. didalam mendefine channel faciesnya dibedakan mana yang
> channel sand-nya
> mana yang abandoned channel-nya. Ini diluar facies
> yang lain, misalnya crevasse splay-nya. Yang levee-nya masukkan dalam
> background.
> 2. Kemudian dalam object modeling di Petrel, dibalik sedikit
> caranya, yaitu
> kita gunakan levee yang di-Petrel tsb sebagai channel sandnya,
> terus yang channel-nya dipopulate sebagai abandoned channelnya. Tapi
> dimensi abandoned channel-nya jangan gedhe-gedhe, utk ini
> emang sedikit subjective, tapi mungkin bisa dipakai dimensi thalweg vs
> point bar sebagai analogue. Sehingga dengan begini, channelnya
> justru kita isi dengan shale/silt, dan levee-nya dengan sand-nya.
> 3. Sewaktu property modeling kita populasi channelnya dgn low rock
> properties (low PHIE dan K) berdasarkan well yang ada.
>
> Menjawab pertanyaan yang kedua, kenapa channelnya jadi terdistribusi
> kemana-mana keseluruh field kalau cuman di-run begitu saja. Yah itulah
> yang akan terjadi kalau 3D modeling tanpa kontrol seismic. Utk
> mengatasinya, buat saja polygon / area dimana kita yakin
> channelnya akan
> ada di field tsb. Saya dan teman saya disini sudah coba model
> polygon ini
> dgn Petrel, tapi gagal. Tapi kalau dgn Roxar akan mudah saja.
>
> Utk masalah variogram, saya suggest dilihat dulu dalam variogram
> analysisnya berdasarkan well yang ada, kemudian dilihat seberapa
> dia punya harga sill-nya. Kalo masih nggak yakin juga,
> baiknya run saja dgn
> tiga case, yaitu full body size (x,y, samakan dgn body dimensionnya),
> half body size (x, y separo body size-nya) dan seperempat
> body size-nya,
> utk melihat sensitivitynya baik di reserve maupun di
> reservoir simulation.
> Utk thicknessnya (Z), saya yakin bisa dilihat sill-nya, krn itu bisa
> dilihat dari banyaknya data point di well.
>
> Salam,
> Teguh P.
>
>
>
>
>
>                       "dodi iskandar"
>
>
>                       <[EMAIL PROTECTED]        To:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>                       os.com>                  cc:
>
>
>                                                Subject:  Re:
> [iagi-net-l] Geostatistics in well log correlation, mapping
> andmodeling
>                       07/01/2003 08:45          (?)
>
>
>                       AM
>
>
>                       Please respond to
>
>
>                       iagi-net
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Terima kasih atas penjelasannya Mas Teguh.
> Saya masih punya problem, yaitu :
> Kalo saya lihat di object based-modeling, adanya kecenderungan bahwa
> channel fill deposit akan selalu sand, padahal bisa aja
> dibeberapa tempat
> dalam channel itu ada channel fill mud (mud plug), yang
> menyebabkan channel
> sand itu bisa terpisah2.
> Pernah saya nyoba nge-run facies modeling dengan variogram
> analysis, tapi
> hasilnya jauh sekali dengan object-based modeling (Kebetulan saya pake
> petrel disini).Channel sand-nya terpisah2 dan terdistribusi di seluruh
> field.Yang ngga ada data juga jadi ada sand-nya.
> Mungkin kah ada korelasi antara Object based-modeling vs
> varioram analysis
> ?.
> Katakanlah jika kita punya reservoir geometri dari point bar
> denngan:length
> = 3 km, width = 500m,apakah ini berarti bahwa akan sama
> dengan x=3km dan
> y=500m di variogram analysis, sementara z=thickness ?.
>
>
>
> Salam,
> Dodi
>
>
> --
>
>
>
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------
> ------- To unsubscribe, e-mail:
> [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2:
http://groups.yahoo.com/group/iagi  Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy
Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang
Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M.
Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ----------------------------------------
-----------------------------




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke