Pak Sanggam
Hal itu apa karena formula
HPM= H*PHI*(1-SW)
dimana parameter PHI digunakan baik dalam menghitung SW dan menghitung
HPM itu sendiri...? Jadi kalau ada error , errornya jadi dobel - dobel...
beda ama resistivity yang digunakan hanya untuk menghitung SW ?
Sanggam Hutabarat <[EMAIL PROTECTED]>
25/07/2003 09:03 AM
Please respond to iagi-net
To: [EMAIL PROTECTED]
cc:
Subject: Re: [iagi-net-l] Thin Section Point Count vs XRD
good points Pak jadi memang 'rada' hati2 dan wise meng-handle data dari
various methods/measurements..ngomong2 soal PHI..Seorang teman punya
hitungan (hopefully we are already aware of it!) bila ada error 10% dari
nilai PHI yang sebenarnya , maka -dengan asumsi parameter Archie yang lain
correct- akan ada error hingga 30%an dalam perhitungan volume hidrokarbon
in place (in contrast bila error 10% tsb melekat pada nilai resistivity,
error vol.hcnya nggak sampai 10%...)
shutbar
---
At 11:21 PM 7/24/2003 +0000, you wrote:
>Ada beberapa item yg dapat kita ambil disini
>Selain adanya perbedaan method yang menyangkut kualitas presisi
(ketepatan
>diskripsi/identifikasi), kuantitas akibat perbedaan kerapatan sampling yg
>ada dalam identifikasi mineralogy. Hal yang penting juga adalah tujuan
>dari masalah yg dikemukakan mas Teguh.
>
>Dalam hal ini tentunya akan ada pembobotan (weighting) yang berbeda.
>Tentang pembobotan ini baru saja diuraikan ringkas oleh Sdr Adi di milist
>sebelah (FOGRI) ttg bagaimana pemberian pembobotan ini secara kualitatip.
>Pembobotan ini merupakan hal yang sangat penting sehingga penggunaan data
>ini tidak bias oleh pre-knowledge yg dimiliki oleh masing-2 expert.
>Kecenderungannya adalah "kepercayaan"terhadap apa yang diketahui
>sebelumnya. Sehingga diperlukan keterbukaan berpikir untuk menerima
>metode-metode lain yg mungkin akan lebih akurat dan sesuai dengan tujuan
>dari penelitian/riset yang dilakukan.
>
>Untuk keperluan reservoir modeling (mis utk membuat earth model) tentunya
>akan mempunyai pembobotan yg berbeda dengan keperluan drilling (untuk
>menentukan jenis lumpur yg akan dipakai sehingga tidak merusak formasi).
>Identifikasi clay ini akan berbeda pula kalau diperlukan untuk study
>sedimentology. Walopun jelas semuanya tentu akan ada hubungannya.
>
>Hal yang mirip adalah ketika melihat data porositas. Banyak sekali metode
>untuk mengukur atau menghitung porositas. Nah, mana yang bisa "dipercaya"
>? ... apakah pengukuran dengan core lebih dipercaya karena langsung
>berhubungan dengan batunya, ataukah dengan log, ataukah dengan seismic
>inversi ... mana yang lebih bisa "dipercaya" ?
><canda on>
>ini soal ilmu kok jadi percaya - tidak percaya yak ?
><canda off>
>
>Problem "scaling" dan "weighting" ini akan selalu saja ada dalam semua
>bidang ....
>termasuk social science looh . ... mana yg penting didahulukan, kebutuhan
>lokal kecamatan, kabupaten, propinsi atau negara ... mana yg didahulukan
... ??
>
>hef e nais whik en
>Salam
>
>RDP
>"masih mencari analogi lowstand wedge reservoir ... :p"
>
>>From: Sanggam Hutabarat <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Re: [iagi-net-l] Thin Section Point Count vs XRD
>>Date: Thu, 24 Jul 2003 09:53:57 +0700
>>
>>nimbrung, hari ini baru kembali dari cuti besar, saya tanggapi email
>>mula2 ttg topik dari Mas Teguh yang menarik.....sebagai tambahan bersama
>>apa yg sudah diuraikan Pak Harry Alam dll..
>>
>>Principally ke dua metoda berbeda jauh dan/sehingga keluarannya
>>(outputnya) juga berbeda. Untuk jumlah secara kwantitatif XRD dapat
>>diandalkan (dalam persen berat); ts, tergantung sampelnya, bila 'clean'
>>mungkin bisa diandalkan (dalam persen volume--juga tergantung berapa
>>banyak counting yang dilakukan/berhubungan dgn statistika error---250
>>points?, jam terbang di analis dsb).
>>
>>Untuk orang penilai formasi, thin section salah-satunya berguna untuk
>>menunjukkan keberadaan clay: apakah structural (glauconite?,
>>clay-replaced grains, rip-up/shale clasts), dispersed (grain-coating,
>>pore-filling, pore-bridging dll), laminar (related to bioturbation,
>>burrowing, depositional dll), yang memberi implikasi tertentu kepada
>>formation evaluation. Kecuali kaolinit, dan kadang2 illite atau
chlorite,
>>umumnya jenis clay nggak bisa ditentukan via ts (waktu drilling paling
>>banter orang bisa kenali kaolinite itupun jenis yang gede-vermicular
misalnya)
>>
>>My opinion, XRD adalah the best tool so far untuk merecord jenis clay
>>minerals dan jumlahnya (cepat tapi cukup mahal). Tapi bisa menyesatkan
>>juga bila XRD bilang 30weight % illite kita bilang sample itu shaly
>>padahal illite tsb ngumpul sebagai structural clay (~framework grains)
>>jadi perlu ts. Dgn XRD kita juga bisa menentukan keberadaan clay2 yang
>>mixed-layer serta kandungan swelling clays e.g.smektit
>>(ekspandibilitasnya). Orang pencinta XRD bilang XRD never lies..
>>
>>Jadi ya tergantung kasus formasinya , kadang2 memang dibutuhkan
kombinasi
>>sem, xrd dan ts untuk mendapatkan kepercayaan yg lebih tinggi itu Mas
Teguh....
>>
>>Salam
>>shutabarat
>>---
>>
>>
>>
>>
>>At 08:43 AM 7/23/2003 +0800, you wrote:
>>
>>
>>
>>
>>
>>>Teman-teman,
>>>
>>>kalau kita punya data thin section point count dan XRD analysis,
diantara
>>>dua data itu
>>>yang mana lebih kita percaya utk mengetahui jumlah kandungan "CLAY"-nya
?
>>>Trims sebelumnya atas responsenya.
>>>
>>>Salam,
>>>Teguh P.
>
>_________________________________________________________________
>The new MSN 8: smart spam protection and 2 months FREE*
>http://join.msn.com/?page=features/junkmail
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>
>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
>
>
>Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
>Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
>
>Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>
>Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>
>Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>
>Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
>[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>
>Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>
>---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------