Saya kira apa yang sudah disepakati dalam KNPGI tidak perlu menjadi penghalang adanya otonomi bahkan tidak menghalangi adanya kompetisi. Kita (atau lebih tepatnya pengelola masing masing kampus) harus bisa melihat apa yang dapat dikembangkan menjadi kompetensi utama mereka. Tapi kelihatannya ini akan dapat diaplikasikan pada tingka S2 keatas. Sayapernah mengatakan dalam diskusi diskusi terbatas hal ini juga akan diitentukan dengan kedekatan natuaral antara kampus dengan alam sekitarnya. Umpama di Makasar mungkin kompetensinya marine geology , di Yogyakarta engineering dan bencana geologi dsb.
Ini akan menjadikan masing masing kampus dapat lebih mengarahkan para stafnya ke spesialisasi tertentu yang lebih membumi ( wah istilahnya kereen amat yaa ). Akh ini sih pendapatku si Abah tea. Si Abah. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

